Learn to Love You

Learn to Love You
Kejutan Bertubi-tubi


__ADS_3

Disaat mereka sedang berbincang-bincang tentang dimana Fayra dan Kharel bertemu, lantas bagaimana mereka bisa dekat dan masih banyak lagi. Tiba-tiba seorang pria datang dengan segala ketampanan dan juga kegagahannya, menaiki panggung lalu menyapa semuanya dengan sedikit senyuman.


Mereka terkejut, kemudian berbalik dan menoleh menatap pria itu. Fayra benar-benar syok membolakan matanya, rasanya jantung ini ingin sekali copot ketika dia mengenali siapa pria itu.


Begitu juga pria itu yang terkejut oleh penampilan Fayra yang terkesan sangatlah sempurna bagi seorang wanita. Bentuk tubuh yang mungil, langsing dan juga putih berhasil membuatnya tidak berkedip.


"Fa-fayra, me-menantuku?"


"O-om Je-jerome?"


Keduanya saling bersahutan satu sama lain dengan kondisi tubuh Fayra semakin menegang, serta wajah sudah mulai pucat pasi.


Siapa sangka dipernikahan Louis dan Nata ini, Fayra malah mendapatkan kejutan bertubi-tubi. Tadi tentang Kharel, lalu sekarang Papahnya yang juga ternyata berada disini.


Pikiran Fayra benar-benar terbilang lemot, mana mungkin orang tua Kharel tidak ada disini. Apa lagi ini adalah acara keluarga bukan teman Kharel, sehingga nanti pun akan ada Mamah Xavia yang sebentar lagi muncul.


"Astaga, i-ini benarkah calon menantuku, Fayraku?"


"Oh may god. Kau cantik sekali, Nak?"


Papah Jerome, terkagum-kagum dengan penampilan Fayra kali ini. Dia tidak menyangka Fayra yang dia lihat biasanya, kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya cuman Fayra yang bisa membuat Papah Jerome terpesona akan kecantikannya.


Selama ini mau berapa pun wanita cantik yang ada dihadapannya dia tidak pernah bersikap sedemikian, tetapi jika dengan Fayra seperti ada magnet yang menarik dia untuk mendekat.


Ya, bagaimana penampilan Fayra tidak cantik. Orang yang Fayra kenakan ataupun dandanannya, semua itu berasal dari salon kecantikan milik Amma Trysta yang baru saja didirikan dan sudah cukup terkenal.


"Ca-calon menantu?" pekik semua sahabat Fayra dengan wajah cengonya.


Mereka benar-benar tidak menyangka, jika Fayra bisa mendapatkan seorang Pangeran setampan Kharel. Meskipun usianya tak terbilang muda, bagi mereka wajah Kharel benar-benar baby face.

__ADS_1


Fayra menoleh kearah temannya yang saat ini menunjukkan ekspresi masing-masing. Dimana Eric dan Nicho terlihat sedikit membuka matanya sambil melotot. Louis serta Nata tanpa ekspresi saking kagetnya, lalu Sheila sama Arsyi melongo dengan wajah absurbnya.


Tak lama benar, Mamah Xavia pun datang dengan penampilang yang sangat cantik dan juga gemoy. Diusianya yang semakin menua, ternyata dia sangat pandai untuk mempercantik diri supaya suaminya tidak melirik wanita lain.


"Ehh, tu-tunggu dulu. I-ini bukannya Fayra menantuku ya? Astaga, kamu cantik sekali, Sayang. Tante jadi insecure liatnya. Tapi, kok ada menantuku disini?"


"Hem aku tahu, Baby Boyku ini sedang memberikan kejutan buat keluarganya kan. Bilang kalau Fayra tidak bisa ikut karena sibuk, sekarang lihatlah! Dia ada disini, berdiri di hadapan kita dengan penampilannya yang sangat memukai."


"Aku tidak menyangka Baby Boyku ini, bisa mendapatkan seorang bidadari yang bersemayam di tubuh gadis cantik ini. Good jobs, Baby Boyku. Semoga kalian segera menyusul Louis dan istrinya ya."


"Mamah sangat menantikan bagaimana wajah anak kalian nanti ya? Pasti sangat tampan dan juga cantik. Huaaa, Mamah jadi pengen cepat-cepat bawa kalian ke plaminan."


Celotehan Mamah Xavia berhasil membuat semuanya terdiam dalam keadaan masih terkejut. Kharel dan Fayra saja sudah tidak bisa berkata apapun, mereka bungkam seribu bahasa dengan merasakan detak jantung yang berdetak begitu cepat.


Desiran aliran listrik seketika menyetrum tubuhnya, dimana mereka sangat tidak mengerti perasaan apa yang ada didalam diri mereka masing-masing.


Mereka hanya tahu jika perasaan ini bukanlah perasaan biasa, melainkan perasaan seperti seseorang yang merasakan sebuah perasaan tersembunyi terhadap sesama jenis.


"Loh, kamu kenal sama Fayra?" tanya balik Papah Jerome.


"Fayra ini sahabatku dari SMA, Om. Jadi kami semua saling mengenal satu sama lain. Hanya saja Fayra harus meneruskan pendidikannya di luar Negeri. Jadi kamu berpisah dan jarang bertemu." jelas Louis yang membuat kedua orang tua Kharel sedikit terkejut.


"Benar ya kata orang jaman dulu, jodoh itu rahasia Tuhan. Mau sejauh apapun jodoh itu berada, pasti mereka akan tetap bersatu disaat yang tepat. Bahkan dunia pun sangatlah sempit, ternyata menantuku ini adalah sahabatmu."


"Kenapa enggak dari dulu aja ya, kamu mengenalkan Kakakmu kepada sahabatmu ini. Sudah dipastikan saat ini Tante sudah memiliki cucu yang banyak. Kamu tahulah Kakakmu ini terlalu milah milih."


"Ya beginilah, diusianya yang udah mau menginjak kepala 3 masih aja sendiri. Sedangkan kamu baru umur 22 saja sudah menikah dan memiliki pasangan yang cantik. Tante jadi iri dengan Mamahmu, beruntungnya dia bisa punya menantu diusia anaknya yang masih muda."


Perkataan Mamah Xavia hanya disenyumin oleh Louis dan Nata, mereka juga tidak menyangka diusia yang terbilang masih muda sudah mengambil langkah sejauh ini.

__ADS_1


Awalnya pernikahan akan diadakan ketika Louis lulus, akan tetapi kedua orang tua mereka meminta untuk di percepat. Mereka sudah melihat bahwa anak mereka sudah saling cocok, jadi buat apa juga di perlambat.


Kalaupun sudah menikah kan sudah tenang, kemanapun Louis pergi pasti akan ada istrinya yang selalu menemani dan mengurusinya. Sementara para orang tua pun akan hidup tenang dimasa tuanya, tanpa mengkhawatirkan kondisi anaknya.


Setelah mengucapkan selamat kedua orang tua Kharel pun pergi meninggalkan mereka diatas panggung pelaminan.


Arsyi dan Sheila langsung menyeret Fayra ke suatu tempat, dimana Nata pun juga ikut karena dia penasaran sama apa yang akan mereka omongin.


Begitu juga para pria, mereka langsung mengintrogasi Kharel dengan berbagai pertanyaan mengenai hubungan mereka ini. Terutama Louis, dia yang pegang kendali untuk sepenuhnya menanyakan semuanya kepada sepupunya sendiri.


"Kak, apa bener apa yang dikatakan oleh Om dan Tante jika Fayra itu---"


"Bukan, dia hanya kekasih pura-pura. Karena pada saat itu ...."


Kharel menceritakan semua kejadian yang terjadi kepada Louis. Bahwa dia beberapa bulan lalu dia ingin dijodohkan oleh kedua orang tuanya, sampai akhirnya dia bertemu dengan Fayra di waktu yang tepat. Sehingga mereka menjalani semua sandiwara ini, hanya demi menghindari perjodohan yang konyol itu.


Mendengar penjelasan Kharel, membuat para pria yang menyimak pun begitu syok. Mereka tidak menyangka, seorang Fayra bisa menjalani sandiwara ini bersama dengan seorang pria yang tidak dia kenal.


Mereka masih bingung, pikiran apa yang ada di dalam diri Fayra. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjalani semua ini. Akan tetapi, Louis sudah paham. Kemungkinan besar Fayra melakukan ini karena dia melihat dari pengalamannya sendiri. Bahwa perjodohan tidak selamanya berakhir bahagia.


Menurut mereka Kharel dan Fayra merupakan pasangan yang cocok, lantaran ketika dilihat-lihat mereka begitu serasi satu sama lain.


Ya, walaupun terpaut usia yang cukup jauh, tetapi wajah mereka sekilas sangatlah mirip. Yang artinya mereka bagaikan jodoh yang dipertemukan dengan cara seperti ini.


Satu pertanyaan dari Louis, berhasil membuat Kharel diam membeku, begitu juga dengan Fayra. Dia pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, saat Sheila terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan yang cukup membuat jantungnya tidak bisa bekerja dengan tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️

__ADS_1



__ADS_2