
Tangan Ace sudah berhasil menerobos masuk ke dalam baju Fayra, melewati kaca mata yang masih melekat didalam bajunya.
Susah payah melewati rintangan, akhirnya Ace berhasil memi*lin kecil pucuk Cerry tersebut membuat tubuh Fayra mulai menggeliat sana-sini sampai tidak bisa diam.
Beberapa menit berlalu, tanpa disadari kini setengah tubuh Fayra sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Ace yang sudah puas membungkam bibir istrinya, kini bergantian turun keleher hingga dadanya.
Banyak bercak noda merah yang Ace bikin untuk tanda kepemilikan, sama persis seperti apa yang dia lakukan waktu itu. Sedangkan Fayra hanya bisa menge*rang, sedikit mengeluarkan suara berde*sis bagaikan seekor Ular.
"Sstt, Bu-bunny ja-jangan digigit sakit!" ucap Fayra, sambil sedikit menjambak rambut suaminya.
"Hihi, maaf Honey. Habisnya gemes, aku udah lama gak nen."
Ace kembali melanjutkan aksinya perlahan, sehingga Fayra hanya bisa tersenyum sambil mengusap wajah suaminya.
Baru kali ini Fayra bisa melihat betapa manisnya Ace, ketika dia bertingkah layaknya anak bayi yang merindukan Ibunya.
"Aku harap kamu tidak akan pernah berubah, Bunny. Karena aku lebih suka lihat kamu yang manja seperti ini dari pada dingin. Pokoknya sampai kapan pun aku cuman mau Ace yang manja, bukan Ace yang dingin."
"Apa pun yang terjadi, semoga kita tidak akan pernah berpisah. Aku sudah sangat nyaman dengan ini semua, Tuhan. Tolong jangan biarkan cinta kami kembali menghadapi ujian terberat dari-Mu."
Batin Fayra bergumam begitu lirih, sambil memejamkan kedua matanya saat merasakan tubuhnya mulai kesetrum akibat ulah suaminya.
Hampir 25 menit berlalu, kini keadaan mereka sudah benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Bahkan Fayra dan Ace pun sudah dalam posisi yang sangat intim, dimana Ace berada tepat diatas tubuh Fayra sambil memandangi wajah istrinya yang begitu sayu.
Tanpa mereka sadari ternyata Mommy Rosa dan Daddy Gerry sudah berada di depan pintu kamar Ace, dalam keadaan telinga menempel di pintu.
"Sayang, kok enggak ada suara? Apa mereka menghidupkan kedap suaranya?" bisik Mommy Rosa.
"Tidak mungkin, Sayang. Mereka pasti tidak akan berpikir sejauh itu. Namanya juga baru pertama kali, pasti mereka masih berkenalan seperti kita pertama kali hihi ...." sahut Daddy Gerry terkekeh kecil.
"Ishh, dasar menyebalkan! Sudahlah jangan diingat lagi, lebih ba---"
__ADS_1
Ucapan Mommy Rosa terhenti ketika mendengar suara yang begitu menegangkan, menusuk gendang telinganya. Sehingga membuat mereka terkejut bukan main.
"Arghh, Honey! Pelan-pelan dorongnya, sakit tahu!" teriak Ace, begitu keras.
"Tahan, Bunny. Aku juga lagi berusaha, jadi jangan berisik!" ucap Fayra.
Mommy Rosa dan Daddy Gerry langsung berhadapan saling menatap satu sama lain dengan pemikiran yang melambung tinggi.
Mereka tidak menyangka sama apa yang mereka dengar sekarang, karena yang mereka tahu biasanya wanita akan mengeluh kesakitan. Akan tetapi ini malah sebaliknya.
"Sa-sayang, a-apa ka-kamu me-mendengar su-suara anak kita?" gumam kecil Mommy Rosa, matanya membola besar.
"Te-ternyata me-menantu kita be-benar benar gadis yang kuat, Sayang. Walaupun polos, tetapi dia lebih dominan untuk menguasai ranjang dihari pertama."
"Berbeda halnya denganmu, yang menjerit sambil mengeluarkan tendangan maut. Hingga pada akhirnya, malam pertama harus di tunda selama 1 minggu kedepan sampai bokongku benar-benar pulih."
"Namun setelah kamu merasakannya malah membuatmu menjadi ketagihan, dan memintaku untuk melakukannya setiap malam."
Daddy Gerry tersenyum kecil, dia kembali mengingat kejadian malam pertamanya bersama istrinya yang benar-benar sangat berkesan. Bukan soal berhubungan badannya, melainkan sikap istrinya yang luar biasa.
"Yak, dasar menyebalkan! Hilangkan ingatan itu, atau kamu tidak akan kembali mendapatkan jatah!"
Mommy Rosa mengancam suaminya sambil menunjukkan wajahnya yang mulai memerah, dia begitu malu ketika ucapan suaminya selalu mengingatkan hal konyol yang dia lakukan dimalam pertama.
Daddy Gerry cuman bisa terkekeh kecil melihat wajah istrinya, sampai mereka lagi dan lagi dikejutkan oleh suara yang sangat berisik.
"Huhh, hahh, arghh, Bu-bunny." Fayra mengeluarkan suara yang sangat indah.
"Enak Honey, a-aku suka. Argh, a-aku percepat ya goyangannya huhh, hahh ...." sahut Ace.
"Bu-bunny, i-ini enak sekali, huh, hemp ...." jawab Fayra.
"I-ini bu-bukan enak lagi Honey, ta-tapi sangat enak. Pa-pantas saja Mommy meminta Daddy mempercepat goyangannya. Jadi i-ini rasanya, arrghhh ...." celoteh Ace, sambil mendongak keatas dalam keadaan berkeringat.
__ADS_1
"Arrghh, hemp. Bu-bunny, a-aku ke-kebelet ma-mau pipis du-dulu. Ja-jadi mi-minggirlah!" titah Fayra, napasnya kian memburu.
"Itu bukan pipis, Sayang." Ace membali mempercepat goyangannya, tanpa memberikan cela untuk istrinya bernapas lega.
"Tap--- arrghhhhh ...."
Fayra dan Ace berteriak ketika melakukan pelepasan untuk pertama kalinya bersama-sama. Tubuh Ace langsing ambruk tepat disebelah Fayra dalam keadaan terlentang bahagia, karena dia telah selesai membuka segel istrinya.
Fayra yang merasakan tubuhnya masih kejang-kejang, hanya bisa berusaha menetralkan deru napasnya yang semakin memburu.
Sampai akhirnya Mommy Rosa dan Daddy Gery yang berada di depan kamar mereka, cuman bisa tersenyum lebar setelah mengetahui bahwa menantunya bukanlah wanita yang lemah.
"Akhirnya anakku bisa juga membuka segel istrinya, hihi ..." gumam kecil Mommy Rosa.
"Ya benar, Sayang. Dan, sekarang giliran aku yang meminta jatah padamu dimalam jum'at ini."
Daddy Gerry langsung menggendong istrinya tanpa persetujuannya terlebih dahulu, lalu berjalan menuju kamarnya penuh perasaan bahagia.
"Hyak, dasar suami me*sum!" pekik Mommy Rosa sambil mengalungkan kedua tangannya menatap wajah jahil suaminya.
"Tapi ketagihan, bukan? Bahkan kamu lebih menyukai gaya diatasku dari pada dibawahku, hem?"
Daddy Gerry menggoda istrinya sambil membuka pintu kamarnya. Tak lupa langsung menguncinya agar rahasia kamarnya tidak lagi diketahui oleh anak serta menantunya.
"Aaaa, yayaya terserah kau saja!" pekik Mommy Rosa, langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Dengan perlahan Daddy Gerry menidurkan istrinya sangat hati-hati, kemudian dia berdiri menatap wajah istrinya sambil membuka jasnya yang tadi dipakai untuk mengelabuhi anak serta menantunya.
Mereka terpaksa melakukan itu, supaya mereka bisa menghindari pertanyaan konyal anak dan juga menantunya yang malah ingin bergabung membuka segel secara massal.
Tanpa berlama-lama lagi, Daddy Gerry segera menerkam istrinya yang sudah mulai terhanyut didalam sentuhannya tangannya.
Sampai tak terasa mereka sudah tidak menggunakan 1 helai pakai pun yang melekat ditubuhnya, tapi anehnya Daddy Gerry tidak langsung memulai permainan.
__ADS_1
Dia malah mengizinkan istrinya yang memulai semuanya lebih dulu. Karena Daddy Gerry sangat tahu, jika istrinya selalu memiliki hasrat lebih besar darinya ketika diawal.
Jadi setelah hasrat istrinya mulai melemah, maka disitulah tugas Daddy Gerry untuk kembali membangkitkan semuanya. Sehingga mereka bisa merasakan kepuasan berkali-kali, setiap habis melakukan hubungan romantis diatas ranjang.