
Pada akhirnya Pamannyalah yang menyelamatkannya dari sentuhan pria be*cat itu, dan membiayai semua kehidupannya sampai dia tidak lagi bertemu dengan kedua orang tuanya. Semua karena rasa trauma yang Freya alami ketika usianya masih dibawah umur.
Sampai saat ini Freya masih berada dibawah perlindungan seorang pria yang dikatakan sebagai Paman yang berasal dari keluarga salah satu dari orang tuanya.
...Flashback Off...
Setelah kejadian itu terus terbayang dipikiran Ace, lagi dan lagi dia memekik kerasa hingga memukul setir mobil, tanpa disengaja membunyikan klakson membuat beberapa orang yang ada dipakiran terkejut.
Mereka segera menegur Ace dan sedikit memarahinya, tetapi Ace tidak menggubrisnya dan malah semakin menjadi untuk membunyikan klakson mobilnya dengan kesal.
Tanpa rasa bersalah, dan meminta maaf Ace segera mengemudikan mobilnya meninggalkan kampus dengan kecepatan diatas rata-rata.
Sementara di Paris, sepasang teman masa kecil sedang menikmati masa-masa yang sangat bahagia. Dimana kemesraan mereka mulai terpancar membuat semua mahasiswi merasa iri ketika Fayra bisa sedekat itu bersama dosen yang terkenal begitu cuek dan juga dingin.
Ya, walaupun Kharel masih terlihat dingin cuman ada satu sisi sikap Fayra berhasil membuatnya tersenyum ataupun terkekeh kecil.
Saat ini Fayra dan Kharel berada di sebuah taman sambil menikmati anak-anak kecil yang lucu bermain bersama orang tuanya. Ada rasa bahagia tersendiri bagi mereka, dengan berandai-andai, jika suatu saat nanti mereka akan berada diposisi itu.
Setelah merasa puas mereka kembali menaiki mobilnya menuju Apartemen milik Meera, tetapi di pertengahan jalan entah mengapa sifat jahil Fayra kembali berulah.
Fayra terus menggoda Kharel, dan mencoba untuk membuatnya tertawa. Karena sudah seharian ini Kharel tidak menunjukkan tawanya, hanya sekedar tersenyum. Yang lebih cemasnya wajah Kharel terlihat sedikit pucat.
Jika dibilang sakit, Kharel tidak sakit malah dia sangat sehat. Suhu tubuhnya pun normal, kalau dibilang aneh ya memang aneh sih.
__ADS_1
Fayra sendiri pun sebenarnya memiliki perasaan yang tidak enak dari tadi kemarin, cuman entah mengapa perasaan itu selalu terarah kepada Kharel. Sehingga tak terasa mobil Kharel terhenti tepat di depan lampu merah.
"Kak, Kakak kenapa sih dari kemarin sifat Kakak berubah? Apa Kakak sakit?" tanya Fayra, mulai gelisah ketika menatap Kharel selalu terdiam dan hanya bisa mengukir senyuman. Tidak seperti biasanya, yang selalu manja ataupun kembali membalas kejahilannya.
Kharel menoleh ke arah Fayra sambil tersenyum. "Aku gapapa, Sayang. Aku juga bingung kenapa akhir-akhir ini bawaannya aku cuman ingin selalu ada disamping kamu, melihat wajahmu yang tersenyum cantik seperti ini."
"Yang kamu harus tahu, kalau aku sangat-sangat mencintaimu dari kecil sampai detik ini pun, perasaaanku tidak pernah berubah sedikitpun untukmu. Yang ada, perasaan ini semakin bertambah, bertambah dan bertambah seiring waktu."
"Pintaku, apapun yang terjadi nantinya. Jaga diri baik-baik, jaga kesehatan dan jangan pernah kembali menjadi wanita yang lemah. Kamu tahu kan, aku ini sangat membenci wanita lemah. Jadi, teruslah tersenyum buktikan pada dunia kalau kamu bisa menjadi wanita baik, hebat, dan juga kuat."
"Ada atau tidak adanya diriku, aku cuman mau minta sama kamu. Teruslah tersenyum jangan pernah kembali meneteskan air matamu apapun alasannya. Semua itu akan membuatku sangat bersedih, aku ingin gadis kecilku yang chubby ini bisa tumbuh menjadi wanita yang penuh kebahagiaan."
"Satu janjiku, sampai aku tiada nanti. Aku akan pastikan jika cinta ini akan tetap selalu untukmu, Princes Chubby kesayanganku."
Perkataan Kharel begitu mendalam, membuat Fayra yang awalnya tersenyum mendengarnya seketika berubah. Air mata kepanikan mulai terlihat jelas, Fayra memegang kedua tangan Kharel yang berada dipipinya.
Fayra menggelengkan kepalanya dengan cepat, sorotannya terlihat begitu marah kepada Kharel. Akibat perkataan Kharel yang awalnya terdengar sangat manis, tiba-tiba semakin kebelakang seperti memberikan sebuah isyarat jika dia akan pergi yang sangat jauh.
"Tidak, Sayang. Tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu jika bukan ajal yang menjemputku. Bagiku, sangat mudah untuk melawan dunia, tetapi begitu sulit untuk menghindari takdir ajal yang sudah datang." ucap Kharel tersenyum sambil meneteskan air matanya.
"Ka-kakak, stop berbicara seperti itu. Ingat impian kita waktu kecil, Kak. Asal Kakak tahu aja, sebenarnya aku ini udah----"
Aaarrrghhhhhh ....
__ADS_1
Braaakk!
Tanpa di sangka-sangka ada sebuah mobil dari depan dengan kecepatan tinggi. Ternyata ketika mobil itu ingin mengerem menghindari mobil yang berusaha menerobos lampu merah. Seketika tidak keburu, akibat mobilnya sudah menghantam 3 mobil.
Salah satunya mobil Kharel yang sedikit parah, karena pas banget mobil itu menabrak depan mobil Kharel dan mobil milik salah satu pengemudi lainnya. Sehingga membuat 2 mobil itu tergencet lalu terseret beberapa meter dari tempat kejadian.
Kecelakaan ini, bukanlah kecelakaan tunggal, melainkan kecelakaan beruntun. Hanya untuk menghindari 1 mobil, mobil itu malah menabrak beberapa mobil yang sedang terdiam menunggu lampu hijau menyala.
Posisi ketika kecelakaan beruntun itu terjadi Fayra dan Kharel sedang mengobrol, dimana Fayra menjerit setelah matanya tanpa melihat sebuah mobil yang ingin menghantam mereka.
Dengan refleks Kharel memeluk erat Fayra berusaha untuk menyelamatkannya, walaupun dia sendiri tidak tahu apakah itu akan berhasil atau tidak. Setidaknya Kharel sudah berusaha mengorbanin hidupnya demi menyelamatkan gadis kecilnya dari tragedi yang akan membuatnya trauma.
"Aku udah ... Udah mencintaimu, Kak. Ma-maaf jika aku terlambat!" gumam lirih Fayra sebelum dia menutup kedua matanya di dalam dekatan Kharel.
Tak lama beberapa ambulans pun berdatangan dengan para medis lainnya untuk segera menolong para korban yang banyak terjebak di dalam mobilnya.
Salah satunya Fayra dan Kharel, posisi merekalah yang sangat sulit di evakuasi untuk segera di berikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit seperti para korban lainnya.
Perlahan tapi pasti, Fayra sudah berhasil di angkat dan di pisahkan dari Kharel. Kemudian segera di bawa ke rumah sakit karena keadaan cukup menyedihkan. Sementara Kharel, setengah tubuhnya benar-benar terhempit hingga sangat sulit untuk di evakuasi.
Hampir membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam lamanya, Kharel akhirnya bisa di angkat lalu segera di pindahkan dan langsung di bawa ke rumah sakit yang sama seperti yang lainnya.
Ternyata ada beberapa korban terluka, bukan hanya Kharel dan juga Fayra. Sekitar kurang lebih 20 mobil mengalami kerusakan, 5 orang mengalami luka ringan, serta ada 10 korban lainnya belum diketahui kondisinya sama halnya seperti Kharel dan Fayra.
__ADS_1
Ditambah ada 2 korban meninggal dunia ditempat akibat terhempit oleh mobil yang ada didepan dan juga belakangnya.
Semua dokter yang ada di rumah sakit pun bergegas menangani satu persatu pasien korban kecelakaan. Yang disayangkan salah satu korban meninggal dunia bertambah, yaitu pelaku yang menyebabkan semua kecelakaan terjadi. Sedangkan pelaku lainnya yang menerobos lampu lalu lintas belum diketahui, dan masih ada di daftar pencarian polisi.