
Tanpa merasa curiga Ace melanjutkan untuk mengajak Fayra pergi meninggalkan rumah. Dimana keadaan Fayra pada saat itu masih belum konek, dia bingung dengan apa yang dia dengar tentang istilah-istilah yang kedua mertuanya bicarakan.
...*...
...*...
Didalam perjalanan tepatnya didalam mobil, Fayra kembali bertanya kepada Ace mengenai semua ucapan mertuanya yang masih membuatnya bingung.
"Kak, maksudnya tadi itu apa? Sebenarnya mereka sedang menjelaskan tentang hubungan atau yang lain sih? Kenapa pada membahas masalah adik, goa, dan lain-lain." ucap Fayra.
"Astaga, Honey. Jadi, dari tadi kamu terdiam hanya karena belum paham apa maksudnya?" sahut Ace, tidak percaya jika istrinya sepolos ini.
"Hehe, ya maaf. Lagian kan tadi Fayra sedang menanyakan tentang hubungan tetapi Mommy selalu berkata menyetak gollah, gawang, goa, atau apalah itu. Kan aku jadi tidak mengerti, Kak." jelas Fayra.
Ace hanya bisa mengelus dadanya, kemudian dia mulai menceritakan kepada Fayra dengan sangat detail, sehingga kata-kata yang tidak mengerti sekarang mudah untuk dipahami.
"Oalah begitu, berarti jika kita mau melakukannya selalu menggunakan pengaman itu dong? Tapi, memangnya Kakak tahu bagaimana bentuknya dan juga cara memakainya?" sahut ,Fayra.
"Gampang, nanti kita tanya aja apa susahnya. Setiap kita mau beli apa-apa, terus enggak tahu cara kegunaannya bisa langsung nanya ke orang yang jualnya, bukan? Jadi nanti kita tanya aja." jawab Ace, spontan diangguki oleh Fayra.
Fayra hanya menganggukan kepalanya, dan kembali terdiam. Cuman siapa sangka, kali ini Ace benar-benar pergi ke pasar bersama Fayra.
Wajah polos dan juga percaya diri, terlihat diwajah mereka. Bahkan dengan santainya mereka berjalan memasuki pasar.
"Permisi, apakah disini ada yang jualan sutra?" tanya Ace.
"Hah? Su-sutra? Ma-maksudnya sutra apa ya, Kak?" tanya penjual tersebut bersama temannya yang sedikit bingung.
"Itu loh, Kak. Pengaman untuk berhubungan, kata Daddy namanya sutra. Jadi apakah disini menjualnya?" tanya Fayra, polos.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu dari kedua pasangan kekasih membuat mereka tertawa terbahak-bahak, mereka tidak menyangka kepolosan Ace dan Fayra berhasil mengundang tawa.
"Lah, ini orang malah ketawa. Cepetan Bang, ada sutra enggak sih!" tegas, Ace mulai kesal.
"Aduh, Kak. Haha, kalian ini pasti pasangan baru menikah ya. Kalau memang kalian baru nikah kenapa harus pakai pengaman, kenapa bukan alami saja. Kan rasanya akan jauh lebih nikmat loh, apa mau saya ajarkan caranya, hem?"
Salah satu penjual menggoda pasangan pemuda-pemudi itu yang kini malah menjadi bingung, tujuan mereka ke sini untuk mencari pengaman.
Namun, kenapa mereka malah seperti merendahkan Fayra. Disitulah, Ace mulai geram hingga berhasil membungkam tawa mereka dengan satu bogeman cantik.
Ace langsung menarik Fayra untuk meninggalkan pasar, dan kembali menuju matrial. Akan tetapi disana pun mereka kembali menjadi bahan tawaan dan juga ledekan.
Sampai satu orang penjaga matrial langsung nyeletuk menanyakan hal yang sedikit tidak lazim pada mereka.
"Apakah kalian ini menikah akibat perjodohan? Sehingga Daddy kalian menyuruh kalian melakukan hubungan menggunakan pengaman, agar tidak sampai mengganggu sekolah kalian?" tanyanya.
"Dari mana Om tahu tentang itu semua? Apa jangan-jangan Om dukun?" ucap Fayra , menyipitkan matanya.
Orang tersebut memberitahu kepada Ace dan juga Fayra, jika seharusnya mereka mencarinya bukan disini. Melainkan dipermarket besar atau Alfamart, sehingga disana mereka akan menemukannya.
Dari sini Ace benar-benar kesal dengan ucapan kedua orang tuanya, bisa-bisanya mereka mengerjai anak dan menantunya hingga mendapatkan tawaan yang membuatnya sangat malu.
Setelah itu, Fayra dan Ace pergi ke beberapa supermarket. Hanya untuk mencari pengaman tersebut.
"Mbak, mau nanya. Tapi janji jangan ketawa, awas kalau ketawa!" ancam Ace, seorang wanita kasir pun mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Apakah disini jualan sutra, alat pengaman bagi suami istri saat berhubungan?" tanya Ace, dengan suara kecilnya.
Seorang wanita begitu terkejut, saat mendengar ucapan Ace. Bahkan temannya pun yang ada disampingnya tidak sengaja mendengar itu mencoba untuk menahan tawanya.
__ADS_1
"Kenapa ketawa? Ada yang lucukah, dengan ucapanku?" geram Ace, membuat wanita itu yang sedang menahan tawanya menjadi terlihat tegang.
"Ma-maafkan teman saya, Kak. Memangnya Kakak berdua ini mencari sutra buat siapa?" tanya salah satu wanita kasir sedikit penasaran.
"Buat kami, karena suamiku ini sudah tidak sabar. Sedangkan kita masih sekolah, jadi Daddy menyarankan untuk menggunakan sutra itu. Tapi, tadi kami mencari ke pasar atau pun matrial yang ada malah kami di tertawakan. Memangnya salah ya?"
"Kalau pun salah, seharusnya Daddy dan Mommy yang ditertawakan bukan kami. Toh, kami juga ke sana atas perintah mereka. Jadi sekarang Mbaknya juga mau menertawakan kami begitu?"
Fayra mengoceh tanpa jeda, sehingga wanita kasir itu cuman bisa tersenyum mengangguk. Rasanya ingin sekali mereka tertawa sepuasnya akibat rasa geli di perutnya tak kunjung berhenti.
Namun, wanita itu menghargai privasi Fayra dan juga Ace. Mungkin jika dia ada diposisi mereka pun akan sangat amat kesal, karena sudah diketawakan bagaikan suatu ledekan yang berhasil menyolek hatinya.
"Baiklah, Kakak. Sebentar ya, saya ambilkan dulu." ucap kasir tersebut sambil mencari apa yang diminta oleh mereka.
"Nah, ini namanya sutra, Kak. Kalian tinggal pilih mau yang mana, disini ada berbagai rasa dan juga jenisnya. " ucap wanita kasir itu.
"Aku mau ini, Kak. Rasa stawberry." ucap Fayra, memegang salah satu pengaman tersebut.
"Itu bukan sutra, Honey. Tapi, du*rex. Kan Daddy bilang namanya sutra." ucap Ace, polos.
"Ishh, enggak mau. Pokoknya Fayra mau ini titik, kalau enggak mau yaudah kita enggak usah berhubungan. Mau?" tegas Fayra, membuat semuanya orang yang ada disana menoleh.
"Astaga, Dek! Kalian ini masih pada kecil, jadi tidak boleh melakukan hubungan diluar nikah. Nanti bagaimana jika kamu hamil? Apa tidak akan membuat nama keluargamu malu?" ucap salah seorang pembeli.
"Begini nih, kalau anak kurang kasih sayang orang tua. Pasti larinya ke hal-hal buruk, salah satunya salah pergaulan." sahut ibu-ibu lainnya.
Setelah mendengar semua itu, Ace awalnya terlihat sangat marah bahkan tangannya mulai mengepal keras. Cuman, Fayra langsung memegang tangan suaminya dan menjawab semua perkataan orang-orang yang menganggapnya rendah.
Perkataan Fayra mampu membungkam semua yang ada disana, hingga tidak bisa berkutik. Ace yang mendengar ucapan Fayra hanya bisa tersenyum menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
Betapa bahagianya Ace, saat mengetahui bahwa istrinya telah membela pernikahannya yang memang sebenarnya tidak terjadi diusia dini.