Learn to Love You

Learn to Love You
Terkuapnya Siapa Freya


__ADS_3

Fayra sudah tidak kuat menahan malu dan juga salah tingkah, segera berpamitan untuk ke kamar mandi dengan alasan ingin menyegarkan tubuhnya yang mulai lengket.


Seperginya Fayra, Kharel terkekeh kecil membut Mamah Xavia yang melihatnya merasa bingung. Akan tetapi, dia pun sangat bahagia ketika melihat anaknya sudah kembali tertawa seperti ini.


Tanpa basa-basi lagi, Mamah Xavia memeluk Big Baby Boynya sekuat tenaga sambil mencium pipinya. Disitu Kharel berusaha untuk menghindari Mamahnya yang gemas padanya.


Beberapa kali Kharel memberontak dan juga menyingkirkan Mamah Xavia, tetapi selalu gagal. Akhirnya Kharel pun pasrah, dan membiarkan Mamahnya untuk menganggapnya bagaikan anaknya yang masih sangat kecil.


...*...


...*...


...3 bulan berlalu, di Amerika....


Saat ini Ace sedang kebingungan ketika sudah hampir 3 hari Freya tidak memberikan kabar yang jelas. Dia hanya mengatakan, jika dia sedang ada urusan bersama Pamannya yang selalu menjadi alasan untuk Freya pergi.


Semakin ke sini semakin membuat Ace merasa curiga, sampai akhirnya ketika Ace sedang berada disalah satu Hotel tempat temannya tinggal.


Dia melihat Freya sedang bergelayut di lengan seorang pria yang umurnya jauh diatasnya. Wajah mereka pun dari jauh terlihat begitu bahagia, membuat kedua tangan Ace mulai mengepal kuat.


"Apa pria itu yang selalu dia bilang, Paman? Benar-benar tidak bisa di biarkan, ternyata diam-diam kelakuannya seperti ini dibelakangku? Dasar wanita licik, cihh!"


"Wajah yang polos, perkataan yang manis, tapi kelakuan minus abis. Siapa lagi kalau bukan wanita penghibur yang berkedok wanita lugu!"


"Cukup tahu, kita lihat saja sampai dimana permainan mereka. Jika dia berani untuk memulainya lebih dulu, maka aku juga akan lebih berani untuk mengakhiri semuanya. Tunggu aku, Sayang!"


Ace berbicara didalam hati kecilnya dengan senyuman yang terukir penuh arti. Mata Ace tak henti-hentinya terus mengintai pergerakan Freya sambil mengikutinya kemanapun mereka pergi. Sehingga Ace berhenti tepat di kamar 305.


Sementar Freya, dia sudah masuk bersama dengan pria yang usianya jauh diatasnya. Tanpa rasa kasihan Ace segera pergi meninggalkan kamar itu dalam keadan terus tersenyum.


...*...


...*...

__ADS_1


Kurang lebih 1 jam setelah kepergian Ace, tiba-tiba ada segerombolan orang yang datang ke Hotel tersebut dan langsung berjalan menuju kamar 305. Salah satu dari mereka mengetuk pintu dengan ekspresi wajah yang cukup menegangkan.


Tok, tok, tok!


Pintu tak kunjung terbuka, mereka harus menunggu sekitar 1 atau 2 menitan agar pintu itu bisa terbuka lebar.


"Permisi, bisakah kalian membuka pintunya, sebentar?" gumam seseorang dengan kelembutan.


Mereka menunggu sampai pintu itu mau terbuka, karena mereka ingin memastikan sebuah informasi yang mereka dapatkan dari seseorang. Apakah benar atau tidak?


Selang beberapa menit, akhirnya mereka mendengar suara kunci pintu mulai terbuka. Semua pun segera bersiap menatap ke arah pintu dengan wajah seriusnya.


Ceklek!


Pintu terbuka bersamaan dengan munculnya Freya yang mengenakan bath robe sambil menguncir rambutnya.


"Ya, ada ap---" Freya melongo terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini dalam keadaan posisi baru saja menguncir rambutnya.


"Re-rektor? Pa-pak dosen? Ka-kalian ada apa ke- kesini?"


"Ngapain kamu di Hotel ini? Apa kamu melakukan hal senonoh disini?" tanya seorang dosen.


"Ti-tidak, Pak. A-aku cuman--"


Belum selesai Freya menjawab pertanyaan, mereka langsung masuk untuk mengecek keadaan di dalam untuk memastikan informasi yang mereka dapatkan.


Ditambah salah satu dosen merekam kejadian tersebut sebagai barang bukti dari mulai mereka datang sampai detik ini wajah Freya pun terekam jelas.


"Sayang, siapa yang datang?" tanya seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian senjatanya.


"Loh, ka-kalian siapa? Kenapa kalian masuk ke kamar saya? Mau saya panggilkan security!"


Pria itu begitu terkejut saat beberapa orang sudah berada didalam kamar hotelnya dengan tatapan penuh arti. Sedangkan Freya, tubuhnya sedikit gemetar karena apa yag dia sembunyikan semuanya telah terkuap.

__ADS_1


Wajah Freya semakin panik, dia benar-benar malu diperlakukan seperti ini. Layaknya seorang yang di pergoki selingkuh oleh suaminya sendiri. Untungnya di sini enggak ada pihak pengaman, seperti polisi atau security.


Semua ini murni memang hanya beberapa dosen dan Rektor saja, mungkin mereka tidak mau sampai aib ini tersebar kemana-mana karena akan membawa nama buruk bagi University.


"Ternyata benar ya, informasi yang di berikan oleh seseorang. Diam-diam kamu melakukan tindakan asusila ini bersama dengan seorang pria yang usianya jauh dibawahmu. Apa kamu ini simpanan pria itu?" tunjuknya.


Seorang Rektor menggelengkan kepalanya melihat keadaan mahasiswinya yang saat ini sedang menjual tubuhnya pada pria hidung belang.


"Hiks, ma-maaf, Pak. Ma-maaf! Ini tidak seperti apa yang Bapak bayangi, aku dan dia bukan simpanan Pak."


"Dia itu Pamanku, aku ke sini hanya karena ada urusan dan kebetulan pas banget Bapak memergoki kami. Padahal kami ini habis mandi, karena sebentar lagi kami mau ada acara keluarga. Jadi, please Pak. Saya mohon jangan salah paham. Ini tidak---"


"Cukup, Freya, cukup! Apa tadi yang kamu bilang tentang saya? Paman? Sejak kapan saya menjadi Pamanmu, hahh!"


"Asal kalian tahu ya, sebenarnya kami ini pasangan suami istri! Meskipun dia cuman istri sirihku, tapi kami sudah menjalani pernikahan selama kurang lebih 1 tahun ini!"


"Dan kamu, Freya! Selama ini saya sudah coba untuk memberikan semuanya yang kamu mau. Bahkan saya dan istri sah saya pun lagi menghadapi proses perceraian. Cuman kenapa, disaat saya sudah berusaha percaya sama kamu. Kenyataannya, kamu hanya menganggap saya seorang Paman. Semua itu karena kamu malu, kan? Punya suami kaya saya, iya!"


"Kalau kamu malu dan tidak bahagia menikah sama saya, kenapa saat aku mengajakmu menikah membina rumah tangga agar kita terhindar dari hal negatif, kamu mau? Kenapa, hahh! Kenapa!"


Pria itu terlihat begitu marah saat menatap wajah Freya, sementara Freya juga tidak tahu harus menjawab apa lagi. Dia bingung, satu sisi dia tidak mau kehilangan apa yang dia miliki.


Namun, satu sisi lainnya dia juga tidak mau dianggap rendah dan sampai di keluarkan dari University. Pria itu mencari sebuah bukti agar bisa membuat semuanya percaya, bahwa mereka memang sudah menikah.


Cuman, belum sempat Freya mengatakan sesuatu. Tiba-tiba saja perkataan Rektor membuat jantungnya hampir berhenti.


"Baiklah, jika kalian sudah berstatus suami istri. Saya tidak bisa melanjutkan semua proses ini. Saya tidak akan mempermasalahkan pernikahan kalian, hanya saja. Saya tidak bisa kembali menerima mahasiswi seperti kamu Freya!"


"Bagi saya, kamu sudah mencoreng nama baik Universitas. Dengan begitu saya putuskan sebelum berita ini tersebar luas, saya akan segera mengeluarkanmu. Terima kasih, saya permisi dan maaf sudah menganggu waktunya!"


Beberapa dosen dan Rektor pun berjalan keluar dari kamar Hotel meninggalkan mereka berdua dalam keadaan terdiam.


Ada satu dosen yang kecewa atas sikap Rektor, akan tetapi berkat penjelasan Rektor yang mengatakan bahwa mereka itu sudah menikah, walaupun hanya sirih itu sama saja namanya bukan wanita hiburan karena mereka memiliki status.

__ADS_1


Seperginya beberapa dosen dan juga Rektor, ada seorang pria yang sedang menahan sebuah emosi yang cukup meradang di dalam hatinya.


Sementara suami sirih Freya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Disaat hatinya begitu kesal, mrah dan juga keceewa atas sikap Freya yang selama ini masih belum berubah.


__ADS_2