
Bersamaan dengan perginya Fayra, ternyata surat perceraian itu sudah masuk kedalam persidangan. Hanya tinggal menunggu prosesnya saja, lalu mereka berdua akan dipertemukan dipersidangan dan akan diresmikan perceraiannya.
Akan tetapi, Fayra hanya mau datang ketika ketuk palu akan di lakukan oleh ketua hakim. Selebihnya dia akan melewati prosesnya tanpa bertatap muka dengan Ace. Karena dengan begitu proses persidangkan akan berjalan lebih cepat. Dari pada dia harus menghadiri setiap panggilan yang diberikan, sama halnya kembali membuka luka yang sudah Fayra berusaha tutupi.
...*...
...*...
Di Amerika, Ace sedang duduk di sebuah taman yang berada di Kampusnya. Dia duduk dalam keadaan melamun dengan perpisahan yang selalu menghantuinya.
"Raa, kamu dimana? Kenapa kamu ninggalin aku seperti ini, bahkan kamu sudah mendaftarkan perceraian kita. Apakah kamu memang serius mau berpisah denganku?" gumam Ace dengan tatapan kosong.
Disaat Ace sedang meratapi nasipnya dengan mengkhawatirkan keberadaan Fayra, tiba-tiba saja seseorang datang sambil memberikan air minum yang dingin dan juga sebuah kotak makan siang.
"Hai, ini ada minum sama makanan untukmu. Ini aku buatnya penuh cinta loh, pasti rasanya enak banget hehe ...."
Seseorang tertawa kecil membuat Ace menoleh perlahan dan menatapnya. "Freya, kamu disini?" Ace sedikit terkejut saat Freya sudah berada disampingnya.
"Ya habisnya aku cari kamu di kelas enggak ada, di Perpustakaan enggak ada, akhirnya aku ke sini. Dan ternyata benar, kamu ada disini lagi ngelamun."
"Ada apa? Apa kamu sedang memikirkan keadaan istrimu yang entah dimana, dan juga tentang perceraian kalian?" tanya Freya.
Ace kembali membuang mukanya dan menatap lurus kearah depan dengan tatapan yang sangat menyedihkan. Wajah lesu dan juga bingung, terlihat jelas membuat Freya sedikit mengkhawatirkan keadaan Ace.
__ADS_1
"Aku enggak tahu saat ini Fayra berada dimana, yang aku tahu semua surat yang tidak pernah aku tanda tangani sebelumnya, kini sudah masuk ke pengadilan."
"Kemarin orang tuaku meneleponku, mereka bilang ada panggilan pertama dari pihak pengadilan untuk menghadiri mediasi Minggu depan."
"Cuman, aku yakin Fayra tidak akan pernah mau datang. Karena aku yakin, dia mau semua ini segera selesai dan mempercepat proses perceraian. Terus aku harus gimana? Aku harus apa? Kenapa semua malah jadi begini, Raa. Apa tidak ada lagi kata maaf darimu untukku, apa sudah tidak ada lagi kesempatan buat aku. Dan apa kata cinta yang selalu kamu katakan untukku?"
Ace berbicara dengan semua rasa kesal yang bercampur menjadi satu, ketika dia harus merelakan Fayra pergi dari hidupnya.
Sulit, dilema dan juga tidak mudah. Ketiga kata itu berhasil mempercampur adukkan perasaan Ace seperti tidak bisa memilih. Apakah dia akan terus mempertahankan pernikahannya ataukah dia harus berdiam diri seperti saat ini? Entahlah, Ace masih bingung dengan semua nasib yang dia terima.
"Aku tahu Ace, ini adalah hal yang berat untuk kamu hadapi seorang diri. Aku paham kedua orang tuamu sangat kecewa sama kamu atas kejadian itu, tapi aku janji. Aku akan selalu ada disamping kamu untuk tetap terus menyemangatin kamu. Agar kamu bisa menghadapi semua ini dengan senyuman."
"Ace yang aku kenal bukan pria yang lemah, dia pria yang kuat dan juga hebat. Jadi semangat ya, aku disini buat kamu."
Perlahan Freya mengusap punggung Ace sambil mendengar kata-kata terima kasih yang beberapa kali Ace ucapkan.
Kenyaman ini semakin berlarut disaat kedua orang tua Ace sama sekali tidak mensuportnya, lantaran mereka masih sangat kecewa atas sikap anaknya.
Sementara Ace yang dalam keadaan terpuruk ini sangat memerlukan pundak untuknya bersandar. Hanya Freya yang kembali masuk berhasil membuatnya terpikat. Untuk saat ini cuman Freya yang ada disamping Ace.
Tanpa kesadaran peluang-peluang yang sehrusnya ditutup rapat, kini telah terbuka sangat lebar.
"Sudah ya, jangan seperti ini. Kamu kuat kok, aku yakin. Jika memang istrimu sudah tidak mau bertahan yasudah relakan saja. Mungkin ini sudah jalan yang terbaik untuk kalian. Kan disini masih ada aku, aku akan selalu ada buat kamu. Apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu!"
__ADS_1
"Ya, walaupun suatu saat nanti kalian tidak jadi berpisah. Aku akan merelakan semuanya, jika kamu memang bukan jodohku. Itu tandanya kamu hanya sekedar ngetem di sebuah Terminal layaknya Bus, kemudian kembali pergi untuk mencari penumpang lainnya."
Ace melepaskan pelukannya, lalu dia menatap wajah Freya yang terus berusaha tersenyum demi membuat Ace kembali tersenyum.
Sayangnya untuk mengembalikan mood Ace memang sangat sulit, cuman Freya berhasil mengembalikannya hingga mereka bercanda dan tertawa bahagia meskipun hati Ace masih terasa sakit.
"Hihi, udah akh. Kamu makan dulu ya, aku tahu pasti kamu belum makan siang 'kan. Atau dari pagi kamu belum makan?" ucap Freya sambil membuka kotak bekel yang dia bawa.
"Hehe, ya aku belum makan. Habisnya aku pusing banget memikirkan semua yang terjadi." ucap Ace tersenyum.
"Ssttt, sudah jangan dibahas lagi. Lupakan saja, lebih baik kamu makan dulu nih. Mau di suapin atau makan sendiri, hem?" ucap Freya sediki menggoda.
"Aku makan sendiri aja. Ohya kamu udah makan emangnya? Kalau belum makan bareng aku nih," sahut Ace yang sudah mengambil kotak bekelnya.
"Tidak perlu, itu untukmu dan makanlah habisin. Aku sudah makan kok, jadi tenang aja" jawab Freya tersenyum.
Ace mengangguk kecil, kemudian dia memakan bekal yang Freya buatkan dengan penuh kasih sayang. Melihat Ace begitu lahap menikmati makananya, membuat Freya hanya bisa tersenyum lebar.
Setelah selesai makan, Ace dan Freya pergi ke arah kelasnya untuk melanjutkan mata pelajaran terakhir. Lalu mereka pergi dari kampus, tak lupa Freya menghentikan laju mobilnya dan malah lebih memilih mengajak Ace pergi ke tempat wisaha.
Di tempat tersebut akan membuat hati Ace sedikit tenang, karena disana mereka bisa sepuasnya melakukan apapun. Apa lagi Freya, dia berusaha keras untuk menghibur Ace agar tidak berlarut di dalam semua masalahnya.
Benar saja, Ace semakin kesini semakin terlihat happy tidak seperti tadi yang terlihat pusing, lesu dan juga sedih. Rasanya lega sekali ketika melihat wajah tampan Ace kembali bersinar dan segera menghempaskan semua rasa mendung dan gelap diwajahnya.
__ADS_1