
Ace menatap istrinya sekilas, lalu dia kembali mengingat semuanya secara detail. Dimana Ace mulai menceritakan bagaimana proses membuka segel versi dirinya, sedangkan Fayra hanya bisa meneruskan apa yang diceritakan oleh suaminya.
Kedua orang tua Ace yang benar-benar penasaran cukup terdiam, mereka hanya menyimak, mendengar serta mencermati setiap apa yang dilakukan oleh anak kesayangannya.
...Flashback buka segel...
"Arghh, Honey! Pelan-pelan dorongnya, sakit tahu!" teriak Ace, begitu keras.
"Tahan, Bunny. Aku juga lagi berusaha, jadi jangan berisik!" ucap Fayra.
Mommy Rosa dan Daddy Gerry langsung berhadapan saling menatap satu sama lain dengan pemikiran yang melambung tinggi.
Mereka tidak menyangka sama apa yang mereka dengar sekarang, karena yang mereka tahu biasanya wanita akan mengeluh kesakitan. Akan tetapi ini malah sebaliknya.
Padahal kenyataannya tidaklah sama seperti apa yang ada dipikiran kedua orang tuanya pada saat itu. Karena apa yang mereka dengar bukanlah suara indah ketika mereka mulai menyatukan tubuhnya.
Melainkan suara itu berasar dari seorang istri yang sedang berusaha memakaikan pengaman kepada suaminya.
"A-aduh Honey, pelan-pelan. Ngilu tahu, sstt ...." keluh Ace, melihat Fayra berusaha membantunya memakaikan pelindung kepada adiknya.
"Makannya kalau punya burung tuh jangan gede-gede, masa baru di gigit dikit aja udah bengkak kaya gini. Mana ini pelindung kecil banget lagi." ucap Fayra berusaha memakaikan alat tersebut.
"Ishh, itu namanya bukan bengkak Honey. Tapi dia udah bangun, jadi begitu." jawab Ace.
"Oalah, jadi kalau mau bangunin caranya di gigit gitu?" ucap Fayra, polos.
"Yak, gak gitu juga Honey. Dia bangun bukan karena gigitan, melainkan sentuhanmu yang merang*sangnya untuk bangun saking keenakan." jelas Ace, tersenyum.
"Terus kalau udah bangun, cara nidurinnya lagi gimana? Apa di elus-elus supaya bisa tidur?" tanya Fayra.
"Kalau kamu elus-elus, dia bukannya tidur malah ngebrontak Honey. Jika kamu mau dia tidur, kita harus enak-enak dulu sampai dia benar-benar puas baru deh dia bisa tidur dengan nyaman hihi ...."
Ace terkekeh ketika melihat wajah istrinya kembali memerah, setelah pengaman selesai terpasang di milik Ace langsung menarik istrinya hingga tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain.
Dimana saat ini Fayra berada di atas tubuh suaminya, tanpa sehelai benang pun di badan mereka. Lantaran mereka sudah melakukan pemanasan, tetapi tertunda saat Ace harus memakaikan adiknya pengaman lebih dulu.
__ADS_1
Ace yang sudah tidak kuat menahan gejolak hasrat yang kian menggebu-gebu, sampai akhirnya Ace memeluk istrinya sambil menyatukan bibir mereka.
Perlahan Ace membalikan tubuh istrinya masih dalam alunan permainan bibir mereka yang cukup mulai terdengar berisik.
Cium*man Ace mulai turun ke leher dan juga dada istrinya, hingga membuat tubuh Fayra tersetrum dan sedikit gelajotan akibat rasa geli yang dihasilkan dengan sentuhan lidah suaminya.
"Sstt, ge-geli Bu-bunny. Argh, hempt ...." ucap Fayra sambil mendongak ke atas dalam keadaan dada sedikit terangkat ketika Ace berhasil melapat buah Cerry tersebut.
Tanpa di sengaja kedua kaki Ace menahan kedua kaki Fayra hingga sedikit terbuka. Ace masih sedikit ingat posisi Daddy Gerry saat melakukannya bersama Mommy Rosa.
Namun, yang membedakan di sini Ace hanya menggesek-gesekkan miliknya ke bibir milik istrinya, sampai menimpulkan rasa sakit akibat milik Fayra yang masih sedikit kering.
Akan tetapi lama kelamaan menjadi enak, karena sawah yang awalnya kering sudah menjadi sedikit becek. Ace menggoyangkan pinggulnya seperti Daddy Gerry, benar-benar posisinya sama persis.
"Huhh, hahh, arghh, Bu-bunny." Fayra mengeluarkan suara yang sangat indah.
"Enak Honey, a-aku suka. Argh, a-aku percepat ya goyangannya huhh, hahh ...." sahut Ace.
"Bu-bunny, i-ini enak sekali, huh, hemp ...." jawab Fayra.
"Arrghh, hemp. Bu-bunny, a-aku ke-kebelet ma-mau pipis du-dulu. Ja-jadi mi-minggirlah!" titah Fayra, napasnya kian memburu.
"Itu bukan pipis, Sayang." Ace membali mempercepat goyangannya, tanpa memberikan cela untuk istrinya bernapas lega.
"Tap--- arrghhhhh ...."
Fayra dan Ace berteriak ketika melakukan pelepasan untuk pertama kalinya bersama-sama. Tubuh Ace langsung ambruk tepat disebelah Fayra dalam keadaan terlentang bahagia, karena dia telah selesai membuka segel istrinya.
Fayra yang merasakan tubuhnya masih kejang-kejang, hanya bisa berusaha menetralkan deru napasnya yang semakin memburu.
Sampai akhirnya Mommy Rosa dan Daddy Gery yang berada di depan kamar mereka, cuman bisa tersenyum lebar setelah mengetahui bahwa menantunya bukanlah wanita yang lemah.
Terlepas perginya kedua orang tua mereka, Ace segera duduk sambil menatap istrinya yang saat ini masih ngos-ngosan karena napasnya yang masih belum beraturan.
"Honey, mandi yuk. Biar tidurnya nyenyak, lagian badanku sudah bau keringat. Nanti Honey enggak mau dipeluk lagi, hehe ...." ajak Ace sambil mengelus wajah istrinya yang masih memerah.
__ADS_1
Fayra menoleh menatap Ace sambil mengangguk perlahan dan tersenyum kecil, Ace yang melihat istrinya sedikit kewalahan. Langsung menggendongnya, kemudian membawanya ke kamar mandi.
Hampir 20 menit mereka selesai mandi, serta memakai piyama baru. Dimana Fayra membereskan sedikit ranjang yang berantakan.
Baru juga Fayra mau merebahkan tubuhnya, lagi-lagi ulah Ace berhasil menyita perhatiannya. "Honey, mau bobok sambil peyuk sama nen boyeh?"
"Aish, Bunny. Sudalah besok lagi ya, aku ngantuk banget. Badanku juga sedikit lelah, jadi pending dulu ya." ucap Fayra sambil memeluk guling membelakangi suaminya.
Akan tetapi, baru juga Fayra membelakanginya dia malah mendengar suara isak tangis Ace yang terdengar begitu bising.
"Huhh, beginilah resiko kalau punya suami yang pinter drama. Ada aja ulahnya yang buat aku enggak bisa nolak." gumam batin Fayra segera membalikkan tubuhnya menatap suaminya yang sudah menangis.
"Hiks, Ho-honey jahat. Bu-bunny enggak bisa bobo kalau enggak ne--- hempt ...."
Belum selesai Ace meneruskan ucapannya mulutnya sudah di sumpel oleh buat Cerry yang sangat nikmat. Fayra sudah tidak mau ambil pusing, bahkan dia sudah tidak malu lagi seperti awal ketika Ace memintanya.
Fayra memejamkan kedua matanya, meninggalkan Ace yang saat ini sedang asyik menyusu bahkan memi*lin kecil Cerry satunya. Benar-benar persis seperti anak kecil yang sedang menyusu pada Ibunya.
...Flashback buka segel off ...
Kedua orang tua Ace hanya terdiam saling menatap satu sama lain, setelah mendengar kisah malam pertama anak dan menantunya.
"Sudah aku duga!" gumam lirih Daddy Gerry, menyenderkan tubuhnya di sofa.
"Astaga, aku kira anakku itu sudah paham. Tapi, nyatanya tidak sama sekali! Apa harus kita turun tangan untuk mengajarin mereka?" ucap Mommy Rosa sambil menepuk dahinya sendiri.
Mereka benar-benar tidak percaya, bahwa membuka segel versi anaknya bukanlah buka segel pada umumnya. Melainkan mereka hanya memperkenalkan miliknya satu sama lain.
Fayra dan Ace yang melihat respon dari kedua orang tuanya, berhasil membingungkan mereka. Sampai akhirnya percakapan mereka kembali menjadi serius, disini Daddy Gerry dan Mommy Rosa memberikan wejengan kepada anak beserta menantunya.
Mungkin memang belum saatnya mereka melakukan semua ini, tetapi jika mereka sudah paham. Maka dengan sendirinya mereka akan melakukannya tanpa arahan dan juga kesalahan untuk ke dua kalinya.
Ace dan Fayra hanya bisa terkekeh menyadari kesalah pahaman terhadap semua yang mereka lakukan. Mereka bertekat akan lebih mengetahui dan mencoba mencari tahu melalui situs atau pun google mengenai hubungan suami istri.
Sampai seketika mereka pun kembali meneruskan menonton film, sesekali Mommy Rosa menceritakan tentang pengalamannya saat pertama kali melakukan hubungan badan bersama Daddy Gerry.
__ADS_1