Learn to Love You

Learn to Love You
Terbongkarnya Rahasia Ranjang


__ADS_3

Perkataan Fayra mampu membungkam semua yang ada disana, hingga tidak bisa berkutik. Ace yang mendengar ucapan Fayra hanya bisa tersenyum menggenggam tangan istrinya.


Betapa bahagianya Ace, saat mengetahui bahwa istrinya telah membela pernikahannya yang memang sebenarnya tidak terjadi diusia dini.


"Hai Ibu-Ibu PKK, kalau ngomong jangan asal jeplak aja. Kami bukan seperti yang ada dibayangan kalian! Kami sudah resmi berstatus suami-istri, jadi wajar jika kami berhubungan. Memangnya kenapa? Apa masalahnya sama kalian?"


"Lebih baik urusin saja anak-anak kalian, siapa tahu anak kalian yang harusnya butuh perhatian orang tua. Jadi enggak usah ngomogin anak orang, jika anak sendiri tidak diurus!"


"Kami menikah muda bukan berarti kami sudah melakukannya, tetapi kami menikah karena persetujuan orang tua. Sampai sini kalian paham?"


"Jika tidak, maka belajarlah menjadi orang tua yang baik. Buatlah anak kalian menikah lebih dulu dari pada melakukannya!"


"Kami ambil semua ini, Mbak. Berapa harganya? Kalau perlu kami borong semua sutranya yang ada disini dan kasihkan pada Ibu-ibu itu."


"Siapa tahu mereka membutuhkan buat anaknya, supaya bisa digunakan dengan baik. Agar kelak, anaknya tidak akan mencoreng nama keluarga ketika melakukannya tanpa status yang jelas!"


Fayra berkata dengan wajah yang sangat dingin, lalu dia menatap semua Ibu-ibu yang saat ini terdiam membeku. Mbak kasir pun merasa tersentil, ketika anak seusia Fayra bisa melawan Ibu-ibu hanya menggunakan ucapan.


Mbak kasir segera menghitung semua sutra yang ada, kemudian dimasukan ke dalam kantung plastik. Setelah itu Ace membayar semuanya penuh senyuman.


Ace langsung memeluk pinggang istrinya, mereka pun berjalan menuju pintu keluar. Dimana Fayra kembali berbalik, lalu berjalan mendekati Ibu-ibu tersebut yang saat ini menatapnya penuh kebingungan.


"Ini buat kalian, anggap aja oleh-oleh dari anak yang sudah kalian rendahkan! Tetapi, sayangnya. Kalian malah salah sasaran. Kasihan!"


Fayra membagikan pengaman tersebut satu persatu, dan pergi dalam keadaan tertawa bersama suaminya ketika mendengar teriakan kesal para Ibu-ibu yang merasa diremehkan oleh anak dibawah umur.


Mbak kasir hanya bisa menahan tawanya saat melihat beberapa Ibu-ibu begitu kesal sampai membuang alat pengaman tersebut.


Fayra dan Ace masuk mobil dalam keadaan tertawa begitu puas. Terlihat sekali raut wajah mereka begitu senang, lantaran Fayra bisa membalas ucapan layaknya tamparan keras bagi Ibu-ibu tersebut.

__ADS_1


"Astaga, Honey. Kamu itu nekat banget loh bilang begitu sama mereka, untung aja mereka tidak ngamuk. Coba kalau ngamuk, bisa-bisa tadi ada adegan jenggut menggenggut haha ...." ucap Ace sambil tertawa.


"Haha, aku juga tidak tahu Bunny. Habisnya aku kesel, jadi refleks aja berbicara seperti itu. Toh, aku juga enggak ngerti kenapa bisa ngomong kaya gitu." jawab Fayra cengengesan.


Ace yang begitu gemas sama tingkah istrinya, cuman bisa mengacak-acak rambutnya sangat gemas. Sedangkan Fayra tidak terima ketika Ace berhasil membuat rambutnya menjadi kusut.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di depan perkarangan rumah. Fayra dan Ace turun bersamaan, lalu berjalan sambil menunjukkan wajah penuh kemenangan.


Mereka tersenyum, bukan berarti mereka merasa senang mau membuka segel. Melainkan mereka tersenyum akibat teringat kejadian tadi.


Disaat mereka masih tertawa, tiba-tiba terhenti ketika melihat Mommy Rosa dan Daddy Gerry sedang duduk santai, sambil menikmati camilan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Ace dan Fayra duduk menatap mereka dengan kesal, dimana Ace langsung nyeletuk penuh aura dingin. "Apa maksud Daddy dan Mommy, mengatakan bahwa pengaman itu dijual di pasar atau matrial!"


"Apa kalian tahu, akibat ulah kalian kami sampai ditertawakan. Bahkan kami juga hampir direndahkan sama Ibu-ibu yang menyangka bahwa kami telah melakukan semuanya tanpa status yang jelas!" ucap Ace.


"Salah kalian sendiri, orang belum selesai berbicara main kabur-kabur saja. Ya, itulah akibatnya!" sahut Daddy Gerry, cuek.


"Tahu tuh, Kak Ace. Mentang-mentang mau buka


segel main kabur aja, lagian Fayra juga se----"


"Namanya juga orang kebelet gimana sih! Untung aja ucapan Honey tadi, bisa membuat Ibu-ibu tak berkutik. Coba kalau enggak, mungkin kami sudah menjadi bahan bullyan Ibu-ibu tak bertanggung jawab!" celetuk Ace, kesal.


"Memangnya ada apa?" tanya Daddy Gerry, penasaran.


Ace dan Fayra langsung menceritakan kejadian dari awal hingga akhirnya setelah mendapatkan pengaman tersebut.


Mommy Rosa dan Daddy Gerry, hanya bisa tertawa mendengar kisah mereka yang menurutnya sangat lucu.

__ADS_1


Akan tetapi, mereka juga kagum oleh keberanian Fayra yang bisa membela pernikahan mereka begitu bangga. Hingga akhirnya berhasil membungkam mulut-mulut yang tidak bertanggung jawab.


Kemudian Fayra memberikan kantung plastik tersebut kepada Mommy Rosa untuk dicek, apakah benar yang dibeli atau salah. Apa lagi mereka belum paham cara menggunakannya atau pun mengetahui cara kerjanya.


"Waw? I-ini banyak sekali, a-apakah kalian kuat melakukannya beronde-ronde dimalam pertama?" gumam Mommy Rosa terkejut, saat melihat ada banyak pengaman yang mereka beli.


"Lihatlah, Sayang. Anakmu ini benar-benar sudah tidak waras! Sepertinya dia mau menyiksa istrinya." sambung Mommy Rosa.


Daddy Gerry yang melihatnya hanya bisa menepuk dahinya sendiri dan menatap anak serta menantunya, yang saat ini hanya terdiam dalam tatapan polos.


"Menyiksa gimana sih, Mom? Bukannya rasanya enak, dan nikmat. Belum lagi semua itu, bisa membuat ketagihan, bukan?" jawab Ace, spontan.


"Kamu tahu dari mana kata-kata itu? Atau jangan-jangan kamu pernah melakukannya, iya?" tegas, Daddy Gerry menatap tajam kearah anaknya.


"Ti-tidak! Ace bisa berkata seperti itu karena dulu saat Ace berusia 15 tahun, Ace tidak sengaja melihat Mommy berada diatas Daddy sambil goyang-goyang gitu. Terus kalian bilang begini,"


"Argh, e-enak Sayang. Faster dong, ini rasanya nikmat sekali. Aku pasti akan ketagihan dengan goyangan mautmu ini. Ayo cepat Sayang, aku sudah tidak tahan mau keluar. Gitu!"


Ace berkata sangat polos, hingga kedua orang tuanya melototkan matanya. Mereka menatap satu sama lain dengan wajah memerah, dimana rahasia kamarnya sudah diketahui oleh Ace sejak lama.


"Be-berapa kali kamu melihat kami melakukan itu?" tanya Daddy Gerry, syok.


"Entahlah, kayanya sih 3 atau 5 kali. Bahkan belum lama ini sebelum Ace menikah, Ace malah mendengar suara yang sangat berisik. Otomatis Ace curiga dong, takut ada apa-apa sama kalian, ya sudah Ace langsung buka aja pintu kamar kalian yang tidak dikunci." jawab Ace, cuek.


"La-lalu a-apa ya-yang ka-kamu lihat?" tanya Mommy Rosa terbata-bata. Dia terlihat begitu gugup, ternyata kesalahan kecil bisa menjadi fatal bagi mereka.


"Ya, Ace cuman lihat Daddy lagi nindihin Mommy dengan selimut diatas tubuh kalian. Ace kira kalian sedang berolah raga, pas Ace cari tahu di google tahunya kalian sedang melakukan berhubungan badan." ucap Ace, sangat polos.


Kedua mata mereka membola besar, tidak percaya jika anaknya sudah mengetahui semuanya yang seharusnya belum mereka ketahui diusia yang masih muda.

__ADS_1


Namun, siapa sangka. Ternyata Fayra juga mengatakan hal yang sama tentang ketidak sengajaannya mengintip kedua orang tuanya sendiri yang sedang melakukan kemesraan diatas ranjang.


__ADS_2