Learn to Love You

Learn to Love You
Drama King Jerome!


__ADS_3

Namun, ketika Mamah Xavia ingin memeluk Kharel lantaran dia sudah sangat merindukan Baby Boynya yang sudah hampir 3 bulan ini tidak tinggal bersamanya, tiba-tiba saja seseorang menarik Mamah Xavia hingga membuatnya menjauhi Kharel.


"Yakk, apa-apaan ini Sayang. Sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah sentuh pria lain selain diriku. Dan sekarang lihatlah, kamu malah ingin memeluknya!" pekik Papah Jerome, sambil memeluk istrinya begitu erat.


"Isshh, Papah apaan sih. Dia itu putraku, anak semata wayangku! Tidak ada satu orangpun yang bisa memisahkan aku dengannya. Termasuk kamu!" tegas Mamah Xavia, mencoba melepaskan dekapan dari suaminya.


"Tidak, aku tidak akan mengizinkan kamu memeluk siapapun. Mau dia anak kita atau bukan, tetap pada pendirianku. Jika tubuhmu hanyalah milikku seorang!" ucap Papah Jerome, yang sudah dilanda kecemburuan yang cukup menyebalkan.


"Ckk, dasar pria bucin posesif!" gumam Kharel, cuek.


"Apa kamu bilang, hahh! Lihat saja nanti, jika sifatmu lebih bucin dariku ketika menikah. Maka, aku orang pertama yang akan menertawakanmu dengan puas sambil berkata Mam*pus, makan tuh bucin!" sahut Papah Jerome, kesal.


"Begitulah Papahmu, dia benar-benar sangat bucin dan juga posesif, apa-apa selalu saja salah. Bagaimana nasibnya jika suatu saat nanti dia sudah meninggal, kemudian aku melanjutkan hidupku bersama pria lain?" ucap Mamah Xavia, tanpa sadar.


"Dia akan langsung bangkit dari kuburnya, dan berkata. Sayang kenapa kamu tega menduakanku, apakah kamu tidak mencintaiku lagi?" sahut Kharel, dengan suara rengekan khas Papah Jerome.


Mamah Xavia mendengar perkataan Kharel, membuatnya langsung menahan tawa ketika berhasil melepaskan diri dari pelukan suaminya.


Inilah sikap menyebalkan dari seorang Papah Jerome, dia akan selalu terlihat dingin dan cuek terhadap siapapun dihadapannya.


Namun, ketika sudah bersama istri dan anaknya, sikapnya berubah 180 derajat. Seakan-akan Papah Jerome menutup semua akses untuk siapapun mendekatinya, dan akan membuka pintu selebar-lebarnya jika keluarganya yang telah mengetuk.


"Ka-kamu jahat, Sayang hiks. Tega-teganya kamu berkata seperti itu, disaat aku masih sehat seperti ini!"

__ADS_1


"Apa itu artinya kamu sudah tidak lagi mencintaiku? Apa kamu sudah bosan dengan sikapku yang suka berubah-ubah ini? Atau jangan bilanh kamu sudah memiliki cadangan dibelakangku, iya?"


Manik mata yang awalnya terlihat tegas menyorot tajam, seketika berubah menjadi sangat cantik. Genangan air mata sudah mulai terlihat memenuhi kelopak matanya.


Sampai akhirnya ucapan spontan Mamah Xavia yang ceplas-ceplos tanpa adanya niatan untuk membuat suaminya menangis. Seketika berhasil mempora-porandakan isi hatinya, tercabik-cabik jantungnya dan membuat napasnya hampir saja berhenti.


"Ya buat apa juga aku punya suami kek kamu, posesif, menyebalkan dan juga dingin. Mending aku cari berondong, udah manis, tampan, perhatian pula."


Mendengar perkataan Mamah Xavia membuat benteng pertahanan Papah Jerome langsung pecah, dia menangis sesegukan sambil duduk di lantai dalam keadaan menendang-nendang angin. Sama persis seperti anak kecil yang sedang menginginkn sesuatu, tetapi tidak kesampaian.


Wajah merah penuh emosi berlapiskan air mata membuat Papah Jerome terlihat begitu menggemaskan bagi istrinya. Sementara Mamah Xavia refleks menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangan. Ketika dia baru saja menyadari jika ucapannya telah lepas kendari.


"Astaga, ini mulut kenapa enggak bisa dikondisikan sih! Seksrang lihatlah, akibat ulahmu beruang kutup super cool berubah menjadi anak kucing yang comel." gumam batin Mamah Xavia melihat aksi suaminya.


"Huaa, Sayang jahat hiks! Kurang baik apa aku, selama ini aku berusaha menjadi yang terbaik. Cuman kenapa balasanmu seperti ini, huaa!"


Papah Jerom menangis sejadi-jadinya, hatinya memang sangat sensitif ketika istrinya selalu ceplas-ceplos ketika berbicara hingga sangat senang untuk membuat suaminya menangis.


Ya walaupun tidak disengaja sebenarnya Mamah Xavia sangat bahagia dan juga senang. Dibalik sifat suaminya yang dingin, terdapat hati hello kitty yang sangat mencintainya.


"Uhh, tayang. Cini-cini peyuk dulu, hem ...." Mamah Xavia berusaha untuk mendekati suaminya, kemudian memeluknya dengan sangat manja.


Awalnya Papah Jerome tidak mau karena dia masih sangat kesal dan dalam mode mengembek dengan istrinya. Entah mengapa, rasa mengambek itu seketika menghilang. Jika kehadiran istrinya disampingnya, selalu membuat dia terus menempel tanpa mau terlepas sedikitpun.

__ADS_1


Melihat keromantisan antara Mamah dan Papahnya, berhasil membuat Kharel mengukir senyuman. Dia sangat kagum dengan kekuatan cinta diantara orang tuanya. Dengan harapan penuh, dia selalu menginginkan sebuah cinta yang manis melebih dari kedua orang tuanya.


"Meskipun mereka terlihat menyebalkan, saya salut. Karena dibalik semua itu tersirat sebuah makna cinta yang luar biasa. Sikap yang menurutku bagitu menjijikan, bagi Mamah itu merupakan sikap yang sangat dia sukai dari Papah."


"Dari situ Mamah bisa tahu, jika Papah adalah pria yang sangat mencintainya lebih dari dia mencintai dirinya sendiri. Sikap boleh dingin dihadapan orang lain, tetapi berbanding terbalik jika dihadapan pasangan. Layakmya sebuah es batu, yang akan mencair ketika terkena sinar Matahari."


Kharel bergumam didalam hatinya, matanya terus menyorot kearah kedia orang tuanya yang masih melakukan drama Korea didepannya.


Mau bagaimana lagi, saat mode manja Papahnya dimulai. Maka dunia akan terasa menjadi milik mereka berdua, sedangkan yang lain mengontrak.


Tanpa disadari oleh mereka bertiga, ternyata didalam kamar mandi diam-diam Fayra mengintip serta sedikit mendengar aksi kedua orang tua Kharel.


"Cinta yang manis, sama seperti Appa dan Amma. Hanya bedanya, kedua orang tuaku lebih mengarah keperhatian kecil yang sangat lembut, tetapi begitu menyentuh."


"Ternyata semua pasangan memiliki kisah tersendiri ya, walaupun cobaannya begitu berat, tetapi tujuan mereka tetap sama. Yaitu hidup menua bersama dalam keadaan suka duka, sampai mencapai garis finish kebahagiaan."


Fayra tersenyum melihat keharmonisan keluarga Kharel dari balik pintu kamar mandi. Seketika aksi Fayra ketahuan oleh salah satu dari mereka, sampai akhirnya suara bariton mengagetkannya Fayra dan membuatnya refleks menutup keras pintu kamar mandi tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️


__ADS_1


__ADS_2