Learn to Love You

Learn to Love You
Mengganti Rok


__ADS_3

Dia malah mengizinkan istrinya yang memulai semuanya lebih dulu. Karena Daddy Gerry sangat tahu, jika istrinya selalu memiliki hasrat lebih besar darinya ketika diawal.


Jadi setelah hasrat istrinya mulai melemah, maka disitulah tugas Daddy Gerry untuk kembali membangkitkan semuanya. Sehingga mereka bisa merasakan kepuasan berkali-kali, setiap habis melakukan hubungan romantis diatas ranjang.


...*...


...*...


Pagi hari, kedua orang tua Ace sudah duduk manis dimeja makan. Dimana Mommy Rosa sedang mengupaskan buah jeruk untuk suaminya.


"Mereka belum turun?" tanya Daddy Gerry, sambil mengunyah buah jeruk yang ada didalam mulutnya.


"Belum, maklum kan baru buka segel palingan juga saat ini Ace sedang dijambak oleh istrinya karena berhasil membuatnya menjadi lumpuh hihi ...." jawab Mommy Rosa cengengesan.


"Berarti hari ini, mereka libur?" tanya Daddy Gerry, kembali.


"Iy---"


"Kata siapa? Orang kami masuk sekolah, Dad." sahut Ace, entah dari mana tiba-tiba sudah datang dan duduk disamping kiri Daddy Gerry.


Ace tersenyum menatap kedua orang tuanya, bahkan posisi Ace saat ini dia sudah rapi menggunakan seragam sekolah.


Daddy Gerry dan Mommy Rosa tercenga melihat ekspresi wajah anaknya begitu bahagia, setelah selesai melakukan adegan panas diatas ranjang.


Lain halnya Daddy Gerry dulu, yang langsung dibuat kalang kabut oleh istrinya. Mommy Rosa selalu mengeluh kesakitan, serta membuatnya repot untuk selalu menggendong dan juga mengurusnya sampai pulih.


"Me-memangnya i-istrimu baik-baik aja?" tanya Mommy Rosa, tidak percaya.


"Honey, baik-baik aja Mom. Bahkan tadi Honey memandikan aku, dan sekarang Honey lagi ganti seragam. Paling bentar lagi dia turun."

__ADS_1


Ace menjawab pertanyaan Mommynya sambil menaruh roti serta mengoleskan selai coklat, kemudian memakannya secara perlahan.


Mommy Rosa saking tidak percaya sama apa yang diucapkan oleh anaknya, kembali menatap suaminya yang saat ini juga merasa bingung.


"Ger, a-apakah punya anak kita sangat kecil? Kenapa Fayra bisa merasakan tidak sakit, padahal pas kamu membuka segelku itu sakitnya luar biasa loh."


"Atau, ja-jangan jangan punya anakmu tidak.segagah punyamu? Astaga, Ger. Jika benar apa enggak sebaiknya kita bawa Ace ke rumah sakit?"


"Supaya Ace bisa langsung periksa oleh dokter, siapa tahu kan adiknya itu bermasalah. Jadi dia tidak bisa tumbuh layaknya adikmu yang seperti pisang Raja."


Mommy Rosa membisikkan perkataannya kepada suaminya, sesekali melirik ke arah Ace yang sedang menikmati menu sarapannya.


Daddy Gerry hanya bisa memanggut-manggutkan kepalanya, lantaran apa yang di katakan istrinya memang ada benarnya.


Jika memang milik Daddy Gerry saja bisa terlihat begitu gagah, tidak mungkin milik keturunannya seperti Ace bisa sampai tidak terasa ketika membuka segel istrinya.


Tak lama mereka sudah selesai berbisik-bisik. Kemudian Daddy Gerry kembali memakan rotinya, lalu dia meminta Mommy Rosa untuk menuangkan air putih digelas suaminya.


"Selamat pagi, Mom, Dad. Maaf ya Fayra telat, tadi Fayra harus ganti baju dulu, karena barang-barang kan masih ada di kamar Fayra." ucap Fayra, wajahnya berseri-seri.


"Tenang, Honey. Nanti Mommy akan menyuruh Bibi buat menata semua milikmu dikamarku, lagian kamarku kan luasnya 2 kali lipat dari kamarmu. Jadi tidak perlu khawatir." ucap Ace, menoleh kearah istrinya yang ada di samping.


"Woke, siap Bunny." jawab Fayra sambil mengambil 1 helai roti dan mengoleskannya dengan selai strawberry.


Akan tetapi, disaat Fayra sedang mengolesi rotinya. Tak sengaja matanya melihat kearah kedua mertuanya yang terdiam membeku bagaikan patung.


Dimana posisi kedua tangan Daddy memegang roti dalam keadaan mulut terbuka lebar, mata membola dan juga tubuh menegang.


Berbeda sama Mommy Rosa yang menuangkan air ke gelas dalam keadaan sudah banjir kemana-mana, sehingga tanpa sadari air tersebut membasahi pakaian suaminya.

__ADS_1


Belum lagi wajah Mommy Rosa terlihat begitu terkejut, ketika menantunya jalan dalam kondisi baik-baik saja, tanpa mengeluh kesakitan. Tidak seperti seekor pinguin, yang jalannya tertatih-tatih.


"Bunny, Mo-mommy sama Daddy kenapa?" ucap Fayra, bingung.


Saking penasarannya Ace yang awalnya menatap istrinya, berbalik menatap lurus kearah kedua orang tuanya. Dimana Ace begitu terkejut, sampai dia berteriak hingga membuat keduanya langsung tersadar.


"Astaga, Mommy!" teriak Ace.


"Eh, i-iya ke-kenapa, ke-kenapa?" ucap Mommy Rosa terbata-bata, gugup sambil berkedip.


"Itu lihat, pakaian Daddy!" titah Ace, matanya beralih menatap Daddynya.


"Astaga, Sayang. Ma-maafkan aku!" sahut Mommy Rosa, segera meletakan teko kaca ke atas meja.


Terlihat jelas bahwa Mommy Rosa sangat kebingungan, disaat penampilan suaminya yang sudah rapi harus kembali mengulang semuanya dari awal.


"Sayang ...." rengek Daddy Gerry, wajahnya begitu melas menatap istrinya.


"Hehe, ma-maaf Sayang. Aku tidak sengaja." Mommy Rosa meraup wajah Daddy Gerry, dan mengecup bibirnya sekilas.


"Yak, dasar orang tua enggak ada sopan santun!" pekik Ace, terkejut.


"Kenapa? Iri? Bilang, Bos!" sahut Mommy Rosa, spontan.


"Ayo, Sayang. Mending kita ganti baju dulu ya sebelum terlambat." sambung Mommy Rosa, berusaha membujuk suaminya.


"Lagian Mommy sama Daddy pada ngelamunin apa sih? Kenapa disaat istriku datang, wajah kalian langsung berubah seperti itu. Memangnya ada yang salah dengan istriku?"


Ace menatap kedua orang tuanya dengan tatapan heran dan juga bingung, cuman kedua orang tuanya hanya membalasnya dengan gelengan kepala secara cepat sambil menyengir kuda.

__ADS_1


"E-enggak kok, ya-ya sudah kalian habiskan sarapannya. Terus berangkat, udah jam berapa itu nanti terlambat. Mommy mau nyiapin baju Daddy dulu."


Mommy Rosa menarik suaminya yang saat ini wajahnya sudah begitu bete, penampilan yang menurutnya sudah benar-benar maksimal. Harus kembali berantakan, hanya karena kecerobohan istrinya.


__ADS_2