Learn to Love You

Learn to Love You
Pergi Mengejar Mimpi


__ADS_3

Amma Trysta tersenyum kecil serta menganggukkan kepalanya, lalu dia memeluk suaminya selagi Ace dan kedua orang tuanya masih mencari keberadaan Fayra.


Saat seluruh ruangan sudah Ace kunjungi, tetapi dia masih belum bisa menemukan keberadaan Fayra. Begitu juga dengan orang tua Ace yang langsung memarahinya karena emosi didalam diri Ace tidak terkontrol dengan baik.


Daddy Gerry, langsung menarik Ace dan menyeret anaknya untuk kembali ke ruang tamu. Agar dia bisa segera meminta maaf kepada kedua orang tuanya, karena hanya kedua orang tua Fayralah yang tahu dimana istrinya berada.


Semua ini berkat Fayra sendiri yang memintanya untuk tidak lagi bertemu dengan suaminya yang sebentar lagi akan menjadi masa lalu baginya.


Ace berlari mendekati kedua orang tua Fayra, lalu dia langsung berlutut dihadapannya sambil matanya sudah berkaca-kaca.


"Appa, Amma. Tolong kasih tahu Ace dimana Fayra sekarang. Kenapa dia tidak ada dirumah ini? Sebenarnya dimana Fayra Appa, Amma. Kenapa dia tega ninggalin suaminya sendiri seperti ini!"


Menatap Ace yang terlihat kacau dan juga tidak mau ditinggali oleh istrinya, membuat kedua orang tua Fayra hanya menyimak saja. Mereka tidak akan pernah memberitahu dimana Fayra berada saat ini.


Sampai akhirnya Ace tidak mendapatkan petunjuk apapun dari keluarga Fayra. Dia langsung pulang bersama kedua orang tuanya dan segera menghubungi semua sahabatnya satu persatu. Semua dia lakukan demi untuk mencari keberadaan Fayra.


Bahkan mereka pun yang awalnya tidak tahu apa-apa terkejut ketika mendengar kabar, bahwa Fayra dan Ace lagi ada masalah yang besar sampai mengancam hancurnya rumah tangga mereka.


...*...


...*...


Kepergian Fayra yang sudah hampir 2 Minggu berlalu, tetapi tidak diketahui rimbanya. Membuat Ace dan sahabatnya menjadi sangat bingung. Belum lagi mereka saling menyalahkan satu sama lain atas kepergian Fayra yang secara tiba-tiba.


1 Minggu waktu libur yang Ace gunakan tidak juga membuahkan hasil yang baik,. Sehingga dia harus bertahan dengan permainan takdir yang kembali mengharuskannya untuk pergi mengejar pendidikannya.


"Ingat , Raa. Aku tidak akan pernah menceraikanmu walaupun kamu harus menyewa pengacara terbaik sedunia pun, aku tidak akan pernah mengabulkan semua ini!" gumam Ace didalam batinnya ketika dia sedang menikmati harinya disebuah taman didekat Universitas Amerika.


Sementara di Indonesia seorang wanita cantik sedang duduk di sebuah taman yang berada di Paviliun milik keluarganya, yang memang sangat dirahasiakan.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Fayra. Yaps, Fayra ternyata masih berada di Indonesia. Tepatnya di sebuah kota, dimana itu adalah Paviliun milik keluarganya yang sama sekali tidak diketahui oleh Ace beserta keluarganya ataupun sahabatnya.


"Jarak dan waktu adalah 2 kata yang terkesan simple, tetapi sangat ribet untuk dijalani. Sampai akhirnya kedua kata itulah yang membuatku menyerah!"


"Menyerah bukan berarti aku kalah dengan perasaanku sendiri. Melainkan karena aku sudah lelah bertahan demi menyelamatkan cintaku yang berkali-kali terus disakiti. Hingga semua itu membuat perasaanku mati, dan hancur berantakan!"


Fayra berbicara didalam hatinya sambil meneteskan air matanya. Semua itu kembali menetes bukan berarti Fayra masih menginginkan Ace, tetapi dia hanya tidak menyangka saja. Selama ini dia terlalu percaya diri jika suaminya adalah suami terbaik yang dia miliki.


Namun, nyatanya semua itu salah besar. Kepercayaan diri yang terlalu mendalam memang tidak baik, karena ketika kepercayaan itu dikhianati akan menimbulkan rasa sakit yang cukup mendalam dihatinya.


"Andaikan kamu tidak mengkhianatiku, Kak. Mungkin semua ini tidak akan terjadi, dan kita bisa hidup bahagia bersama sambil meneruskan masa pendidikan yang sebentar lagi akan dimulai."


"Maaf jika aku harus menghindarimu, Kak. Semua ini aku lakukan karena aku mau mulai menata hati dan juga hidupku sebelum aku pergi jauh meninggalkan negari ini, demi mengejar cita-citaku."


"Semoga apapun yang aku putuskan ini tidak sampai membuatku menyesal, ketika aku harus menyerah dengan cinta pertamaku. Aku hanya bisa berharap, semoga kamy bisa segera sadar dan menjadi pria yang jauh lebih menghargai pasangannya."


"Selamat tinggal Kak Ace, selamat tinggal masa lalu dan selamat jalan Fayra yang lemah!"


"Hanya karena diri sendiri, aku bisa bangkit untuk melangkah maju demi mewujudkan Fayra yang baru. Fayra yang kuat, mandiri, hebat, dan juga pemilih!"


"Pemilih bukan berarti memilih, lebih tepatnya aku akan lebih menyeleksi seseorang yang akan hadir didalam hidupku. Supaya kelak tidak kembali membuatku terjebak dengan kebod*dohan dalam hal mencintai!"


Fayra tersenyum sambil berbicara kecil, kedua matanya menatap indah tanaman yang terlihat begitu menyenangkan hatinya. Banyak kupu-kupu yang hinggap menjadi perias kecantikan bunga tersebut.


Sebentar lagi Fayra akan menghadapi kelulusan disekolahnya, sehingga dia harus bersembunyi sampai akhirnya masa pelepasan sekolahnya selesai.


...*...


...*...

__ADS_1


Masa-masa pelepasan murid kelas 3 SMA sudah di mulai. Hari ini merupakan hari terakhir Fayra bertemu dengan para sahabatnya, mereka melepaskan rasa rindu yang sebentar lagi tidak akan bisa kembali berkumpul.


Di sini juga Fayra memberikan penjelasan mengenai hubungannya dengan Ace yang sudah tidak bisa diteruskan kembali. Hanya tinggal menunggu Ace menyetujui perceraian itu, lalu Fayra akan bisa dengan bebas menjalani kehidupan yang baru.


Setelah acara tersebut selesai, Fayra langsung memeluk sahabatnya dengan air mata yang


selalu menetes. Mereka tidak rela jika Fayra harus pergi jauh untuk menghindari Ace, dan juga mengejar impiannya.


Namun, kembali lagi. Mungkin semua keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang oleh Fayra, merupakan keputusan terbaik demi memulihkan masa depannya yang sempat hancur.


Mereka semua hanya mendukung Fayra dan tidak ada satu pun dari mereka yang diberitahu, kemana Fayra akan melanjutkan pendidikannya.


Fayra hanya berdoa semoga hubungan ketiga sahabatnya itu bisa selalu bahagia, tidak seperti dirinya yang kandas akibat kepercayaannya telah dikhianati.


...*...


...*...


Beberapa hari kemudian, Fayra sudah bersiap untuk pergi mengejar semua impiannya dengan menyambutnya menggunakan senyuman terindah.


Disini terlihat jelas, kalau Fayra sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan semuanya. Dan dia juga sudah bisa merelakan yang sudah terjadi didalam kehidupannya.


Langkah panjang Fayra pijakkan ditemani oleh kedua orang tuanya. Mereka pergi ke suatu negara yang akan bisa membuat impian Fayra menjadi kenyataan.


Wajah bahagia kian menyelimuti ketiga orang tersebut. Yaitu Fayra, Appa Daniel dan juga Amma Trysta. Mereka berusaha menghibur satu sama lain agar bisa menjadi penguat ketika salah satunya sedang rapuh.


Saat-saat seperti inilah yang Fayra butuhkan, agar dia tidak lagi mengingat masa lalunya. Dimana dia sangat membutuhkan suport kedua orang tuanya yang selalu ada didekatnya.


Bersamaan dengan perginya Fayra, ternyata surat perceraian itu sudah masuk kedalam persidangan. Hanya tinggal menunggu prosesnya saja, lalu mereka berdua akan dipertemukan dipersidangan dan akan diresmikan perceraiannya.

__ADS_1


Akan tetapi, Fayra hanya mau datang ketika ketuk palu akan di lakukan oleh ketua hakim. Selebihnya dia akan melewati prosesnya tanpa bertatap muka dengan Ace. Karena dengan begitu proses persidangkan akan berjalan lebih cepat. Dari pada dia harus menghadiri setiap panggilan yang diberikan, sama halnya kembali membuka luka yang sudah Fayra berusaha tutupi.


__ADS_2