Learn to Love You

Learn to Love You
Ancaman Appa Daniel


__ADS_3

Setelah membaca surat tersebut membuat Mommy Rosa menangis sambil tersenyum, betapa manisnya isi surat ini sampai membuat hatinya begitu tersentuh.


Namun, kembali lagi Mommy Rosa tetap akan terus mengkhawatirkan menantunya itu. Bagaimana mungkin Fayra anak yang terlihat lugu dan juga polos bisa pergi seorang diri ke negara yang sangat jauh.


Ace saja, ketika pergi ke Amerika pun dia dikhawal oleh orang suruhan Daddy Gerry. Sedangkan Fayra malah memilih pergi tanpa pendamping, hingga membuat Mommy Rosa bergegas lari keluar dari kamar, lalu berteriak memanggil nama suaminya yang saat ini berada di ruang keluarga.


Betapa terkejutnya Daddy Gerry ketika istrinya mengatakan semua itu, sambil menunjukkan surat dari Fayra dan mulai membacanya perlahan.


"Maafkan Daddy, Sayang. Ada sesuatu hal yang sebenarnya Daddy simpan dari kalian semua, tetapi takdir berkata lain."


"Daddy cuman bisa mendoakan semoga kamu baik-baik saja selama di sana, harapan Daddy hanya ingin hubungan kalian baik-baik saja."


"Selama ini Daddy sudah sangat menyayangimu serta menganggapmu sebagai anak Daddy sendiri, bahkan melebihi anak Daddy sendiri. Maka dari itu Daddy bisa merasakan jika hatimu sedang tidak baik-baik saja."


"Sekali lagi maafkan Daddy, Raa. Daddy belum bisa jadi mertua yang baik untukmu, Daddy belum bisa bersikap adil pada kalian berdua. Daddy hanya bingung, disaat waktunya tiba nanti apakah semua akan tetap baik?"


"Entahlah untuk saat ini Daddy hanya bisa berharap dan berdoa saja untuk kebaikan kalian, semua nasib yang ada hanya tergantung pada takdir Tuhan."


Daddy Gerry bergumam didalam batinnya dengan perasaan yang sangat sakit, enggak tau kenapa baru kali ini Daddy Gerry merasakan hatinya seperti di tusuk ribuan pisau tajam.


Surat yang berada ditangannya berhasil membuat perasaan Daddy Gerry pora-poranda. Tulisan tangan yang terkesan sederhana, tetapi bisa menarik air matanya untuk segera terjun bebas dari tempatnya.


Namun, Daddy Gerry berusaha menahan semua itu agar tidak membuat istrinya menaruh curiga padanya. Apa lagi Daddy Gerry terkenal pria yang tidak mudah menangis, jika hal buruk tidak ada terjadi pada keluarganya.


Kalau pun masalah bisnis yang bertubi-tubi menjatuhkannya, Daddy Gerry tidak pernah gentar dan tetap berdiri kokoh tanpa air mata. Berbeda jika sudah menyentuh urusan keluarga, seakan-akan hatinya begitu sensitif layaknya wanita yang sedang datang bulan.


...***Flashback off***...


Mendengar cerita itu membuat kedua orang tua Fayra merasa kagum dengan perjuangan cinta anaknya kepada menantunya. Meski berkali-kali dia disakiti tetapi dia tetap bertahan selagi debaran hatinya masih berdetak untuk suaminya.


Mommy Rosa yang sudah kembali dari tadi, ikut menyambungkan kisahnya bergantian dengan suaminya. Dimana Amma Trysta meneteskan air matanya memeluk surat tersebut di dalam dekapan dadanya.

__ADS_1


"Semoga apa yang kamu perjuangan tidak akan sia-sia, Sayang. Amma cuman bisa berharap agar kamu selalu bahagia, karena ketika kamu hadir diperut Amma dari situ Amma dan Appa selalu berjanji akan terus berusaha membuatmu bahagia apapun caranya tanpa menjadikanmu wanita yang manja."


Amma Trysta memangis meratapi nasib putri kecilnya yang selalu membuatnya was-was, karena semenjak Ace pergi meneruskan pendidikannya Amma Trysta seperti memiliki firasat yang buruk akan menimpa anaknya.


Selang berapa lama, Fayra menelepon Mommy Rosa dengan cara video call. Dimana Fayra terlihat begitu bahagia ketika dia sedang berjalan-jalan, sambil mencari kue yang akan dia beli untuk merayakan hari pernikahannya.


[Hallo, Mom. Lihat deh, Fayra udah di Amerika loh, hihi. Maafkan Fayra yang sudah membuat kalian khawatir, apa lagi Fayra sudah mengganggu jam tidur kalian. Sekali lagi maaf ya, Mom.] ucap Fayra, penuh dengan senyuman bahagia.


[Astaga, Sayang! Kamu itu nakal sekali ya, kamu udah buat kami cemas tahu enggak! Lihat, disini ada Appa dan Ammamu yang rasanya ingin sekali menjewer kupingmu sampai putus!] jawab Mommy Rosa kesal, tetapi penuh kekhawatiran.


[Hallo, Sayang. Kamu kenapa pergi sendirian sih, bahkan cuman meninggalkan surat ini. Apa kamu tidak menganggap kami sebagai orang tuamu lagi, iya? Bagaimana jika Amma jatuh sakit karena memikirkanmu yang entah kemana, kamu mau?]


Amma Trysta, bergegas duduk di samping Mommy Rosa untuk bisa melihat wajah anaknya. Kemudian berbicara dengan nada sedikit kesal, sekaligus penuh dengan kecemasan.


Namun, saat melihat tawa anaknya yang begitu girang, membuat mereka semua merasa tenang. Jika Fayra disana dalam keadaan baik-baik saja penuh kebahagiaan. Apa yang dikhawatirkan oleh Daddy Gerry dan Amma Trysta, ternyata tidak terbukti.


"Syukurlah jika kamu disana baik-baik aja, Raa. Daddy ikut senang melihat keceriaan diwajahmu yang begitu bercahaya. Semoga apa yang Daddy takutkan tidak sampai terjadi, karena Daddy tidak sanggup melihat semuanya berakhir."


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini ya? Bahkan beberapa kali aku sempat lihat gerak-gerik Gerry terkesan seperti sedang gelisah, kayak ada sesuatu yang disembunyikan dariku. Tapi, apa?"


Appa Daniel berkutak dengan pikirannya sendiri, saat melihat keceriaan diwajah para wanita yang sedang menelepon.


Hanya ada satu wajah, yaitu Daddy Gerry yang berpura-pura terlihat baik-baik saja, tetapi terkesan seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Appa Daniel.


Perlahan Appa Daniel berdiri, lalu mengajak Daddy Gerry untuk ikut bersamanya ke arah kolam renang. Mereka duduk di dekat kolam sambil menikmati langit gelap yang sedikit mendung, belum lagi sinar bintang yang biasa terlihat terang kini sangat redup.


Seakan-akan langit seperti memberikan tanda bahwa semua yang mereka lihat baik-baik saja, itu tidak sepenuhnya baik. Karena sebenarnya salah satu dari mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar.


"Ada apa, Ger?" ucap Appa Daniel, menatap kearahnya penuh isyarat.


Daddy Gerry melihat tatapan Appa Daniel membuat perasaannya menjadi gugup, mulutnya pun seperti di lem pelekat hingga sulit sekali untuk menjawab pertanyaan darinya.

__ADS_1


"Kenapa diam? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Appa Daniel, suaranya mulai terdengar berat. Artinya dia sudah mulai terbawa suasana hatinya yang sedang menaruh curiga.


"Eee ... A-apa maksudmu, Kak? A-aku tidak paham!" jawabnya terbata-bata, wajah Daddy Gerry terlihat gugup dengan keringat di dahinya.


"Aku tahu, ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku! Kau bisa membohongi istriku dan juga istrimu, tapi kau tidak bisa membohongi diriku, Ger!"


"Ingat, aku kenal kamu udah sangat lama. Jadi aku paham semuanya tentangmu, jadi jujurlah padaku apa yang terjadi sebenarnya!"


Suara Appa Daniel benar-benar berhasil membuat detak jantung Daddy Gerry memompa sangat cepat. Dia tidak tahu harus bagaimana menjawab semuanya, karena dia belum siap untuk mengatakannya.


"Kalau kau terdiam seperti ini, itu tandanya memang benar jika ada sesuatu yang di sembunyikan dariku! Silakan, Ger. Silakan!"


"Cuman, ingat! Suatu saat nanti aku sudah mengetahui semuanya dengan sendirinya, maka jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi bisa lebih dari apa yang kau bayangkan saat ini!"


Appa Daniel memberikan sebuah peringatan sebagai tanda bahwa Daddy Gerry harus berhati-hati dengannya.


Ini kali pertamanya Daddy Gerry melihat sisi lain dari seorang Appa Daniel, yang biasanya terkesan lebih tenang dan sekarang berubah sangat datar penuh emosi.


Sebuah peringatan yang Appa Daniel berikan, malah terkesan seperti pengancaman baginya. Hingga saat Appa Daniel berdiri pergi meninggalkannya, membuat Daddy Gerry langsung memukul serta menendang angin dengan sangat kesal.


Rasanya dia ingin sekali berteriak, lalu mengungkapkan semuanya yang ada didalam hatinya. Hanya saja ada yang menahannya hingga membuatnya harus tetap bungkam sampai saatnya tiba.


Appa Daniel yang melihat istrinya sudah selesai berbicara dengan anaknya, langsung mengajaknya untuk pulang ke rumah dalam kondisi wajahnya begitu datar tanpa ekspresi sedikitpun.


Amma Trysta menjadi bingung, karena niat mereka awalnya ingin menginap di sini cuman kandas dengan alasan mereka sudah mengetahui keadaan anaknya itu sudah membuatnya merasa lega.


Sementara Mommy Rosa melihat kepergian besannya malah menjadi bingung, seperti kesannya sedang terburu-buru.


Daddy Gerry melihat itu, hanya bisa meminta maaf melalui hatinya karena dia belum bisa mengatakan semuanya kepada Appa Daniel.


Mommy Rosa melihat suaminya cuman berdiri menatap kepergian mereka tanpa berkutik, malah menaruh curiga kepadanya lantaran sebelumnya tidak terjadi apa-apa dengan sikap Appa Daniel.

__ADS_1


Namun, setelah pergi bersama suaminya semua sikap Appa Daniel menjadi berubah lalu langsung mengajak istrinya pulang dengan cara yang sedikit pemaksaan.


__ADS_2