Learn to Love You

Learn to Love You
Bodyguard Cantik


__ADS_3

Tak terasa di pelepasan ke-20, tanpa sadar mereka tertidur dalam posisi miring. Dimana Kharel memeluk Fayra dari belakang, sementara miliknya masih menyancap di dalam gawang istrinya.


Mungkin semua terjadi akibat kelelahan saa mereka melakukan permainan malam pertamanya tanpa kira-kira, hingga membuat tubuhnya tak mampu lagi untuk bergerak.


Posisi ini sangat membuat keduanya terlihat nyaman, mereka tertidur tanpa satu helai kain pun dan hanya menggunakan selimut tebal yang menutupi tubuh merek. Bahkan tangan Kharel pun tak lepas dari kedua benda kenyal tersebut.


...*...


...*...


Setelah 1 bulan pernikahan Kharel dan Fayra, mereka mendapatkan kabar dari kedua orang tua Fayra bahwa sebuah surat pengadilan sudah turun.


Jadi segera mungkin, mereka berdua harus kembali ke Indonesia untuk menghadiri panggilan tersebut dan menyaksikan Ace menerima hukumannya.


Saat ini Fayra sudah tinggal bersama Kharel dan kedua orang tuanya di Prancis, yang mana Fayra meneruskan masa kuliahnya hingga mendapatkan gelar dan Kharel meneruskan pekerjaannya sebagai CEO.


Sesekali Kharel menjadi seorang dosen hanya untuk mengawasi istrinya agar tidak lagi di senggol oleh pria lain.


Semakin ke sini sifat Kharel semakin posesif terhadap istrinya, tidak sedetik pun Kharel membiarkan Fayra untuk melakukan apa pun yang bisa membuatnya lelah.


Ditambah lagi, saat ini Fayra memiliki seorang bodyguard wanita yang selalu menemaninya kemana-mana.


Posesif bukan? Ya itulah Kharel, jika dia sudah mencintai seorang wanita makan dia akan memperlakukan layaknya seorang putri Raja yang sangat berharga.


...*...


...*...


...Di University tempat Fayra menuntut ilmu...


Saat ini Fayra baru saja keluar dari kelasnya tepat di jam makan siang, lalu dia bertemu dengan bodyguard wanitanya.


"Bagaimana, Nyo--"


Fayra langsung menatap tajam kearah bodyguard tersebut.


"Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku Nyonya. Lebih baik, panggil aku Fayra saja. Paham, 'kan?"

__ADS_1


"Ma-maaf, Nyonya. Jika itu saya tidak berani, karena Nyonya adalah majikan saya, dan saya adalah bawahan Nyonya. Tugas saya hanyalah bekerja supaya bisa selalu menjaga serta melindungi Nyonya sampai Nyonya kembali ke rumah."


"Tidak lantas bila saya memanggil Nyonya dengan sebutan nama. Semua itu sama saja seperti saya, menyerahkan nyawa kepada seekor singa jantan!"


Bodyguard tersebut berbicara lembut, tetapi sedikit tegas. Sehingga Fayra yang keberatan sama nama itu, membuatnya harus memutar otak. Bagaimana caranya Fayra bisa dipanggil olehnya tanpa mendengar panggilan yang tidak dia sukai.


"Huhh, baiklah. Kalau begitu panggil aku Nona bagaimana? Bisa?"


"Usiaku ini masih sangat muda, dibanding usia Kak Anna. Jadi, aku tidak mau derajatku lebih tinggi dari Kakak. Apa lagi aku menganggap Kakak sebagai Kakakku sendiri, bukan bodyguardku. Kakak, tahu itu 'kan?"


Mendengar perkataan Fayra, membuat hati Anna sedikit tersentuh. Selama ini dia bekerja untuk menjadi seorang bodyguard, tetapi berbeda sama Fayra. Dia sangat dihargai layaknya seorang saudara bukan sebagai pekerja pada umumnya.



Anna Loginova, adalah bodyguard wanita berusia 28 tahun. Kharel memperkerjakan Anna khusus untuk menjaga istrinya dari segerombolan pria nakal dan penjahat lainnya.


Anna merupakan wanita lulusan terbaik yang memiliki kemampuan bela dirinya tidak lagi diragukan. 20 pria pun bisa di habiskan hanya dalam sekejap, meski tubuhnya lebih kecil dari lawannya, akan tetapi kekuatan fisik sangat patut diacungi 4 jempol.


Kharel mengambil Anna melalui semua prosedur yang ada, bahkan menggajinya lebih besar dari bodyguard yang terkadang mengawal Kharel ketika ada acara penting.


"Kak Anna baik-baik aja, 'kan? Kenapa mata Kakak seperti mau nangis? Ada apa, Kak?" tanya Fayra cemas.


"Jujur, Non. Selama 4 tahun aku bekerja sebagai bodyguard, baru kali ini aku dapat majikan rasa saudara. Karena selama ini aku hanya di perlakukan layaknya pekerja, yang digaji." jawab Anna, tersenyum.


"Sudahlah, Kak. Jangan di pikirkan lagi, lupakan yang sudah-sudah. Sekarang kita buka lembaran baru ya, anggapkah aku ini adikmu dan kau seorang Kakak yang akan selalu menjaga adiknya." sahut Fayra, membalas senyuman itu.


"Siap, Non. Ya sudah, sini saya bawakan tasnya." ucap Anna mengambil tas buku yang Fayra peluk.


"Sekarang, Non mau kemana? Non kan belum makan kita makan dulu ya, tadi Tuan Kharel sudah memberikan perintah padaku untuk mengingatkan Non Fayra."


"Baiklah, kita makan dulu aja. Sehabis itu kita perhi ke Mall. Saya mau cari buku, buat mata pelajaran minggu depan."


"Siap, Non. Mari,"


Anna mempersilakan Fayra untuk jalan berada di depannya, sementara dia berada di belakangnya sambil matanya terus melirik ke seluruh jalan.


Anna selalu mengecek, dan memastikan jika tidak akan sesuatu yang akan membahayakannya.

__ADS_1


Saat mau sampai ke arah kantin, tiba-tiba entah dari mana ada sebuah bola basket hampir mengenai kepala Fayra kalau tangan Anna tidak langsung menangkisnya.


Bugh!


"Astaga, Kak Anna! A-apa tangan Kak Anna sakit? Ma-maaf aku jalan tidak lihat-lihat." ujar Fayra, merasa berasa bersalah.


Kemudian Fayra mengecek tangan kiri Anna, dimana telapak tangannya terlihat begitu merah ketika menangis bola basket tersebut.


"Ma-maaf, Kak. Kami tidak sengaja," ucap seorang pemain basket bersama temannya.


"Lain kali kalau main itu hati-hati, bagaimana jika terkena kepala? Apa kalian mau brtanggung jawab kalau seseorang bisa meninggal dunia, atau mengakibatkan amnesia?" tegas, Anna menatap tajam dengan wajah datarnya.


"Ma-maaf, Kak. Aku tidak sengaja, tapi aku janji aku akan lebih hati-hati lagi bermainnya." sahut pemain basket itu, berulang kali.


"Tap---"


"Ya sudah tak apa, lain kali hati-hati ya. Aku sudah memaafkanmu, sekarang pergilah dan lanjutkan mainnya." ucap Fayra lembut, sambil tersenyum.


"Baik, Kak. Terima kasih, kami permisi!" ucapnya, langsung meninggalkan mereka sambil memegang bolanya.


"Non, kenapa Non lepaskan mereka. Harusnya mereka tanggung jawab, bagaimana jika tadi sampai kena kepala Nona? Pasti Tuan Kharel akan marah besar."


Anna sedikit kesal dengan majikannya yang malah melepaskan orang tersebut tanpa memberikan hukuman dengannya.


"Sudah tak masalah, yang penting aku baik-baik saja dan tangamu juga gapapa 'kan?"


"Iya gapapa sih, Non. Cuman--"


"Lebih baik kita ke kantin, yuk! Aku sudah lapar nih, nanti kalau aku sakit kamu kena omelan suamiku loh. Mau?"


Dengan cepat Anna langsung menggelengkan kepalanya, kemudian mereka segera melanjutkan perjalanannya menuju kantin.


Disana Meera duduk dengan bodyguardnya di meja yang peling pojok dan segera memesan beberapa makanan serta minuman. Dimana Anna selalu memberikan laporan berupa foto Fayra kepada Kharel, bahwa dia sudah melaksanakan perintahnya.


Sementara Fayra hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat perlakuan Anna, Fayra hanya bingung aja Kharel semakin ke sini semakin posesif terhadapnya.


Namun, Fayra senang. Dengan begini dia bisa tahu jika suaminya sangat peduli serta mencintainya melebihi Kharel mencintai dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2