Learn to Love You

Learn to Love You
KB


__ADS_3

Tapi, siapa sangka. Perkataan Daddy Gerry telah mengejutkan mereka berdua. Ace melepaskan pelukannya, kemudian menatap wajah Daddynya.


Ace tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Daddynya itu, bahkan sampai Ace berulang-ulang kali menanyakan apakah perkataan Daddynya serius? Lantas, apakah perkataan Daddynya tidak akan merugikan kedua belah pihak?


Daddy Gerry yang melihat wajah Ace dan Fayra benar-benar terlihat sangat polos, membuat kedua orang tua Ace terkekeh. Mereka tidak menyangka perkataannya berhasil membuat pengantin kecil ini menjadi penasaran.


"Tenang aja, kalian boleh melakukannya kok. Toh, kalian udah saling mencintai bukan? Tapi ...." Daddy Gerry menggantungkan ucapannya, membuat Fayra dan Ace menjadi sangat penasaran.


"Ta-tapi apa, Dad? Katakan dengan jelas!" sahut Ace, wajahnya terlihat begitu serius, menyimak ucapan Daddy Gerry.


"Tapi Fayra harus melakukan KB, sebelum kalian berdua benar-benar siap untuk memiliki anak." jawab Mommy Rosa, spontan.


Namun, Daddy Gerry yang mendengar ucapan istrinya langsung menoleh dengan sedikit kesal dan berkata. "Apa maksudmu mengatakan hal itu, Sayang!"


"Memang itu kan yang mau kamu katakan pada mereka?" ucap Mommy Rosa, sedikit bingung.


"KB? Bukannya itu untuk mencegah kehamilan, Mom?" tanya Fayra dan langsung diangguki oleh Ace.


"Yup, tepat sekali! Jadi, kalian harus KB agar tidak langsung punya anak. Diumur kalian sekarang, tentu masih belum siap untuk mengurus seorang anak!"


Fayra dan Ace mengangguk-anggukkan kepala mereka, mereka menyetujui apa yang Mommy Rosa katakan. Akan tetapi, mereka belum paham benar apa yang harus dilakukan jika mereka KB.


"Jadi, bagaimana cara melakukam KB, Mom?" tanya Ace antusias.


Mommy Rosa lalu menjelaskan kepada Ace dan juga Fayra, yang memang belum mengerti apa yang harus dilakukan jika ingin KB. Namun, tiba-tiba Daddy Gerry menghentikan penjelasannya.


"Tidak! Aku tidak setuju dengan saran yang Mommy kalian ucapkan barusan! Ingat, KB itu hanya digunakan untuk wanita yang sudah memiliki anak bahkan hampir tiap tahunnya selalu memproduksi,"


"Berbeda halnya dengan kalian yang masih dibawah umur, apa lagi kalian juga belum memiliki anak. Jadi itu akan membahayakan rahim Fayra, lebih baik kita lakukan cara lain!"


Daddy Gerry menolak keras saran atau pun usul dari istrinya sendiri, yang menurutnya sangatlah konyol. Meski Daddy Gerry tidak banyak mengetahui tentang KB, akan tetapi dia sangat tahu efek samping dari KB tersebut.


Banyak hal-hal yang Daddy Gerry jelaskan kepada mereka semua, karena dia sedikit tahu bahwa sebagian pemuda-pemudi menikah muda, dan melakukan KB. Cuman sayangnya, efek dari KB tersebut bisa sampai membuat mereka malah tidak memiliki anak sama sekali.


Jika seseorang menggunakan KB pada usia dibawah umur selama 4 bulan berturut-turut, kemudian berhenti menggunakan KB selama 2 tahun. Maka terdapat beberapa kemungkinan yang terjadi, pertama adalah aman, tidak terjadi atau tidak terdapat perubahan pada sistem reproduksinya.

__ADS_1


Bahkan bisa juga menimbulkan beberapa penyakit seperti kista. Akan tetapi semua itu, tergantung dari jenis KB yang akan dilakukan.


Namun, terkadang sering terjadi perdarahan layaknya menstruasi tidak lancar atau bahkan berhenti, terkadang hal ini juga dapat mempengaruhi kesuburan dikarenakan sulitnya mendeteksi kapan masa subur terjadi. 


Setelah mendengar semua penjelasan dari Daddy Gerry, Fayra dan Ace merasa sedikit merinding. Mereka bergidik ngeri saat mendengar efek samping yang cukup menakutkan bagi anak dibawah umur seperti mereka.


"Maafkan aku, Sayang. Apa yang dikatakan olehmu memang benar, walaupun tidak 100 persen. Lantas apa yang harus mereka lakukan, sehingga ketika mereka berhubungan tidak sampai membuahkan hasil? Apa lagi Fayra masih dalam masa sekolah dan pernikahan pun masih dirahasiakan."


Mommy Rosa menoleh menatap suaminya yang saat ini terlihat begitu tenang, tanpa adanya rasa kecemasan sedikit pun.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, maka aku mau bertanya lebih dulu pada mereka. Apakah kalian sudah siap untuk melakukan hubungan suami-istri, tanpa adanya paksaan satu sama lain?" tegas Daddy Gerry menatap jam kearah anak dan menantunya.


"Ace siap, Dad. Karena ini kan perjanjian yang Ace buat sendiri. Jadi setelah kita saling mencintai, disitulah kita akan tinggal 1 kamar. Jikalau pun Ace tidak sengaja menyentuh Fayra, itu hal yang wajar bukan?" jawab Ace, penuh keseriusan.


Mommy Rosa dan Daddy Gerry saling menoleh, lalu mereka tersenyum mengangguk kecil dan kembali menatap wajah Fayra yang saat ini menunduk.


"Bagimana denganmu, menantuku? Apakah kamu sudah siap memberikan hak suamimu, sewaktu-waktu dia menginginkannya?" ucap Daddy Gerry


"A-aku ...."


"Dia pasti belum siap, Dad. Jadi biarkan saja, mungkin dia masih butuh waktu untuk mempercayaiku dan juga cintaku ini."


"Tidak, Dad, Mom! Fayra siap, memberikan hak Kak Ace. Tetapi dengan syarat, kalau Fayra belum siap jika saat ini harus memiliki anak diusia Fayra yang masih belum mengerti apa tugas seorang Ibu. Bahkan Fayra juga masih belajar untuk memahami bagaimana tugas seorang Istri yang baik untuk Kak Ace." jelas Fayra, begitu tegas.


"Ka-kamu serius, Ho-honey? Ji-jika kamu sudah bersedia untuk melakukannya bersamaku sekarang?" jawab Ace, berseri-seri.


"Ya, enggak sekarang juga Bunny!" pekik Fayra, kesal.


"Loh, ke-kenapa Honey? Kan kamu sudah setuju." raut wajah Ace, seketika berubah sedikit murung.


"Heh, anak nakal! Kamu kira menyetak gol dan juga membuka segel semudah apa yang kamu bicarakan! Lagian juga kalian belum tahu bagaimana caranya, bukan!" sahut Mommy Rosa.


"Tenang, Mom. Ada film biru, jadi kita bisa melihatnya terus tinggal praktekkan. Atau Mommy sama Daddy mau mempraktekkannya, jadi kita bisa latihan bareng-bareng. Bagaimana?" goda Ace, membuat kedua orang tuanya melototkan matanya.


"Astaga, Ace! Kau---"

__ADS_1


"Sebentar Mom, jangan marah-marah dulu. Fayra masih bingung. Bukannya setiap berhubungan pasti akan memiliki anak ya? Buktinya Appa sama Amma aja bisa punya Fayra. Terus Daddy sama Mommy, juga punya Kak Ace. Terus Fayra sama Kak Ace?" ucap Fayra, kebingungan.


"Ohya, tadi Daddy belum menjawab pertanyaan Mommy. Bagaimana caranya supaya aku bisa merasakan kenikmatan yang kalian lakukan dikamar, tanpa langsung memiliki anak untuk saat ini?" ujar Ace, penasaran.


"Huhh, baiklah jawabannya cuman 1 yaitu Ace harus memakai pengaman supaya adiknya tidak sampai muntah di dalam rahim Fayra."


"Bisa juga tanpa pengaman, tetapi Adikmu tidak boleh sampai muntah sedikit pun di dalam rumahnya. Cuman, Daddy yakin. Kecelakaan pasti akan terjadi disaat-saat lagi enak, jadi mendingan lebih aman menggunakan pengaman saja."


Daddy Gerry kembali menjelaskan pada Ace, yang mana dia juga sedikit mengerti dari ucapan Daddynya sendiri. Ya, walaupun dia belum paham pengaman yang dimaksud itu apa.


"Pe-pengaman? Ma-maksudnya Pengaman apa, Dad?" tanya, Fayra sangat polos mewakili suaminya yang juga ingin menanyakan hal itu.


"Pengaman itu sarung untuk Adik suamimu, supaya saat dia sudah mabuk berat tidak asal muntah di dalam goamu." sahut Mommy Rosa, kembali membuat Fayra dan Ace bingung.


"Sarung? Pengaman? Adik? Muntah? Goa? Maksudnya apa sih Mom, kenapa Fayra jadi bingung begini." jawab Fayra.


Mommy Rosa menatap suaminya menggelengkan kepalanya, ketika mengetahui menantunya benar-benar sangat polos.


"Pengaman? Maksudnya, Dad?" jawab Ace.


"Pengaman itu berusa sutra, untuk melindungi Adikmu dari hal buruk yang akan terjadi. Bahkan ada berbagai macam sutra yang bisa kalian gunakan sebagai pengaman ketika melakukannya." jawab Daddy Gerry, cuek.


"Baiklah, ayo Honey. Kita beli dulu." Ace memegang tangan istrinya, lalu membawanya pergi begitu saja dengan wajah yang sangat ceria.


"Ishh, lepaskan Kak. Sakit tahu, lagian memangnya kamu tahu belinya dimana? Terus bentuknya seperti apa?" tanya Fayra, sedikit kesal.


"Tidak tahu, hehe ...."


Ace cengengesan menggaruk tengkluknya yang tidak gatal, lalu berteriak cukup keras agar kedua orang tua Ace mendengarnya.


"Mom, Dad. Beli sutranya dimana?" teriak Ace, membuat Fayra refleks menutup kupingnya.


"Di pasar!"


"Di matrial!"

__ADS_1


Jawab keduanya dengan spontan, dan sedikit kesal. Lantaran mereka belum selesai berbicara, Ace sudah main kabur membawa istrinya begitu saja, akibat antusiasnya ingin segera membuka segel istrnya.


Tanpa merasa curiga Ace melanjutkan untuk mengajak Fayra pergi meninggalkan rumah. Dimana keadaan Fayra pada saat itu masih belum konek, dia bingung dengan apa yang dia dengar tentang istilah-istilah yang kedua mertuanya bicarakan.


__ADS_2