
Tokk ... Tokk ... Tokk ...
Semua mata menatap ke arah pintu, bersamaan dengan sang dosen yang berjalan menuju pintu. Kemudian membukanya secara perlahan.
Pintu terbuka, lalu muncullah seseorang yang berhasil menyita perhatian semua mahasiswa/i yang ada di dalam kelas.
"Permisi, apakah benar ini kelas Mr. Aaron?" ucap orang tersebut, sambil tersenyum menggunakan bahasa inggris.
"Ya, benar. Ada apa?" jawab Mr. Aaron, menatapnya dengan wajah datar.
"Perkenalkan saya mahasiswi baru, pindahan dari University A. Maaf jika kehadiran saya terlambat untuk masuk kelas." ucapnya sedikit membungkuk.
"Oh jadi kamu mahasiswinya, mari silakan masuk. Jangan lupa untuk memperkenalkan diri kepada semuanya." jawab Mr. Aaron, berjalan masuk diikuti oleh mahasiswi itu sambil menebar senyumannya.
Sang dosen berdiri di depan kelas menatap semua mahasiswa/i, dan berkata. "Dimohon perhatiannya untuk semua, perkenalkan di samping saya ada seorang mahasiswi baru, pindahan dari University A. Selebihnya silakan untuk memperkenalkan diri."
Mahasiswi tersebut menatap semuanya secara bergantian, sambil sedikit membungkukkan badannya sekilas.
"Terima kasih atas waktunya. Perkenalkan saya Freya Cassandra Delamon, berusia 19 tahun. Saya asli Indonesia, tetapi sudah hampir 5 tahun ini berada di Amerika. Saja juga pindahan dari University A . Sekali lagi terima kasih, senang bertemu dengan kalian."
Semua mata tertuju menatap wajah wanita yang berparas cantik, dan juga manis. Mahasiswa tidak menyangka jika mahasiswi yang baru saja memperkenalkan diri, merupakan seorang bidadari tak bersayap menyamar menjadi manusia.
"Apakah ada pertanyaan untuk Freya, sebelum kita kembali memulai pelajaran?" tanya Mr. Aaron menatap semua mahasiswa/i.
Bagaikan sebuah kebun binatang, suara hewan-hewan mulai meraung. Dimana yang lebih dominan saat ini adalah, seekor buaya darat cap kadal. Dia memulai segala aksinya cuman demi mengambil perhatian Freya.
"Hai, Freya. Apakah kamu sudah memiliki pasangan? Kalau belum, bolehlah senggol dikit." ucap mahasiswa A, sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Freya, kamu tahu enggak. Kamu itu kaya hero yang ada di Mobil Legend loh. Meskipun jarang di pick, tapi sekalinya muncul selalu membuatku terpesona." goda mahasiswa B.
"Eh tunggu-tunggu, coba deh Freya mundur dikit aja. Soalnya cantiknya hampir kelewatan hihi ...." sambung mahasiswa C, terkekeh kecil.
"Ohya, tadi berapa umurmu? 19 tahun ya, wah sama dong. Jangan-jangan kita jodoh haha ...." sahut mahasiswa D.
"Freya, Freya. Salamin buat orang tua kamu ya, bilang sama mereka. Aku mau nyulik anaknya, nanti aku tuker sama cucu yang lucu hihi ...." ucap mahasiswa E, berhasil membuat semua tertawa.
Mahasiswa berlomba-lomba menggoda Freya, hingga membuatnya selalu tersenyum malu. Cuman ada satu mahasiswa yang tidak ikut tertarik menggodanya.
Siapa lagi jika bukan Ace, suami dari Fayra yang sama sekali enggan untuk ikut campur urusan orang lain. Bahkan dia sama sekali tidak menatap Freya.
Mr. Aaron mulai gerah, ketika kondisi kelasnya semakin ricuh. Berbagai rayuan, serta gombalan terdengar sangat menjijikan di telinganya. Sampai seketika satu kalimat terlontar dari mulut Mr. Aaron.
"Kalau kalian tidak bisa diam, lebih baik keluar dari kelas saya. Kemudian tunggu saja, nilai D akan segera masuk ke dalam sekripsi kalian!" ancam Mr. Aaron, menatap tajam ke arah semua mahasiswa/i.
Suara bariton Mr. Aaron benar-benar membungkam mulut para buaya yang terlihat begitu ketakutan. Kemudian Mr. Aaron meminta Freya untuk duduk di dekat samping sebelah kanan Ace.
Cuman, siapa sangka. Ace malah berpura-pura tidak melihatnya dan kembali fokus mendengar semua penjelasan pelajaran dari Mr. Aaron.
...*...
...*...
Di jam istirahat, Ace mencoba untuk mengabari Fayra dengan cara video call.
Namun sayangnya, mereka tidak bisa berlama-lama, lantaran Ace harus pergi ke kantin. Perut yang awalnya terasa kenyang, kini mulai terasa lapar ketika cacing-cacing di perut sudah berdemo.
Sesampainya di kantin, Ace memesan menu makan siangnya. Tak lupa dengan segelas minuman yang sangat menyegarkan tenggorokan.
__ADS_1
Disaat menu tersebut sudah ready, tanpa menunggu lama lagi. Ace segera melahapnya dengan hati-hati, sambil membalas chat dari istrinya.
Namun, siapa sangka. Seorang wanita datang lalu duduk tepat di depan Ace, sambil membawa menu makan siangnya.
Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...
"Ma-maaf, jika aku sudah mengagetkanmu. Habisnya aku bingung, semua tempat duduk sudah penuh. Jadi aku ikut gabung sama kamu, boleh kan?" ucap wanita tersebut sangat lembut.
"Terah!" jawab Ace, dingin. Lalu, dia kembali meneruskan makannya saat tenggorokannya sudah mulai membaik.
"Terima kasih. Ohiya, kita belum kenalan. Namaku Freya, kamu siapa?" tanya Freya, mengulurkan tangan kanannya.
"Ace!" jawabnya cuek, tanpa membalas uluran tangan dari Freya.
"Kayanya aku ganggu kamu ya?" tanya balik Freya, tersenyum kicut.
"Banget!" sahut Ace, sambil ngunyah tanpa menatapnya.
Freya hanya bisa tersenyum kecil, menatap Ace. Kemudian perlahan Freya mulai menikmati makanannya, sesekali mengajak Ace mengobrol.
Dirasa Ace mulai tidak nyaman sama kebisingan Freya, dia bergegas pergi begitu saja setelah membayar semua makanannya. Padahal makanan tersebut belum sepenuhnya habis di lahap oleh Ace.
Freya menoleh menatap punggung Ace yang semakin menjauh dan berkata. "Pria itu memang berbeda dari yang lain, sikapnya terlalu dingin membuat aku menjadi penasaran!"
"Astaga, Freya! Apa-apaan sih, sudahlah fokus makan aja. Pria kaya dia pasti banyak ceweknya, jadi jangan aneh-aneh nanti disakitin nangis lagi!"
__ADS_1
Freya bergumam kecil, menggelengkan kepalanya. Lalu kembali melahap makanannya sampai habis tidak tersisa.
Bel selesai istirahat pun berbunyi, sehingga semua mahasiswa/i berlomba untuk segera kembali ke kelasnya masing-masing.