Learn to Love You

Learn to Love You
Membongkar Kebusukan


__ADS_3

Awalnya Tita dan Freya menyangka, kalau Ace tidak akan pernah kepo dengan kehidupan kekasihnya itu. Belum juga, Ace kan tipe pria yang dingin dan sangat cuek terhadap orang yang berada dekat dengannya.


Jadi, mereka berpikir Ace tidak akan mungkin bertanya kepada Tita atas semua sikapnya yang memang sulit untuk di tebak. Sehingga inilah yang membuat Tita terkejut, satu sisi dia sudah mewanti semua ini dan berusaha menjauhi Ace dan Freya.


Akan tetapi, Disisi lain juga Tita tidak bisa menyangkal takdir Kalau memang kemungkinan besar hari ini dia harus menceritakan semua kisah teman kecilnya pada Ace yang sudah dianggap sebagai sahabatnya sendiri.


Beberapa kali Tita mencoba untuk tetap bertahan pada pendiriannya agar tidak sampai bocor memberitahu informasi.


Namun, apa daya. Semakin Tita menyembunyikannya semakin membuat Ace percaya. Karena Tita bukanlah Freya yang pandai menutupi semuanya tanpa ekspresi, sehingga bisa meyakinkan Ace.


"Gua mau lu jujur, ada apa sebenarnya sama Freya? Kenapa dia menutup diri dari untum gua tahu siapa keluarganya, beberapa kali gua ingin main ke rumahnya selalu di larang. Memangnya ada apa sih? Kenapa gua enggak boleh tahu tentang dunianya?"


"Apa karena dia malu punya orang tua yang tidak utuh lagi? Apa dia juga malu karena, tubuhnya sudah dinodai sama Daddynya sendiri?"


Degh!


Seketika jantung Tita terhenti ketika mendengar perkataan Ace, rasanya Tita tidak menyangka jika Freya bisa mengatakan hal sekeji itu pada kedua orang tuanya sendiri.


Bulir-bulir air mata kian mulai menetes tak tertahankan, membuat Ace menjadi bingung saat Tita tiba-tiba menangis di hadapannya.


"Lu-lu kenapa nangis? Apa lu baru tahu tentang kejadian yang menimpa sahabat kecil lu sendiri?"


"So-sorry, gua enggak tahu. Gua kira lu udah tahu semuanya, soalnya gua juga kaget pas dia cerita. Belum lagi dia juga memiliki trauma yang cukup mendalam tentang keluarganya sendiri."

__ADS_1


Ace lagi-lagi berhasil membuat wajah Tita sedikit memerah akibat menahan gejolak emosi di kian menggebu-gebu dalam hatinya. Tangannya pun sudah mengepal kuat diatas meja, matanya pun menatap lurus ke arah depan dihiasi oleh air mata yang menetes.


Tita tidak menyangka orang tua sebaik mereka bisa memiliki anak seperti Freya, bagaikan seekor ular yang sangat licik dan beracun.


Dari sini Tita paham, jika dibalik kata memohon yang Freya ucapkan ternyata banyak duri yang dia tanam hanya demi mendapatkan sesuatu.


"Gua enggak nyangka, Raa. Lu bisa melakukan hal setega ini sama kedua orang tua lu sendiri. Memangnya mereka salah apa? Apa karena mereka terlalu sibuk bekerja sehingga lu merasa tidak lgi diperhatikan?"


"Bukannya mereka udah selalu menjelaskan. Bahwa mereka seperti ini bukan karena keinginannya, melainkan mereka di tuntut untuk mengurus 2 Perusahaan yang saling bertolak belakang karena itu amanah dari mendiang kedua Kakek lu sendiri!"


Tita bergumam kecil dengan nada penuh amarah, Ace yang mendengar itu membuatnya sedikit terkejut dan juga bingung dengan apa yang Tita katakan.


"A-apa maksud lu berbicara seperti itu, jangan bilang kalau--"


"Kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu, karena gua tahu betapa sayangnya kedua orang tuanya sama anak semata wayangnya itu. Bahkan mereka berdua pernah mengalah untuk salah satu diam di rumah guna menjaga perasaan Freya."


"Namun, sayang. Ketika Mommynya mengalah untuk tidak mengurus Perusahaan yang diwarisi kepadanya, membuat hampir ratusan karyawan menjadi terkena imbasnya. Mereka hampir saja kehilangan mata pencariannya karena keegoisan Freya yang tidak bisa mengerti tentang keadaan kedua orang tuanya."


"Asal lu tahu aja, Mommy dan Daddynya itu adalah orang yang sangat baik. Berkat mereka gua bisa hidup seperti ini, berkat bantuan mereka usaha Daddy gua semakin maju sampai detik ini."


"Mommynya adalah anak satu-satunya, begitu juga Daddnya. Sehingga ketika kedua orang tua mereka meninggal ternyata tanpa di ketahui selurus kekayaan jatuh di tangannya mereka berdua. Jadi mereka harus banting tulang untuk mempertahankan supaya semua karyawan tidak akan merasa dirugikan, akibat Perusahaan itu tidak di urus dengan baik."


"Awalnya Daddynya juga keberatan, cuman mau bagaimana lagi. Itu sudah menjadi amanah, kemungkinan besar kalau memang Mommynya sudah menemukan seseorang yang bisa dipercaya. Maka, Perusahaan itu akan dipindah tangan kepada orang tersebut agar bisa selalu ada di rumah untuk menemani anak semata wayangnya itu."

__ADS_1


"Kasih sayang mereka sangatlah besar, apapun yang Freya inginkan selalu keturutan walaupun mereka harus jungkir balik untuk mewujudkannya. Bagi mereka kebahagiaan anaknya jauh lebih penting dari segalanya, apa lagi saat senyum indah terukir di wajah anaknya. Itu menjadi kebahagian tersendiri bagi mereka."


"Apa lagi Daddynya, dia sangat menyayangi Freya melebihi dia menyayangi dirinya dan juga istrinya sendiri. Dia selalu mengutamakan Freya ketimbang istrinya, bahkan beberapa kali Mommynya sempat merasa cemburu sampai menimbulkan keributan besar hanya karena suaminya tidak bisa adil dalam membagi kasih sayang."


"Namun, yang gua heran ada ya anak yang seperti Freya. Dimana semua anak banyak yang menginginkan untuk ada diposisi dia, tetapi dia malah menyalah gunakan posisinya cuman karena keegoisan semata."


"Seandainya gua ada diposisi dia. Gua akan sangat-sangat bersyukur dan juga berterima kasih karena telah di lahirkan di rahim keluarga yang sebaik itu. Walaupun gua harus sedikit mengerti jika waktu mereka tidak semuanya untuk gua, yang terpenting bagi gua. Gua bisa merasakan kasih sayang yang berlimpah dari orang tua gua yang sangat sulit gua didapatkan ketika gua berada di keluarga yang salah."


"Banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaan, sehingga melupakan anaknya. Cuman kali ini berbeda, mereka hanya di tuntut untuk bekerja yang sebenarnya mereka juga tidak mau ada diposisi itu. Tapi apa daya, takdir membuat mereka harus menjalani kehidupan yang seperti itu."


"Yang lebih parahnya lagi, disaat mereka sudah sepenuh hati untuk menyayangi anaknya melebihi hidup mereka sendiri. Anaknya malah tidak menghargai semua itu, dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama dunianya dan juga teman-temannya yang terbilang tidak baik."


"Waktu yang tidak banyak seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mereka berkumpul, tertawa dan bercanda bersama. Cuman sayang, anaknya lebih mementingkan dunianya sendiri."


"Dia lebih senang berpesta dengan berbagai jenis minuman berakohol, dunia gelap dan sebagainya. Tak perlu gua jelaskan pun lu tahu apa yang gua maksud."


"Ya, mungkin lu lihat Freya seakan-akan dia adalah wanita yang sangat baik, wanita yang penuh dengan hati dan juga jiwa yang bersih. Akan tetapi, lu salah. Dia hanya menutupi semua sikapnya itu dengan wajah polosnya. Sama halnya, gua sebagai sahabatnya."


"Gua pun tertipu dengan semua itu. Cuman gua tidak mau mengambil pusing, gua dekat dengan dia karena gua menghargai kedua orang tuanya yang sudah membantu kehidupan keluarga gua."


"Itulah beruntungnya Freya, dia memiliki wajah yang polos guna menipu dunia dan juga orang-orang terdekatnya yang akan berpikir bahwa dia adalah wanita yang sangat sempurna untuk dimiliki."


"Pada kenyataannya dia hanya seorang wanita yang penuh dengan drama, seakan-akan dia adalah orang yang paling menderita sedunia akibat kurang kasih sayang kedua orang tuanya yang tidak memperhatikannya."

__ADS_1


Tita terpaksa untuk membongkar semua kebusukan Freya kepada kekasihnya ini, karena Tita tidak terima orang tua sebaik kedua orang tua Freya di jelekkan seperti ini. Yang lebih parahnya lagi dengan anaknya sendiri.


__ADS_2