Learn to Love You

Learn to Love You
Mencoba Berdamai


__ADS_3

Tangan Nicho terarah untuk mengusap air mata yang kini telah membanjiri wajah cantik wanita kesayangannya. Setelah puas, Nicho langsung berbalik melangkahkan kakinya untuk meninggalkan acara tersebut.


Suasanya yang awalnya terkesan begitu manis, dipenuhi oleh keromantisan Nicho. Sekarang telah berubah menjadi sangat menyedihkan. Ada beberapa dari mereka yang ikut menangis, melihat perjuangan Nicho untuk Sheila.


Sama halnya seperti sahabat Sheila, mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau semua ini menyangkut tentang perasaaan. Apa lagi mereka tidak bisa ikut campur terlalu jauh tentang masalah hati.


Baru saja Nicho melangkahkan kakinya kurang lebih 5 meter, tiba-tiba seseorang sudah memeluknya dari belakang tubuhnya.


"Jangan pergi, Cho. Gua mohon jangan pergi, karena gu-gua ud-udah mulai mencintai lu hiks ... Gu-gua juga ma-mau jadi teman hidup lu Cho. Gua mau banget! Asalkan lu juga mau bersedia bantu gua, untuk melepakan semua masa lalu gua yang sangat menyakitkan ini." ucap seseorang yang tidak lain dan tidak bukan, adalah Sheila.


Mendengar perkataan Sheila kali ini, berhasil membuat Nicho tersenyum lebar sambil menateskan air matanya.


Nicho menundukkan kepalanya sedikit, melihat kedua tangan Sheila melingkar erat diperutnya sambil memegang kotak cincin yang Nicho berikan padanya.


Perlahan Nicho melepaskan tangan Sheila, lalu berbalik menatapnya. Sementara Sheila sudah menangis tanpa bisa berkata apa pun, ini kali pertamanya seorang Sheila merasa lemah didepan pria.

__ADS_1


Semua sahabatnya juga merasa sedikit terkejut melihat sikap Sheila yang sangat berbeda dari biasanya. Walau begitu, semua sahabatnya pun merasa lega ketika Sheila sudah mengakui cintanya kepada Nicho.


"Hei, dengarkan aku Sayang. Semua masa lalu yang menyakitkan itu, tidak bisa sepenuhnya kamu lupakan. Akan ada saatnya semua masa lalu itu terus membayangi kita, tetapi disaat kita sudah mulai belajar untuk melepaskannya. Maka, semua masa lalu itu hanya akan menjadi sebuah kenangan."


"Dimana ketika masa lalu akan kembali muncul dan membuat kita terus teringat hal-hal menyakitkan, itu rasanya tidak akan ada apa-apanya Sayang. Soalnya kita sudah berdamai dengan semuanya."


"Ya mungkin memang masih terasa sakit. Aku paham itu, cuman rasa sakitnya tidak akan sesakit ketika kamu belum bisa berdamai dengan dirimu sendiri."


"Untuk itu, aku tidak bisa berjanji kalau aku bisa menghilangkan semua kejadian buruk dimasa lalumu. Aku hanya bisa membuktikan sama kamu, kalau aku akan terus berusaha bagaimana caranya agar kelak kamu tidak akan kembali merasakan semua rasa sakit untuk kesekian kalinya."


Nicho mencoba menasihati Sheila, dengan kedua tangan memegang rahangnya sambil mengusap pipi Sheila secara perlahan.


Semua orang yang melihat adegan romantis pasangan tersebut, tanpa sadar ikut meneteskan air matanya. Dimana Fayra dan Arsyi saling berpelukan, lalu Nata dipeluk oleh tunangannya.


Mereka menangis bersama-sama saat melihat sahabatnya satu persatu sudah mulai menjemput kebahagianya.

__ADS_1


Setelah dirasa Sheila sudah mulai tenang, Nicho melepaskan pelukannya. Kemudian dia kembali berlutut di hadapan Sheila sambil tersenyum, lalu memakaikan sebuah cincin yang sangat pas dijari manisnya.


Baru kali ini Sheila merasakan bahagia yang tidak bisa dia jelaskan, bahkan beberapa kali Sheila selalu menganggap remeh Nicho lantaran dia mantan seorang playboy. Sehingga menurut Sheila, Nicho tidak jauh berbeda dengan mantan kekasihnya. Bahkan bisa jauh lebih buruk darinya.


Namun, apa yang ada didalam pikiran Sheila ternyata salah. Salah besar! Karena sebenarnya Nicho adalah pria yang baik, pria yang sangat menyayangi wanitanya ketika dia sudah bisa merasakan kenyaman bersamanya.


Nicho kembali berdiri memegang kedua tangan Sheila, tanpa diminta dia segera mencium kening kekasihnya penuh kasih sayang.


Begitu juga Sheila, dia tak henti-hentinya memeluk Nicho sambil mengucapkan kata terima kasih, karena selama ini Nicho sudah bertahan dengan segala sikap dingin dan juga keegoisannya.


Tepukan tangan yang begitu meriah, kian memenuhi gedung sebagai sebuah dukungan besar bagi pasangan yang baru saja meresmikan hubungannya.


Berbeda jauh dengan kehidupan pasangan suami-istri yang baru saja menikah. Siapa lagi jika bukan Andrew dan Alena.


Kehidupan rumah tangga yang baru mereka jalani, sebenarnya masih hangat-hangatnya bagi pasutri yang usianya masih sangat muda.

__ADS_1


Cuman siapa sangka, ternyata kehidupan Alena jauh lebih miris dari pada kehidupan Fayra saat pertama kali menjadi seorang istri.


Saat ini Alena dan Andrew tinggal dirumah kediaman orang tua Andrew. Akan tetapi kedua orang tua Andrew tidak berada dirumah itu, lantaran mereka selalu pergi ke luar negeri untuk mengurus semua bisnisnya yang sedang melesat naik.


__ADS_2