Learn to Love You

Learn to Love You
Karma Alena


__ADS_3

Andrew sedikit menduduki paha Alena sambil menatap gunung tersebut. Akibat efek samping dari obat yang dia minum, tanpa permisi Andrew langsung menggenggamnya begitu gemas.


"Argghh, baji*ngan! Lepasin gua, hiks. Gua bilang lepas, ya lepas mon*yet! Hiks ...."


Alena menangis ketika merasakan kedua tangan Andrew memijit gunung kembarnya, sesekali Alena berusaha melepaskan diri. Tetapi nihil, tangan Andrew malah semakin keras untuk memijitnya.


Alena terus berusaha memberontak sampai akhirnya, dia tetap tidak melepaskan diri dari cengkraman Andrew.


Dimana saat ini Andrew sudah dalam dalam mode menyusu sambil tangan satunya memegang kedua tangan Alena keatas kepala.


Berbeda sama tangan satunya yang sudah bermain lihai, dibawah sawah yang sudah mulai becek akibat sentuhan jari jemari milik Andrew.


Alena menggeleng-gelengkan kepalanya, menangis dan terus meratapi nasib malangnya.


Dia tidak menyangka malam yang indah ini, seharusnya menjadi malam yang berkesan untuk Andrew dan Fayra.Bukan malah berubah menjadi Andrew dan Alena.


Ternyata memang benar apa kata pelatah, hal sekecil apa pun yang kita lakukan itu semua ada timbal balik karma yang berlaku.


Tentang kasus mereka ini, merupakan kasur jalur cepat. Yang mana mungkin ini merupakan karma yang sangat baik, karena Alena berniat buruk untuk menjatuhkan Fayra. Akan tetapi malah dia sendiri yang terjatuh, hingga terjebak didalam permainannya


"Arghh, le-lepaskan gua Andrew! Dasar pria baji*ngan, pokoknya gua minta lu jauh-jauh dari tubuh gua, sekarang! Hiks ...."


"Jika sampai lu macam-macam sama gua, akan gua pastikan lu bakalan hancur Andrew, ancur! Dan lu akan membusuk didalam penjara!"


"Gua benci sama lu, anj*ing! Gua benci!"


Alena berteriak sekuat tenaganya terus memberontak keras. Tetapi sayangnya tenaga Andrew sudah berada dibawah kendali obat tersebut, membuat Alena ketar-ketir mencari celah supaya bisa melepaskan dirinya.

__ADS_1


Sampai seketika dirasa Andrew sudah tidak kuat lagi menahan gejolak hasrat didalam tubuhnya, tanpa menunggu lama lagi. Dia langsung membuka celananya dengan menggunakan tangan satu, sambil terus mengunci kedua kaki Alena.


Bahkan kedua tangan Alena seperti dipasung diatas kepalanya, cuman menggunakan 1 genggaman tangan Andrew dengan tenaganya yang terkesan begitu kuat.


"Gu-gua mo-mohon Drew, gu-gua mohon, ja-jangan lakukan i-itu sama gu-gua Drew, gua mohon!"


"Lu bilang lu cinta sama Fayra, ta-tapi lu malah menyentuh gua. Dasar bia*dap!"


"Gimana kalau Fayra tahu kelakuan lu kaya gini, hahh! Pasti dia akan kecewa banget sama lu, gua yakin dia bakalan benci sama lu Drew, jadi please gua mohon jangan sentuh gua hiks ...."


Alena tetap mencoba terus menghasut Andrew agar dia mau melepaskan tubuhnya. Apa lagi saat ini Alena merasa sangat ketakutan, jika masa depannya direnggut begitu saja sama orang yang salah.


Akan tetapi, Alena tidak berpikiran panjang saat beberapa jam lalu dia hampir membuat Fayra berada diposisinya. Entah ada keajaiban apa, Fayra bisa selamat sedangkan Alena tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Bahkan tanpa Alena sadari kedua sahabatnya yang mengetahui Alena menghilang, merekaman fokus enjoy menikmati acara sambil berjoget ria.


Awalnya acara ini akan di buat demi merayakan hari berakhirnya hubungan Fayra dan Ace. Cuman, semua berbanding terbalik saat semua acara yang Alena buat semeriah mungkin.


Nyatanya semua acara penyambutan ini, sebagai lambang untuk penyambutan nasib buruk yang sebentar lagk iakan menimpanya.


"Lu hilang apa barusan? Fayra akan kecewa sama gua? Haha, lu benar! Fayra memang sangat kecewa gua, bahkan dia benar-benar membenci gua. Jadi, untuk membalas rasa benci Fayra pada gua. Lu harus merasakan semua hukuman ini!"


Andrew berteriak sambil mengarahkan benda pusakanya untuk memasuki rumah barunya. Siapa sangka, sengatan listrik didalam tubuh Andrew membuatnya sudah tidak bisa dikendalikan.


Hawa nap*su yang sudah meninggi mulai menguasai pikiran serta hasrat Andrew, sehingga membuat Alena beberapa kali menjerit serta menangis kesakitan merasakan perih dan remuknya tubuh yang selama ini dia jaga dan juga banggakan.


Hanya dengan hentakkan yang berulah-ulang kali, pada akhirnya benda pusakan Andrew berhasil menerobos masuk kedalam goa milik Alena. Bersamaan terdengar suara jeritan pilu dari seorang wanita yang saat ini berada dibawah tubuhnya.

__ADS_1


Aarrghhh ...


Alena merasakan tubuhnya yang mulus dan indah, kini telah hancur akibat satu benda pusakan berhasil menjebolkan gawang tersebut.


"Hiks, gu-gua be-benci lu An-and arghhh ...." teriak Alena.


Rasa sakit yang dia rasakan belum sempat terkuak, kini malah kembali bertambah, ketika Andrew langsung menggempurnya dalam tempo cepat.


Terlihat jelas betapa Andrew menikmati alunan hentakkan pinggulnya sesekali mendongak keatas. Sedangkan tubuh Alena malah menjadi terpental-pental, saat mengikuti kecepatan dari goyangan Andrew.


Suara indah saling bersahutan satu sama lain, bahkan entah dimenit keberapa Alena mulai terhanyut didalam rasa nikmat, yang sama sekali tidak dia mengerti.


Sampai akhirnya hampir 1 jam lebih Andrew baru melakukan pelepasan pertama kalinya, setelah Alena sudah beberapa kali melakukan pelepasan.


Andrew melepaskan semua lahar susunya didalam rahim Alena, sampai akhirnya Andrew menjadi ketagihan dan tidak memberikan Alena jeda napas yang panjang.


Isak tangis yang terdengar sangat pilu, kini sudah tiada dan malah tergantikan oleh suara kesenangan mereka. Sampai Alena lupa jika dia telah dile*cehkan oleh seorang pria yang bukan suaminya.


Mereka melakukan beberapa gaya sesuai dengan reques yang diminta oleh Andrew. Jika tidak menurutinya maka, Alena akan mendapatkan siksaan demi siksaan yang akan membuatnya tidak bisa bernapas dengan lega.


...***Flashback Off***...


...----------------...


Mampir guys!


__ADS_1


__ADS_2