Learn to Love You

Learn to Love You
Simpanan Om-Om


__ADS_3

Degh!


Fayra dan Kharel langsung merubah posisi mereka dan semakin merasa gugup, mereka tidak menyangka jika ada seseorang yang memergokinya.


"Ma-maaf, Tuan. Kami salah!" ucap Kharel, menatap pria itu.


"Ma-maaf, itu semua tidak seperti apa yang Tuan katakan kok. Tadi saya kepleset, terus---"


Duarr!


Fayra menoleh dengan wajah terkejutnya, bagaikan di sambar ribuan petir menggelegar. Fayra dan pria itu terdiam saling menatap satu sama lain.


"Fa-fayra?"


"A-ace?"


Mendengar mereka berdua saling mengenal satu sama lain, membuat Kharel sedikit cemburu. Bahkan tatapan keduanya pun terlihat berbeda dengan tatapan biasanya.


"Di-dia siapa? Kenapa mereka terlihat sangat dekat? Jangan-jangan dia---" gumam Kharel didalam hati, terhenti saat Ace ingin melakukan sesuatu yang berhasil memancing hatinya.


"Fayra, ka-kamu cantik banget? Aku enggak nyangka, kamu bisa berubah seperti ini. Rasanya aku ingin sekali memelukmu, boleh?"


"Yakk, apa-apaan ini. Main peluk-peluk kekasih orang!"


Kharel yang melihat Ace ingin memeluk Fayra, seketika langsung menarik tangannya dan membawanya ke dalam dekapan Kharel.


"Ishhh, apaan sih, Pa-- hempp ...."


Fayra menghentikan ucapannya saat Kharel membekap mulutnya, supaya dia tidak lagi memanggilnya dengan sebutan Bapak. Apa lagi didepan pria yang Kharel anggap sangat menyukai Fayra.


"Pa? Pa apa, Raa? Terus apa tadi yang dia bilang, kekasih? Benarkah dia kekasihmu, atau dia hanya mengaku saja?" tanya Ace, kaget.


"Kalau iya, kenapa? Enggak percaya, buktinya tadi kami berciuman kan? Apa itu kurang?" tegas Kharel, menatap Ace dengan datar.


"Lepaskan tangan lu dari Fayra, karena itu sangat menyakitinya!" Ace menatap tajam ke arah Kharel yang tanpa disengaja menyakiti Fayra.

__ADS_1


Menyadari ucapan itu, Kharel segera melepas tangannya dan beberapa kali meminta maaf pada Fayra atas kesalahannya. Fayra hanya menggelengkan kepalanya tak apa, sambil menghirup udara dengan bebas.


"Jawab pertanyaan aku, Raa. Siapa pria itu? Kenapa kamu bisa melakukan hal senonoh itu sama dia? Apa semenjak kepergianku, kamu malah menjadi simpanan Om ini?"


Degh!


Perkataan Ace berhasil menusuk hati Fayra, membuatnya tersenyum kecil. Fayra tidak mengerti pikiran apa yang ada di dalam isi kepala Ace, sampai dia bisa berpikir sejauh itu tentang dirinya.


Padahal Ace sangat tahu, bagaimana keluarga Fayra dan juga tentang hidupnya. Mana mungkin wanita yang terbilang sangat polos dan selalu menerima takdir pahit terus menemaninya, bisa sampai berpikir jika dia mengambil jalan yang salah hanya untuk menjadi simpanan pria hidung belang.


"Jaga omongan Anda, ya!" pekik Kharel tidak terima.


"Kenapa? Memang benar bukan, asal lu tahu aja semenjak dia berpisah sama gua. Gua jamin, pasti pada saat itu hidupnya hancur, sehancur-hancurnya. Kemudian lu hadir membawa sejuta rayuan gombal malu lu, sampai lu berhasil meluluhkan hatinya."


"Pada akhirnya, Fayra pun terpancing dengan segala bentuk perhatian yang dia dapatkan ketika dunia menjahatinya. Disitulah lu manfaatkan kepolosannya untuk menjadi simpenan lu, benarkan Tuan!"


Ace berbicara dengan sangat lantang sambil menatap Kharel yang saat ini emosi kian membara. Dimana kedua tangannya mengepal cukup kuat dengan urat-urat yang sudah keluar.


Namun, saat Ace tersenyum menatap Kharel tiba-tiba Fayra melangkah maju beberapa langkah dan langsung memberikan efek jera, yaitu sebuah tamparan cantik mendarat tepat di pipinya.


Ace menoleh kearah Fayra terkejut, sambil memegangi pipinya. Dia tidak menyangka bahwa tangan Fayra bisa seenteng itu untuk menamparnya.


"Satu tamparan itu tidak akan membuatmu tersadar, Ace! Buat apa kamu kepo dengan kehidupanku? Mau hidupku bagaimana pun, itu bukan lagi urusanmu!"


"Ingat, aku tidak serendah apa yang ada dipikiranmu. Dan kejadian yang kau lihat itu, merupakan sebuah kecelakaan yang tidak disengaja."


"Terus apa yang kamu bilang tadi, hem? Dia seorang Om-om yang memeliharaku? Haha, kamu salah Ace. Salah besar!"


"Asal kamu tahu ya, dia ini bukanlah Om-om yang ada didalam otakmu. Melainkan dia seorang Pangeran yang Tuhan kirim untuk menyelamatkan hidupku dari keterpurukan, dan juga kehancuran. Semua itu terjadi akibat ulah seseorang yang tak bertanggung jawab!"


"Dan kamu tahu, siapa orang itu? Ya, itu adalah kamu. Ace Renaldo Rodriguez! Suami tak bertanggung jawab, yang katanya sangat mencintai istrinya dengan semua janji manisnya. Namun, ketika jauh sedikit dari istrinya sudah memiliki simpanan baru!"


Fayra tersenyum penuh penekanan di setiap kalimat yang dia lontarkan pada mantan suaminya sendiri. Sampai dia melupakan jika Kharel yang mendengar itu wajahnya langsung berubah.


Kharel terlihat syok dan tidak percaya. Bahwa pria yang ada dihadapannya saat ini, bukanlah mantan kekasih Fayra. Melainkan mantan suami dari Fayra. Wanita yang sudah dia cintai.

__ADS_1


Ace terdiam, akibat dia tidak tahu harus menjawab apa lagi pada mantan istrinya itu. Karena apa yang dikatakannya itu memang sebagain benar adanya.


Tidak berhenti disitu, Ace yang sangat gengsi untuk mengakuinya. Dia terus berbelit seolah-olah ingin menjelekan Fayra.


Sehingga Kharel yang menyimak perdebatan itu, membuatnya langsung sadar dan mencoba untuk membuka suara. Walaupun bibirnya terasa berat untuk melontarkan pertanyaan itu.


"A-apa yang kamu katakan tadi, Raa? A-apa dia itu mantan suamimu?" tanya Kharel wajahnya.


"Ya, dia mantan suamiku. Suami yang aku perjuangin dan pertahankan, meskipun banyak rasa sakit yang dia tanamkan di hati ini tidak membuatku sedikit gentar untuk meninggalkannya."


"Hanya saja ada satu kejadian yang mengharuskanku untuk menyerah. Menyerah berjuang sendiri dan menyerah mencintai sendiri. Yang intinya aku kalah dengan cinta pertamaku!"


"Cuman, tidak apa. Berkat kejadian itu aku bisa mengerti bahwa cinta tidak selamanya harus memiliki, dan cinta juga tidak pernah mengenal soal waktu, usia dan juga keadaan. Selagi cinta itu dihargai maka semuanya akan terasa mudah untuk dilewati."


"Namun, jika cinta hanya di miliki oleh satu orang itu sama halnya seperti sebuah rumah tanpa atap. Kapan pun badai menerjang, maka itu bisa merusak semua isi rumah sampai tidak tersisa apa pun."


Penjelasan Fayra masih membuat Kharel tidak mengerti, sebenarnya ada apa dengan dia dan pria yang ada dihadapannya saat ini.


Sampai seketika Ace menarik tangan Fayra dengan sangat kencang, dan dia membawa Fayra ke suatu tempat.


Sementara Kharel dia terdiam dengan posisi masih syok, tidak percaya wanita semuda Fayra yang dia anggap sebagai anak kecil. Ternyata, memiliki kisah hidup yang termat pedih.


Rasanya sangat sesak ketika Kharel seperti di permainkan dengan status Fayra, cuman setelah dia sadar bahwa Fayra tidak ada dihadapannya. Menghilang entah kemana bersama pria itu, malah membuatnya kelagepan, panik serta gelisah.


Kecemasan mulai melanda dirinya, dia memang sedikit kesal setelah mengetahui semua ini. Hanya dia tidak bisa membohongi perasaannya, jika Kharel sudah menaruh hati kepada Fayra.


Apapun status Fayra, sebenarnya Kharel tidak perduli. Dia hanya butuh sedikit penjelasan dari bibir Fayra, kenapa dia menyembunyikan tentang identitasnya.


Mungkin, setelah Fayra menjelaskan padanya. Disitulah Kharel akan mengerti bahwa dunia percintaan tidaklah sebaik apa yang dilihat.


Dan setelah itu Kharel bisa membuat kisah baru, bersama Fayra dengan tulisan takdir yang indah. Tanpa lagi membuat Fayra merasakan sakit, ataupun meneteskan air mata kesedihan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️

__ADS_1



__ADS_2