Learn to Love You

Learn to Love You
Sabotase Gedung


__ADS_3

Pelukan Fayra lepaskan sambil mengelap wajah Kharel dengan tangannya sambil mencium keningnya. Betapa bahagianya Kharel, karena dia telah di manjakan oleh calon istrinya sendiri.


Setelah Kharel mulai tenang, mereka kembali minum sejenak sambil menyemil dan melihat keseruan anak-anak main. Meskipun tak seramai di taman biasa, tetapi taman rumah sakit juga masih ada beberapa anak kecil yang bermain setelah mengunjungi keluarganya.


Selang kurang lebih 15 menit, mereka pulang menggunakan mobil Appa Daniel yang di temani oleh sang supir untuk bisa memmbantu Kharel.


...*...


...*...


Di rumah yang penuh kesederhanaan, terdengar suara kegaduhan dari dalam rumah. Ternyata itu adalah Ace, dia mendapatkan kabar dari seseorang yang mana itu adalah Windi. Wanita yang dia sewa untuk menghancurkan hubungan Fayra dan Kharel.


Namun, semua rencana yang sudah Ace buat matang-matang seketika hancur begitu saja.


Itu akibat Ace terlalu percaya diri, bahwa hanya dengan sekali gesekan maka Fayra akan meninggalkan Kharel. Sama halnya, seperti Fayra meninggalkan dirinya pada waktu itu. Cuman nyatanya dia salah.


Fayra begitu mempercayai Kharel, dan menantangi Ace untuk datang ke acara pernikahannya. Dari situlah Ace kembali memutar otak, terus berusaha menggagalkan acara tersebut.


Semua hanya tinggal menghitung hari. Jam pun terus berputar sangat cepat, membuat Ace semakin bingung. Dia harus merencanakan apa lagi untuk membalaskan rasa sakitnya ini, ketika wanita yang pernah dia sia-siakan sebentar lagi akan menjadi milik pria lain.


"Aarrghh, si*al! Kenapa Fayra sangat mempercayai pria itu sih, apa sih lebihnya dia? Udah cacat, nyusahin, enggak bisa bikin bahagia masih aja di pertahanin. Sementara gua yang sehat, cuman ketahuan selingkuh dikit aja udah langsung minta cerai!"


"Padahal status mereka belum nikah. Ala salahnya sih, Raa. Lu cuman tinggal batalin aja susah amat. Setelah itu gua akan masuk ke dalam kehidupan lu lagi, dan kita bisa hidup bahagia dengan keadaan gua yang masih sempurna ini!"


Kemarahan Ace berhasil membuat kamarnya berantakan, bagaikan kapal yang terhantam oleh obak besar di lautan.

__ADS_1


Setelah emosi Ace mulai sedikit mereka, dia menatap ke seluruh sudut kamarnya yang berantakan membuatnya lagi-lagi terbawa kesal.


Dia lupa jika saat ini sudah tidak ada lagi pembantu yang bekerja di rumah, melainkan hanya ada dia sendiri yang harus membersihkannya.


"Yaakk, si*alan! Bisa-bisanya gua lupa kalau di rumah ini hanya gua yang tempatin, sedangkan pembantu gua gak punya!"


"Semua ini, gara-gara wanita gak berguna! Cuman di suruh lakuin kaya gitu aja gagal. Dasar wanita bo*doh!"


Dengan segala kekesalannya, Ace langsung kembali membereskan kamarnya. Di tambah lagi, dia harus memasak untuk perutnya sendiri. Setelah itu kembali pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Mommy Rosa.


Tak lupa, sepanjang jalan Ace masih tetap akan selalu mencari cara supaya dia bisa membatalkan acara pernikahan Fayra dan Kharel. Apapun akan Ace lakukan demi merebut Fayra kembali kedalam genggaman tangannya.


...*...


...*...


Jalan Primrose no. 16, Jakarta Selatan. Tepatnya di jalan ini, sebuah acara besar akan segera diadakan 1 jam lagi. Acara yang sangat di tunggu-tunggu oleh semuanya, karena banyak yang ingin melihat Fayra bisa kembali bahagia bersama Kharel.


Namun, siapa sangka. Di hari kebahagiaan ini, ada satu mata jahat yang sedang memantau keadaan di dalam gedung pernikahan tersebut.


Siapa lagi jika bukan Ace, mantan suami Fayra yang tidak pernah ada kapoknya untuk bertindak bo*doh dengan segala cara.


Akan tetapi, dia sangatlah beruntung. Kehadirannya di pesta itu tidak membuat 1 orang pun merasa curiga. Semua terlihat seperti biasa saja.


Cuman, mereka semua tidak tahu bahwa bahaya besar sebentar lagi akan melanda pernikahan Kharel dan Fayra.

__ADS_1


"Lihat aja lu, Rel. Sebentar lagi lu akan mam*pus di hari pernikahan lu sendiri. Dimana harusnya ada tangisan kebahagiaan, kini akan gua ganti dengan tangisan kehilangan!"


"Siapa suruh lu ngerebut milik gua. Jadi, inilah akibatnya. Jika lu berani merebutnya, maka lu juga harus berani berhadapi maut lu sendiri, haha ...."


Batin Ace berbicara dengan lantang dipenuhi oleh kabut hitam disekeliling tubuhnya. Aura mencekram membuat suaranya terlihat begitu menegangkan.


Tawa jahat Ace selalu terdengar di dalam hatinya, dia benar-benar terlihat begitu antusias dan juga percaya diri. Bahwa rencana yang dia buat kali ini akan berhasil 100 persen. Tidak seperti Windi, yang hanya menginginkan uang, tetapi pekerjaan tidak becus.


"Rasanya gua udah engga sabar nunggu lu menutup mata untukk selamanya. Ingat, Rel. Kalau memang gua enggak bisa memiliki Fayra, maka lu juga harus enggak akan pernah bisa mencoba untuk merebutnya!"


"Kali ini gua serius, gua enggak akan main-main. Udah cukup gua lihat kalian bermesraan, romantis-romantisan layaknya pasangan yang paling bahagia sedunia. Alaahh, ta*ekk kucing!"


"Sekarang waktunya lu untuk menikmati sisa-sia waktu yang ada. Jangan sampai menyesal karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sangat baik!"


Ace menatap ke arah pintu yang terdapat karpet merah berukuran sangat panjang. Sesekali Ace melirik ke arah atas, yang mana terdapat sebuah lampu berukuran besar tepasang tepat berada diatas karpet merah itu.


Lampu hias yang seharusnya terdiam menyinari gedung, ternyata diam-diam bergerak kesana-kemari akibat sebuah tali perekat yang mengikatnya sudah semakin tebal terkikis.


Semua itu akibat tangan jahil milik Ace, diam-diam Ace menyabotase gedung itu tanpa sepengetahuan siapapun. Lalu, dia mengikis sedikit tali tersebut hingga lama kelamaan kikisan itu mulai semakin menipis.


Ace berusaha keras terlihat baik-baik saja ketika sebagian temannya ada yang menyapa, termasuk dengan sahabatnya sendiri. Louis, Nata, Eric, Arsy, Nicho, Sheila. Mereka berbincang serta berusaha untuk menguatkan Ace atas kejadian yang menimpanya.


Semua yang ada di sana menganggap Kharel sama seperti pria lainnya. Tanpa mereka tahu bahwa nyawa Kharel saat ini berada di dalam bahaya.


Mereka sama sekali tidak sedikitpun merasa curiga, atas gerak-gerik Ace yang sangat cerdik.

__ADS_1


Semua orang terlihat begitu bahagia, happy dan juga tidak sabar untuk menunggu momen janji suci yang akan Kharel dan Fayra ucapkan bersama.


__ADS_2