Learn to Love You

Learn to Love You
Memergoki Freya


__ADS_3

Beberapa dosen dan Rektor pun berjalan keluar dari kamar Hotel meninggalkan mereka berdua dalam keadaan terdiam.


Ada satu dosen yang kecewa atas sikap Rektor, akan tetapi berkat penjelasan Rektor yang mengatakan bahwa mereka itu sudah menikah, walaupun hanya sirih itu sama saja namanya bukan wanita hiburan karena mereka memiliki status.


Seperginya beberapa dosen dan juga Rektor, ada seorang pria yang sedang menahan sebuah emosi yang cukup meradang di dalam hatinya.


Sementara suami sirih Freya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Disaat hatinya begitu kesal, marah dan juga kecewa atas sikap Freya yang selama ini masih belum berubah.


"Daddy kenapa sih. Kenapa Daddy mengatakan semua itu pada dosen dan Rektorku, hahh! Kenapa!"


"Bukannya aku sudah bilang, aku ini sedang menjaga hubungan kita sampai nanti aku lulus, karena aku tidak mau dikeluarkan dari Universitas itu. Nyatanya apa? Daddy malah mengatakan semuanya, Daddy jahat, jahat, jahat!"


Freya menggedor-gedor pintu kamar mandi sangat keras sambil menangis, dia tidak menyangka kalau hari ini seperti mimpi buruk baginya. Sementara suami sirihnya itu hanya kembali ke kamar mandi untuk memakai bath robe agar tubuhnya tidak terekspore kembali seperti tadi.


Suaminya pun keluar dengan wajah kesalnya, ketika Freya menangis menatap tajam kearahnya. Lalu memukulinya beberapa kali secara keras, membuat suami sirihnya segera memeluk Freya cukup erat.


"Suutt, Sayang. Sudah cukup, jangan seperti ini. Universitas itu tidak hanya satu, kamu bisa kembali mencari Universitas yang baru dengan segala fasilitas yang lebih baik. Sekarang stop, menangis Daddy akan mencarikan Universitas yang baru untukmu, asalkan kamu tidak lagi menyembunyikan status kita ini!"


"Sakit hati ini rasanya, Sayang. Daddy sudah beberapa kali mencoba untuk menyembunyikannya, tetapi susah Sayang, susah!"


"Daddy sudah tidak bisa menyembunyikan semua ini, karena Daddy sayang banget sama kamu. Daddy rela kehilangan istriku dan anak-anakku, yang selama ini hanya membutuhkan hartaku bukan diriku. Jadi Daddy mohon, jangan buat Daddy merasa kecewa untuk sekian kalinya, Sayang!"


Suami sirih Freya memang sangat menyayanginya, dia begitu tulus memperlakukan Freya layaknya seorang Ratu. Dari sikap itulah membuat Freya merasa nyaman, sehingga dia seperti merasakan kasih sayang yang tidak pernah dia dapatkan dari kedua orang tuanya.


Sebenarnya jika boleh jujur Freya menikahi pria itu hanya karena dia baik, dan memiliki kasih sayang yang begitu besar padanya.


Cuman, satu sisi Freya memang sangat menyayangi suaminya. Tapi, di sisi lain juga Freya mencintai Ace, dia tidak mau sampai Ace meninggalkannya saat tahu tentang statusnya yang sudah menjadi istri sirih dari pria lain.

__ADS_1


"Tenang ya, Sayang. Jangan nangis seperti ini, Daddy tidak bisa melihatmu bersedih. Maaf jika Daddy sudah membuatmu di keluarkan dari Universitas itu, tapi Daddy janji setelah ini Daddy akan mencarikan Universitas terbaik untukmu. Okay? Sekarang udah ya, please jangan kaya gini."


Beberapa kali suami sirihnya itu mencoba untuk menenangkan Freya, bahkan dia mengusap serta mencium lembut istrinya penuh kasih sayang. Sebenarnya dia juga tidak tega, tapi mau bagaimana lagi.


Mungkin dengan keputusan ini, pernikahan mereka akan lebih terbuka lagi dan bisa menjadi lebih baik tanpa adanya kebohongan yang biasa mereka lakukan.


"Ckk, bukan masalah itu bo*doh! Kalau gua di keluarkan dari Universitas itu, bagaimana gua bisa selalu ada di samping Ace!"


"Arrghh, dasar pria tua bangka! Ini semua gara-gara lu, lihat aja nanti. Gua bakalan bikin lu bertekuk lutut mencium kaki gua, saking enggak mau kehilangan gua!"


Batin Freya berbicara dengan penuh sorotan tajam lurus kearah depan, tepat di dalam pelukan suami sirihnya. Selang beberapa detik Freya kembali berubah, berpura-pura merasa paling sedih agar mendapat simpati dari suaminya tersebut.


"Bagaimana kalau Daddy kembali berbicara pada Rektor, agar memberikan kesempatan padaku 1 kali saja. Aku tidak mau keluar dari Universitas itu, aku mohon Dad, aku mohon!"


"Aku janji, jika Daddy mau membantuku aku akan melayani Daddy sepuas-puasnya tanpa membuat Daddy harus memintanya terlebih dahulu, bagaimana?"


Freya mendongak keatas, mata berkaca-kaca membuat suami sirihnya terdiam sejenak. Dia sebenarnya kasian terhadap istrinya, karena dia memang paling tidak tega jika Freya sampai mengemis seperti ini.


Freya mendengar itu semua langsung merasa happy, dia tersenyum begitu lebar dan mencium bibir suami sirihnya secara singkat.


"Hem, udah mulai nakal rupanya Babyku ini ya?" ledeknya. Tangan suaminya itu mulai mencubit kecil hidung Freya dengan gemas, hingga membuatnya terkekeh.


Namanya juga cinta. Pasti akan buta dan tuli, jadi segala cara akan dia lakukan demi melihat istrinya bahagia. Maka dari itu, seseorang yang memiliki wajah polos itu sangatlah beruntung, tinggal gimana mereka menggunakan wajah itu. Apakah untuk keburukan atau kebaikan?


Lantas, bagaimana jika sewaktu-waktu suami sirihnya tahu kalau Freya memiliki pria lain dibelakangnya? Apakah akan menjadi bom besar untuknya? Entahlah, kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya.


...*...

__ADS_1


...*...


Disaat mereka sudah kembali ceria, seseorang yang sudah mengintai dari tadi sudah tidak tahan lagi saat melihat kemesraan mereka yang diumbar. Secara pintu kamar mereka belum di tutup, sehingga pria itu mengintip dari balik dinding.


Siapa lagi jika bukan Ace, selaku pria yang selama ini berusaha kembali percaya pada wanitanya. Nyatanya dibelakang, dia malah mendapatkan kejutan yang lebih mengejutkan dari apa yang Fayra dapatkan pada waktu itu.


Mata Ace hampir saja copot, bahkan sudah terlihat sangat memerah penuh dendam ketika melihat kemesraan yang jauh lebih dari dirinya. Menurut Ace, seharusnya pria yang ada di hadapan Freya adalah dirinya, bukan pria tua itu!


"Hihi, Daddy ishh. Jahil ya, pokoknya awas loh, nanti Freya tidak akan kasih jahat mau?"


"Hem, masa sih. Emangnya tega sama Daddy, kalau nanti Daddy panas dingin nahan semuanya terus Daddy jajan di luar gimana? Hayo?"


"Yakk, enggak boleh. Pokoknya Daddy enggak boleh jajani di luar, titik!"


"Hahah, dasar wanita labil! Ishh, gemes deh. Rasanya Daddy mau makan lagi, boleh?"


"Etts, tidak boleh. Baru juga tadi makan, kan udah kenyang. Nanti lagi dong, aku rehat dulu. Lagian itu pintu belum di tutup Daddy, nanti banyak yang lihat bagaimana?"


"Ya, biarkan saja. Toh kita kan sudah resmi jadi apa yang harus di takutin, kalau pun di grebeg tidak masalah kita punya bukti, 'kan?"


"Isshhh, Daddy! Sudahlah berbicara sama Daddy itu menyebalkan, aku mau tutup pintu dulu ya. Tunggu disini, jangan iseng!"


Freya mengancam suaminya dengan menatapnya tajam, dimana suaminya malah terkekeh lucu saat melihat istrinya memarahinya bagaikan seorang anak yang ngambek kepada orang tuanya.


Kemudian, Freya berbalik berjalan beberapa langkah mendekati pintu. Akan tetapi, suaminya malah berlari memeluknya dari belakang membuat Freya sedikit terkejut dan kembali memarahinya.


Pada akhirnya, Ace yang tidak kuat melihat semua itu langsung menunjukkan dirinya di hadapan mereka sambil berjalan memasuki kamar, lalu bertepuk tangan.

__ADS_1


Prok, prok, prok ...


Ace mengukir senyuman manis ketika dia sedang memergoki kekasihnya berselingkuh. Padahal tanpa disadari, Ace yang sebenarnya menjadi selingkuhan Freya atau bisa dibilang orang ketiga di dalam kehidupan mereka.


__ADS_2