Learn to Love You

Learn to Love You
Ozzie Lucian Theophilus


__ADS_3

Freya yang mendengar perkataan pria itu malah semakin membuatnya kesal dan juga emosi, padahal emosi terhadap Ace saja belum mereda. Dan sekarang malah ditambahin oleh pria yang tidak dia kenal sama sekali.


"Kaauu!" geram Freya melototkan matanya, wajahnya kian memerah, detak jantungnya mulai tidak beraturan dan juga kedua tangannya mengepal cukup kuat.


Pria tersebut bergidik ngeri, seluruh tubuhnya mulai merinding ketika melihat ekpresi seorang monster cantik.


Tanpa maumengambil resiko, pria itu langsung memundurkan langkahnya lalu berbalik dan berlari sejauh mungkin. Melihat pria itu berlari, Freya tidak tinggal diam. Dia pun segera mengejarnya tanpa mau melepaskannya.


Entah punya dendam apa dengannya, sehingga rasanya Freya ingin sekali menjambak rambutnya yang tersusun begitu rapi.


Mungkin akibat kekesalannya pada Ace, membuat Freya menemukan lawan berantemnya dan melimpahkan semuanya kepada pria tak bersalah.


"Hei, tunggu! Jangan kabur kamu!" teriak Freya, mempercepat langkah kakinya.


"Nj*ir, ngapain itu cewek pakai segala ngejar-ngejar sih! Bisa-bisa malah makin panjang urusannya, lagian punya mulut kok lemes banget. Udah kaya mulut tetangga yang ngalahin CCTV aja!" gumam batin pria itu, sambil bebrapa kali menoleh kearah belakang dan kembali fokus pada pandangan didepannya.


"Maafkan aku, Kak. Aku janji akan melakukan apapun asalkan Kakak tidak akan menghantuiku seperti ini!" teriak pria itu, sambil berlari melewati beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.


"Baiklah aku tidak akan mengejarmu asalkan dengan satu syarat!" teriak Freya, napasnya mulai tersenggal-senggal.


Pria itu menghentikan langkah kakinya secara mendadak, hingga Freya pun tidak bisa mengendalikan langkahnya karena pria itu mengerem teoat didepannya dan membuat rem blong. Sampai akhirnya, mereka terjatuh bersamaan.


Bugh!


Tubuh kekar pria itu menempel kelantai dalam keadaan tengkurep, sedangkan Freya berada diatasnya dengan posisi yang sama.


"Arrghh ... Tu-tubuhmu berat sekali!" gumam lirih pria tak berdaya saat merasakan tubuhnya tertiban buldoser.


"Hahh? Se-seriuskah tubuhku berat? Perasaan aku kurus deh, terus juga aku selalu melakukan diet biar badanku ini selalu terlihat bagus. Cuman kenapa berat idealku masih dibilang berlebihan?" ucap Freya, bingung memikirkan berat badannya.


"Huhh, yayaya. Baiklah Nona cantik, bisakah kau menyingkir dari tubuhku? Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya begitu sesak!"


Perkataan pria itu berhasil menyadarkan Freya, lalu dia bangkit dari tubuhnya dan berdiri sambil membenarkan pakaian, serta rambutnya yang sedikit berantakan.


Sementara pria itu langsung bernapas lega ketika buldoser diatasnya sudah menghilang.


"Huhh, akhirnya tubuhku selamat. Itu cewek makananya apaan sih, badan sekurus itu kenapa berat banget. Apa dia kebanyakan dosa? Bisa juga sih, soalnya kelihatan dari mukanya." gumam batin pria itu, sambil bangkit perlahan mulai berdiri sambil merenggangkan tubuhnya.

__ADS_1


"Memangnya seberat itukah tubuhku, sampai-sampai kamu seperti merasa kesakitan?" ucap Freya, lirih.


"Mungkin, bahkan lebih berat dari buldoser." gumam kecil pria tersebut seraya berbisik dengan dirinya sendiri.


"Hahh? Kamu ngomong apaan tadi, aku tidak dengar. Soalnya suaramu kecil banget, kalah sama suara musik yang ada disini." jawab Freya, penasara.


"Ehh, e-enggak. Bu-bukan apa-apa kok, ohya. Perkenalkan aku Ozzie." sahut Ozzie sambil menjulurkan tangannya menatap Freya.


"Aku Fre----"


"Kita pulang sekarang!"


"Yakk, lepaskan aku!"


Baru saja Freya mau menjabat tangan Ozzie, tiba-tiba dari arah belakang seseorang langsung mengambil alih tangan Freya dan menariknya kearah belakang meninggalkan Ozzie.


"Siapa pria itu? Apa itu kekasihnya? Tapi, jika benar. Kenapa sikapnya kasar banget?" gumam hati Ozzie, menatap bingung.


"Astaga, Ace! Kamu ngapain masih ada di sini, hahh! Bukannya kamu udah pulang?"


"Aishh, lepaskan tanganku! Aku enggak mau pulang sama kamu! Jadi kamu pulang aja sana sendiri, dan jangan maksa aku lagi!"


Ace berjalalan dalam kondisi wajah terlihat sangat datar menatap kearah depan, dimana Ace seperti terlihat begitu marah kepada Freya.


"Ace, lepaskan aku. Atau aku akan teriak!" pekik Freya saat merasakan tangannya semakin perih.


Bugh!


Ace menangkis keras tangan Freya hingga membuatnya terjatuh kelantai dalam keadaan duduk menghadap kearahnya.


"Aawsshh ...." ringis Freya, saat bokongnya terbentur cukup keras.


"Ma-maaf, a-aku tidak sengaja."


Ace terkejut dan langsung menolong Freya dalam keadaan penuh khawatir. Ditambah dia merasa sangat bersalah karena sudah lepas kontrol pada seorang wanita.


Ace melihat keadaan Freya saat ini, mampu membuat hatinya sedikit sesak. Apa lagi, kedua mata Freya mulai berkaca-kaca menahan sesuatu yang ingin keluar.

__ADS_1


"Hei! Jangan sakiti wanita itu, atau kau---"


Baru mau menyentuh Freya, tiba-tiba Ace kembali berdiri dan menoleh kearah belakang dan ternyata tanpa mereka sadari pria itu telah mengikutinya


"Atau apa? Katakan dengan jelas!"


Ozzie terdiam mematung sambil menelan air liurnya secara kasar. Suara Ace benar-benar terdengar sangat menyeramkan, sehingga beberapa orang langsung mengerubungi mereka.


"Gua peringatin sama lu ya, jangan pernah sekali-kali lu ganggu dia atau lu akan berurusan dengan gua, paham!" tegas Ace, menatap tajam kearahnya sambil mencekram kuat kerah baju milik Ozzie.


"Cukup Ace, cukup! Lepaskan tanganmu dari baju Ozzie, karena bisa berakibat fatal jika kerah baju itu mencekik lehernya!"


"Kalau kamu tidak mau melepaskannya, maka aku akan berteriak memanggil security sekarang juga!"


Freya berusaha melepaskan tangan Ace sekuat tenaganya, meski beberapa kali jari jemari lentik milik Freya terasa begitu menyakitkan


Sampai pada akhirnya Ace mulai mengalah melepaskan tangannya, disaat semua orang sudah berkumpul mengelilingi mereka bertiga.


"Pokoknya sekarang lu ikut gua pulang sekarang juga, tanpa bantahan. Paham!"


Ace membentak Freya dan kembali menggenggam tangan lalu menariknya untuk melewati semua orang dengan susah payah. Bahkan tangan Freya mulai memerah ketika tarikan tangan Ace semakin kencang.


Kali ini Ace tidak mau lagi berbedabat dengan wanita yang berhasil merombang-ambingkan perasaannya, bagaikan sebuah kapal pesiar yang berada dilautan.


Ozzie hanya terdiam melihat tubuh Freya dan Ace semakin menjauh. Beberapa detik Ozzie tersadar lalu melangkahkan kakinya untuk menyusul mereka, tetapi dia mengurungkan niatannya lantaran mereka sudah menghilang entah kemana.


"Astaga, gara-gara suara menakutkan dari pria itu aku sampai lupa tadi nama cewek itu siapa ya?"


"Terakhir dia bilang kalau namanya itu Fre ... Fre siapa? Fredy? Frecil? Frean? Frelly?"


"Arghh, sudahlah Ngapain juga nebak-nebak nama orang! Dari pada pusing apa salahnya aku kasih nama julukan sendiri, yaitu Monster Cantik. Toh, dia juga terlihat cantik, bukan? Ya walaupun ngeselin hehe ...."


Ozzie terkekeh sendiri disaat semua orang sudah mulai membubarkan diri, setelah Ace dan Freya meninggalkan Mall.


Tak selang berapa lama Ozzie menggerutuki kebo*dohannya, akibat dia melupakan tujuan utamanya datang ke sini untuk mencari sebuah buku yang dia perlukan untuk kuliahnya.


Tanpa berlama-lama Ozzie segera melangkahkan kedua kakinya kembali ke Gramedia, disana dia langsung mencari buku tersebut karena hari sudah semakin larut. Setelah selesai dia kembali pulang ke rumah dalam keadaan masih setengah memikirkan Freya.

__ADS_1


Ozzie Lucian Theophilus, adalah seorang mahasiswa tampan dengan usia 20 tahun. Ozzie juga merupakan ketua organisasi di Kampusnya, yang berperan penting sebagai ketua pelaksana semua acara di Kampus.


__ADS_2