Learn to Love You

Learn to Love You
Dikeluarkan Dari Kampus


__ADS_3

Sementara Freya, dia mengamuk sejadi-jadinya ketika apa yang dia miliki selama ini langsung diambil sekaligus oleh takdir dengan sekejap mata.


Kamar Hotel yang tadinya terlihat rapi, sekarang sudah seperti kapal pecah akibat amukan Freya yang di penuhi oleh amarah begitu mendalam.


"Tita, Ace dan Daddy!"


"3 nama yang harus gua tandai, dan gua akan buat mereka menderita seumur hidup mereka lebih dari apa yang mereka lakukan pada hidup gua sekarang!"


"Kita tunggu saja waktu itu tiba, gua akan balas semua rasa sakit ini agar mereka paham kalau gua bukan wanita sembarangan, haha!"


Freya tertawa selebar-lebarnya menatap lurus ke arah depan dengan tatapan menyorot tajam serta di hiasi oleh senyuman miring. Pertanda peperangan akan segera di mulai!


...*...


...*...


Selang 3 hari, setelah terbongkarnya siapa Freya ternyata Ace di panggil oleh Rektor akibat dia sudah menundak pembayaran masa kuliahnya selama 1 bulan terakhir ini.


Semua itu karena Perusahaan Daddy Gerry semakin ke sini semakin menyusut, ada beberapa karyawan yang di pulangkan dan ada juga yang di pertahankan.


Sampai tidak terasa kalau cabang-cabang kecil milik Daddy Gerry semuanya sudah terjual hingga tak tersisa. Bahkan deposit biaya rumah sakitpun semakin lama semakin menipis, membuat Ace dan keluarganya mulai kesulitan ekonomi.


"Ace, ini sudah 1 bulan kamu menundak biaya kuliahmu. Jika 1 Minggu ke depan kamu belum bisa melunasinya, maaf tanpa mengurangi rasa hormat saya akan mengeluarkan kamu dari kampus ini!" tegas, Rektor.


"Tapi, Pak. Bapak enggak bisa begitu dong, saya kan udah membantu Bapak untuk mengetahui kalau salah satu mahasiswi disini melakukan perbuatan tercela. Jadi, apa saya tidak dapat keringanan? Orang tua saya sedang dalam keadaan kritis masalah keuangan, Pak. Saya mohon jangan keluarkan saya dari sini!" sahutnya.


Ace tidak terima jika dia di keluarkan oleh Rektor hanya karena masalah bayaran, padahal sebenarnya dia bisa membayar semua itu. Cuman berkat bisnis Daddynya sedang mengalami banyak masalah, jadi apa yang sudah di keluarkan oleh Daddynya saat mendaftarkan dia di Universitas yang sangat terkenal ini hanyalah sia-sia.


Pada waktu itu ternyata, Daddy Gerry hanya membayar biaya masuk Ace lebih dulu serta membayar kuliah dan sewa Apartemen selama 1 tahun. Karena menurutnya semua bisa di selesai kembali seiring berjalannya waktu.


Namun, sayangnya. Sebuah masalah besar perlahan mulai menimpanya dan membuatnya jatuh sakit hingga mengalami koma sampai saat ini.

__ADS_1


"Maaf, Ace. Saya tidak bisa lagi memberikan keringanan. Karena Daddymu pada waktu hanya membayar uang pendaftaran serta biaya kuliah selama 1 tahun. Dan ini sudah hampir 1 tahun, jika kamu tidak bisa membayarnya maka kamu tidak bisa melanjutkannya kembali. Maaf!" jawab Rektor.


"Ckkk, baiklah. Aku akan menelpon Mommy dan asisten Daddyku dulu. Tunggu, sebentar!"


Ace yang tidak tahu harus seperti apa lagi, langsung menghubungi Mommy Rosa serta orang kepercayaan Daddynya secara bergantian. Akan tetapi, semua panggilan yang dia sambungkan tidak ada jawaban sama sekali.


"Aarrghhh, si*al! Kenapa tidak ada yang mau menjwab telponnya sih, Mommy kemana lagi. Terus asisten Daddy juga pakai acara ngilang pula. Dasar pemalas!" gerutu Ace.


Rektor hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Ace yang sedikit tidak sopan di hadapannya. Kemudian dengan perasaan kesal, Ace langsung berpamitan untuk pergi dari ruangan Rektor. Karena percuma saja dia berlama-lama, kalau Rektor tetap kekeh untuk mengeluarkannya.


Sepanjang Ace berjalan menelusuri kampus menuju parkiran, dia selalu melampiaskan kekesalannya terhadap seseorang yang sempat mencari gara-gara padanya.


Baru juga beberapa hari dia mengetahui tentang siapa Freya yang sebenarnya, kini malah kembali mendapatkan musibah kalau dia juga akan di keluarkan dari kampus sama seperti Freya. Hanya saja dengan berbeda alasan.


Sesampainya di parkiran Ace mendang sebuah kaleng hingga kaleng itu terbang entang kemana, lalu dia juga menendang ban mobilnya sendiri cukup keras membuatnya memekik keras sambil memegangi kakinya.


Sakit? Jelas sakit, orang dia menandang kuat ban mobilnya yang terbilang keras itu, bagaimana kakinya bisa baik-baik saja. Dikata dia Master Limbat yang tidak akan pernah merasakan rasa sakit.


"Pertama istriku, kedua Perusahaan Daddyku, ketiga masa depanku! Lantas apa lagi yang akan kau renggut setelah ini, Tuhan. Apa!"


Ace berteriak sekeras mungkin sambil menatap langit yang terlihat begitu cerah. Suara nyaringnya membuat semua orang yang ada di dekat parkiran pun menatap aneh padanya.


Ace seperti terlihat begitu hancur ketika apa yang dia harapkan untuk menjadi orang sukses agar bisa membangkitkan Perusahaan Daddynya, sekarang telah kandas. Dia benar-benar sudah putus asa atas takdir yang di terimanya.


Sehingga semua pasang mata pun menyorot ke arah Ace, mereka seperti sedang melihat seseorang yang mulai menyerah atas kehidupannya sendiri.


Berbagai cobaan yang Ace hadapi, tanpa sadar merupakan karma kecil yang dia dapatkan ketika, dia tidak menyadari atas apa yang sudah dia lakukan pada orang-orang yang sudah di sakitinya.


"Apa lihat-lihat, hahh! Lu semua udah pada bosen hidup!" tegasnya.


Mata Ace menyorot tajam penuh aura mematikan, membuat semuanya pun langsung ketar-ketir menjauhinya. Dia mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati salah satu dari orang-orang yang menganggapnya aneh.

__ADS_1


"Kabur, woi! Ada orang setres, hati-hati lu pada! Jangan sampai masa muda kalian berakhir di tangan pria yang putus asa seperti dia, haha!"


"Cabut, guys! Sebelum singa jantan ngamuk, dan mencabik-cabik daging seger yang ada di tubuh kita!"


"Huaa, gila sih! Ternyata Universitas kita serem juga ya. Ada orang setres bisa masuk sini, makannya jadi orang jangan jahat-jahat kena karmanya kan, haha ...."


Semua mahasiswa/i meledek keadaan Ace yang saat ini semakin dibuat emosi dengan perkataan mereka. Seakan-akan ucapan mereka seperti menampar Ace, untuk kembali mengingat apa yang sudah dia lakukan terhadap orang-orang yang tulus padanya.


"Aarrrghhh, bang*sat! Kehidupan macam apa yang telah Engkau rancang untuk masa depan gua, Tuhan!"


"Gua minta, kembalikan semua yang udah di ambil secara paksa ke dalam genggaman tangan gua. Sekaewng! Karena gua enggak mau hidup dalam kesusahan seperti ini, gua mau hidup gua kembali sepenuhnya. Titik!"


"Arrghhh ...."


Lagi dan lagi teriakan itu seperti memecah langit, sampai langit pun langsung menjawab ucapan Ace dengan suara yang cukup menggelegar.


Jederr!


Sebuah kilat hampir menyambar tubuh Ace, langit yang awalnya terlihat cerah seketika menjadi gelap gulita.


Rintihan air mulai berjatuhan membuat Ace segera masuk ke dalam mobilnya. Akibat kejadian ini, perasaan Ace malah menjadi tidak karuan dan pikirannya langsung melayang entah kemana.


"A-ada apa ini? Ke-kenapa langit yang awalnya cerah, malah menjadi mendung serta gelap seperti ini? Dan, kenapa pula perasaanku mulai tidak enak?"


"Tuhan, ada apa ini? Apa Engkau marah padaku?"


"Sudah cukup, Tuhan! Aku tidak mau lagi menerima semua kejutanmu yang menyakitkan ini, please!"


"Aku mohon biarkan aku hidup tenang seperti dulu, jangan lagi Engkau kembali meregut apa yang masih menjadi milikku!"


Ace berbicara di dalam mobilnya bersamaan dengan turunya suara rintikan air hujan yang sudah mulai mengguyur mobilnya. Ace tidak mengerti apa arti dari semua ini.

__ADS_1


Awan yang awalnya terlihat ceria seketika langsung menangis tanpa sebab, lalu langit pun yang terang menderang kini telah berubah menjadi gelap gulita. Seingga terdengar beberapa kali suara gemuruh petir yang terus menampakkan dirinya, seolah-olah dunia marah dengan apa yang Ace katakan kepada Tuhannya sendiri.


__ADS_2