Learn to Love You

Learn to Love You
Terbongkarnya Kebohongan


__ADS_3

Awalnya Kharel berharap banget dengan rencananya ini supaya Mamahnya agar bisa menolongnya untuk dekat dengan Fayra. Sayangnya, sekarang malah gagal.


Mamahnya yang melihat anaknya seperti itu malah menjadi ketakutan dan juga keraguan tersendiri untuk mengakui, bahwa Kharel yang manjanya tidak ketulungan ini bukanlah merupakan anaknya sendiri.


Semua karena Kharel yang mereka kenal tidak akan melakukannhal itu, cuman siapa sangka. Kharel bisa berubah seperti ini, berkat dia sudah menemukan sebuah rumah ternyaman yang baru saja kembali.


"Astaga, anak itu tidak ada sopan-sopannya masuk ke rumah orang!" gumam kecil Mamah Xavia menggelengkan kepalanya.


"Tak apa, Xavia. Dia sudah aku anggap sebagai anakku sendiri, meskipun dia menyebalkan ya hihi ...." jawab Amma Trysta yang ada di samping Mamah Xavia.


"Hihi, begitulah anakku dengan sejuta keanehannya. Aku hanya bisa bersyukur diberikan anak seperti dia," balas Mamah Xavia.


Mereka pun berjalan menuju ruang makan, dimana Kharel sudah duduk anteng tepat di sebelah kursi Fayra. Melihat itu Fayra pun membolakan matanya, dia tidak percaya bahwa Kharel sudah duduk disitu.


"Yakk, apa-apaan ini! Kenapa Kakak duduk disitu sih, kan ada kursi lain, kenapa juga harus di kursi itu!" pekik Fayra kesal, sambil berdiri di sampingnya.


Kharel hanya melirik Fayra dengan sinis dan kembali menatap lurus ke arah depan. Dia sudah tidak mau berbicara kepada mereka semua, akibat rasa kesalnya yang masih menggebu-gebu.


"Kak Kharel!" Fayra terus berteriak dengan wajah kesalnya, tetapi dia tetap tidak bergerak sedikit pun.


Dengan santainya Kharel membalikkan piringnya dan menyendokkan nasi keatas piringnya disaat semuanya masih berdiri menatap Kharel.

__ADS_1


"Astaga, ini orang menyebalkan banget sih! Rasanya aku ingin---"


"Sstt, Sayang. Enggak boleh begitu sama calon suami sendiri, nanti juga kamu akan terbiasa kok. Ya kan, Xavia?" goda Amma Trysta, mengode Mamah Xavia.


"Nahya, benar itu. Kalau kalian berantem terus bagaimana nasib malam pertamanya kalian? Bisa-bisa nanti enggak jadi romantis ekhem-ekhem dong. Ya, kan? Hihi ...."


Mamah Xavia menutup mulutnya sambil terkekeh, membuat semuanya diam-diam ikut tertawa kecil. Sementara Kharel dan Fayra terlihat sangat terkejut bukan main, wajahnya mulai memerah merona menahan malu.


Appa Daniel langsung menyuruh mereka untuk duduk di kursinya masing-masing. Dimana Fayra dan Kharel terlihat canggung, bahkan sesekali saling melirik satu sama lain.


Walaupun Kharel terlihat kesal, tetapi didalam hatinya dia sangat senang saat melihat reaksi kedua orang tua yang saling mendukung satu sama lain untuk hubungan mereka.


Sama halnya seperti Fayra, dia memang malu cuman hatinya entah kenapa begitu senang ketika mendengar respon kedua pihak yang saling mendukung.


Sampai akhirnya tanpa disengaja Appa Daniel berbicara yang menyangkut bahwa Kharel sama Fayra ini merupakan seorang dosen dan mahasiswinya.


Disitulah kedua orang tua Kharel terkejut, mereka tidak tahu tentang masalah ini. Lalu meminta kepastian jawaban dari anaknya, untungnya kedua orang tua Kharel tak masalah dengan status itu. Bagi mereka jika memang mereka berjodoh pasti apapun rintangannya akan terlewatkan.


Orang tua Kharel tak peduli dengan apa yang terjadi dikehidupan Fayra, karena itu memanglah masa lalu dan setiap orang pun memiliki masa lalunya sendiri.


Namun, yang membuat mereka sedikit terkejut adalah status tentang kekasih pura-pura yang mereka sandiwarakan beberapa bulan ini, berhasil mengejutkan mereka berempat.

__ADS_1


Awalnya meja makan terlihat tenang, seketika menjadi tegang. Papah Jerome tidak menyangka jika anaknya bisa melakukan hal seperti itu, ditambah rasa kekecewaannya membuat Papah Jerome sedikit emosi.


Cuman tenang saja, semua itu tidak berlangsung lama akibat nasihat dari Appa Daniel dan juga Amma Trysta. Ya memang kedua orang tua Fayra juga sempat kesal, cuman mau bagaimana lain. Semua sudah terjadi bukan? Jadi ya tidak perlu lagi untuk dipermasalahkan.


Appa Daniel mencoba untuk memposisikan dirinya didalam diri anaknya. Berkat pengalaman kedua orang tua Fayra yang hampir saja menghancurkan kehidupan anaknya sendiri, membuat kedua orang tua Kharel perlahan mulai tersadar.


Siapa sangka mereka juga awalnya hanya ingin memberikan gertakan supaya Kharel bisa bangkit dan mencari pasangannya sendiri.


Ternyata oh ternyata, mereka malah kembali dipertemukan dengan jalan yang tak terduga. Seakan-akan Tuhan telah mengembalikan apa yang memang sudah menjadi milik mereka.


Dari sinilah kedua orang tua Kharel seperti merasa terpukul, atas ucapan Appa Daniel yang telah menyesali perbuatannya untuk menjodohkan anaknya.


Andai saja pada waktu itu mereka nekat, kemungkinan besar nasib anaknya akan sama seperti Fayra yang memiliki trauma akan perjodohan dan juga cinta.


Sementara Fayra dan Kharel mereka hanya menunduk meratapi kesalahannya. Melihat kedua orang tuanya masih terkejut, Kharel pun langsung mengangkat kepalanya menatap mereka secara bergantian. Lalu, Kharel meminta maaf atas semua kesalahannya, disambung oleh Fayra yang juga ikut meminta maaf kepada mereka.


Akhirnya semuanya sudah terbongkar satu persatu, dengan adanya pertemuan ini. Bersyukurnya semua masalah itu diakhirnya dengan kebahagiaan dan bukan kekecewaan. Meski sedikit marah, cuman mereka sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Bagi mereka melihat kedua sejoli itu kembali bersama pun sudah membuat mereka senang.


Mereka kembali melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda, setelah selesai. Mereka pun mengobrol di ruang keluarga, kecuali Kharel dan Fayra.


Kedua sejoli itu pergi ke taman belakang untuk menikmati dinginnya malam, indahnya bintang dan cantiknya rembulan. Semua itu Fayra lakukan demi membuat mood Kharel kembali membaik.

__ADS_1


Mereka duduk di rerumputan dalam keadaan yang sedikit berbeda. Kharel duduk dengan posisi berselonjoran menatap keatas langit sambil kedua tangan menahan tubuhnya. Sementara Fayra dia duduk menyilakan kedua kakinya melirik kearah Kharel.


__ADS_2