Learn to Love You

Learn to Love You
Janji Suci Kharel & Fayra


__ADS_3

Sampai dia melupakan, bahwa kekuatan terbesar di sini adalah sebuah takdir yang sudah Tuhan tuliskan di garis tangannya.


Ace melepaskan pelukan Appa Daniel, membuat Appa Daniel memberikan Ace suport dan juga semangat. Kalau suatu saat nanti dia bisa menjadi orang yang jauh lebih baik, setelah melewati masa hukumannya.


Ace pamit, lalu berjalan bersama kedua penjaga gedung untuk segera menyerahkan diri ke kantor polisi untuk bisa segera di proses.


Sementara acara Kharel dan Fayra tetap akan berjalan, meski mereka harus menunda beberapa jam kedepan. Semua itu karena gedung tersebut harus segera di bereskan dan juga di bersihkan dari sisa-sisa kejadian yang mengerikan tadi.


...*...


...*...


Kurang lebih 2 jam lamanya, Kharel dan Fayra kembali melanjutkan acaranya tanpa menundanya lagi. Apa lagi Kharel sudah bisa berjalan bersama Fayra, sampai membuat semua orang melihatnya merasa terkagum-kagum akan kecantikan dan juga ketampanan paras mereka masing-masing.



Gedung yang terlihat sederhana, tetapi sangat mewah dan juga elegan berhasil menampung hingga


ribuan juta para tamu undangan. Itu pun tidak semua, masih ada tamu lainnya yang sudah di jadwalkan.


Para tamu undangan ternyata di bagi menjadi 3 bagian. Pertama waktu keluarga, sahabat dan juga tetangga tepat pukul 10 pagi untuk menyaksikan janji suci yang sebentar lagi akan di ucapkan.


Yang kedua, waktu untuk para teman kantor yang dijadwalkan pada pukul 3 sore. Dan terakhir, waktu khusus kolega bisnis penting yang dijadwalkan pukul 7 malam.


Semua waktu itu di bagi dengan tujuan, yaitu karena mereka tidak mau membuat kedua mempelai agar tidak mudah kelelahan. Apa lagi awalnya mereka melakukan itu karena kasian dengan Kharel yang masih duduk di kursi rodanya.


Ternyata, siapa sangka. Mukjizat itu ternyata memang ada, hanya saja tidak semua orang bisa mendapatkannya.


"Seperti contohnya Kharel saat ini, dia mendapat mukjizat yang tidak pernah di sangka-sanga. Sebagian besar orang yang tidak bisa berjalan pun akan merasa iri kalau melihat semua ini."


Tibalah detik-detik kebahagiaan yang sudah di tunggu-tunggu, kini Kharel dan Fayra berjalan bersama dalam keadaan Fayra menggandeng lengan Kharel.


Wajah mereka terlihat begitu bahagia, seakan-akan tidak ada kejadian yang menimpa mereka. Karena senyuman yang mereka ukir sangatlah tulus tanpa beban.



Mereka terlihat sangat sempurna ketika Kharel sudah tidak lagi mengandalkan kursi rodanya. Pasangan ini berhasil membuat sebagian orang merasa terharu akan kejadian yang menimpa mereka.

__ADS_1


Disaat mereka baru saja melewati masa-masa terpuruknya, mereka masih bisa tersenyum lebar diacara kebahagiaannya saat ini.



Kharel sangat memanjakan Fayra, hingga tanpa sadar membuat semua orang iri melihat akan keromantisan diantara mereka.


Fayra benar-benar dijadikan seorang Ratu yang sangat baruntung ketika mendapatkan seorang laki-laki yang begitu menghargainya.


Meski, banyak rintangan yang mereka hadapi tidak membuat cinta mereka memudar. Yang ada cinta mereka malah semakin kuat dan juga dalam, semua berkat kejadian yang hampir saja membuat mereka berpisah.


Kharel dan Fayra berjalan perlahan mendekati sang pendeta, lalu mereka berdiri tepat di hadapannya sambil tersenyum.


Mereka melepaskan genggaman tersebut, lalu berdiri tegak menatap sang pendeta dengan wajah penuh keseriusan.



Rasa tegang dan gugup kian menyelimuti hati mereka berdua, sementara sang pendeta mulai membacakan doa-doa kebaktian untuk segera memulai acara tersebut.


Sampai beberapa menit telah terlewatkan, akhirnya sang pendeta menatap mereka secara bergantian sambil tersenyum.


"Saya siap!" jawab Kharel dan Fayra secara bersamaan.


"Baiklah, sekarang kita mulai dari mempelai pria terlebih dahulu yang akan mengucapkannya. Kemudian di susul oleh mempelai wanita, silakan Tuan!" ujar sang pendeta.


Kharel menoleh kearah Fayra sekilas, kemudian dia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan sambil memejamkan kedua matanya sekilas.


Setelah itu, Kharel tersenyum dan mengucapkan kalimat janji suci yang sangat tegas, lantang dan juga indah terdengar di telinga semua orang.


“Saya, Kharel Cyrano Philibert telah mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.”


Kalimat indah yang sering mereka semua dengar terasa berbeda, ketika Kharel yang mengucapkannya dengan sepenuh hati. Layaknya, seorang pria yang sedang mengucapkan janji pada Tuhan-Nya untuk bisa selalu melindungi, mencintai dan juga menghargai wanitanya seumur hidup.


Tanpa menunggu lama lagi, kini saatnya Fayra yang mengucapkan janji suci tersebut dengan sangat lantang penuh kebahagiaan.


“Saya, Fayra Lavina Richardzon telah mengambil engkau menjadi seorang suami, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.”


Pengucapan kalimat tersebut benar-benar terdengar lembut, lantang dan juga penuh cinta. Banyak tamu undangan yang meneteskan air mata, saat mereka mengucapkan kalimat indah itu tanpa adanya keraguan sedikitpun di hati keduanya.

__ADS_1


Selesai janji suci terucap dari keduanya, sang pendeta langsung mempersilakan Kharel untuk memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis Fayra.


Mereka berdua saling berhadapan dan menatap satu sama lain dalam keadaan mata berkaca-kaca dipenuhi oleh senyuman bahagia.


Dengan perlahan Kharel memegang tangan Fayra, kemudian memasukan cincin berlian yang sangat cantik di jari manis istrinya. Cincin berlian yang Kharel desain sendiri sungguh, terlihat sangat bersinar.


Pancaran cincin tersebut seperti melambangkan kebahagiaan di hati mereka yang sudah tidak bisa di jelaskan.




Fayra begitu terharu ketika semua yang terjadi hari ini merupakan bukanlah impian baginya. Dia tidak mengira bahwa jodoh sesungguhnya adalah teman masa kecilnya sendiri, bukan orang yang selama ini menjadi idolanya.


Isak tangis bahagia mulai memenuhi gedung, dimana semua orang merasakan getaran hati kebahagiaan yang mereka pancarkan.


Sampai akhirnya sang pendeta telah meresmikan status mereka menjadi suami-istri yang sah. Teriakan semua orang bergema di seluruh gedung, mereka menginginkan bahwa Kharel harus mencium bibir Fayra sebagai bukti cinta kasih yang akan mereka mulai.


"Apa kamu sudah siap, melewati semua lika-liku kehidupan ini bersamaku?" tanya Kharel sambil memegangi rahang Fayra dengan mengelus pipinya.


"Aku, siap. Kita akan hadapi semuanya bersama tanpa saling meninggalkan, semoga cinta ini tumbuh untuk selamanya tanpa di kelilingi oleh duri-duri yang akan menjadi penghalang." jawab Fayra, sambil tersenyum.


Tanpa berlama-lama Kharel segera mendekati wajahnya ke arah wajah Fayra, kemudian dia sedikit menyerongkan wajahnya agar kedua bibir mereka saling menyatu dengan sentuhan lembut.



Sorakan, teriakan selalu bergema tiada henti hingga tepukan tangan terdengar begitu nyaring. Mereka benar-benar gemas dengan pasangan yang satu ini. Seakan pernikahan Kharel dan Fayra itu merupakan pernikahan yang sangat romantis sepanjang masa.


Hampir beberapa menit mereka melakukannya, hingga Kharel menggendong Fayra memutar menunjukkan betapa bahagianya dia hari ini bisa bersatu dengan cinta pertamanya.


Namun, siapa sangka. Ada seorang anak kecil yang memberikan setangkai bunga untuk mereka berdua. Entah itu anak siapa, bagaimana dia bisa sampai berjalan ke depan. Yang penting itu sebagai bukti, bahwa anak kecil pun bisa merasakan betapa bahagianya mereka.



Di akhir acaranya, Kharel dan Fayra segera meminta restu pada kedua orang tuanya. Agar dia bisa menyebrangi badai yang akan datang di kapal mereka nantinya.


Semoga kedepannya tidak ada lagi masalah, ujian dan juga kejahatan yang ingin merusak hubungan mereka ataupun kebahagiaan yang sudah tercipta diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2