Learn to Love You

Learn to Love You
Prank!


__ADS_3

Freya tidak menyangka, jika pria yang dia cintai saat ini adalah suami orang yang tidak mengakui statusnya. Rasa tidak enak mulai menyelimuti hati Freya ketika dia melihat betapa besarnya berjuangan cinta Fayra kepada Ace.


Dari sini Freya bisa belajar bahwa apa yang dia lihat baik, belum sepenuhnya baik. Dibalik sikap manis Ace yang selalu ada disaat dia membutuhkannya, ternyata dia hanya menganggap bahwa dirinya sebagai pelarian semata.


Mencinta seseorang memang hal sangatlah mudah, tetapi menempatkan cinta itu kepada orang yang benar adalah hal yang sangat sulit.


"Ho-honey, ma-maafkan aku. Aku akui aku salah, tapi aku juga tidak tahu kenapa setiap aku melihat Freya, seakan-akan aku seperti sedang melihat kamu didalam dirinya."


"Sampai akhirnya perasaan itu sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Cuman aku bisa memastikan jika aku tidak pernah memiliki hubungan apapun sama dia. Jadi, please Honey. Please ma-maafkan aku, aku mohon jangan pernah mengatakan kata pisah. Karena semua itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun!"


Ace berlutut dihadapan Fayra, dengan kepada mendongak keatas menatap wajah istrinya yang hanya memperlihatkan senyuman kecil terukir disudut bibirnya.


"Sudah cukup bersandiwaranya, Ace! Selama ini aku selalu memberikan kesempatan demi kesempatan, untuk selalu mempercayaimu. Meskipun rasanya aku ingin sekali menyerah dengan semuanya, tetapi aku selalu menahannya, bukan?"


"Namun, kali ini aku bensr-benar menyerah dan mengibarkan bendera putih setinggi-tingginya! Aku sudah tidak bisa menerima semua kenyataan pahit ini, jauh lebih lama lagi!"


"Sudah cukup aku berjuang mengejar cintamu dari mulai kita belum memiliki status, sampai akhirnya terjadilah pernikahan. Maka disitu pula, aku tetap masih berjuang seorang diri untuk terus mengejar cintamu!"


"Dan sekarang tidak lagi! Aku sadar bahwa aku terlalu terobsesi dengan dirimu. Sehingga aku melupakan harga diriku sebagai wanita terhormat, yang seharusnya dimuliakan bukan untuk disakiti!"


"Jika aku memaafkan semuanya dan kembali menerimamu dengan segala alasan classik yang kamu ucapkan, maka itu adalah langkah terbo*doh yang kembali aku ambil!"

__ADS_1


"Aku yakin, sangat-sangat yakin! Jika seseorang yang sudah berkhianat, terus menerus diberikan kesempatan. Maka, selamanya dia akan ngelunjak dan tidak pernah mengerti bagaimana caranya menghargai sesuatu yang sangat berharga didalam hidupnya!"


"Contahnya seperti kamu, berkali-kali aku memperingatkan, berkali-kali aku memberikan kesempatan dan berkali-kali aku memaafkan."


"Namun, semua itu percuma! Bukannya merubahmu untuk menjadi lebih baik, tetapi malah semakin membuatmu semena-mena dengan harga diriku!"


"Ya aku akui, aku memang bod*doh dalam hal mencintai. Aku juga terlalu lugu untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sehingga akhirnya aku lupa, jika cinta dan nafsu itu adalah satu paket. Dimana aku begitu nafsu untuk selalu memilikimu didalam genggamanku, tetapi aku lupa jika cintaku tidak menginginkanku untuk menjadi wanita yang lemah!"


Fayra mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini dia pendam. Dia sadar bahwa sifatnya yang lemah akan cintanya itu, merupakan kesalahan terbesar bagi hidupnya.


Semakin Fayra terlihat lemah didepan Ace, maka semakin membuat Ace menyepelekan semuanya. Inilah penyesalan didalam diri Fayra, dia tidak menyalahkan siapapun atas kejadian yang saat ini terjadi.


Beribu-ribu duri yang menancap didalam hati Fayra, tidak membuat Fayra sedikitpun mengeluh merasakan sakit yang sangat menyesakkan. Akan tetapi, satu goresan pedang panjang yang diberikan oleh suaminya kali ini, berhasil mematahkan hatinya sampai tidak lagi menimbulkan rasa yang selama ini bergetar untuknya.


Ini kali pertamanya Fayra terlihat begitu kuat, saat menyaksikan kejadian menyakitkan kembali terulang didalam hidupnya. Fayra tidak menyangka jika air mata yang selalu dia teteskan disetiap menghadapi masalah, kini seketika menghilang entah kemana.


Bahkan tangisan air mata itu, kian berubah menjadi sebuah wajah datar tanpa ekspresi. Yang mana Fayra seperti sudah menyiapkan semua kekuatan ini, jika sewaktu-waktu hal buruk akan kembali terjadi padanya.


Fayra hanya bisa tersenyum melipatkan kedua tangannya ketika melihat suaminya masih bersujud dihadapannya dengan semua air mata yang seharusnya ada dimatanya, kini berpindah dimata suaminya.


Raut wajah penyesalan yang teramat mendalam terlihat jelas diwajah Ace, bahkan beberapa kali dia memohon dan meminta agar Fayra tetap selalu bersamanya.

__ADS_1


"Bangun! Aku tidak suka melihat orang yang lemah hanya karena cinta, bahkan sampai rela merendahkan dirinya sendiri seperti ini!" ucap Fayra, datar.


"Ti-tidak, aku tidak akan bangun sebelum kamu memaafkan aku. Aku rela mencium kaki istriku sendiri jika itu diperlukan, karena aku enggak mau kehilangan kamu. Aku mohon Raa, maafin aku hiks ...."


Ace memeluk kedua kaki jenjang istrinya sesekali mendongak keatas menatapnya. Kali ini sikap Ace persis seperti seorang anak yang takut akan kehilangan Ibunya.


Sementara Freya, dia tidak menyangka bahwa seorang Ace yang terkenal sangat menjaga harga dirinya dengan semua sikap dinginnya. Sekarang telah berubah menjadi orang yang begitu lemah terhadap satu wanita.


"Apakah sebegitu berharganya dia bagimu, Ace? Jika memang kamu begitu menghargainya dan tidak mau kehilangannya, kenapa kamu malah bermain api dibelakangnya?"


"Jujur Ace, aku benar-benar sangat kecewa melihat semua ini! Tetapi, aku juga tidak bisa berbohong jika aku memang sangat mencintaimu sama halnya seperti istrimu. Bedanya aku mencintaimu dalam wujud yang berbeda!"


"Aku akui, aku memang tidak mengenal istrimu dengan baik. Cuman, aku bisa merasakan kalau sebenarnya wanita yang kamu sakiti itu, merupakan wanita yang sangat berharga. Hanya saja dia jatuh ditangan yang salah!"


Freya berbicara didalam hatinya saat melihat kedua pasangan suami istri masih terus melontarkan perkataan yang saling bertolak belakang.


Rasa salut Freya terhadap Fayra semakin meninggi, ketika dia melihat tidak ada sedikitpun air mata yang menetes diwajahnya. Padahal Freya begitu tahu, jika perasaan Fayra saat ini tidak sebaik apa yang dia lihat diwajahnya.


Mungkin, Fayra mau menunjukkan bahwa dia bukanlah wanita yang lemah seperti sebelumnya. Sehingga air mata dan juga hatinya sudah tidak lagi berfungsi untuk mengemis kepada suaminya.


Sampai akhirnya, Fayra berbalik dan ingin meninggalkan Ace. Tiba-tiba suara tawa yang cukup menggelegar di telinganya langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


__ADS_2