
Fayra merasakan ketegangan yang luar biasa. Apakah dia bisa menjelaskan kepada kedua orang tuanya, tanpa mengeluarkan air mata seperti dia yang sedang memorgoki suaminya berselingkuh. Ataukah dia akan meminta kepada orang tuanya untuk kembali menasihati suaminya?
...*...
...*...
...Di rumah kediaman keluarga Fayra...
Hampir 1 hari Fayra melakukan perjalanan, sehingga dia pergi terlebih dahulu ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah. Disaat hatinya sudah mulai tenang barulah dia akan pulang ke rumah, dengan segala kekuatan yang saat ini sudah berada didalam tubuhnya.
"Huhh, it's okay Fayra, aku yakin kamu kuat kok! Jangan tunjukan betapa hancurnya hidupmu didepan mereka agar mereka tidak akan mengkhawatirkan keadaanmu."
"Ingat, Raa. Kedua orang tuamu itu sangat menginginkan sebuah kebahagiaan atas hidupmu. Jadi jangan buat mereka setres, ketika kejadian itu berhasil menghancurkan semua impianmu!"
Fayra tersenyum menatap gerbang rumahnya yang selama ini sudah dia rindukan. Hampir 2 tahun ini Fayra jarang sekali mengunjungi serta menginjakkan kakinya ke rumah. Yang mana rumah itu banyak sekali memiliki kenangan masa kecil Fyara yang bahagia.
Perlahan Fayra menurunkan kakinya setelah dia sudah membayar semua ongkos taksinya, lalu dia keluar bersamaan dengan sang supir yang menurunkan koper kecilnya.
Disini Fayra pulang tanpa memberi kabar apapun kepada kedua pihak, karena menurutnya dia mau menceritakan semuanya langsung agar tidak membuat kesalah pahaman diantara kedua keluarga.
Langkah kaki yang kecil Fayra pijakkan mendekati pagar rumahnya, disana Fayra disambut dengan penjaga rumah serta supir yang sedang nongkorong diperkarangan rumah.
__ADS_1
Mereka merasa senang ketika Tuan putri yang selama ini membuat mereka selalu tertawa telah kembali, meskipun mereka tidak tahu apa yang membawa Fayra bisa ke rumahnya tanpa suaminya.
"Astaga, Non Fayra? Yaampun, Non. Sudah lama kita tidak bertemu ya, rasanya Bapak sudah sangat kangen ingin mengantarkan Non Fayra sekolah lagi." ucap seorang supir dengan sedikit terkejut.
"Hehe, iya Pak. Terima kasih, Bapak semua sehat kan? Terus Appa sama Amma apa ada didalam?" tanya Fayra berusaha tersenyum.
"Sehat, Non. Non juga gimana kabarnya sehat kan, apa sudah berisi nih hihi. Ohya, Tuan sama Nyonya ada didalam Non, mereka baru saja pulang 1 jam yang lalu." ucap supir tersebut.
"Seperti yang Bapak lihat, Fayra akan selalu sehat dong hehe. Ya sudah, Pak. Fayra masuk dulu ya, sudah kangen nih sama Appa sama Amma. Rasanya ingin sekali Fayra memeluknya dan berkata, Appa Amma apakah sudah memberikan adik baru untuk Fayra haha ...."
Fayra tertawa kecil membuat semuanya pun ikut tertawa, beginilah Fayra dia akan terus berusaha membuat semuanya terlihat senang, walau hatinya terluka.
Kemudian Fayra memasuki rumahnya, dimana pembantu kesayangannya yang membukakan pintu utama. Fayra reflek memeluk sosok Bibi yang sudah dianggapnya sebagai Neneknya sendiri.
Terdengar suara tawa bahagia yang terukir diwajah mereka ketika Fayra berada tepat dibelakang mereka. Rasanya begitu adem dan juga sejuk ketika melihat kedua orang tuanya hidup dengan rasa bahagia.
"Permisi Tuan, Nyonya. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian." ujar Bibi yang saat ini berada disamping mereka dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Siapa, Bi? Perasaan hari ini tidak tamu yangbmau datang ke sini." ucap Amma Trysta, menoleh kearah sang Bibi.
Sementara Appa Daniel dia hanya menyimak obrolan mereka, dimana kedua orang tua Fayra terkejut saat seseorang merangkul mereka bersamaan. "Good night kesayangan Tuan putri, apakah kalian merindukanku, hem?"
Wajah terkejut dan juga melongo tak percaya kini melanda kedua orang tua Fayra. Secepat mungkin mereka menoleh saling berhadapan dan melihat wajah ceria anaknya, yang saat ini sedang tersenyum sambil memainkan alisnya seraya sedang menggoda kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Astaga anak nakal, ishhh. Suka banget ya bikin orang tuanya terkejut, silakan rasakan hukumanmu hem." ucap Amma Trysta yang reflek mencubit hidung Fayra begitu gemas, saking gemasnya membuat Fayra susah bernapas.
"Sayang, sudahlah kasihan anak kita nanti dia tidak bisa bernapas loh." sahut Appa Daniel tersenyum sambil menyingkirkan tangan istrinya dari hidung Fayra.
"Hahh, hahh, hahh. Yakk, dasar Amma menyebalkan. Bagaimana jika tadi napas Fayra berhenti, bisa-bisa Fayra langsung ke surga tanpa merasakan penuaan seperti kalian!" pekik Fayra, kesal.
"Yakk, dasar anak tidak tahu diri. Kami ini tidak tua ya, karena kami akan selalu awet muda. Paham!" sahut Amma Trysta tidak terima.
"Aishh, kalian ini ya. Baru juga ketemu sudah berantem lagi, bagian jauh saling merindukan. Dasar wanita aneh!" ucap Appa Daniel sambil menggelengkan kepalanya.
Fayra dan Amma Trysta yang mendengar perkataan Appa Daniel berhasil membuat mereka kesal, tanpa basa-basi hanya berkodekan lirikan mata, Fayra dan Amma Trysta langsung paham.
Mereka segera menyerang Appa Daniel dengan cara menggelitikinya, hingga terdengar suara tawa yang menggelegar mengisi kekosongan rumah ini sampai membuat sang Bibi yang melihatnya pun merasa sangat bahagia.
Semenjak Fayra menikah maka kedua orang tuanya terlihat berbeda dan tidak bisa tertawa selepas ini, sang Bibi yang tidak mau mengganggu kebahagian mereka segera meninggalakan ruang keluarga.
Hampir beberapa menit mereka bercanda ria, dan kini saatnya suasana menegangkan pun terjadi saat satu pertanyaan terlontar dari Appa Daniel yang membuat Fayra terdiam.
"Gimana Sayang, apakah suamimu menyukai surprise yang kamu berikan?" tanya Appa Daniel sambil memeluk Fayra sambil mencium kepalanya.
"Sayang, kamu ini nanya apa sih. Mana mungkin Ace tidak bahagia, orang yang datang saja istri tercinta kok." sambung Amma Trysta sambil melihat wajah anaknya.
Fayra seketika melepaskan pelukan Appanya yang terasa begitu nyaman didalam dekapannya. Perlahan dia menatap wajah kedua orang tuanya dengan perasaan tidak karuan. Rasanya mulutnya begitu kaku ketika dia mau mengatakan sesuatu kepada mereka.
__ADS_1
Sampai akhirnya satu kalimat berhasil terlontar dari mulut Fayra yang berhasil membuat wajah bahagia mereka berubah menjadi begitu terkejut.