
Yang mana Appa Daniel dan juga Amma Trysta mulai menyadari jika Ace memang sudah membagi perasaannya kepada 2 wanita sekaligus.
Ya memang sih mereka memaklumkan sifat Ace karena dia masih sangat muda untuk bisa memilih. Bahkan dia juga seperti tidak bisa menilai kalau apa yang dia lakukan itu sama saja, seperti dia menjebakkan dirinya sendiri ke jurang yang sangat dalam.
"Sudah tidak usah banyak berbicara, saya paham kemana arah pembicaraanmu. Maka dari itu, ini ada titipan dari anakku untuk suaminya tercinta!"
Satu surat Daddy letakkan jelas diatas meja dan membuat mereka pun terkejut, kenapa harus ada surat jika Fayra sendiri sebenarnya bisa bertemu dengan suaminya secara langsung.
"Itu surat dari Fayra, Kak? Memang kemana menantuku? Bukannya Kakak sendiri yang bilang mau mempertemukan mereka, cuman kenapa sekarang malah Kakak memberikan surat itu."
Mommy Rosa yang dari tadi terdiam dan lebih memilih untuk menyimak. Kini, langsung mulai menyuarakan suaranya saat dia merasa jika tidak ada yang beres disini.
Semua ini tidak seperti apa yang sudah direncanakan mereka beberapa hari lalu. Dimana mereka akan mempertemukan 2 insan yang saling mencintai, untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.
"Maksudnya ini surat untuk apa, Kak? Lantas dimana menantuku, apakah dia sedang tidak ada dirumah?" ucap Daddy Gerry, terkejut.
"Fayra dimana Appa, Amma? Kenapa dia tidak mau bertemu denganku, dan ini. Ini surat apa, kenapa Fayra memberikan surat ini untukku. Apakah dia sudah tidak mau bertemu denganku?" ucap Acenantusias, penuh dengan rasa khawatir jika istrinya benar-benar akan mengakhiri semua itu.
"Ambillah dan baca dengan teliti. Karena kami tidak mau berbasa-basi lagi. Sudah cukup anak kami menjadi korban atas keegoisan kami, kali ini tidak lagi. Anakku harus bahagia, meskipun tanpa suami disampingnya. Itu sudah lebih dari cukup untukku!" ujar Amma Trysta yang terlihat sudah jengah dengan sikap kelabilan Ace sebagai seorang suami.
Ace memang tidak mau kehilangan Fayra, itu bisa terlihat jelas diwajahnya saat dia mulai membuka surat tersebut. Akan tetapi, satu sisi ucapan Ace seperti tidak bisa menentukan pilihannya sendiri ketika dihadapi oleh kedilemaan cinta yang ada didalam dirinya.
Kedua orang tua Ace menatap anaknya yang saat ini sedang membaca surat itu dengan perlahan, wajah tegang dan juga detak jantung yang berdebar sangat cepat membuat perasaan mereka menjadi tidak tenang.
Perceraian? Ya, itulah isi surat dari sebuah lembaran kertas berwarna putih. Yang mana, disana sudah terdapat tanda tangan Fayra yang terukir dengan jelas.
__ADS_1
Tidak disangka-sangka, Fayra memang benar-benar memberikan surat perceraian kepada Ace. Dia tidak lagi memberikan kesempatan untuk Ace bertemu dan menjelaskan semuanya padanya untuk memperbaiki hubungannya.
"A-appa, A-amma. A-apakah ini Fayra yang mengajukannya, atau semua ini karena ulah kalian?"
Ace bercakap dengan terbata-bata menatap kedua orang tua Fayra dengan tatapan penuh kecewa. Ace berpikir bahwa semua ini berkat campur tangan kedua orang tua Fayra. Karena bagi Ace, Fayra bukanlah orang yang seperti itu.
Cinta yang ada didalam hati Fayra sangatlah besar kepada Ace, jadi tidak akan mungkin Fayra melakukan semua ini dengan sendirinya. Itulah yang ada didalam pikiran Ace saat ini.
Ace seperti tidak menyadari, kalau semua rasa sakit yang selalu dia berikan itulah yang menjadi titik lelah seorang istri yang selama ini berjuang demi dia, tetapi dia malah mengabaikannya.
Mendengar perkataan Ace membuat Mommy Rosa langsung menatap tajam kearah anaknya, dia tidak mengerti apa yang ada dipikiran anaknya saat ini. Sehingga dia malah menyalahkan semuanya kepada mertuanya sendiri.
"Cukup, Ace! Jangan pernah kamu menyalahkan siapapun atas kesalahanmu sendiri. Ingat, dia itu mertuamu, jadi hormati dia!"
"Kalau pun aku yang ada diposisi mereka, mungkin aku sudah membuat kalian berpisah sejak lama. Dan aku akan mencarikan jodoh untuk anakku yang jauh lebih baik darimu. Paham!"
Celoteh Mommy Rosa sama sekali tidak di gubris oleh Ace, dia tetap masih dengan pendiriannya jika semua ini berkaitan dengan keinginan mertuanya yang mau memisahkannya.
"Stop, Ace! Kamu sudah benar-benar keterlaluan, kalau memang kamu tidak mau berpisah dengan istrimu. Kenapa kamu selalu menyakitinya, dan membuat air matanya menetes tiada henti!"
"Apa kamu lupa, kebahagiaan seorang istri adalah tanggung jawab seorang suami. Jika kamu tidak bisa membahagiakan istrimu maka lepaskan dia, biarkan orang lain yang akan menggantikan tugasmu untuk membahagiakannya!"
Daddy Gerry menatap tajam kearah anaknya yang saat ini sedang frustasi, bahkan dia berteriak hingga menyobek kertas tersebut.
Untungnya surat itu merupakan surat foto coppy yang diberikan pada Ace, sedangkan surat aslinya berada aman di tangan pengacara milik keluarga Fayra.
__ADS_1
Surat itu akan diberikan pada Ace ketika semua suasana sudah mulai tenang, dan akan langsung diwakilkan oleh pengacara yang segera turun tangan untuk mengurus perkara tersebut.
"Kenapa? Kenapa kamu terlihat marah, kecewa dan juga kesal? Bukannya seharusnya ini adalah kebahagianmu, dengan begini kamu bisa bebas menjalani hubungan bersama wanita itu. Jadi, stop melakukan drama didepanku, karena semua itu tidak akan ada artinya!" ucap Amma Trysta, cuek.
"Kamu tidak perlu bersandiwara lagi Ace, anakku sudah cukup lelah dengan semua sikapmu. Jadi saya harap kamu akan melepaskan anakku, dan biarkan dia mencari kebahagiaannya!" sambung Appa Daniel. Hati sudah hancur, tetapi dia masih berusaha untuk mengendalikan emosi didalam dirinya.
Ace yang sudah tidak bisa mengendalikan semua emosi didalam dirinya, langsung memekik keras sambil berdiri di hadapan mereka semua. Dia berteriak mencari keberadaan Fayra di seluruh ruangan yang ada dirumah ini.
"Honey! Kamu dimana, Sayang? Aku datang Honey, keluarlah. Kita selesaikan masalah ini baik-baik, aku mohon Honey. Jangn bersembunyi dariku!"
"Aku tahu Honey, kamu itu sangat mencintaiku. Jadi tidak mungkin Fayraku melakukan hal seperti ini, kalau bukan ada yang menghasutmu!"
"Fayra yang aku kenal dia seorang wanita yang kuat, wanita yang selalu berjuang demi cintanya. Cuman sekarang mana, Honey? Dimana cinta yang kamu selalu bilang itu, dimana perjuangan yang kamu lakukan untukku. Dimana!"
Suara menggelegar yang berasal dari bibir Ace, tidak mempan untuk membuat Fayra keluar dari persembunyiannya. Bahkan tanpa disadari kedua orang tua Ace langsung mengejar Ace untuk menghentikan aksinya yang membuat kegaduhan didalam rumah mertuanya.
Sementara kedua orang tua Fayra, mereka menatap satu sama lain dengan senyuman sambil memegangi tangan satu sama lain. Dimana tetesan air mata yang terukir di wajah Amma Trysta segera dihapus oleh suaminya.
"Stop menangis, Sayang. Fayra kita adalah wanita yang kuat, aku yakin dia bisa melewati semua masalah ini tanpa rasa mengeluh sedikit pun!"
"Biarkan saja suaminya bertingkah sesuka hatinya bagaikan orang gila seperti yang kita lihat saat ini. Karena semua itu salah satu bukti penyesalan yang akan dia terima, supaya kelak kedepannya dia bisa lebih menghargai seseorang yang berharga didalam hidupnya!"
Amma Trysta tersenyum kecil serta menganggukkan kepalanya, lalu dia memeluk suaminya selagi Ace dan kedua orang tuanya masih mencari keberadaan Fayra.
Keberadaan Fayra hanya kedua orang tuanyalah yang tahu, semua ini berkat Fayra sendiri yang memintanya untuk tidak lagi bertemu suaminya yang sebentar lagi akan menjadi masa lalu baginya.
__ADS_1