
Ace terkejut bukan main, mendengar kisah istrinya yang hampir di sentuh oleh pria lain membuat kobaran hatinya kian membesar.
Kedua tangan Ace mulai mengepal keras, di sertai oleh bunyi gemerutuk gigi yang saling beradu. Rahang Ace terlihat mengeras bersamaan dengan wajahnya yang kian memerah.
Ace melirik Fayra, di saat telinganya mendengar isak tangis Fayra yang kembali mengeras ketika teringat akan kejadian yang belum lama terjadi.
Nata langsung memeluk Fayra begitu erat, membuat tangis Fayra begitu pecah di dalam dekapan sahabatnya. Apa lagi Nata juga pernah ada di posisi Fayra, jadi dia tahu betul betapa sakitnya hati sahabatnya saat ini.
Nata berusaha keras menenangkan Fayra bersama Chelsea, sampai akhirnya Ace melangkahkan kaki mendekati Fayra.
"Ho-honey ...." gumam lirih Ace, matanya kian memerah bersamaan dengan runtuhnya bulir-bulir air mata milik Ace.
"Ho-honey, ma-maafkan aku. A-aku su-sudah lalai dalam menjagamu. A-aku memang kekasih enggak berguna untukmu, maafkan aku maaf hiks ...." sambung Ace.
"Ti-tidak Bu-bunny, ka-kamu enggak salah. Ini salahku, aku yang memaksa kalian ke sini dan beranggapan kalau Kak Alena memang sudah berubah."
"Tapi, nyatanya Kak Alena benar-benar jahat hiks. Aku ti-tidak menyangka jika dia bisa melakukan hal sejahat ini padaku, apa salahku sama dia? Apa! Hiks ...."
"A-apa aku salah telah baik sama seseorang? Apa aku salah memberikan kepercayaan sama Kak Alena, kalau dia akan berubah? Tapi, kenapa dia tegas ingin menghancurkan masa depanku. Kenapa!"
Fayra berteriak histeris di dalam pelukan Nata, membuat Chelsea segera membantu Nata menenangkannya. Apa lagi kondisi Fayra benar-benar sangat menyedihkan.
"Tidak, Honey! Ini bukan salahmu, semua ini salahku. Ma-maafkan a-aku ji-jika akau enggak bisa menjadi kekasih yang terbaik untukmu! Semua jadian ini berawal dari sikapku yang terlalu egois!"
"Karena keinginannku untuk menjauhimu, aku malah memelihara seekor ular. Sampai akhirnya ular itulah yang hampir saja menyakiti orang yang aku cintai!"
"Jadi, orang yang pantas untuk disalahkan adalah aku, Honey. Aku! Aku pria bo*doh yang selalu membuat hidupmu berada di dalam masalah, aku pria yang to*lol karena aku, kamu menjadi seperti ini!"
"Aku enggak berguna Honey, aku enggak berguna! Arghhh, hiks ...."
Ace memukuli wajah hingga tubuhnya sendiri, lantaran dia merasa tidak berguna menjadi seorang suami. Bagaimana nanti, jika sampai kedua orang tuanya tahu, pasti Mommy Rosa akan kembali melarang Acr untuk mendekati menantunya.
__ADS_1
Louis dan Tian berusaha menahan Ace yang terus menyakiti dirinya sendiri, tetapi naas. Mereka berdua tidak bisa menghentikan Ace, lantaran tenaga Ace saat ini benar-benar kuat dipenuhi oleh emosi.
"Cukup Bunny, cukup! Hentikan semua itu hiks ...." teriak Fayra, yang enggan di gubris oleh suaminya.
Melihat sudut bibir Ace mulai terluka, Fayra langsung berhambur memeluknya seerat mungkin dan berkata. "Sudah cukup, Bunny. Cukup hiks ... Ja-jangan lagi menyiksa dirimu, aku mohon."
"Kamu enggak salah Bunny, ini semua salah aku Bunny salah aku! Andaikan aku mendengar perkataan kalian semua, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini."
"Ma-maafkan aku, Bunny maaf hiks ... A-aku takut ji-jika kamu akan membenciku, akibat kejadian itu sekarang tubuhku sudah sangat ko-kot---"
"Tidak, Honey! Jangan teruskan lagi, lupakan semua kejadian itu dan lupakan pikiran negatifmu itu! Karena sampai kapan pun aku akan tetap mencintai kamu, dan akan terus bersamamu!"
Ace memeluk Fayra begitu erat sambil mengecup pucuk kepala istrinya beberapa kali, melihat kejadian tersebut membuat semua sahabatnya terharu atas cinta mereka yang sangat luar biasa.
Setelah semuanya kembali tenang, Ace segera membawa Fayra pulang menaiki mobilnya. Begitu juga dengan yang lain.
...*...
...*...
Tepat di ujung jalan yang hanya berjarak sekitar kurang lebih 50 meter lagi sampai di depan pagar rumahnya, Ace malah menghentikan laju mobilnya.
"Bu-bunny, ke-kenapa berhenti? Kan sebentar lagi kita akan sampai di rumah." tanya Fayra melepaskan pelukan tangan suaminya.
"Ho-honey, a-apa setelah kita sampai di rumah kamu akan mengatakan hal ini kepada Mommy dan Daddy?" tanya Ace, menatap Fayra dengan tatapan penasaran.
"Me-memangnya kenapa, Bunny? Kok kamu terlihat begitu khawatir?" tanya Fayra, menatap lekat manik mata suaminya.
"A-aku cuman takut, Honey." gumam lirih Ace, sambil menundukkan kepalanya.
"Takut? Ma-maksudnya bagaimana, aku tidak paham? Bukannya seharusnya aku yang takut, terus kenapa malah kamu yang takut?" sahut Fayra, cemas.
__ADS_1
"A-aku ta-takut kalau mereka tahu, pasti Mo-mommy akan kembali melarangku untuk bisa selalu didekatmu Honey. Sama halnya kaya waktu itu saat kamu sakit, karena ulahku." ucap Ace, masih menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya.
Fayra terdiam sejenak, kembali memikirkan ucapan suaminya. Sebenarnya Fayra ingin menceritakan semua ini kepada kedua orang tuanya, cuman setelah mendengar suaminya berkata seperti itu.
Fayra langsung mengurungkan niatannya, dan memilih tetap merahasiakan kejadian ini. Yang terpenting Ace bisa menerimanya dan mencintainya itu sudah cukup bagi Fayra. Di tambah dia juga tidak mau kembali memiliki jarak dengan suaminya.
"Bunny, coba lihat aku sini." ucap Fayra tersenyum, saat Ace meliriknya.
"Bunny tenang aja, kejadian ini tidak akan di ketahui oleh mereka. Nanti aku juga akan berbicara sama yang lain, agar tutup mulut dari orang tuaku." sambung, Fayra.
"Ho-honey se-serius ma-mau merahasiakan semua ini dari orang tua kita?" ucap Ace, matanya berkaca-kaca.
"Anggap saja ini aib kita Bunny, jangan sampai orang tua tahu. Mungkin ini teguran untukku karena aku tidak mendengarkan ucapan suamiku sendiri, ma-maaf Bunny, ma-maaf hiks ...."
Fayra menundukkan kepalanya saat kejadian tadi, kembali terbayang diingatannya. Melihat istrinya menangis, Ace langsung memeluknya perlahan untuk mencoba menenangkannya.
Beberapa menit berlalu, Fayra sudah mulai kembali tersenyum kecil membuat Ace ikut tersenyum. Kemudian kembali melajukan mobilnya menuju rumah.
Untungnya sesampainya di rumah kedua orang tua Ace sudah tertidur pulas, jadi mereka tidak melihat Fayra pulang dalam keadaan sedikit berantakan.
Tepat jam 3 pagi, Fayra terbangung sambil menangis lantaran dia merasakan mimpi buruk tentang kejadian tersebut.
Ace pun ikut terbangun dalam kondisi cemas melihat istrinya tak henti-hentinya terus menangis, bahkan saat Ace mau mencoba menyentuhnya pun Fayra malah menghindar.
Namun, Ace tetap tidak mau menyerah. Dia terus berusaha menjelaskan dan memberikan pengertian kepada istrinya. Sampai pada akhirnya Fayra mau di peluk oleh suaminyaz meskipun di dalam hatinya dia masih merasa ketakutan.
30 menit berlalu, Fayra tertidur di dalam pelukan suaminya dalam keadaan terduduk menyender di ranjang. Rasa pegal yang Ace rasakan tak sebanding dengan beban yang istrinya pikul saat ini.
Coba saja waktu bisa di putar, mungkin Ace rela memiliki penyakit akibat menahan panggilan alam untuk ke toilet. Dari pada di harus menyaksikan istrinya yang seperti ini. Bahkan sikapnya pun mulai sedikit berubah, tidak seperti sebelumnya.
Di saat ingin menyentuh Fayra, Ace benar-benar harus berusaha keras supaya bisa menyadarkan istrinya jika dia adalah suaminya, bukan pria lain.
__ADS_1
Dari sini Ace merasa sangat menyesal atas kecerobohannya, istrinya hampir menjadi korban. Ace yang tidak terima, akan membalaskan dendam istrinya kepada Andrew.