Learn to Love You

Learn to Love You
Keadaan Kritis


__ADS_3

Ace tidak menyangka jika kepulangannya akan disambut dengan beberapa masalah yang terus berdatangan. Awalnya Ace datang dengan tujuan ingin menghadiri pesta pernikahan sahabatnya, walaupun tidak diundang.


Cuman dia malah melihat kondisi Daddy Gerry sudah mulai melemah dengan badan yang mulai menyusut. Apa lagi Mommy Rosa yang setiap saat terlihat cantik dan segar. Kini malah terlihat bagaikan bunga yang sangat layu, jauh dari biasanya.


Setibanya di rumah sakit, mereka langsung segera turun dan membantu mendorong bangkar Daddy Gerry menuju ruang UGD. Dimana pada saat itu Daddy Gerry sudah dalam keadaan pingsan tak berdaya.


...*...


...*...


30 menit berlalu, Ace masih dalam keadaan panik mondar-mandir di dekat pintu UGD sesekali mengintipnya dari kaca transparan yang ada di sela-sela pintu.


Mommy Rosa hanya bisa berdoa dan memohon agar suaminya masih diberikan kesempatan untuk bertahan hidup, supaya bisa menemaninya sampai akhir hayat mereka.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan dalam keadaan wajah cemas, Ace langsung menghadang dan membuat Mommy Rosa pun segera berlari menghadapnya.


"Gimana, Dok? Gimana keadaan Daddy? Dia baik-baik aja, kan?" ucap Ace panik, saat melihat dokter hanya terdiam membisu.


"Jawab, Dok! Suami saya gapapa, kan? Suami saya sehat kan, cuman sakit dikit aja kan? Please katakan, Dok. Jangan buat kami penasaran, hiks ...."


Melihat kondisi Mommy Rosa semakin melemah, Ace segera memeluknya erat. Dia terus menguatkan Mommynya jika Daddy Gerry dalam keadaan baik dan sehat.


Ace menanamkan didalam pikirannya serta Mommy Rosa, jikalau tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Daddy Gerry.


"Tenang, Nyonya. Jangan bersikap seperti ini, nanti bisa-bisa kondisi Nyonya akan jatuh drop. Saya juga tidak tega mengatakan tentang kondisi Tuan Gerry, kalau Nyonya masih dalam keadaan seperti ini." jelas sang dokter.

__ADS_1


"Bagaimana saya bisa tenang, Dok. Sedangkan saya saja tidak tahu bagaimana keadaan suami saya di dalam!" Mommy Rosa menangis dan memekik keras.


"Katakan, Dok! Daddy saya sakit apa dan bagaimana kondisinya. Please jangan buat kami semakin panik dan menebak-nabak, Dok!" tegas Ace dengan segala kecemasannya terhadap Daddy Gerry.


"Se-sebelumnya saya mau minta maaf pada Nyonya dan Tuan, jika Tuan Gerry--"


"Kenapa, Dok? Suami saya kenapa. Katakan dengan jelas, jangan bertele-tele!"


"Mom, udah. Jangan seperti ini, Ace yakin Daddy baik-baik aja didalam, please Mom. Ace mohon jangan seperti ini, Ace tidak kuat lihat Mommy begini!"


"Katakan, Dok. Katakan hiks ...."


"Baiklah, Nyonya. Saat ini kondisi Tuan Gerry tidak sedang baik-baik saja, dia mengalami koma untuk beberapa hari kedepan. Saya tidak tahu sampai kapan Tuan Gerry bisa bertahan, karena kondisinya sangat benar-benar kritis."


Degh!


Sang dokter meminta Ace untuk membawa Mommy Rosa masuk ke dalam agar segera di tangani, sementara Daddy Gerry akan langsung di pindahkan ke ruangan ICU.


Mommy Rosa harus mendapati perawatan lebih lagi karena tekanan darahnya sangatlah rendah dan tensi jantungnya pun sedikit melemah. Sehingga dia harus melakukan perawatan untuk beberapa hari kedepan.


Keadaan yang seperti ini sebenarnya Ace sangat butuh suport dari seseorang yang dia sayangi, tetapi sayangnya Freya tidak ada disampingnya.


Sementara Fayra tidak akan mungkin, apa lagi mereka habis berantem jadi sangat mustahil jika Ace menghubungi keluarga Fayra akan langsung membuat mereka datang ke rumah sakit dijam seperti ini.


Pikiran Ace sudah mulai bercabang entah kemana, satu sisi dia ingin sekali melihat kondisi Daddy Gerry yang sudah di ruang ICU. Dan disisi lainnya dia tidak bisa meninggalakan Mommy Rosa dalam keadaan seperti ini.

__ADS_1


Beberapa kali ponsel Ace berdering, lalu dia mencoba mengangkatnya dimana Freya langsung saja marah-marah tanpa mau mendengar penjelasan dari Ace. Kenapa dia tidak menghubungi Freya semenjak sampai di Indonesia sampai sekarang.


Bahkan Freya juga melupakan jika perbandingan waktu antara Indonesia dan Amerika sangatlah jauh, jadi Freya hanya bisa berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.


Ace yang sudah terbawa emosi pun tidak bisa mengontrol jika ucapan Freya sangat menyakitinya, sehingga pikirannya semakin semeraut. Tanpa berkata apapun Ace langsung mematikan sambungan telepon itu, lalu memblockir nomor Freya.


Semua Ace lakukan agar dia pikirannya tidak semakin kemana-mana untuk sementara ini sampai kondisi kedua orang tuanya stabil.


...*...


...*...


Pagi hari, di rumah kediaman Richardzon. Suasana sedikit berbeda, mereka seperti mendapatkan anggota yang baru aja masuk di dalam keluarganya.


Mereka berempat sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, bahkan Kharel pun sudah menggunakan pakaian casual milik Appa Daniel.


Pakai itu sangat cocok untuk Kharel, karena tidak terlihat muda ataupun tua. Pokoknya apapun yang digunakan Kharel selalu terlihat perfeks.


Hanya saja, disaat mereka sedang menikmati sarapan paginya tiba-tiba Appa Daniel mendapatkan kabar dari nomor yang tidak di kenal.


Awalnya tidak mau diangkat, tetapi ponselnya selalu berdering dan berdering. Sampai akhirnya Appa Daniel pun mengangkatnya dalam keadaan terdiam, layaknya sedang memantau siapakah yang menelponnya di jam sepagi ini tepat di hari libur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️

__ADS_1



__ADS_2