Learn to Love You

Learn to Love You
Kucing Rakus


__ADS_3

Setelah beberapa menit Fayra melepaskan pelukannya dan mereka pun kembali bermain bersama, sementara Amma Trysta meninggalkan mereka berdua untuk menyiapkan makan siang.


Dimana saat ini Fayra dan Kharel sedang menonton film sambil menyemil, siapa sangka Fayra yang terkenal tidak bisa diem dan tidak bisa jauh dari Kharel. Seketika langsung saja dia duduk tepat diatas pangkuannya, dalam keadaan tak bersalah bahkan Fayra malah menyengir ala kuda saat wajah Kharel terlihat begitu terkejut.


Bagaimana tidak, orang Fayra duduk tepat diatas sosis kesayangannya. Sehingga sosis itu pun merasa terhempit, dan terasa begitu sesak. Sampai tanpa terasa Kharel mencoba untuk tetap terlihat tenang menikmati filmnya dalam keadaan sedekat itu.


Fayra yang tidak bisa diam pun membuat sosis itu sedikit geli dan tergesek sesuatu membuat Kharel merem melek dibuatnya. "Sttt, Raa. Bisa diem enggak sih, pan*tatmu itu tajam banget!"


Kharel mengalihkan rasa yang tidak bisa di jelaskan sampai Fayra pun menoleh menatap Kharel dengan tatapan aneh. "Ka-kak Ka-kalel, ini yang dibawa apaan? Kenapa menonjol?"


Dengan polosnya Fayra mengatakan seperti itu, bahkan suaranya terdengar sedikit terbata-bata. Semua itu berhasil membuat Kharel terlihat malu dan malu.


"Bu-bukan apa-apa kok, makannya kamu diam jangan goyang-goyang kenapa sih!" jawab Kharel kesal.


"Aku enggak nyaman ada ganjelan ini, Kak. Ini apaan sih ishh, ganggu aj---"


"Arrrghh, hemp!"


Fayra yang tidak tahu menahu, langsung mencekram kuat sosis milik Kharel tanpa rasa takut. Wajah tak berdosa menatap Kharel yang berusaha menutup mulutnya agar tidak membuat Amma Trysta terkejut saat mendengarnya.

__ADS_1


"Ini apa, Kak? Kok begini, jangan bilang ini sosisi yang Kak Kalel bilang itu?" tanya Fayra.


"Hemp, bi-bisa jadi! Udah ya, kamu menyingkir dariku. Please jangan di remas begitu astaga Fayra!" Pekik Kharel kesal saat Fayra terus meremasnya dengan tangan kecilnya


Ya, walaupun milik Kharel belum menunjukkan jati dirinya. Akan tetapi di usia yang seperti itu dia sudah mengerti, meski tidak sepenuhnya dan juga belum bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pria dewasa.


Saat ini Kharel hanya meringis kesakitan ketika asetnya di terkam singa kecil yang sangat lucu. Beberapa kali Kharel mencoba untuk mengalihkan Fayra, tetapi nihil. Sampai akhirnya suara teriakan Amma Trysta membuat Fayra langsung berlari kearah ruang makan, akibat makanan kesukaannya sudah jadi.


Kharel yang awalnya putus asa, sekarang sudah mulai merasa lega. Meskipun dia harus menikmati rasa cenat-cenut di sosis miliknya, akibat rema*san tangan mungil milik singa kecilnya.


Setelah Fayra sampai di meja makan, dia melupakan jika Kharel masih diruang tamu dengan segala dramanya yang jungkir balik merasakan sesuatu. Hingga suara panggilan Amma Trysta membuat Kharel langsung menjawabnya sambil berdiri dalam keadaan sangat tegang.


Kemudian dia perlahan mulai melangkahkan kalinya, dalam kondisi sedikit mengangkang. Cuman Kharel tetap berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


Amma Trysta terlihat sangat khawatir dengan cara jalan Kharel yang terkesan lucu. Kharel pun duduk sambil sedikit tersenyum dan berkata. "E-eggak kok, Tante salah lihat kali hehe ...."


"Salah lihat? Perasaan enggak deh," Amma Trytsa kembali mengingat semuanya membuat Kharel langsung mengalihkan semuanya.


"Udah jangan dipikirin Tante, nanti pusing. Mending kita makan aja, dari pada keburu dihabisin sama kucing rakus. Tuh, lihat cara makannya kaya enggak makan seminggu aja," celetuk Kharel membuat Amma Trysta menatap anaknya dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Yee, biarin aja. Wlee!" ledek Fayra dengan manja. Kharel langsung menggelengkan kepalanya saat melihat pipi Fayra mengembung, semua karena nasi memenuhi pipinya yang Chubby.


Mereka pun terdiam sambil menikmati semua makanannya. Sampai seketika Fayra menyeletuk membuat Kharel dan Amma Trysta menjadi terkejut.



"Kak, lihat deh. Sosis Kak Kalel pasti kaya begini ya, kecil lucu tapi kok lembek?" Perkataan Fayra berhasil membuat mereka tersendat bersamaan.


Uhukk, uhukk, uhukk ...


Fayra yang melihat itu hanya terdiam, meneruskan makannya dengan semua drama kecilnya. Sehingga membuat Amma Trysta curiga terhadap Kharel, karena dia sudah menodai pikiran anaknya yang terbilang masih sangat polos.


"Rel, apa yang kamu katakan pada anakku? Kenapa dia bisa berkata seperti itu? Jangan bilang kamu sudah memperlihatkan milikmu pada anakku? Huaa, dasar calon menantu tidak ada akhlak!"


Amma Trysta memukuli Kharel tanpa henti membuat Kharel sedikit kesakitan dan meminta ampun, sementara Fayra tetap menikmati makanannya sampai dia hampir menghabiskan semua sosis yang sudah dimasak oleh Ammanya.


...Flashback Kharel Off...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️



__ADS_2