Learn to Love You

Learn to Love You
Merahasiakan Keluarga Freya


__ADS_3

Selepas pembantunya pergi Tita membawa semua itu ke meja dekat sofa sambil menunggu Bibi mengambilkan pesanannya. Freya yang melihat itu pun bangkit lalu berjalan untuk duduk di sofa panjang bersama Tita.


Beberapa menit, pembantunya datang dengan membawakan ciki tersebut. Setelah itu kembali pergi, lalu Tita menutup pintunya. Karena apa yang mau Freya katakan sepertinya sangatlah penting, terlihat dari wajah dan juga cara berbicaranya.


Mereka pun memakan puding itu secara perlahan, sambil Tita mencoba untuk mencairkan suasana yang sedikit menegang untuk Freya. Setelah mulai mencair barulah Tita kembali meminta Freya untuk menerusakan ucapannya yang sempat tertunda.


"Gimana, tadi lu mau cerita apa?" ucap Tita sambil menikmati dessert coklat kesukaannya.


"Ya gua sama Ace sebenarnya enggak ada apa-apa sih, apa lagi Ace lagi nyelesain khasus sama istrinya. Jadi gua---"


"What! Ja-jadi A-ace u-udah nikah?"


Belum selesai Freya menjelaskan semuanya, Tita langsung memekik keras. Dia terlihat sangat syok, ketika mendengar status Ace yang ternyata bukanlah pria lajang yang dia kira.


"Berisik!" sahut Freya mengusap telinganya yang terasa sedikit mendengung.


"Lu serius, kalau Ace itu punya istri? Itu tandanya lu udah jadi pelakor dong? Wah, gila sih! Gua enggak nyangka lu bisa sekejam itu, padahal lu sendiri wanita. Gimana kalau posisi kalian ditukar. Pasti lu akan tahu rasanya sesakit apa, ketika suami sendiri direbut oleh wanita lain."


Tita begitu terkejut ketika mengetahui bahwa teman kecilnya adalah seorang pelakor. Tanpa rasa takut, Tita memarahi Freya dengan semua argumennya yang terkesan tidak enak didengar oleh Freya, membuatnya langsung memekik keras.


"Cukup, Ta. Cukup! Lu itu enggak tahu apa-apa, jadi enggak usah sok ceramahin gua. Kita itu baru ketemu, dan lu enggak tahu kisah gua sama Ace seperti apa. Gua mohon jangan menyalahkan gua, karena semua ini bukan sepenuhnya salah gua. Andai saja dari awal Ace mengatakan bahwa dia itu adalah suami orang, gua juga ogah kali!"


"Cuman Ace malah membuka diri, seolah-olah dia itu pria lajang yang tidak memiliki status dengan wanita lain. Waktu gua tahu semuanya, gua kecewa banget dan juga marah!"

__ADS_1


"Namun, saat Ace mengatakan kalau istrinya sudah menggugatnya, disitulah gua mulai kembali tertarik sama dia. Status gua yang awalnya hanya sekedar teman spesial, sekarang berubah menjadi kekasih. Itu semua karena kita saling mencintai, Ta. Bukan berarti gua merebut Ace dari istrinya!"


"Gua curhat sama lu kaya gini, supaya nanti saat lu tahu, lu enggak berpikir jelek tentang gua. Apa lagi gua mau minta tolong sama lu, Ta. Please jangan pernah bilang ke Ace tentang keluarga gua, pokoknya apapun yang menyangkut masalah kehidupan gua. Bisa kan, gua mohon, Ta. Gua mohon!"


Freya memegang tangan Tita, lalu merengek dengan nada dibuat semelas mungkin. Berulang kali dia meminta dan meminta, selalu meminta agar Tita merahasiakan tentang keluarga Freya.


Dari perkataan Freya membuat Tita terdiam mencerna semuanya, sampai akhirnya Tita melepaskan tangan Freya perlahan. Kemudian dia mengatakan sesuatu hal yang mampu membuat Freya bingung harus menjawab apa lagi.


"Gua enggak tahu ya, disini yang salah siapa. Yang jelas, gua hanya kasihan sama istrinya. Disaat dia menunggu kepulangan suaminya, tetapi dia malah memergoki suaminya bersama wanita lain. Dan itu rasanya sakit banget, Fre. Sakit! Lebih sakit saat lu tahu tentang pacar lu yang berselingkuh dengan sahabat lu sendiri!" jelas Tita.


Raut wajah Tita begitu kecewa atas sikap teman kecilnya yang diluar prediksinya sendiri. Padahal Tita berusaha untuk berubah dari dirinya yang dulu tidak mengenal pria dan sangat tidak menyukai pria. Kini, telah membuat dia berhasil melawan semua itu dan perlahan mulai memiliki daya tarik terhadap lawan jenisnya.


Ya walaupun sampai detik ini Tita belum memiliki pasangan, tetapi dia sudah mulai merasakan kekagumannya dengan pria.


"Kita kan enggak tahu, namanya hubungan yang dijalani dengan LDR itu pasti akan kandas karena pihak ketiga yang tiba-tiba hadir membawa sebuah kenyamanan."


Freya terus membela diri bahwa dia itu tidak bersalah atas rusaknya hubungan rumah tangga Ace dan Fayra. Dia selalu membela diri bahwa sebenarnya bukan dia yang salah, melainkan takdirlah yang memisahkannya.


Apa lagi hubungan yang di jalani dengan LDR itu sangatlah mengerikan, jika kita tidak bisa menutup rapat pintu rumah yang sudah ditempati. Maka, akan ada tamu tak diundang hadir tanpa permisi.


"Fre, coba deh lu lihat diri lu. Sebenarnya lu itu punya perasaan apa enggak sih? Seharusnya tanpa gua jelasin pun, lu udah paham!"


"Coba deh sedikit aja lu bayangi gimana posisi istrinya itu ada pada lu. Dimana lu menjalani hubungan sama Ace, terus tiba-tiba ada yang merebut Ace dari lu. Apa yang akan lu lakuin? Lu pasti kecewa, marah dan juga sakit hati bukan?"

__ADS_1


"Itu sama Fre, sama kaya istrinya. Bedanya dia mengetahui perselingkuhan suaminya, dan lu mengetahui perselingkuhan kekasih lu. Dan rasanya pun akan jauh menyakitkan tentang perselingkuhan didalam rumah tangga. Lu tahu kenapa?"


"Karena jika lu yang diselingkuhin sama kekasih lu itu, yang hancur hanya s1 hati dan 1 kehidupan. Beda jika lu diselingkuhi oleh suami lu sendiri. Yaitu ada beberapa kehidupan yang hancur dan beberapa hati yang patah, tidak hanya 1 ataupun 2. Tapi banyak!"


Perkataan Tita berhasil membuat Freya bungkam, rasanya dia sangat sulit untuk menjawab semua ucapannya. Sampai akhirnya Tita terdiam, lantaran dia sudah tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menghadapi teman kecilnya ini.


"Pokoknya gua cuman mau minta sama lu, Ta. Please jangan bilang apapun tentang keluarga gua sama Ace. Gua mohon, gua cuman mau lihat seberapa besar cinta Ace buat gua. Jika dia cinta sama gua maka dia akan cari tahu sendiri keberadaan orang tua gua tanpa harus melalui siapapun."


Freya, berusaha mengambil hati Tita, supaya dia tidak sampai membocorkan tentang keluarganya. Karena ada sesuatu yang tidak bisa di katakan kepada teman kecilnya sendiri. Yang penting jika Tita bungkam, maka semuanya akan aman dibawah kendali Freya.


"Terserah lu, gua enggak bisa janji. Jika Ace menanyakan tentang lu dan keluarga lu, maka gua akan jawab sepengetahuan gua. Cuman kalau Ace diam, gua enggak akan bercerita apapun mengenai keluarga lu."


Mendengar perkataan Tita seperti ini membuat Freya cukup tenang, karena Freya yakin Ace tidak akan pernah menanyakan apapun kepada Tita. Apa lagi Freya tahu jika Ace itu tipe orang yang enggan mau bertanya, dia lebih suka mendengar dari pada bertanya.


Setelah selesai dan bisa memastikan bahwa Freya sudah aman, dia langsung memeluk Tita dalam keadaan senang. Sementara Tita hanya terdiam mematung dengan segala pemikirannya yang sangat bingung bercampur penasaran.


Sehabis itu enggak lama Freya pun berpamitan untuk pergi, dengan alasan bahwa Ace sudah mengirimkan sebuah pesan singkat untuk mengajaknya jalan. Disitulah Freya terlihat sangat bahagia, karena apa yang dia rencanakan sekarang sudah aman terkendali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️


__ADS_1


__ADS_2