
Tita yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya bisa mengangguk antusias sambil tersenyum dan menangis bahagia. Pertanda bahwa dia mau menjadi teman hidup selamanya untuk Ozzie.
Ozzie yang terlihat bahagia cinta pertamanya langsung terbalaskan, membuatnya segera memasangkan cincin di jari manis milik Tita.
Akan tetapi, sayang. Semua keromantisan itu menjadi kacau saat Freya hadir merusak acara yang sudah susah payah Ozzie buat untuk melamar Tita.
Plak!
Freya menangkis tangan Ozzie hingga membuat cincinnya entah jatuh kemana, tatapan Freya pada Tita sangatlah membu*nuh.
Ozzie dan Tita yang tidak tahu apa-apa, menjadi bingung dengan sikap Freya yang tiba-tiba mengacaukan semua rencananya.
"Fre-freya?" ucap Ozzie dan Tita bersamaan, lalu secepat kilat mereka saling menatap satu sama lain.
"Kamu mengenal dia?" tanya Ozzie, terkejut.
"Ya, aku sangat kenal. Dia adalah teman kecilku dulu, yang sekarang sudah bukan lagi temanku!" tegas Tita, meski di dalam hatinya sangat ragu mengatakan semua itu.
"Terus, kamu juga kenal sama dia?" tanya Tita, balik.
"Aku kenal dia, kerena dia temanku. Aku sempat beberapa kali menolong dia, dan akhirnya kami berteman. Cuman aku bingung dengan dia, kenapa dia bisa seperti ini!" jawab Ozzie.
"Sebenarnya kamu itu kenapa sih, Fre? Ini adalah acara yang sudah aku rancang 1 bulan terakhir ini. Susah payah aku memikirkan semua momen yang berkesan, karena sebelumnya aku tidak pernah melakukannya pada wanita manapun!" ucap Ozzie, kembali.
Mata Freya terus saja menatap ke arah Tita sampai akhirnya, matanya melirik ke arah meja dan mengambil sebuah minuman berwarna merah milik Ozzie dan langsung menyiram tepat di warah Tita.
Byurrr!
"Mam*pus, lo! Bisa-bisanya lu jadi perusak hubungan gua sama Ozzie, dasar ja*lang!" pekik Freya, penuh emosi.
"Freya! Apa-apaan ini, hahh! Dari tadi aku sudah diam ya, menghadapi sikapmu yang keterlaluan tanpa sopan santun ini!"
__ADS_1
"Lantas sekarang apa yang kamu lakukan terhadap calon istriku, hah! Berani sekali, kamu menyiramnya seperti ini, benar-benar tidak tahu diri!"
Ozzie yang sudah sangat kesal, marah dan penuh kekecewaan segera mengambil air minum Tita dan menyiramnya tepat di wajah Freya. Sama seperti Freya menyiram Tita.
Sementara Tita hanya bisa terdiam dalam keadaan masih sangat syok, dengan ucapan Tita barusan yang mengatakan bahwa dia adalah perusak hubungan Freya dan Ozzie.
"Ozzie, kamu--"
"Apa, hahh? Mau marah? Sini marah sama aku, jangan sama calon istriku. Karena sampai kapanpun apa yang sudah menjadi milikku tidak boleh sedikit pun tersentuh oleh duri seperti dirimu!"
"Kenapa kamu belain dia sih, jelas-jelas dia yang sudah merebutmu dariku!"
"Apa kamu tahu, kamu itu telah di cuci otaknya dengan ja*lang seperti dia. Harusnya kamu sadar , Zie. Dia itu cuman mau manfaatin kamu doang, asalkan kamu tahu ya!"
"Sebenarnya dia adalah seorang ja*lang, bahkan dia sering tidur bersama om-om yang sudah beristri. Jadi aku sarankan jangan dekati dia, disini masih ada aku. Lebih baik kamu sama aku aja, kita hidup bahagia bersama. Kita menikah, punya an---"
Plakk!
Plakk!
3 tamparan mendarat di pipi manis Freya dari Tita. Ini kali pertama Tita menampar Freya bolak-balik dengan sangat keras penuh emosi.
Jika tadi Tita masih bisa tenang, cuman sekarang tidak lagi. Sikap dan perkataan Freya sudah sangat keterlaluan, bisa-bisanya dia play victim dengan memutar balikan fakta yang ada.
Sementara Ozzie terdiam seribu bahasa mendengar perdebatan mereka yang sangat memusingkan, Ozzie tidak tahu harus percaya dengan siapa diantara mereka.
Sampai akhirnya Freya mendorong Tita hingga tubuhnya terjatung dan membentur meja serta kursi yang ada di sana.
Tatapan remeh Freya benar-benar tidak bisa di jelaskan, dia merasa menang saat Ozzie cuman terdiam melihat Tita seperti itu.
Namun, Tita tidak menyerah. Dia tetap membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh Freya itu salah, Tita menjelaskan pada Ozzie dengan kejujuran dari dalam hatinya.
__ADS_1
Ozzie terdiam menatap Tita, diman hatinya bergetar hebat, sayangnya di sini Tita tidak ada bukti yang kuat. Sehingga Freya tersenyum penuh kemenangan diatas penderitaan Tita.
"Baiklah, jika kamu tidak percaya denganku tidak apa-apa, Zie. Yang terpenting aku sudah menjelaskan semuanya dengan jujur padamu, dan jika memang kamu meragukan aku. Lebih baik kita batalkan saja semua, aku akan menarik semua perkataanku beberapa menit tadi!"
"Semoga kamu mendapatkan calon istri sekaligus teman hidup yang jauh lebih baik dariku, aku tidak akan pernah melupakan kejadian romantis hari ini yang sudah kamu berikan padaku. Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih, karena kamu sudah mencintaiku beberapa menit lalu dan maaf jika aku tidak sebaik yang ada di dalam pikiranmu. Aku pamit, permisi!"
Tita tersenyum menatap Ozzie, dengan air mata yang terus mengucur. Lalu, Tita mengambil tas kecilnya di kursi, kemudian dia berbalik dan mau melangkah pergi tiba-tiba saja Ozzie memeluknya dari arah belakang.
"Please, jangan pergi Sayang. Aku tidak mau kehilanganmu, aku percaya bahwa kamu itu wanita baik-baik. Karena apa yang Freya katakan itu, sebenarnya bukanlah aibmu. Melainkan dia seperti sedang membongkar aibnya sendiri. Jadi aku mohon jangan pergi, Sayang hiks ...."
Pertama kali Tita mendengar seorang pria menangis hanya karena dia tidak mau kehilangannya, dari sini membuktikan jika memang Ozzie benar-benar mencintainya.
Semua yang Freya katakan sama sekali tidak mempan untuk mencuci otak Ozzie. Sebab ketika cinta sudah berkehendak maka apapun yang menjadi penghalangnya tidak akan berhasil untuk menghancurkannya.
Tita melepaskan tangan Ozzie yang melingkah di perutnya, lalu berbalik dan tersenyum dalam keadaan meneteskan air mata sambil meraup wajah Ozzie.
"Terima kasih, kamu sudah mau percaya denganku. Akan tetapi, aku tidak mau jika kamu percaya padaku karena kamu terpaksa. Itu tidak akan baik, Zie. Lebih baik kamu jalani kehidupanmu sesuai dengan apa yang kamu percayai agar kamu bisa hidup baha--"
Hempt!
Ozzie langsung mencium bibir Tita di depan semua pengunjung, hingga hampir 1 menit Ozzie langsung melepaskannya dan mengatakan bahwa dia benar-benar mencintai Tita.
Mau bagaimanapun Tita, entah yang dikatakan Freya benar atau salah. Yang jelas bagi Ozzie dia hanya mencintai Tita yang saat ini ada bersamanya1.
Tita yang masih terkejut dia benar-benar terharu atas perlakuan Ozzie padanya, sampai akhirnya hati Freya kembali terbakar oleh dendam akibat dia iri melihat Tita mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.
Saking marahnya, Freya berjalan lalu menarik Ozzie untuk menjauhi Tita dan tangan Freya melambung tinggi untuk menampar Tita.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi dengan sangat kencang, hingga membuatnya terjatuh dan sudut bibirnya pun terluka cukup parah.
__ADS_1