Learn to Love You

Learn to Love You
Penjelasan Fayra Terhadap Mertuanya


__ADS_3

Wajah datar, cuek dan juga dingin terlihat diwajah Appa Daniel dan juga Amma Trysta. Berbeda dengan Fayra yang masih tersenyum menanggapi mertuanya. Meski hatinya sangat terluka atas sikap anaknya, kedua orang tua Ace merupakan mertua yang sangat baik untuknya dan juga begitu menyayangi dirinya.


Rasa tegang, gelisah hingga cemas selalu menyelimuti perasaan Daddy Gerry. Dia sesekali melirik kearah Appa Daniel yang hanya cuek dan sedikit memberikan tatapan penuh arti, hingga terkesan begitu menakutkan.


...*...


...*...


Selesai sarapan mereka pun bergegas ke ruangan keluarga bersama-sama, dalam keadaan wajah Appa Daniel terlihat begitu datar. Sementara Fayra selalu digandeng oleh Amma Trysta.



Sesampainya di ruang keluarga, mereka pun duduk di sofa masing-masing. Fayra duduk ditengah-tengah kedua orang tuanya, lalu Mommy Rosa dan Appa Daniel duduk di sofa yang berada disamping.


Tatapan kedua orang tua Fayra kepada kedua orang tua Ace terlihat begitu datar sedatar-datarnya, tanpa adanya sedikitpun ekspresi yang menghiasinya.


Dari sini terbukti bahwa mereka sangat kecewa dengan sikap dari anaknya yang tidak bisa menghargai seseorang.


Apa lagi Fayra merupakan istri sahnya, yang seharusnya Ace sangat menyayangi dan menjaga ketat istrinya, kini malah berkali-kali menguji cinta istrinya sehingga dia mulai lelah dengan semua ujian yang dihadapinya.


"Sayang, bagaimana rencanamu untuk memberikan kejutan untuk suamimu. Apakah berhasil? Karena kamu tahu sendiri kan, Ace itu orangnya sangat kaku jadi apapun yang akan membuatnya terkejut selalu saja gagal."


"Cuman, kali ini kamu berhasil kan, Sayang? Pasti Ace sangat bahagia deh, saat tahu jika istrinya bela-belain datang ke sana seorang diri tanpa siapapun yang menemaninya."


Mommy Rosa berbicara tanpa jeda dengan perasaan yang sangat senang, bayangan akan kebahagian anak serta menantunya sudah didepan mata.


Sementara Fayra berusaha tersenyum saat melihat betapa antusiasnya mertuanya itu. Angan-angan yang hampir sama dengan Fayra, ternyata menjadi patokan tolak ukur kebahagiaan yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi.


Sampai akhirnya perkataan yang terlontar dari bibir Appa Daniel berhasil menarik perhatian kedua orang tua Ace, mereka melongo tak percaya dengan apa yang di maksud dari ucapannya

__ADS_1


"Maaf jika saya mengganggu waktu kalian hari ini, tetapi saya tidak bisa menahannya lagi. Setelah anak saya pulang dari Amerika, dia mengatakan sesuatu yang berhasil membuat jantung kami hampir berhenti untuk selamnya."


Appa Daniel berbicara sambil menatap kedua orang tua Ace dengan cara bergantian, tatapan penuh arti dengan sorotan tajam mampu membuat mereka tidak bisa berkutik.


Tawa dan keceriaan diwajah Mommy Rosa kian memudar, setelah mendengar ucapan yang terkesan seperti teka-teki.


"Ma-maksudnya gimana, Kak? Aku tidak paham. Memangnya apa yang sudah terjadi sama kalian selama di Amerika, Raa?"


Daddy Gerry terlihat begitu cemas dan juga penasaran, jantungnya berdetak semakin cepat hingga tak terasa dahinya mengeluarkan keringat. Dimana hampir seluruh sudut rumah terkena dinginnya AC yang tidak akan membuat seseorang merasa gerah.


"Kak, ini sebenarnya ada apa? Kenapa wajah kalian terlihat begitu marah pada kami. Apa salah kami, Kak?" sahut Mommy Rosa matanya mulai berkaca-kaca.


"Kalian tidak salah, tetapi anak kalian sudah menghancurkan kehidupan anakku. Memang apa sih yang kurang dari anakku? Selama ini dia sudah berjuang mendapatkan cinta suaminya, akan tetapi suaminya malah tidak bisa menghargai istrinya." ucap Amma Trysta dengan penuh kekecewaan.


Kedua orang tua Ace menatap satu sama lain dengan wajah yang sangat bingung. Hanya saja Appa Daniel melihat gerak-gerik Daddy Gerry sangat mencurigakan langsung tersenyum miring.


"Sudah aku duga semua ini akan terjadi, cuman kenapa bisa secepat ini. Sementara aku masih harus menyiapkan semuanya demi mengatakan hal yang sangat berat untuk dijalani kedepannya."


Daddy Gerry terdiam dengan sedikit menundukkan kepalanya dimana hatinya bergejolak, menahan rasa sakit yang sangat mendalam.


Untuk sekian kalinya anaknya kembali mengecewakan kedua orang tuanya. Sampai seketika Daddy Gerry mengingat bahwa semua ini terjadi berkat dirinya, karena dia yang memisahkan Ace dan Fayra dengan jarak yang sangat jauh.


"Sayang, ada apa sebenarnya? Tolong ceritakan sama Mommy dan Daddy, apa yang terjadi dengan kalian di Amerika? Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu pada kedua orang tuamu. Memangnya Ace melakukan apa, sampah kedua orang tuamu begitu marah padanya."


Mommy Rosa meneteskan air matanya menatap ke arah Fayra dengan sangat serius, begitu juga suaminya yang saat ini masih terdiam penuh penyesalan.


Daddy Gerry merasa jika semua ini terjadi atas kesalahannya, dialah orang yang seharusnya disalahkan atas semua yang sudah terjadi. Kini hubungan antara anak dan menantunya berada diujung tanduk.


"Katakan, Sayang. Ceritakan semuanya kepada mereka, berikan penjelasan yang akan membuat mereka sadar. Jika anak yang selama ini sudah diberikan hati dan juga kesempatan, ternyata tidak bisa memegang janjinya sendiri!"

__ADS_1


"Apa kalian lupa, seorang pria itu yang dipegang adalah janjinya bukan omongannya! Jika seorang pria sudah berani memberikan sebuah janji kepada wanitanya, maka dia harus siap untuk membuktikannya agar janji itu menjadi sebuah kenyataan. Bukan haluan bagaikan dunia pernovelan!"


Amarah didalam diri Amma Trysta berhasil terlontar dihadapan besannya. Yang mana mereka memang sudah tahu kisah dibalik perceraian, yang akan Fayra ajukan terdapat sebuah pengkhianatan yang sangat menyakitkan.


Fayra perlahan mulai menceritakan setelah Mommy Rosa selalu memintanya mengatakan apa yang sudah terjadi sama mereka.


Penjelasan demi penjelasan berhasil membuat air mata Mommy Rosa menetes dengan deras, sedangkan Daddy Gerry membungkukkan tubuhnya mendengar semua perkataan menantunya sambil menggenggam tangannya.


Melihat keberanian Fayra dan juga ketegasan yang dia tunjukkan, membuat kedua orang tuanya tersenyum kecil. Ya memang mereka tahu jika sebenarnya hati Fayra sangat hancur, tetapi mereka seperti sedang menguji Fayra agar dia bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri.


"Fayra udah tidak bisa lagi bertahan dengan Kak Ace, Mom. Fayra sudah sangat lelah untuk mengejar apa yang memang bukan milik Fayra. Jika memang Kak Ace mencintai Fayra dia tidak akan mencari pelarian disaat dia merasa kesepian."


"Bagimana jika posisi Kak Ace berada di Fayra, apakah dia akan kuat bertahan sampai detik ini? Pasti tidak kan, dia akan langsung meninggalkan Fayra disaat dia tahu jika Fayra mengkhianatinya."


"Namun, semua ini sudah berulah-ulang kali Mom, Dad. Fayra manusia, Fayra bisa merasakan lelah disaat tidak dihargai dan Fayra juga bisa kuat jika dihargai."


"Fayra memang masih remaja, tetapi Fayra punya impian yang harus Fayra kejar setinggi mungkin. Awalnya Fayra menyangka bahwa mimpi itu tidak lagi penting, ketika Fayra sudah hidup bahagia bersama dengan Kak Ace. Nyatanya semua itu salah, salah besar!"


"Kebod*dohan Fayra dalam mencintai membuat Fayra menjadi sosok wanita yang sangat lemah. Beberapa kali Kak Ace melakukan kesalahan, Fayra selalu memberikan kesempatan demi kesempatan. Cuman apa yang Fayra dapatkan sekarang? Kebahagiaan atau kesedihan?"


"Kesedihan bukan, Fayra paham. Fayra belum bisa jadi istri yang terbaik untuk Kak Ace. Tapi, apa salah jika Fayra menginginkan bahwa Kak Ace bisa mencintai Fayra. Seperti, kalian semua yang bisa saling mencintai tanpa harus merasakan perjuangan yang dilakukan seorang diri."


"Untuk itu, rasanya Fayra sudah tidak sanggup lagi bertahan dengan pernikahan ini. Fayra menyerah Mom, Dad. Fayra ingin, pernikahan ini cukup sampai di sini saja! Biarkan Kak Ace mencari kebahagiaannya, dan biarkan Fayra mengejar impian tanpa harus terbayang akan semua ini!"


Degh!


Fayra mengoceh terus menerus mengutaran semua isi hatinya. Kata-kata terakhir berhasil membuat jantung mereka terhenti untuk beberapa detik dan kembali bekerja sangat cepat.


Saat ini kedua orang tua Ace merasa sangat marah dengan anaknya. Terlihat jelas raut wajah mereka mulai memerah menahan emosi dan juga kekecewaan serta rasa malu yang tidak bisa mereka sembunyikan.

__ADS_1


Amma Trysta yang melihat anaknya bisa setegar itu untuk menjelaskan semuanya, membuatnya bangga. Ternyata dibalik sosok anak perempuan yang terkenal akan kelemahannya, ternyata terdapat sebuah kekuatan yang tidak bisa dijelaskan.


Sementara Appa Daniel sedari tadi terdiam, langsung mengatakan sesuatu yang membuat semuanya terkejut bukan main.


__ADS_2