
Perlahan namun pasti, kedua mata Fayra tertutup rapat dan tenggelam di dalam mimpi. Mommy Rossa yang melihat wajah menantunya penuh dengan kegelisahan hanya mampu mendoakan yang terbaik untuk pernikahan putranya.
Mommy Rossa begitu menyayangi Fayra seperti anak perempuannya sendiri, "Semoga kamu selalu bahagia, Nak. Jika memang kebahagiaanmu bukan bersama Ace. Mommy hanya meminta kepada Tuhan agar kamu mendapatkan kebahagiaan yang melimpah di luar sana." gumam Mommy Rossa dengan menitikan air mata.
...*...
...*...
4 bulan berlalu telah berlalu ...
Tepat dihari ini, Fayra dan ketiga sahabatnya telah berhasil melewati Ujian Nasional untuk kelulusan sekolah.
Hanya tinggal menunggu hari kelulusan Fayra sudah bisa langsung meneruskan pendidikannya bersama dengan sang suami tercinta.
Rasanya Fayra tidak sabar ingin segera menemui suaminya yang udah hampir 1 tahun ini tidak berjumpa. Apa lagi 2 hari yang akan datang, adalah hari dimana usia pernikahan mereka sudah memasuki 2 tahun.
Kini kebahagiaan Fayra sudah berada di depan matanya, ketika dia memiliki niatan untuk merencanakan kepergiannya ke luar negeri dengan tujuan memberikan surprise kepada suaminya.
"Hem, sepertinya aku diam-diam harus pergi Amerika deh buat memberikan kejutan sama Bunny. Apa lagi dia pasti lupa jika 2 hari lagi merupakan hari ulang tahun ke-2 pernikahan kita."
"Ta-tapi, aku harus memberikan Bunny hadiah apa ya? Apa aku coba cari dulu ya Mall, siapa tahu kan ada sesuatu yang bagus untuk hadiah buat Bunny."
"Let's go kita pergi! Pokoknya aku harus menemukan sesuatu yang spesial biar bisa aku berikan sama Bunny, sekalian mencari tiket untuk kepergianku besok pagi ke Amerika. Tapi, aku harus merahasiakan semua ini dari siapa pun, supaya tidak sampai ada yang membocorkannya pada Bunny hihi ...."
Fayra berbicara kecil sambil bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumah, dimana kedua mertuanya sedang tidak ada dirumah. Jadi, Fayra bisa pergi dengan leluasa tanpa harus membuat mereka curiga dengannya.
__ADS_1
Sesampainya di halaman Mall, Fayra langsung turun dari mobil pribadinya dalam keadaan wajah terlihat begitu antuasis, mencari sesuatu yang akan dia berikan kepada suaminya
Hampir 1 jam Fayra memutari semua tempat yang ada dilantai 1 sampai ke lantai paling atas, tetapi Fayra tidak menemukan sesuatu yang cocok untuk hadiah suaminya.
Sampai akhirnya disaat Fayra sudah mulai putus asa, ternyata matanya sekilas melihat kearah toko yang berhasil menarik perhatiannya.
Toko Jas Smith, adalah salah satu toko khusus berbagai jenis macam jas pria yang memiliki logo tersendiri. Ada berbagai jas keren terpanjang di depan kaca besar ketika kita mau memasuki toko tersebut.
"Ahhaa, aku punya ide. Bagaimana kalau aku berikan Bunny jas keren aja ya, kan siapa tahu jas itu bisa dia gunakan nanti, ketika di hari pertama telah menjadi seorang pemimpin di Perusahaan, menggantikan Daddy." gumam batin Fayra, wajahnya terlihat begitu senang.
Tanpa basa-basi Fayra langsung bergegas melangkahkan kaki panjangnya pergi memasuki toko itu, dimana matanya mulai beredar mencari jas yang sangat berbeda dari yang lainnya.
Satu jas manis dan juga tampan berhasil menjadi pusat incaran Fayra dengan harga yang begitu fantastis, bernominal Rp 25.000.000,-.
Tanpa berpaling dengan yang lain, Fayra segera meminta sang pelayan untuk membungkus jas tersebut dengan sangat indah sebagai hadiah untuk suaminya.
Setelah selesai, Fayra pulang dalam keadaan wajah yang sangat bahagia sesekali dia menatap ke aras tas yang ada ditangannya.
Di dalam mobil arah pulang ke rumah, Fayra membuka ponselnya mencari tiket untuk keberangkatan ke luar negeri. Beberapa toko kehabisan stock tiket tersebut, hingga entah keberuntungan apa yang berpihak pada Fayra kali ini.
Dia berhasil mendapatkan 1 buah tiket stock terakhir, jika dia terlambat hitungan detik sudah bisa dipastikan bahwa Fayra tidak akan bisa pergi ke Amerika untuk merayakan hari pernikahannya.
Hari ini merupakan hari yang sangat menyenangkan bagi Fayra, rasanya dia sudah tidak sabar ingin sekali memeluk suaminya begitu erat. Akan tetapi, Fayra merasa bersedih saat kembali mengingat jika sikap suaminya semakin ke sini semakin cuek dengannya.
__ADS_1
Namun, Fayra enggan berpikir negatif tentang suaminya lantaran Fayra tidak mau apa yang ada dipikirannya menjadi sebuah kenyataan yang belum bisa dia terima.
Pokoknya apa pun keadaannya, Fayra akan terus berpikir positif mengenai suaminya agar dia tidak semakin berlarut didalam pikiran jeleknya. Sebelum ada bukti yang sangat kuat untuknya.
...*...
...*...
Keesokan harinya, tepat pukul 5 pagi. Fayra sudah bersiap-sial dengan segala bawaannya didalam koper kecil yang akan dia ambil.
Perlahan Fayra melangkahkan kedua kakinya dengan sangat hati-hati, dimana dia sudah meninggalkan sebuah surat dikamarnya untuk mertuanya.
Fayra pergi menunggunakan supir ke Bandara, dengan sebuah pesan singkat yang Fayra sampaikan padanya sang supirt untuk tidak memberitahukan kepada semuanya jika dia pergi ke Bandara.
12 jam berada di dalam pesawat membuat Fayra sangat lelah, beberapa kali dia tertidur pulas di dalam Pesawat. Karena hanya itulah yang bisa dia lakukan sambil menunggu tempat tujuannya tiba.
Selang berapa jam, Fayra sampai di Bandara tersebut. Fayra langsung bergegas bersiap-siap untuk turun dari Pesawat. Kemudian Fayra langsung mencari taksi yang akan membawanya pergi ke Apartenen tempat suaminya tinggal.
Namun, Fayra tidak langsung pergi ke arah pintu kamar suaminya. Dia malah lebih memilih untuk tinggal sehari di kamar Apartemen yang lain, sambil menunggu waktu esok hari tiba.
Dimana Fayra akan memberikan surprise keesokan harinya tepat dimalam hari untuk sang suami, sambil mencari sebuah kue terlebih dahulu. Lantaran hari ini Fayra baru saja sampai di Apartemen suaminya tinggal tepat pukul 10 malam.
Jadi mau tidak mau, Fayra harus menahan sedikit lagi rasa rindu yang kian menggebu didalam hatinya agar dia bisa menyusun rencana berikutnya. Apa lagi Fayra tidak mau jika dia gegabah maka semua surprisenya akan berakhir sia-sia, apa lagi esok merupakan hari bahagia bagi mereka berdua.
Detak jatungnya selalu berdetak sangat cepat dalam keadaan gugup, sedangkan wajahnya terlihat begitu gelisah karena dia tidak menyangka jika sudah hampir 1 tahun lamanya belum kembali bertemu dengan suaminya lagi.
__ADS_1
Padahal Fayra sangat tahu, jika suaminya itu tidak pernah jauh darinya. Hanya saja, karena tuntutan pendidikan mengharuskan mereka menahan rasa rindunya satu sama lain dari jarak jauh.
Fayra memesan kamar di Apartemen tersebut tepat di lantai yang berbeda, dimana Ace berada di lantai 30 sedangkan Fayra berada di lantai 29. Jadi, jarak antara mereka berdua cukup aman agar Ace tidak bisa mengetahui jika istrinya sudah berada didekatnya.