
Tanpa menunggu lama, Freya segera membereskan kotak bekalnya yang sudah habis ludes tanpa sisa. Kemudian, mereka pergi meninggalkan taman Kampus menuju parkiran.
Dimana merekapergi menunggunakan mobil Ace yang diberikan oleh Daddynya, supaya memudahkannya untuk pergi kemanapun tanpa harus kebingungan mencari kendaraan.
...*...
...*...
Mall Of America adalah satu satu Mall cukup besar yang terletak di suburban Bloomington, Minnesota, tepatnya di Amerika Serikat. Mall ini memiliki luas 78 lapangan sepak bola Amerika, atau 882.550 meter persegi.
Mall tersebut merupakan pusat perbelanjaan yang paling banyak dikunjung di dunia dari 40 juta pengunjung disetiap tahunnya. Mall ini memiliki fasitilas bioskop, taman Nickelodeon, akuarium, lapangan golf, simulator penerbang dan rumah komedi.
Selama musim dingin tiba, maka suhu disana bisa mencapat titik beku, bahkan di Mall itu juga sudah disediakan pintu khusus yang bisa untuk memanaskan tubuh.
Namun, pra pengunjung tidak perlu khawatir tentang masalah tempat pakir. Karena disebelah timur terdapat 2 tanjakan berlantai 7, telah menyediakan tempat parkir untuk 12.550 kendaraan bermobil. Sementara tempat parkir di Utara dan Selatan gedung menyediakan total sekitar 20.000 ruang.
Jadi, Mall itu bisa dikatakan Mall yang paling sering dikunjungi oleh kalangan anak kecil hingga dewasa untuk mengisi waktu luangnya supaya tidak hanya terpacu dengan berbelanja.
Sesampainya di Mall tersebut, Ace langsung melajukan mobilnya ketempat parkir yang masih kosong. Setelah itu Ace dan Freya turun dari mobil berjalan mencari pintu untuk memasuki Mall tersebut.
Langkah lebar mereka pijakkan, dengan pandangan mengedar keseluruh sudut Mall. Dimana Freya tidak menemukan sesuatu yang dia inginkan, lalu kembali melangkahkan kakinya mengelilingi Mall.
Sampai pada akhirnya Freya menemukan satu tempat yang berhasil membuat matanya membola besar, betapa terkejutnya Freya ketika melihat adanya sebuah permainan yang ramai dikunjungi oleh anak-anak yang usianya dibawah mereka.
Tempat yang identik dengan kanak-kanak, membuat Ace hanya bisa membolakan matanya. Bukan berarti Ace terkejut akan keindahannya persis seperti Freya, tetapi dia terkejut akan sifat Freya yang mirip dengan anak dibawah umur.
__ADS_1
"Ace, kita kesana yuk! Aku mau lihat wahana disana, apakah ada yang seru? Hihihi ...." ajak Freya sambil menarik tangan Ace.
Cuman, sayangnya. Ace tetap setia berdiri menahan diri layaknya kedua kaki menempel diposisinya berdiri saat ini.
"Isshh, ayo Ace. Ayo, kita kesana! Aku sudah lama tidak bersenang-senang, masa kamu tega sih humpt." Freya berbicara dengan nada lirih, wajah dibuat sesedih mungkin.
"Mau ngapain kesana sih, itu tempat anak-anak bukan tempat orang dewasa seperti kita! Lagi pula tadi lu bilang mau ke Bioskop 'kan, terus kenapa jadi kearah sini?" ucap Ace kesal, menatap sikap Freya yang kembali berulah.
"Ya namanya juga orang pengen main pasti lupa dengan tujuan utamanya, tapi nanti janji deh. Habis selesai kita bersenang-senang disini, terus kita nonton di Bioskop, kemudian kita makan malem baru deh kita pulang. Gimana?" tawar Freya menunjukkan senyuman manisnya.
"Enggak, kita nonton habis itu pulang!" jawab Ace, spontan tanpa ekspresi sedikitpun.
"Hahh? No-nonton terus pulang? Kau kira aku ini robot yang enggak butuh asupan makanan dan juga main, sehingga kita cuman nonton terus pulang. Kalau begitu kenapa enggak sekalian aja nonton dirumah lebih simpel, dari pada jauh-jauh ketempat ini!" celetuk Freya kesal, sambil menunjukkan wajah masamnya menatap Ace.
"Ide bagus itu, ya sudah ayo balik. Lu kan bisa nonton dirumah sambil rebahan, jadi buat apa kesini!" sahut Ace, langsung balik kanan membelakangi Freya.
"Yakk, dasar pria kutub! Kapan sih kamu itu bisa buat aku senang, setiap aku ajak kemana-mana selalu responnya sekaku ini! Kalau kamu enggak mau, kenapa tadi mengantarkan aku kesini hahh! Ya udah sana pulang, aku juga udah terbiasa pergi sendiri. Bye!"
Ace menyipitkan matanya, menunjukkan lipatan dahi yang mulai mengerut pertanda jika Ace benar-benar bingung dengan sikap Freya. Terkadang dia bisa menjadi baik, manja dan juga tiba-tiba bisa mengamuk seperti saat ini.
Namun, kali inj Ace bukannya menyusul Freya dia malah kembali berbalik berjalan meninggalkan tempat tersebut yang menurutnya tempat anak kecil bermain.
Ya, memang tempat itu identik dengan permainan kanak-kanak. Cuman, ada pula permainan orang dewasa yang mungkin tidak sebanyak permainan anak kecil.
Bila dibandingkan permainan anak-anak sekitar 60 persen, sedangkan permainan dewasa 40 persen. Jadi, ketika kita mengelilingi tempat itu, maka bisa menemukan wahana-wahana yang cukup menarik untuk orang dewasa.
"Huhh, menyebalkan sekali pria itu! Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu, dia kira aku ini robot yang harus mengikuti semua keinginannya!"
"Ya, memang sih tujuanku kesini ingin menonton Bioskop, tapi kan harusnya dia paham dong itu cuman kode agar dia mau nemenin. Eh, udahnya malah ngeselin!"
"Dahlah biarin aja dia mau pulang kek, bodo amat! Lebih baik aku bersenang-senang aja sendiri, siapa tahu kan ada kenalan terus bisa main bareng deh hehe ...."
__ADS_1
Freya berperang dengan batinnya sendiri, menggerutuki kekesalannya pada Ace sambil berjalan melihat-lihat beberapa wahana yang akan menjadi sasaran untuk dia coba.
"Hem, meski wahananya tidak terlalu menyeramkan. Cuman bisalah buat nyenengin hati yang kurang baik ini." gumam lirih Freya berdiri menatap semua wahana satu persatu.
"Sepertinya wahana itu menarik deh, aku harus coba argh!" sambung Freya dengan wajah senangnya.
Ketika Freya ingin melangkahkan kedua kakinya, tiba-tiba dari arah samping seorang pria menabraknya dalam posisi tangan satunya memegang minuman, dan satunya lagi memegang ponselnya.
Bugh!
"Astaga ...."
"Ehh, ma-maaf Kak. Ma-maaf aku tidak sengaja,"
"Kalau jalan pakai mata dong, percuma punya mata kalau digunain cuman buat main ponsel. Untung aja bajuku enggak ke siram minuman, kalau ke siram semut bisa semakin diabetes deket-deket aku. Udah manis, tambah manis pula!"
Freya mengoceh sepanjang yang dia suka dengan nada penuh kepercayaan diri, bahkan tidak ada sedikitpun rasa malu dihati Freya saat memuji dirinya sendiri didepan seorang pria.
Sementara pria itu malah menatap Freya dengan mimik wajah yang sangat bingung. Lalu berkata didalam hatinya. "Apakah seorang wanita senarsis ini dengan dirinya sendiri?"
"Kenapa lihat-lihat? Ya, aku tahu aku memang cantik bahkan sangat cantik. Jadi enggak usah terkejut begitu, tapi maaf aku tidak akan memberikanmu izin untuk berfoto denganku!" ucap Freya, bagaikan seorang selebritis yang sedang bertemu dengan fansnya.
"Kak, ma-maaf. Apa Kakak baru keluar dari rumah sakit jiwa? Atau Kakak sedang banyak masalah? Soalnya saya lihat pikiran Kakak, kayanya lagi konslet deh. Apa mau saya antarkan ke rumah sakit biar bisa dipastikan bahwa kabel-kabel diotak Kakak semuanya terpasang dengan baik?"
Pria tersebut berkata tanpa memberikan ekspresi apapun, terlihat bahwa dia benar-benar spontan mengatakan hal yang diluar dugaan seseorang.
Bukan berarti dia bercanda, melainkan dia hanya bingung karena baru pertama kali menemukan wanita narsis macam model Freya seperti ini.
Freya yang mendengar perkataan pria itu malah semakin membuatnya kesal dan juga emosi, padahal emosi terhadap Ace saja belum mereda. Dan sekarang malah ditambahin oleh pria yang tidak dia kenal sama sekali.
"Kaauu!" geram Freya melototkan matanya, wajahnya kian memerah, detak jantungnya mulai tidak beraturan dan juga kedua tangannya mengepal cukup kuat.
__ADS_1
Pria tersebut bergidik ngeri, seluruh tubuhnya mulai merinding ketika melihat ekpresi seorang monster cantik.