
Mendengar perkataan Freya yang hanya dianggapnya angin lewat membuat suaminya semakin geram. Kedua tangannya disampinh mulai mengepal hebat, karena kepengkhianatan Freya atas cintanya selalu terlintas di dalam benaknya.
Dia sadar mungkin apa yang dia lakukan pada istri dan anaknya itu salah kesalahan terbesarnya, sehingga dia disadarkan oleh cara yang sama dengan apa yang sudah dia lakukan pada keluarganya.
Saking sudah jijiknya mendengar perkataan manis Freya, membuat suaminya tiba-tiba hilang kontrol dan tanpa sadar menyakiti tubuh mungkil milik Freya.
Bugh!
"Arrghh, hiks ... Da-daddy jahat! Selama ini Daddy tidak pernah kasar sama aku, tapi kenapa sekarang Daddy berubah? Kenapa!" pekik Freya.
Tubuh mungil itu terhempas menabrak tepi ranjang dengan cukup keras, membuat punggung Freya terasa begitu menyakitkan. Dia tergeletak lemas saat merasakan tubuhnya campur aduk, di tambah kepalanya terasa pusing, akibat luka di dahinya.
"Apa kamu bilang, hahh! Aku berubah? Aku kasar? Aku jahat? Hahah! Ngaca, Freya, ngaca! Bagaimana dengan dirimu, hahh!"
"Apa kamu tidak lebih kejam dariku? Apa kamu tidak lebih kasar padaku? Hanya saja bedanya, aku cuman menggunakan fisik, sedangkan kamu menggunakan hatiku untuk menyakitiku!"
Suaminya pun berjalan mendekati Freya lalu berjongkok tepat di hadapan Freya, kemudian menatapnya begitu tajam.
Freya sedikit bergidik ngeri ketika tangan suaminya membelai lembut kepalanya, rasa takut dan sedikit gugup membuat suaminya hanya bisa tersenyum menatap istrinya.
Dan ...
Arghhh!
"Hiks, sa-sakit Dad. Sa-sakit hiks ... Le-lepaskan rambutku, Dad. Lepaskan aku mohon, i-ini sangat sakit!" pintanya.
Tangan Freya mencoba untuk melepaskan tangan suaminya yang sudah menjambaknya. Tidak tanggung-tanggung, suaminya itu membuat Freya mendongak keatas meliriknya dengan air mata yang menetes di sudut matanya.
"Kenapa? Sakit? Perih? Enggak tahan? Ini belum seberapa! Hatiku jauh lebih sakit dari apa yang kau rasakan sekarang, mungkin ini hanya sebagian rasa sakit yang aku rasakan. Jika sakit fisik kau bisa mengobatinya, tapi sakit hati tidak akan pernah bisa kau obati sampai kapanpun ketika hatimu belum rela melepas semuanya!"
"Ingat baik-baik, penyesalan yang aku rasakan sekarang akan membawamu ke dalam kehidupan yang teramat menyakitkan, karena karma tidak pernah tidur!"
"Wahai wanita cantik, persiapkan dirimu untuk menerima semua timbal balik atas perbuatan yang sudah kamu lakukan!"
__ADS_1
"Banyak hati yang telah kamu patahkan, maka banyak pula kepedihan yang akan kamu terima! Tunggu saja waktunya, kamu akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang pernah kamu sakiti!"
"Untuk itu, aku sebagai suamimu menalakmu secara sadar tanpa emosi. Dan mulai detik ini juga, kamu bukan lagi istriku!"
Degh!
Jantung Freya berhenti untuk sekian kalianya, lalu kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Rasanya kata-kata yang di lontarkan oleh suaminya itu begitu menusuk hati kecilnya.
Ya memang Freya tidak terlalu mencintai suaminya, akan tetapi semua kebaikan suaminya itu membuatnya sangat berat untuk melepaskannya.
"Da-daddy, aku mohon tarik ucapanmu itu. Aku tidak mau kita bercerai, apapun alasanya aku mau bersama Daddy untuk selamanya. Titik! Aku mohon Dad, tarik semuanya, please hiks ...." pintanya.
Freya terus berusaha untuk mengambil hati suaminya agar mau kembali menarik kata-katanya yang tidak pernah dia inginkan.
Namun, sayang. Suaminya malah tersenyum menggelengkan kepalanya ketika melihat wajah polos istrinya kali ini benar-benar penuh dengan berbagai macan drama.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menarik kata-kata yang sudah aku ucapkan hari ini! Karena ini memang sudah sepantasnya kamu terima, sama seperti apa yang mereka rasakan saat kehilangan orang yang dicintainya, hanya demi memilih wanita busuk sepertimu!"
"Dan, aku peringatin jangan pernah kamu sekali-kalinya mendekat atau kembali muncul di hadapanku, karena aku bisa melenyapkanmu kapanpun aku mau akibat dendam yang sudah kau ukir di dalam hati inu!"
"Apa lagi jika saya tahu, kamu berani mengusik atau menganggu keluargaku. Maka, aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dan mati secara tenang. Sampai sini paham!"
"Ckk, dasar wanita Iblis!"
Pria paruh baya itu melepaskan genggaman tangannya dari rambut cantik milik Freya, hingga lagi-lagi kepala Freya menghantam meja kecil yang berada di samping ranjangnya.
Kemudian pria itu kembali berdiri dan berbalik meninggalkan Freya, akan tetapi saat dia melangkahkan kakinya tiba-tiba kaki kanannya di peluk erat oleh Freya.
Seakan-akan apa yang Freya ucapkan beberapa jam lalu, kalau dia akan membuat mereka bertekuk lutut ternyata malah kebalik.
Saat ini malah Freyalah yang bertekuk lutut demi mempertahankan pria yang selama ini selalu ada untuknya, pria yang sangat baik dan bisa memberikan apa yang tidak pernah dia dapatkan dari orang tuanya.
Keadaan seperti ini terlihat bagaikan seorang anak yang takut akan kehilangan orang tuanya, disaat orang tuanya ingin pergi jauh dan tidak akan pernah kembali untuk pulang.
__ADS_1
Pria paruh baya itu yang sudah muak mendengar tangisan buaya itu, membuatnya beberapa kali terus mencoba untuk menendang-nendang ke arah depan agar Freya mau melepaskannya.
Tak butuh waktu lama, tubuh Freya lagi dan lagi tercampakkan dalam kondisi sudah sangat menyedihkan.
Mantan suaminya itu sama sekali tidak menghiraukan teriakan, tangisan ataupun rengekan Freya. Bahkan dia pun tidak berani menatap wajah Freya agar tidak lagi terjebak untuk mengasihani nasibnya yang sangat malang ini.
Dia pun pergi meninggalkan Freya hanya dengan membawa semua aset berharganya, kedalam tas kecil yang sering dia bawa kemana-mana. Tanpa memikirkan harta bendanya yang lain, karena semua itu bisa dia beli kembali.
Dari pada dia harus berlama-lama bersama orang yang berhasil mematahkan hatinya, hingga membuatnya memiliki dendam atas semua kepengkhianatan ini.
"Jadi seperti ini rasanya di khianati oleh pasangan? Pantas saja semua anak-anakku lebih memilih untuk meninggalkanku, dan ikut bersama Mamahnya. Meskipun mereka tahu kalau Mamahnya juga salah, karena diam-diam melakukan perjudian online bersama sahabatnya hingga membuat Perusahaanku hampir saja bangkrut."
"Aku tidak menyangka, jika kepengkhianatan ini rasanya jauh lebih menyakitkan dari pada di bohongi ketika istriku mengambil uangku secara diam-diam. Cuman, sekarang tidak lagi!"
"Aku harus berusaha untuk menyelamatkan rumah tanggaku dan menyelesaikan semua ini. Karena aku tahu, kalau dia psti masih sangat mencintaiku dan akan memaafkanku disaat aku telah menyadari semuanya!"
"Ya, aku harus semangat untuk kembali menjemput semua yang sudah aku lepaskan begitu saja. Aku harus bisa menghadapi semuanya, walaupun nanti anak-anakku akan menghinaku, tetapi aku yakin. Jika aku tulus kembali pada mereka, sedikit demi sedikit hati mereka akan luluh!"
Pria paruh baya itu bergumam di dalam hatinya sambil berjalan meninggalkan hotel dalam keadaan emosi, penuh penyesalan. Kejadian yang tidak terduga hari ini, berhasil membuat mata dan telinganya terbuka lebar jika apa yang dia lakukan ini adalah kesalahan yang fatal.
Jadi, mau tidak mau, siap tidak siap. Dia harus berusaha keras untuk mengembalikan keadaan seeprti semua dan kembali memulainya dari titik nol untuk bisa memperbaiki rumah tangga mereka agar bisa lebih bahagia lagi.
Sementara Freya, dia mengamuk sejadi-jadinya ketika apa yang dia miliki selama ini langsung diambil sekaligus oleh takdir dengan sekejap mata.
Kamar Hotel yang tadinya terlihat rapi, sekarang sudah seperti kapal pecah akibat amukan Freya yang di penuhi oleh amarah begitu mendalam.
"Tita, Ace dan Daddy!"
"3 nama yang harus gua tandai, dan gua akan buat mereka menderita seumur hidup mereka lebih dari apa yang mereka lakukan pada hidup gua sekarang!"
"Kita tunggu saja waktu itu tiba, gua akan balas semua rasa sakit ini agar mereka paham kalau gua bukan wanita sembarangan, haha!"
Freya tertawa selebar-lebarnya menatap lurus ke arah depan dengan tatapan menyorot tajam serta di hiasi oleh senyuman miring. Pertanda peperangan akan segera di mulai!
__ADS_1