
Bulir-bulir air mata perlahan terjatuh, bersamaan dengan itu Freya segera menangkisnya. Lalu menghapus air matanya secara kasar sambil terus mengukir senyuman.
Hanya beberapa menit, Freya sudah selesai mengerjakan tugasnya dan mebawanya ke ruang dosen untuk dikumpulkan. Disaat urusan sudah kelar, Freya pun pulang ke rumah dengan perasan yang sedikit kurang baik.
...*...
...*...
Selang beberapa hari berlalu setelah pernikahan Andrew dan Alena, kini saatnya sepasang kekasih meresmikan hubungannya.
Louis dan Nata adalah pasangan yang cukup terbilang tidak begitu romantis, tetapi keduanya berhasil membuat semua sahabatnya menjadi iri.
Perlakuan Louis kepada Nata, benar-benar mencerminkan layaknua pria sejati yang begitu melindungi wanitanya.
Beruntungnya Nata ketika mendapatkan seorang tunangan yang terkenal dingin dan cuek, tetapi dibalik sikap menyebalkannya terdapat hati berlapis emas.
Selama ini hubungan Louis dan Nata berjalan sangat baik, tidak adanya keributan lantaran mereka saling menjaga perasaan satu sama lain.
Sementara hubungan Arsyi dan Eric pun semakin kesini semakin terlihat mulai dekat. Ditambah orang tua mereka sudah pernab bertemu diacara makan malam, tepatnya di rumah Arsyi.
Ya, meski hubungan mereka tak lepas dari sebuah pertengkaran. Rasa cinta didalam hatinya malah bertambah besar, sampai akhirnya mereka terlihat mulai menjadi bucin.
Berbeda halnya hubungan Nicho dan Sheila, mereka masih belum ada keterangan yang jelas. Dikarenakan salah satu dari mereka enggan untuk mengutarakan perasaannya antara iya atau tidak.
Tak lama acara pertunangan Louis dan Nata segera dimulai, seorang MC menuntun berlangsungnya acara tersebut.
Serangkaian acara telah dilewati, sampai akhinya masuklah keacara inti. Louis dan Nata saling bertukar cincin didepan semua para tamu undangan.
Wajah bahagia diserta pipi yang mulai memerah, terukir jelas dikeduanya. Louis berlutut dihadapan Nata, kemudian dia mengutarakan semua perasaannya.
Tanpa disadari kedua pasangan itu langsung mengeluarkan air mata, nmembanjiri wajah bahagianya. Louis perlahan memegang tangan kiri manis Nata, lalu menasuk sebuah cincin berlian yang sangat indah dijari manisnya.
Setelah cincin terukir jelas ditangan mungil milik Nata, sekarang saatnya Louis berdiri bergantian dipasangakan cincin oleh Nata di jari manisnya.
Sorakan dan tepukan yang sangat meriah, kini telah menghiasi acara mereka. Betapa bahagianya Nata dan Louis setelah mereka resmi menjadi sepasang tunangan.
"Wiss, selamat Bro. Semoga hubungan kalian berdua bisa sampai Kakek dan Nenek ya, cepat-cepat lulus biar kalian bisa meresmikan ke jenjang lebih serius lagi." ucap Eric saat melihat Louis dan Nata tersenyum menatap semua tamu undangan.
"Bestie, selamat ya. Gua doain semoga hubungan kalian langgeng terus ya, dan baik-baik aja tanpa adanya seorang petunor ya!" teriak Arsyi.
Zzzz ...
__ADS_1
Petunor? Sebuah kata baru yang terlontar dari bibir Arsyi, berhasil menyita perhatian semua orang. Saat ini semua para tamu undangan terlihat tercenga bingung, ketika mendengar istilah baru keluar dari mulut seorang Arsyi.
"Apa tadi yang lu bilang, Syi? Pe-pe---" ucapan Nata terhenti saat dia lupa kelanjutan kata tersebut.
"Petunor?" ucap Arsyi, spontan.
"Ahya, itu petunor apaan, gua bingung!" sahut Nata, penasaran.
"Petunor itu sama kaya modelnya pembinor, pelakor. Kan kalau pembinor itu perebut istri orang, terus pelakor itu perebut laki orang. Nah kalau petunor itu artinya perebut tunangan orang." jelas Arsyi.
"Kurang lengkap, tambahin satu lagi. Pecator, perebut pacar orang." sahut Eric.
"Nj*ir bisa begitu ya ada pembinor, pelakor, petunor dan satu lah pecator haha ..."
Tawa semua orang pecah ketika istilah singkatan bagi para perebut yang bukan haknya, semakin merajalela. Sementara Fayra, dia hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan para sahabatnya.
Rasanya Fayra ingin sekali bertemu dengan Ace walaupun hanya sebulan sekali, tetapi semua tidak akan mungkin.
Jarak antara Indonesia dan Amerika sangatlah jauh, bahkan bisa membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 16 jam didalam pesawat. Belum lagi, jika ada transit di beberapa bandara lainnya.
Fayra hanya bisa pasrah menerima nasibnya yang harus ditinggal pergi oleh suaminya demi sebuah pendidikan.
"Semangat, Raa. Semangat! Aku yakin kamu pasti bisa melewati semuanya. Ingat, Raa. Meski terasa berat, tetapi 1 tahun bukan waktu yang terlalu lama kok. Percaya deh!"
"Aku yakin kok, Bunny di sana pasti akan selalu baik-baik aja. Dia juga enggak mungkin bertingkah aneh-aneh, apa lagi dia 'kan sangat mencintaiku."
"Cuman entah kenapa perasaanku kok jadi tidak enak ya, apa sebaiknya aku hubungi Bunny biar dia bisa menyaksikan acara spesial ini?"
"Lebih baik begitu sih, dari pada aku terus memikirkan hal-hal yang buruk tentangnya. Mending aku telepon Bunny aja deh, sekali-kali 'kan ngeles mau ngasih tahu acara Louis dan Nata. Padahal mah akunya aja yang ngerasa kangen hihi ...."
Fayra berkutak dengan batinnya sendiri. Apa boleh buat, pikirannya memang selalu berusaha memikirkan hal yang baik tentang suaminya. Sementara perasaan hatinya malah terus merasakan hal-hal buruk selalu menghantuinya.
Namun, ketika Fayra ingin menyambungkan ponselnya kepada suaminya. Tiba-tiba saja terdengar suara serak-serak basah seorang pria yang sedang bernyanyi, mulai bergema didalam gedung tersebut.
Iringan musik yang sangat romantis berputar keras, seolah-olah malam ini adalah malam sangat terkesan untuknya.
Louis dan Nata adalah pemilik sah dari acara ini, tetapi mereka tidak masalah. Mereka cuman bisa menatap satu sama lain sambil tersenyum.
Mereka berdua juga tidak keberatan dengan adanya pertunjukan konser yang ada dihadapannya saat ini.
Seorang pria berjalan memasuki gedung, bersamaan dengan lampu gedung yang padam untuk beberapa detik.
__ADS_1
Eits, jangan khawatir kawan. Lampu gedung memang padam, tetapi ada sebuah lampu yang sangat terang menyorot kearah pria tersebut.
Pria itu menggunakan topeng berwarna hitam, demi menutupi setengah wajahnya. Pria tersebut benar-benar terlihat sangat berdamage serta postur tubuhnya tinggi semapai dan juga gagah.
Apa lagi dia menggunakan pakaian jas berwarna biru dongker, menambah nilai plus (+) bagi ketampanannya.
Jreng, jreng ...
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Jua
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
*****
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah Ibu dari anak-anakku
Membuka mata, dan tertidur disampingku
Aku tak main-main, seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu, kuingin melamarmu
Sebuah lagu penuh alunan melodi slow beritme, serta lirik yang dengar sangat indah berhasil membuat semua para tamu undangan terpukau. Terutama bagi para wanita yang langsung meleleh bagaikan es batu dibawah teriknya matahari.
Sementara banyak pria yang merasa tersaingi oleh keromantisan pria tersebut.
Namun, dia malah dengan santainya bernyanyi, meski suaranya tak sebagus para penyanyi kelas atas, tetapi makna dari liriknya bisa sampai menusuk kedalam hati.
__ADS_1
Pria itu, terus berjalan mendekati salah satu wanita cantik yang setiap hari berhasil membuatnya jatuh cinta.
Sebagian tamu undangan ada yang merekam kejadian langka ini, dan ada pula sebagian yang penasaran dengan sosok pria dibalik topeng tersebut.