
Ditambah Fayra hanya bisa terdiam mematung ditempat, sambil melihat kepergian suaminya yang terlihat mulai menjauh dari pandangannya.
Tak lama seorang guru pun datang dari arah kejauhan menuju kelas Fayra, ketiga sahabat Fayra yang mengetahui guru tersebut langsung menarik tangan Fayra dan membawanya masuk ke dalam kelas.
...*...
...*...
Saat bel istirahat berbunyi, semua siswa/i pun pergi berbondong-bondong untuk mengisi perut yang telah kosong.
Namun, ketika Fayra dan sahabatnya sedang asyik menikmati makanannya bersama Ace serta sahabatnya. Tiba-tiba saja Alena dan kedua sahabatnya mendekati meja mereka.
"Wah ... Semakin hari semakin romantis aja pasangan baru, selamat ya! Semog sajaa enggak ada hal buruk yang terjadi sama mereka ya guys!"
Alena berbicara dengan nada yang sedikit ditekan, tetapi bermaksud untuk menyindir Fayra dan juga Ace.
"Terima kasih atas doanya, Kak. Semoga doa kalian barusan, bisa berbalik ke kalian ya." jawab Fayra, penuh senyuman.
Alena hanya bisa menatap Fayra penuh senyuman, seakan-akan Alena sedang memberikan sinyal buruk yang sebentar lagi akan terjadi pada Fayra.
"Lihat aja lu, Raa. Sebentar lagi senyuman yang ada di bibir lu, bakalan terhapus selamanya!" gumam batin Alena, lalu mereka pergi begitu saja.
"Ada apa ini, kenapa hatiku menjadi was-was disaat Kak Alena memberikan tatapan itu. A-apa dia sedang merencanakan sesuatu untukku? Tapi, apa?"
"Argh, tidak-tidak! Aku tidak boleh berpikir yang negatif, apa pun yang terjadi aku cuman bisa berdoa semoga Tuhan selalu melindungi cintaku sama Kak Ace."
Fayra bergumam didalam hatinya sambil tersenyum menatap kepergian Alena, serta tangannya mengaduk-adukkan minumannya memakai sedotan.
Meski wajah Fayra terlihat tenang, akan tetapi di dalam hatinya sangatlah khawatir melihat perubahan Alena yang beberapa hari terakhir ini tidak mengganggunya.
"Tumben, tuh anak enggak ganggu lu lagi, Raa?" ucap Arsyi, menatap Fayra.
"Mungkin dia sudah lelah kali, kan mereka cuman bertiga. Sedangkan kita se-RT haha ...." sahut Nata, membuat semuanya terkekeh kecil.
"Biarkan saja, malah bagus dong. Itu tandanya mereka sudah menyadari perbuatannya, dan telah menerima kalau Kak Ace memang bukan lagi miliknya." ucap Fayra, berusaha terlihat seperti baik-baik saja.
"Udah jangan ngomongin dia, panas kuping gua lama-lama!" ucap Ace, melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Ohya, Shel. Lu nanti malam ada acara enggak, gua mau---"
Ucapan Nicho langsung dipotong oleh Sheila, lantaran dia sudah mengerti kemana arah perkataannya. "Gua enggak bisa, ajak yang lain aja!"
"Nj*irr! Belum juga gua selesai ngomong, udah main jawab enggak bisa aja." sahut Nicho, sedikit kesal.
"Kenapa? Lu enggak suka?" jawab Sheila, jutek.
"Enggak, ya udah terusin aja makannya nanti keselek." ucap Nicho sedikit tersenyum.
Sheila melihat raut wajah Nicho yang awalnya terlihat biasa saja, seketika berubah drastis saat mendengar jawabannya. Seperti ada kekecewaan diwajah pria yang selama ini selalu ceria, sehingga hati Sheila sedikit tercolek.
"Sstt, sstt ...." Arsyi menyenggol lengan Sheila, membuatnya segera menoleh.
"Lu jadi cewek bisa kan jangan galak-galak, kasihan dia. Apa salahnya sih lu coba jalanin sama tuh bocah tengil, siapa tahu kan cocok." bisik Arsyi, penuh keseriusan
"Tapi, Syi ...." Sheila menghentikan ucapakan, lantaran dia tidak tahu mau menjawab apa lagi.
"Ya, gua tahu dia memang tipe cowok playboy segala macem. Cuman setelah dia kenal lu, dia selalu nunjukkin kalau dia itu bisa jadi yang terbaik buat lu. Ayolah, tolong hargai sedikit aja pengorbanan dia."
"Terpenting lu jangan sampai nyakitin orang yang benar-benar tulus sama lu. Ingat, orang tulus enggak akan datang untuk 2 kalinya."
Bisikan Arsyi, berhasil membuat Sheila terdiam dan melanjutkan makannya secara perlahan sambil sesekali melirik ke arah wajah Nicho yang masih terlihat begitu bete.
"E-emang lu-lu mau nga-ngajak gua kemana?" ucap Sheila gugup, mengalihkan pandangannya saat Nicho langsng menatapnya.
"Enggak jadi, gua baru inget kalau ada acara keluarga." jawab Nicho cuek, tetapi sedikit tersenyum.
"Uluh-uluh, tadi nolak. Sekarang malah ngajuin diri, haha uhuk uhuk ...."
Niatnya Nata ingin meledek Sheila, cuman malah dirinya yang kena batu akibat tersendak kuah baso yang cukup pedas.
"Astaga, Cici! Makannya kalau makan jangan banyakan ngoceh, ini minum dulu." tegas Louis, segera memberikan minum kepada Nata.
Sikap Louis serta panggilan yang dia berikan pada Nata, berhasil membuat semuanya tercenga. Mereka tidak percaya betapa terkejutnya saat nama panggilan Nata berubah menjadi Cici.
"Terima kasih, Ko. Ma-maaf aku tidak sengaja." ucap Nata, tersenyum menatap Louis.
__ADS_1
"Ya sudah, lain kali Cici enggak boleh kaya gitu lagi ya." jawab Louis, tersenyum sambil mengelus kepala Nata dan diangguki olehnya.
"Ci-cici?" gumam Eric dan Arsyi bersama-sama.
Louis dan Nata yang menyadari keceplosannya, langsung terdiam dalam keadaan wajah sedikit memerah.
"Ekhem, sepertinya mereka ada sesuatu." sahut Fayra, sambil memakan makanannya.
"Ja-jangan bi-bilang ka-kalau kalian ...." ucap Arsyi dan Eric, tak percaya dengan apa yang mereka dengar tadi.
Sampai akhirnya Louis dan Nata hanya bisa tertawa kecil, lantaran mereka tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Niatnya ingin menjalani hubungan diam-diam dan akan memberikan kejutan, akan tetapi malah mereka yang terkejut dengan keceplosan sendiri tentang panggilan kesayangannya.
"Fixs, ini sih mereka jadian ngumpet-ngumpet! Parah, parah, parah! Apa kalian udah enggak nganggep kita sahabat lagi?" jawab Nicho.
"Bukan begitu, Cho." sahut Louis.
"Mau lu umpetin serapat apa pun, namanya bangkai akan tetap tercium. Terus apa tujuan lu, jadian sama Nata diam-diam?" ucap Ace, wajahnya terlihat datar.
Nata yang melihat kekecewaan diwajah sahabat-sahabatnya membuat dia merasa bersedih. Louis yang melihat wajah kekasihnya mulai tidak baik-baik saja, langsung menggenggam tangan Nata begitu erat sambil mengangguk kecil.
"Sebelumnya gua mau minta maaf sama kalian semua, awalnya gua juga enggak tahu kenapa disaat yang tepat bahkan tanpa rencana apa pun gua langsung utarain perasaan gua sana Nata."
"Dan disaat itu juga Nata nerima gua, awalnya gua yang minta dia buat rahasiakan semua ini dari kalian. Karena gua malu sama kalian yang nembak cewek tanpa keromantisan,"
"Jadi rencananya gua mau buat satu momen yang berkesan manis di depan kalian semua, supaya kedepannya Nata tidak akan merasa iri jika sahabatnya mendapatkan pangerannya secara romantis."
Penjelasan Louis berhasil membuat kedua mata Nata berkaca-kaca, dia tidak percaya betapa manisnya sikap Louis untuk menghargai dirinya.
Semua sahabat mereka pun yang awal merasa kesal, sekarang malah tersenyum. Semuanya tidak menyangka jika Louis yang terkenal sangat dingin dan juga anti akan keromantisan.
Namun, bisa bersikap begitu manis kepada kekasihnya. Rasa cinta dan sayang yang ada didalam hati Louis untuk Nata, membuat mereka sadar betapa jantannya Louis ketika dia menghargai kekasihnya.
Berbeda halnya dengan Ace, dia malah sedikit tersindir dan juga merasa benar-benar malu setelah Ace kembali mengingat perlakuannya kepada istrinya sendiri.
Jika memang Louis saja bisa menghargai pasangannya yang masih berstatus sebagai kekasih, maka Ace juga bisa melakukan hal yang lebih dari itu kepada Fayra selaku istri sahnya.
__ADS_1