Learn to Love You

Learn to Love You
Aku Khilaf, Dad!


__ADS_3

Melihat keadaan Freya yang sudah menangis memegangi pipinya, lalu berlutut di hadapan 2 pria sambil memegang salah satu kaki mereka kemudian meminta maaf secara bersamaan. Berhasil membuat Freya benar-benar kehilangan akal salah dan terlihat harga dirinya begitu rendah sebagai seorang wanita.


Sampai tiba waktunya, Ace sudah benar-benar geram atas perlakuan kekasihnya ini segera menendang untuk melepaskan kakinya. Setelah itu, Ace berjongkok lalu menatapnya Freya begitu mendalam serta salah satu tangannya mencekram kuat rahang mulutnya, sambil melontarkan kata-kata yang berhasil membuat Freya terdiam.


"Bagaimana rasanya berada di posisi ini, hem? Sakit? Terluka? Atau malu? Ingat baik-baik, jangan pernah kau kobarkan api di hadapan gua, karena itu akan sia-sia. Gua akan memadamkannya hanya dengan sekali siram!"


"Ini hanya baru permulaan, sehingga harga diri lu yang menjadi pertaruhkan. Akan tetapi, jika sampai lu kembali berulah. Maka, jangan salahkan kalau gua kalau gua akan melakukannya lebih dari ini. Karena bisa gua pastika, entah itu mental ataupun nyawa lu yang akan kembali menjadi taruhannya!"


"Apa lu ingat, hem! Kejadian beberapa menit lalu, Rektor dan dosen kesini itu semua berkat gua! Gua yang memberikan informasi kepada mereka, bahwa salah satu mahasiswinya sedang beroperasi untuk memberikan pelayanan kepada pria hidung belang. Cuman, sayangnya!"


"Gua malah mengetahui status lu yang asli, ternyata lu itu tidak jauh berbeda dengan wanita penghibur lainnya. Hanya saja, lu terlalu pandai untuk menyembunyikannya dengan menjadikan semua itu didalam satu ikatan yang akan membuat kalian tetap aman!"


"Tapi, tak masalah! Gua cuman bisa berterima kasih pada lu, karena lu telah menyadarkan gua. Jika wajah yang polos seperti ini tidak selamanya menjamin sebuah ketulusan!"


"Untuk itu gua ucapkan, selamat karena lu sudah berhasil menghancurkan hidup gua hingga gua sendiri tidak tahu harus bangkit dengan cara apa lagi. Karena apa yang gua punya semuanya sudah tiada, termasuk istri yang sangat mencintai gua!"


"Dan, hubungan kita cukup selesai sampai disini! Jangan pernah lagi kembali atau menganggu hidup gua. Kalau sampai itu terjadi, maka gua tidak segan-segan akan memberikan lu pelajaran yang tidak pernah lu bayangkan sebelumnya."


"Cihh, menjijikkan!"


Ace bangkit dari posisinya sambil menghempaskan wajah Freya hingga dia kembali terjatuh di lantai dalam keadaan tak berdaya.


Rasanya mulut Freya begitu kelu untuk mengatakan sepatah kata kepada Ace, semua itu karena dia bingung harus memilih siapa diantara mereka yang harus dia pertahankan.


Ketika Ace pergi, meninggalkan mereka berdua kini suami sirihnya pun segera bergegas ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


"Dad, Daddy mau kemana? Jangan tinggalin aku, Dad. Aku mohon, aku sayang banget sama Daddy. Please, jangan tinggalin aku hiks ...." pintanya.

__ADS_1


Freya memegang kaki suaminya dari belakang, hingga tanpa terasa tubuhnya terseret beberapa langkah layaknya seorang pengemis.


Terlihat rendah, bukan? Itulah Freya. Dia kembali menggunakan segala cara agar apa yang dia miliki akan tetap selalu berada di dalam genggamannya.


Sayangnya, suaminya itu berusaha keras melepaskan tangan Freya sampai tidak di sengaja mendorongnya cukup keras membuat Freya kembali terjatuh dengan posisi dahi membentur lantai.


Bugh!


Arrghhh, hiks ...


Teriakan Freya tidak membuat suaminya gentar, dia malah memilih untuk segera memasuki kamar mandi dalam keadaan terburu-buru. Baginya ada masalah yang lebih penting, untuk dia selesaikan sebelum terlambat Kemudian dia akan kehilangan semua yang seharusnya masih bisa di perbaiki.


"Aku harus segera menghentikan semua ini, aku tidak mau kehilangan istri dan anak-anakku yang selama ini selalu menemaniku kurang lebih 25 tahun ini. Bahkan, hanya karena istriku terlalu boros dalam menggunakan uang membuatku terjebak akan sentuhan wanita licik seperti, Freya!"


"Padahal jika mau, semua itu bisa di perbaiki kembali. Dan seharusnya semua ini tidak boleh terjadi, karena aku masih sayang dengan istri sahku!"


"Pokoknya aku akan terus mencoba kembali berjuang untuk mempertahankan semuanya, jika memang masih ada harapan rumah tanggaku agar bisa jauh lebih baik. Jikalaupun tidak ada jalan keluar, maka aku akan berpisah secara baik-baik dan fokus dengan bisnis serta cucuku yang akan hadir!"


Suami sirih Freya berbicara didalam kamar mandi sambil mulai memebersihkan tubuhnya lalu mengenakan pakaian rapi.


Ini merupakan detik-detik pwrjuangan yang harus bisa dia pertahanin dan perjuangkan kembali apa yang memang seharusnya dia pertahankan sejak lama.


Sementara Freya, dia terlihat begitu cemas akan semua kejadian yang menimpanya hari ini secara bersamaan.


Dimana dia telah di keluarkan dari kampus, lalu di putusin oleh Ace, dan sekarang nasibnya menjadi janda sudah di depan mata. Hanya tinggal menunggu waktunya saja.


"Tidak, tidak, tidak! Gua tidak mau kehilangan Daddy, apapun caranya gua harus pertahankan Daddy!"

__ADS_1


"Sudah cukup gua merasakan kehilangan, entah dari kuliah ataupun Ace! Tapi, kali ini tidak lagi. Gua akan pertahankan Daddy agar selalu berada di dalam genggaman tangan gua. Karena Daddy merupakan pria yang bisa membuat gua seperti wanita yang penuh akan kasih sayang, berbeda dengan Ace yang terkesan cuek!"


"Namun, jika ada kesempatan maka gua akan kembali mendapatkan dia dan membuatnya tidak bisa melepaskan. Hingga akhirnya gua hidup bersama dengan 2 pria sekaligus. Yang mana gua bisa bersama Daddy, pria yang gua sayangi dan gua juga bisa berada disamping Ace, pria yang gua cintai!"


"Hanya saja gua butuh butuh waktu untuk menyusu semuanya agar bisa kembali berada didalam genggaman. Daddy dan Ace, adalah pria yang tidak akan pernah gua lepaskan!"


Freya berjalan kesana-kemari sambil mengigiti kukunya sendiri, wajhnya terlihat begitu cemas ketika suaminya tak kunjung keluar dari kamar mandi.


Hampir kurang lebih 20 menit. Akhirnya suaminya pun keluar dalam keadaan sudah sangat rapi. Bahkan pintu hotel pun sudah Freya tutup beberapa menit yang lalu, karena dia malu jika ada yang tidak sengaja melihatnya.


"Dad, Daddy mau kemana? Kenapa Daddy sudah rapi? Apa Daddy mau meninggalkanku disini sendirian? Apa Daddy tega sama aku, pokoknya Daddy enggak boleh pergi!"


"Aku mohon, Dad. Ma-maafkan aku, aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku khilaf, Dad. Aku khilaf hiks ...."


Air mata buaya kembali dia lukis di wajahnya agar terkesan membuat suaminya merasa kembali kasihan padanya. Dan benar saja, saat Freya memeluknya, pria itu sempat mau membalasnya akan tetapi gagal.


Bayangan-bayangan akan kebahagiaan keluarganya yang sebentar lagi akan memiliki cucu pertama, membuat dia enggan untuk menyentuh Freya.


Begitu juga dengan ucapan Ace yang selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya yang terus memperingatinnya untuk tidak kembali terjebak di permainan Freya.


"Lepaskan tubuh menjijikan itu dari tubuhku, atau aku akan melakukan hal kasar yang nanti akan membuatmu menyesal!" ancam suaminya.


"Tidak, Dad! Aku tidak akan pernah melepaskan Daddy, please aku mohon jangan kembali kepada keluargamu, Dad. Aku mohon, aku butuh Daddy!"


"Ingat Dad, kita sudah menikah dan Daddy tidak boleh melakukan hal seperti ini padaku. Aku tidak mau, pokoknya Daddy harus sama aku, titik!"


Mendengar perkataan Freya yang hanya dianggapnya angin lewat membuat suaminya semakin geram. Kedua tangannya disampinh mulai mengepal hebat, karena kepengkhianatan Freya atas cintanya selalu terlintas di dalam benaknya.

__ADS_1


Dia sadar mungkin apa yang dia lakukan pada istri dan anaknya itu salah kesalahan terbesarnya, sehingga dia disadarkan oleh cara yang sama dengan apa yang sudah dia lakukan pada keluarganya.


Saking sudah jijiknya mendengar perkataan manis Freya, membuat suaminya tiba-tiba hilang kontrol dan tanpa sadar menyakiti tubuh mungkil milik Freya.


__ADS_2