Learn to Love You

Learn to Love You
Keceplosan Fayra


__ADS_3

Ace menangis sesegukan sambil memeluk guling, disatu sisi dia sangat bersalah sudah berkata seperti itu kepada istrinya.


Namun, disisi lain Ace juga merasakan sakit hati akibat ucapan istrinya yang seolah-olah tidak menginginkan kehadirannya.


...*...


...*...


Keesokan harinya, Fayra, Ace dan kedua orang tuanya sedang sarapan bersama. Hari ini merupakan hari libur bagi mereka semua, dimana waktunya Fayra untuk menyelesaikan kesalah pahaman ini.


Apa lagi Fayra melihat tingkah suaminya benar-benar berubah menjadi sedikit pendiam, berbeda dari biasanya yang sangat manja padanya.


Setelah selesai sarapan, mereka semua segera pergi ke ruang keluarga. Mereka selalu berkumpul sambil menonton televisi bersama-sama.


Inilah waktu yang tepat bagi Fayra memulai pembicaraan semuanya dengan perlahan, supaya tidak kembali menyinggung siapa pun.


Fayra mencoba mencari celah, untuk bisa memulai obrolan lebih dulu agar Faura bisa memancing suasana.


"Mom, Dad. Memangnya kalian dulu ada perjanjian apa dengan Amma dan Appa, sehingga kalian berpikir untuk menikahkan kami diusia yang masih muda seperi ini?" ucap Fayra, semuanya pun menoleh berbarengan.


"Bukan urusanmu! Jadi aku mohon, jangan kembali mengungkit soal pertanyaan yang seharusnya sudah berlalu!" tegas Ace, dia tidak mau mengingat awal perkenalan mereka yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Kalian ini sebenarnya ada apa sih? Kenapa Daddy lihat dari tadi kita sarapan kalian tuh terlihat berbeda, tidak seperti biasanya. Apa kalian ada masalah lagi?" tanya, Daddy Gerry penasaran.


"I-itu, Dad. Eee, a-anu ...." Fayra bingung harus menjawab seperti apa, karena dia juga sedikit malu untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu.


"Enggak ada masalah apa-apa, lagian kalau pun kami ada masalah itu bukan urusan Daddy. Ace sudah besar, begitu juga Fayra. Jadi kami bisa menyelesaikannya sendiri!" jawab Ace, sedikit kesal.


"Awas ya, kalau Daddy dengar kejadian tidak menyenangkan kembali terjadi. Maka kamu harus siap untuk kehilangan semua fasilitasmu, paham!" tegas Daddy Gerry.


"Ambil saja, Dad. Ace sudah tidak butuh, kalau pun Ace tidak memiliki apa-apa. Ya sudah, palingan juga nanti Fayra yang bosen dengan keadaan Ace yang sudah miskin, jelek, dan juga orang biasa." jawab Ace, spontan.

__ADS_1


"Bunny, apaan sih ngomongnya! Aku enggak seperti itu ya, kamu itu salah paham sama aku. Ya, aku tahu semalan aku sudah kelewatan sama kamu, tapi maksudku tidak seperti itu,"


"Aku cuman kesel aja setelah aku tahu kalau selama ini nyamuk yang menggangguku adalah kamu, ditambah lagi kamu meminta nen padaku sehari 3x. Kamu kira aku ini obat apa, yang harus dikomsumsi seperti itu!"


Fayra ngerocos tanpa henti, sehingga dia kelepasan untuk menceritakan semuanya. Fayra tidak menyadari jika kedua mertuanya mendengar semua ucapan yang keluar dari bibir Fayra.


Ace hanya bisa melototkan matanya. Lalu dia segera memeluk istrinya dan membengkap mulutnya sambil cengengesan. Sedangkan kedua orang tuanya terdiam mematung, mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut anaknya.


"Hemp, hemp, hemp ...." Fayra mengerang, sesekali menggigit tangan Ace. Secepat mungkin Ace menarik tangannya sambil memekik keras, lalu menebas-nebaskan tangannya di udara.


"Arghh, sstt. Sa-sakit tahu!" pekik Ace, menatap tajam kearah istrinya.


"Siapa suruh, udah tahu aku lagi ngomong malah di bekap udah kaya penculikan aja!" sahut Fayra, tidak terima.


"Habisnya kamu itu ngoceh aja terus, udah kek mobil tanpa rem! Lihat itu, disana ada Mommy sama Daddy. Apa kamu lupa, hah!" ucap Ace.


Raut wajahnya Ace terlihat memerah, bukan berarti dia sangat marah karena Fayra membongkar rahasia kamarnya. Melainkan Ace malu, saat kedua orang tuanya mengetahui sifat manjanya.


"Sayang, sepertinya aku sudah mulai paham. Bagaimana denganmu, hem?" ucap Mommy Rosa, melirik kearah suaminya.


"Aku juga sudah paham, Sayang. Tidak disangka ya, ternyata anak kita begitu jahil dan juga gengsi. Sehingga dia memanfaatkan istrinya yang sedang tertidur." jawab Daddy Gerry, menunjukkan senyuman devilnya.


"Tuhkan, apa yang aku bilang! Ini yang aku takutkan, pasti mereka sebentar lagi mereka akan menertawakanku!" geram Ace, dengan nada lirihnya.


"Ya kan, mana aku tahu Bunny. Kalau kamu mau marah, ya marah saja sama mulutku. Kan dia yang ngomong, bukan aku. Lagian aku juga ada yang mau ditanyakan pada mereka." jawab Fayra.


"Nanya apa?" jawab mereka kompak, membuat Fayra sedikit terkejut.


"Eh, hehe ... Eee, a-anu Mom, Dad. Fa-fayra mau nanya, tugas suami-istri itu apa ya?" Fayra yang belum mampu to the point, sedikit memberikan pertanyaan yang meleset.


"Berhubungan." jawab Ace, tanpa disadari dan langsung membengkap menutnya sendiri.

__ADS_1


Perkataan Ace, spontan itu berhasil membuat mereka terkejut da segera menoleh kearahnya.


"A-apakah ka-kalian su-sudah ...." Mommy Rosa, sengaja menghentikan ucapannya.


"Belum, orang Ace mau minta nen 3x sehari aja enggak dikasih. Apa lagi berhubungan, bisa-bisa Ace dipecat jadi suami kali! Eohh." ucap Ace, kembali untuk kedua kalinya dia keceplosan.


"Nahkan, tadi dia yang mengingatkanku. Sekarang malah dia yang keceplosan, aneh" guman Fayra di dalam hatinya.


"Yak, bukan begitu, Kak Ace! Fayra cuman takut jika berhubungan itu pasti kan akan membuat perut Fayra kaya badut, nah kalau Fayra seperti itu dalam keadaan masih sekolah apakah nantinya tidak akan menjadi olokan semua murid?"


"Bagaimana jika semuanya mengira kalau aku ini hamil diluar nikah, atau bisa jadi mereka akan berpikir aku ini korban kekeradan sek*sual."


"Yang lebih parahnya lagi, jika sampai mereka berpikir bahwa aku ini wanita malam apakah itu tidak akan membuat namaku dan keluargaku tidak akan hancur, Kak?"


"Apa Kakak tidak bisa berpikir sedikit saja tentang aku, ya mungkin Kakak enak karena sebentar lagi lulus dan kuliah. Sedangkan aku? Aku masih harus sekolah 1 tahun lagi."


"Bagaimana keadaan mentalku nanti, jika aku harus menghadapi banyak bullyan yang beranggapan bahwa aku ini wanita yang buruk?"


Fayra menatap wajah Ace, dengan tatapan yang sangat serius. Bahwa matanya kian mulai berkaca-kaca.


Semua ucaoan Fayra berhasil menyadarkan Ace atas keegoisannya sendiri. Ace berpikir jika mereka sudah saling mencintai, maka secepatnya Ace bisa membuka lebel kepemilikan atas Fayra.


Namun, sayang. Apa yang dikatan Fayra semuanya memang ada benarnya. Tatkala, banyak orang yang tidak tahu menahu malah menjadi sok tahu atas semua tentang hidupnya.


Ace yang sudah menyadari kesalahannya, langsung memeluk Fayra. Dia meminta maaf padanya, begitu juga sebaliknya. Ace tahu, mungkin Fayra memiliki dilema yang cukup besar antara tugasnya sebagai istri dan juga sebagai pelajar.


Tapi, siapa sangka. Perkataan Daddy Gerry telah mengejutkan mereka berdua. Ace melepaskan pelukannya, kemudian menatap wajah Daddynya.


Ace tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Daddynya itu, bahkan sampai Ace berulang-ulang kali menanyakan apakah perkataan Daddynya serius? Lantas, apakah perkataan Daddynya tidak akan merugikan kedua belah pihak?


Daddy Gerry yang melihat wajah Ace dan Fayra benar-benar terlihat sangat polos, membuat kedua orang tua Ace terkekeh. Mereka tidak menyangka perkataannya berhasil membuat pengantin kecil ini menjadi penasaran.

__ADS_1


__ADS_2