
Akan tetapi, ada satu kejadian kecil ketika mereka berjalan ke arah kantin. Perkataan Freya berhasil memancing emosi di dalam diri Ace.
Dimana Fayra kembali menceritakan tentang hasil sidang hasil kemarin. Bagaimana kedua orang tuanya meminta maaf padanya atas kesalahan mereka dan masih banyak lagi.
Mendengar kebohongan demi kebohongan yang Freya ucapkan membuat Ace sudah tidak kuat lagi. Tangannya mengepal kuat serta rahangnya begitu tegas dan juga hatinya sangat geram, hingga tanpa disengaja Ace malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi lalu memberikan cap 5 jari yang begitu cantik di pipi kanan milik Freya.
Plakk!
"Awwshh, Ace? Ka-kamu nampar aku? Ke-kenapa kamu jahat banget sama aku, kenapa? Aku salah apa sama kamu, Ace Hiks ...."
Freya memegangi pipinya sambil menatap Ace dengan tatapan begitu menyedihkan. Benar-benar terlihat sangat lihai dalam memerankan perannya. Bahkan hampir saja Ace kembali tertipu, saking wajah Freya terlihat begitu polosnya.
"Ternyata benar apa yang dikatakan, Tita. Jika wajah yang polos tidak menjamin hati yang bersih!" tegas Ace, sorotan matanya terlihat menajam menatap wanita yang sudah berhasil membod*dohinya.
"Ma-maksudmu apa, Sayang? Ti-tita ngomong apa aja sama kamu? Jangan bilang dia menjelekkan aku, sampai akhirnya kamu percaya sama dia dari pada aku, kekasihmu sendiri!"
Freya terlihat begitu kesal bercampur panik ketika wajahnya menatap wajah Ace yang sepertinya sudah mengetahui tentang kebusukan Freya hampir 80 persen.
"Aku udah tahu semua tentangmu. Jadi, stop drama didepanku karena aku sudah sangat muak untuk menyaksikan muka sok polosmu itu!"
"Jika aku tidak memandangmu bukan orang yang aku cintai, maka sudah aku pastikan saat ini kamu tidak akan bisa menatap wajahku seperti sekarang!"
"Lebih baik, kita---"
"Stop Ace, Stop! Aku tahu aku salah sama kamu, aku minta maaf. Tapi, jujur aku melakukan semua ini karena ada sebabnya dan kamu pasti udah hampir tahu semua tentangku dari Tita."
"Tak apa, aku tidak masalah. Hanya saja dengerin penjelasan aku dulu, aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Apa alasan aku berbohong padamu dan apa alasanku menyembunyikan semua ini."
__ADS_1
"Sekarang kamu ikut aku, aku akan ceritakan di Taman semuanya. Please, aku mohon Sayang. Sekali sjaa dengarkan penjelasanku, aku tidak mau hubungan kita berakhir karena kesalah pahaman. Jadi please, sekali lagi aku mohon ikut bersamaku ke Taman. Aku akan ceritakan semuanya sedetail mungkin, tanpa terkecuali!"
Freya berusaha membujuk Ace, sambil merangkul lengannya dengan suara manja dan juga isak tangis yang terdengar begitu rin*tih.
Awalnya Ace berusaha untuk tidak mau mendengarkan semua yang diucapkan Freya, akan tetapi cintanya memaksa dia untuk memberikan kesempatan agar Freya memperbaiki semuanya.
Sampai akhirnya dia melupakan jika kepolosan wajah Freya ternyata memang nyata adanya. Ace seakan-akan kembali terhipnotis dan mengikuti semua apa yang Freya lakukan.
Mereka berdua pergi ke Taman kampus, lalu duduk bersama di salah satu kursi taman. Disitu Freya mulai menceritakan semua kejadian secara rinci, dia mengakui jika semua itu adalah kebohongan belaka yang dia rangkai sedemikian rupa, untuk menjadi sebuah kisah yang menyedihkan.
Semua itu karena Freya merasa sakit hati, kedua orang tuanya lebih menyibukkan dirinya sendiri dengan pekerjaan ketimbang harus membagi waktu bersamanya.
Akhirnya semua itu merubah Freya menjadi wanita yang sedikit nakal dengan sebuah minuman dan juga hiburan malam layaknya party dansa di BAR.
Namun, ada satu kejanggalan dari cerita Fayra. Bahwasanya dia tidak sedikit pun menyenggol tentang Pamannya. Itulah yang semakin membuat Ace belum sepenuhnya bisa percaya dengan apa yang Freya katakan.
"Jika semua kisah yang kamu ceritakan benar adanya, bagaimana dengan Paman? Paman yang sering kamu sebut setiap kali ada masalah? Apakah kamu bisa mempertemukan aku dengan Pamanmu itu? Tidak sekarang, besok, lusa ataupun minggu depan tak apa. Aku akan tetap menunggu momen itu!"
sedikit berpikir.
Bibir Freya terlihat begitu gemetar ketika dia mau menjawab pertanyaan itu, rasanya berat sekali seperti ada yang masih Freya tutupi dari Ace.
"Eee, na-nanti aku akan temui kamu dengan Pamanku. Cuman ti-tidak sekarang ya, Pamanku itu sangat sibuk. Karena dia Pengusaha besar yang tidak memiliki waktu banyak hanya sekedar see hallo, kalau tidak ada urusan yang penting banget."
Suara Fayra terdengar begitu patah-patah, menandakan bahwa saat ini dia sedang nervous ataupun gugup. Terlihat dari gerak-gerik tubuhnya yang mulai salah tingkah, sesekali sorotan matanya berusaha menghindari Ace.
"Ckk, ada yang tidak beres! Kayanya dia masih menyembunyikan sesuatu padaku, lihat saja nanti!"
__ADS_1
"Jika sampai aku tahu satu lagi kebohongan yang dia ciptakan, jangan harap bisa kembali menatap wajahku seperti saat ini!"
Batin Ace berbicara dengan tatapan penuh arti, sedangkan Freya dia terdiam sejenak menunggu respon Ace.
Setelah beberapa menit Freya kembali meminta maaf serta merangkai beberapa kata manis untuk menarik perhatian Ace kembali.
Mungkin, untuk saat ini Ace masih bisa percaya dengannya karena dia masih penasaran siapakah Paman yang dia maksud selama ini.
Mereka kembali berbaikan, dimana Freya terlihat bahagia ketika Ace tidak lagi marah dengannya. Akan tetapi, jangan salah didalam hati kecil Freya dia tidak terima dengan ulah Tita yang hampir saja merusak hubungannya dengan Ace.
"*Lihat saja lu, Ta. Gua akan balas apa yang udah lu lakuin sama gua, akibat mulut lu yang lemes gua dan Ace hampir saja pisah!"
"Tunggu pembalasan gua, ketika semua itu telah tiba gua yakin lu enggak akan bisa melupakan semua yang akan terjadi dengan diri lu sendiri*!"
Gumam batin Freya dengan tatapan menyorot tajam kearah bawah, senyuman licik mulai terukir di bibirnya.
Sementara di kelas lainnya, Tita tanpa disengaja bersin-bersin entah kenapa. Padahal dia tidak flue atau pun sakit, tetapi bersin yang beberapa kali tercipta merupakan pertanda bahwa dia sedang dibicarakan oleh seseorang.
"Haacim, srroott!"
"Apaan sih, kenapa gua tiba-tiba bersin begini. Apa jangan-jangan ada yang ngomongin gua, tapi siapa? Jangan bilang Freya atau Ace? Pasti sekarang mereka sedang berantem karena penjelasan yang gua berikan, cuman ya udahlah bodo amat!"
"Gua juga enggak peduli, apa lagi takut sama apa yang akan Freya lakukan nantinya. Setidaknya gua udah membela yang baik dan meluruskan yang salah!"
"Semua gua serahkan pada Tuhan, karena hanya Dialah yang bisa menolong gua dari apa yang akan menimpa gua nantinya. Gua yakin, kejahatan akan kalah dengan sendirinya. Dan kemenangakan akan selalu ada pada orang yang jujur!"
Tita berbicara dengan nada sedikit kecil layaknya orang sedang berbisik, meski dia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Cuman dia yakin dengan takdir dan keajaiban, jika orang yang benar akan selalu menang walaupun dia harus melewati semua proses yang tidak mudah.
__ADS_1
Teman sebelah Tita pun merasa khawatir saat Tita bersin ketika mereka berada di dalam pelajaran. Sang dosen pun yang mendengar Tita selalu bersih, malah menyuruhnya untuk pergi ke ruangan UKS agar dia bisa meminta obat dan sedikit beristirahat.
Namun, Tita menolak semua itu karena tidak mau sampai ketinggalan pelajaran. Apa lagi dia tahu ini bukan bersin orang sakit, melainkan bersin akibat sesuatu yang telah membicarakan tentang dirinya.