
Tita terpaksa untuk membongkar semua kebusukan Freya kepada kekasihnya ini, karena Tita tidak terima orang tua sebaik kedua orang tua Freya di jelekkan seperti ini. Yang lebih parahnya lagi dengan anaknya sendiri.
Mendengar kisah yang tidak pernah Ace dengar dari mulut kekasihnya membuat wajahnya memerah, matanya menyorot tajam dan juga tangannya mengepal sangat kuat. Kali ini dia benar-benar telah menyesal sudah mempercayai wanita yang terlihat begitu polos, ternyata dia seekor ular yang sangat berbisa.
Ya memang Ace akui kepolosan Freya berhasil memikat dirinya sampai dia merelakan rumah tangganya hancur karena dia menyangka bahwa dibalik wajah polos seorang Freya tersimpan sebuah kebaikan yang lebih dari mantan istrinya.
Namun, semua itu diluar ekspetasi seorang Ace. Ternyata orang yang terlihat polos belum tentu hatinya sepolos apa yang dilihat.
Berbeda dengan Fayra, wanita yang terlihat sangat manja dan kekanak-kanakkan, malah menyimpan 1000 sifat yang tidak disangka-sangka. Ternyata dia adalah wanita langka yang tidak pernah bisa Ace temukan pada wanita lain.
Mereka terdiam sejenak untuk beberapa menit, bahkan makanan yang Ace pesan pun sudah datang dan tersusun diatas meja tepat dihadapannya.
Perut yang tadinya terasa sangat keroncongan akibat lapar, setelah mendengar semua kisah itu menjadi begitu kenyang. Bahkan sampai ingin muntah ketika mendengar semua kelicikan seorang Freya.
Sampai tak terasa 5 menit telah berlalu, Ace mulai perlahan melawan semua kekakuan didalam tubuhnya akibat dia masih dalam keadaan syok berat setelah mengetahui semua ini.
"Ji-jika semua yang lu katakan benar adanya, lantas siapa Pa-paman yang sering dia sebut itu? Bukannya orang tuanya sama kaya dia, anak samata wayang?" tanya Ace matanya menatap manik mata Tita, penuh keseriusan dan rasa penasaran.
Tita pun menatap Ace dengan tatapan penuh arti, sebenarnya dia pun sudah mencurigai itu semua pada waktu itu. Hanya saja Tita terdiam karena ulah Freya yang menahannya untuk tidak lagi bertanya lebih dalam.
__ADS_1
"Entahlah, gua enggak bisa menjawab itu semua. Suatu saat nanti lu akan tahu jawaban dari pertanyaan lu sendiri. Ya udah gua cabut dulu, masih ada urusan."
"Gua cuman bisa bilang berhati-hatilah dengan wanita seperti Freya. Walaupun dia sahabat gua, tapi gua lebih kenal dia dari kecil. Gua begini bukan karena gua mau hubungan kalian hancur, melainkan gua hanya membela kedua orang tuanya yang tidak bersalah!"
"Jika lu udah mengetahui jawaban itu, semoga lu tidak akan pernah menyesali atas sikap yang lu ambil. Karena lu lebih memilih wanita yang belum jelas, ketimbang istri yang sudah jelas menemani lu dalam suka maupun duka. Gua harap lu paham sama apa yang gua maksud ini, gua pamit. Permisi!"
Tita berdiri dari tempat duduknya meskipun makanannya baru tersentuh sedikit, itu sudah membuatnya sangat kenyang ketika mengetahui semua kebohongan yang sahabatnya perbuat sendiri.
Seperginya Tita, Ace masih terdiam seribu bahasa. Dia tidak menyangka bahwa seorang Ace Geraldo Rodriguez bisa tertipu oleh cewek receh seperti Freya.
Bayangan akan kejadian yang sempat terjadi kembali berputar, dimana tepat pada hari pernikahan yang ke-2 Ace mendapatkan kado terindah dari istrinya. Yaitu, sebuah perceraian yang sudah membebaskan dirinya dari jeratan pernikahan konyol yang selama ini ingin dia akhiri.
Berkat kejadian inilah mata hati Fayra terbuka lebar, jika Ace memang bukan ditakdirkan untuknya. Dan karena kejadian itu pula, Freya bisa tahu kalau dia ternyata memiliki 1000 sifat tak terduga yang membawanya ke titik sekarang ini.
Ace menggebrak meja begitu keras sambil berteriak, sehingga membuat semua orang langsung menatapnya dengan tatapan terkejut, aneh dan juga ketakutan.
Brakk!
"Arrrghhh, si*al! Gua enggak terima semua ini Freya, gara-gara lu gua kehilangan semuanya. Bang*sat!" pekik Ace penuh amarah sambil berdiri.
__ADS_1
Ace menoleh sambil melirik tajam kearah pengunjung kantin yang saat ini menatapnya. "Apa kalian udah bosan hidup? Atau kalian sangat rindu menatap kegelapan?" Ancaman Ace berhasil membuat semuanya terdiam dan kembali dengan aktifitasnya sendiri.
Ace pun pergi meninggalkan kantin salam keadaan penuh amarah, tak lupa dia membayar makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun.
Sepanjang jalan wajah Ace terlihat begitu datar, wajahnya benar-benar tanpa ekspresi bahkan sedikit aja ada yang mencoel dirinya maka satu pukulan akan melambung tinggi ke arah wajahnya.
Dan itu terbukti, saat ada seseorang yang tidak sengaja menyenggolnya akibat terburu-buru. Untungnya itu seorang pria jadi Ace tidak terlihat seperti pengecut, akibat dia menghajarnya untuk melampiaskan rasa amarah didalam hatinya.
Setelah itu Ace kembali berjalan, menuju kearah parkiran dan langsung memasuki mobilnya hingga menutupnya begitu kesal. Lalu Ace memukul keras setir mobilnya beberapa kali, bersamaan dengan suara teriakan yang sangat menggelegar.
Terlihat bahwa Ace begitu menyesal penuh dengan amarah, dia tidak menyangka telah dibohongi dengan wanita yang menurutnya lebih baik dari Fayra ternyata salah.
Pantas saja hatinya selalu berkata untuk mempertahankan hubungannya, cuman keegoisan mengalahkan semuanya. Sampai detik ini pun Ace tidak bisa melupakan Fayra dengan segala cara yang sudah dia lakukan. Semakin dia melupakan Fayra, malah semakin membuat hatinya terasa sakit.
Apa lagi ketika dia mengetahui bahwa Fayra sudah mulai dekat dengan seorang pria, begitu juga dengan pria itu yang sudah masuk ke dalam keluarga Fayra. Kejadian itu membuat Ace semakin frustasi dengan bayangan-bayangan ketika Fayra berciuman dengan Kharel.
Ace menyangka jika pria itu hanya sekedar ingin memanfaatkan Fayra, tanpa tahu kalau pria itu sebenarnya adalah teman masa kecil Fayra yang akan menjadi masa depannya.
Beberapa menit berlalu, Ace mulai sedikit tenang. Dia menyandar di kursi pengemudi sambil memejamkan kedua matanya dan tangannya mengepal lalu memukul kecil dahinya sendiri.
__ADS_1
Tanpa disadari bayangan akan kisah yang Freya ciptakan seketika kembali teringat didalam ingatannya, saat Freya menceritakan betapa hancurnya dia ketika kedua orang tuanya mencampakkannya.