Learn to Love You

Learn to Love You
Wanita Cantik


__ADS_3

Benar-benar, Fayra sangat pintar memainkan sebuah permainan yang sebentar lagi akan membuat suasana berbeda dari malam pengantin lainnya.


"Hihi, akhh ... Aku enggak sabar ingin menikmati malam pertamaku ini, pasti malam ini adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan!" gumam batin Fayra sambil keluar dari kamar mandi dan segera merias dirinya.


Sementara Kharel yang berada di dalam kamar mandi hanya bisa meratapi nasipnya yang sebentar lagi akan menjadi momen yang mengharukan untuknya di malam pengantinnya.


...*...


...*...


Kurang lebih setengah jam, Kharel telah selesai dengan aktifitas mandinya yang cukup menegangkan.


Bagaimana tidak, dia beberapa kali ragu dengan apa yang dia lakukan saat ini. Sampai dia cuman bisa mondar mandir kesana-kemari hanya untuk meyakinkan dirinya.


Apakah dia bisa melewati malam pertama ini dengan semua perjanjian itu, ataukah dia akan menjadi sangat ragu dengan perjanjian yang telah di sepakati?


"Kakak, lama sekalilah. Ayo dong, aku udah enggak sabar nih. Masa iya malam pertama kita lewatkan begitu saja, mana sekarang udah jam 1 loh."


"Kalau Kakak kelamaan di dalam kamar mandi mending aku tidur duluan deh, dari pada nunggu yang enggak pasti. Sakit!"


Fayra mengoceh dalam posisi duduk di sofa panjang yang berada di depan ranjangnya, sambil menonton televisi.


"Ya-yaak, ja-jangan tidur dululah!" pekik Kharel yang sudah berada di belakang pintu kamar mandi, jantung yang berdebar-debar cukup kencang.


"O-okay, a-aku keluar sekarang ya. Ja-jangan menatapku dengan tatapan aneh. I-ini semua karena aku menempati janjiku!" titah Kharel, lalu perlahan dia membuka kunci pintu kamar mandi.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka secara perlahan, posisi kepala Kharel keluar lebih dulu. Kemudian Fayra yang ada di sofa langsung menoleh ke arah kanannya melihat Kharel.


"Ayo sini keluar, Kak. Aku sudah siap loh, masa iya aku yang ngemis-ngemis di malam pertama. Huhh, kesannya aku yang ingin di sentuh ya!" ucap Fayra, sedikit kesal lantaran Kharel masih terus berada di dalam kamar mandi.


"Ya-ya, a-aku keluar. Te-tetapi tutup matamu dulu ya, aku malu!" tegas Kharel, dengan semua perasaan gugup di dalam hati kecilnya.


"Hem, ya ya ya! Tapi, cepatlah keluar, awas kalau enggak keluar!" ancam Fayra sambil menutup matanya menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


Sementara Kharel keluar dari kamar mandi dengan perasaan sedikit takut, gugup dan juga malu. Sampai akhirnya dia menarik napsnya dalam-dalam, lalu melangkahkan kakinya keluar dari tempat persembunyiannya.


"Astaga, kuatkan batinku Tuhan! Jangan sampai istriku merasa tergoda dengan semua ini!" gumam hati Kharel sambil berjalan perlahan mendekati istrinya.


Tuk, tak, tuk, tak!


Suara alat kaki Kharel terdengar begitu nyaring, membuat Fayra rasanya ingin tertawa ngakak ketika mendengar suara tersebut.


"Sa-sayang?" ucap Kharel yang sudah berada di dekat Fayra.


"Prrftt, a-apakah aku boleh membukanya?" ucap Fayra masih dalam mode menutup matanya.


"Bo-boleh tapi---"


Belum selesai Kharel berbicara, Fayra sudah langsung membuka kedua matanya dan menatap Kharel begitu menggiurkan.


Sampai beberapa detik, tawa Fayra pecah. Dia terbahak-bahak sambil memegangi perutnya dan menyandar di sofa, sesekali tertidur di atas sofa.


Semua itu karena saking tidak kuatnya untuk menahan gejolak rasa geli di perutnya. Gelegat tawa tercipta saat Fayra melihat penampilan suaminya yang sangatlah mengundang tawa.




Apa lagi posisi pada saat itu Kharel berada di kursi roda, jadi mau tidak mau harus Fayra yang gerak. Jadi dia kepikiran untuk mendadani suaminya seperti ini, untuk membuat suasana baru pada malam pengantinnya nanti.


Namun, apa daya. Semua keajaiban tiba-tiba datang di saat detik-detik terakhir mereka akan menikah. Disitulah Fayra tetap menjalankan misinya, hanya saja berbeda.


Kharel yang awalnya di prediksi untuk menjadi seorang wanita saat malam pertama tersebut, kini malah terlihat sangat lucu dengan semua yang dia pakai hari ini.


"Bhahah, astaga Kakak hahah ... Kenapa kau imut sekali, pakai itu! Aku tidak nyangka Kakak bisa juga jadi wanita cantik, bhaha ...."


Tawa Fayra bergema di dalam Hotel membuat Kharel merasa kesal, hingga akhirnya dia menginjak-injakkan kakinya lalu tanpa di sangka-sangka heels yang dia gunakan tidak seimbang dan mengakibatkannya terjungkal jatuh ke lantai.


Bugh!

__ADS_1


"Aarghhh, Sayang ...." rengek Kharel saat bokongnya mencium lantai.


"Uluhh-uluhh kacian Bun, jatuh ya. Cini-cini Ayah bantuin. Hahah ...." Fayra tertawa semakin geli, saat melihat wajah suaminya begitu lucu.


"Yakk, dasar menyebalkan! Seharusnya yang jadi Ayah itu aku bukan kamu!"


"Awas aja kamu ya, aku bikin merem-merek tahu rasa!"


Kharel mengancam Fayra sambil menatap tajam, lalu berusaha untuk berdiri.


"Uhhh, takut ya Bun. Hahah ...."


Fayra terus menerus tertawa terpingkal-pingkal melihat suaminya berhasil dia kerjai tepat di malam pertama mereka.


"Sepertinya aku harus merekammu, Sayang. Ini sebagai bukti untuk anak-anak kita, kalau Ayahnya bisa jauh lebih cantik dan se*xy dari Bundanya. Huaaa, hahah ...."


"Hyaak, dasar menyeb ... Arrghhh!"


"Dasar sepatu enggak guna!


Lagi-lagi Kharel terjatuh ketika dia mau menerkam istrinya, tetapi heels yang dia gunakan kembali keserimpet hingga membuatnya beberapa kali terjatuh.


Sampai akhirnya Kharel mencopot dan membuang semua heels itu, dan segera berlari mengejar istrinya.


"Huaa, Bunda cantik mau ngejar Ayah. Bhahah, ayo sini Bun. Wleee, haha ...."


Fayra meledek Kharel bagaikan anak kecil, sedangkan Kharel yang terlihat kesal langsung berlari berusaha menggocek Fayra agar bisa secepatnya menangkap betina yang rese itu.


Terlihat jelas di sini bahwa Fayra terlihat bahagia hanya karena menatap penampilan suaminya, semudah itukah membuat Fayra tertawa tanpa lepas? Lantas, kenapa masa lalunya tidak bisa membuat Fayra bahagia? Itulah pertanyaan di balik hati Kharel.


Ya memang, sebenarnya Kharel hanya berpura-pura kesal pada istrinya supaya terlihat seperti murni bahwa dia memang berhasil telah mengerjainya.


Padahal nyatanya Kharel sangat senang dan bahagia ketika di hari pertama mereka menikah, Kharel sudah berhasil membuat Fayra tertawa tanpa henti sampai dia mengeluarkan air matanya.


Disaat Fayra mulai lengah, disitulah Kharel berhasil menarik istrinya lalu membantingnya ke atas ranjang dalam keadaan yag sangat dekat. Tubuh Kharel yang berada di atas Fayra langsung mengunci semua pergerakan istrinya.

__ADS_1


Kemudian, mata mereka saling menatap satu sama lain. Fayra hanya bisa terdiam merona, ketika matanya melihat wajah suaminya begitu dekat. Satu tangan Kharel mulai mengelus pipi Fayra secara perlahan, sambil tersenyum.


Dimana Kharel mengatakan kata-kata indah yang terucap dari bibirnya, penuh cinta. Fayra mendengar itu hanya bisa tersenyum sambil meneteskan air matanya.


__ADS_2