
...***Maaf guys, untuk kalian yang sudah membaca episode sebelum ini merasa bingung kenapa Tia dan Alena? Seharusnya Tian dan Chelsea, tetapi akibat kondisi author lagi kurang fit dan memaksakan untuk up. Jadi nama tokohnya tertukar-tukar, untuk itu maaf ya. Semoga kalian masih selali mendukung author. Terima kasih***...
"Ka-kamu juga serius mencintai aku, Tian? kamu nggak bohong, kan? Kamu nggak main-main, kan? aku takut jika apa yang aku dengar barusan adalah salah."
Dengan suara terbata Chelsea mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, tanpa sadar Chelsea mulai meneteskan air mata, ketika bibirnya terasa kelu dan tidak bisa mengatakan apapun lagi kepada Tian.
Chelsea masih tidak percaya apakah ini sebuah mimpi indah didalam tidurnya, ataukah sebuah kenyataan di luar dugaannya.
Melihat reaksi Chelsea seperti itu, membuat Tian perlahan memegangi kedua tangan Chelsea dan menatapnya dengan sangat mendalam.
"Chel, jujur. Selama ini aku hampir menyerah dengan cinta, karena aku merasa kalau aku tidak akan pernah bisa melupakan cinta pertamaku kepada Fayra."
"Cuman, setelah hadirnya kamu yang selama ini hanya aku anggap sebagai teman telah berhasil membuatku sadar. Jika cinta yang sebelumnya membawa luka, tetapi masih ada cinta lain yang akan memberikan kebahagiaan."
"Untuk itu, aku cuman mau bilang terima kasih karena kamu telah membalas cintaku tanpa harus aku mengatakannya lebih dulu. Hari ini aku benar-benar sangat senang Chel, senang banget."
"Akhirnya cinta yang aku rasakan saat ini, sudah terjawab dengan pasti. Dan mulai sekarang hingga seterusnya, kamu adalah milikku satu-satunya!"
"Harapan terbesarku saat ini, semoga hubungan kita bisa bertahan sampai suatu saat nanti kita menua bersama. Jadi, apakah kamu bersedia menghabiskan sisa waktumu bersamaku sampai kita akan kembali- bertemu di alam yang berbeda?"
Tian mengatakan perasaannya penuh kelembutan, membuat Chelsea semakin meneteskan air matanya sambil tersenyum.
Kemudian, tangan Tian terarah untuk mengusap air matanya, sesekali memegang rahang lembut milik calon kekasihnya itu.
__ADS_1
"Te-terima kasih, Tian. Terima kasih karena kamu sudah membalas cintaku, meskipun aku paham untuk membuka hati memang tidak mudah. Hanya saja aku sangat beruntung, ketika cinta pertamaku yang aku anggap sebagai angin lewat, kini telah menjadi sebuah kenyataan yang membahagiakan."
"Namun, jika kamu bertanya apakah aku mau menghabiskan sisa waktu bersamamu? Maka jawabannya, aku tidak akan mau. Karena aku mau waktuku tidak pernah habis agar aku bisa selalu bersamamu tanpa berpisah."
Perkataan Chelsea mampu menyejukkan hati Tian, lantaran baru kali ini Tian bisa merasakan bagaimana rasanya jika seseorang sangat mencintainya.
Tanpa basa-basi lagi, Tian segera meresmikan hubungannya dengan Chelsea. Kemudian mereka berdua saling berpelukan satu sama lain, dimana air mata keduanya mulai menetes.
Perlahan mereka berdua bergegas mengahapus air matanya secara kasar agar tidak menimbulkan kecurigaan disalah satunya.
...*...
...*...
...Di rumah Kediaman keluarga Rodriguez...
"Sayang, makan dulu ya sedikit aja. Habis itu minum obatnya, terus istirahat lagi. Supaya besok tubuhmu sudah mulai enakan dan suhu tubuhmu juga mulai membaik." ucap Mommy Rosa yang udah duduk disamping menantunya sambil memegang makananya.
Sementara Daddy Gerry, dia menikmati makan malamnya hanya bersama dengan istrinya sebelum dia membuatkan hidangan untuk menantu kesayangannya.
__ADS_1
"Fayra enggak laper, Mom. Fayra masih kenyang, Mommy istirahat aja dikamar nemenin Daddy. Kasihan loh Daddy ditinggal-tinggal entar kesepian hehe ...." ucap Fayra yang berusaha menutupi rasa sakit dikepalanga yang terasa pusing.
"Biarin aja, sekali-kali biar Daddy enggak manja terus. Jadi, Mommy bisa temenin kamu disini sampai sembuh. Nah, nanti kalau udah sembuh, gantian deh Mommy manjain Daddy lagi. Soalnya takut kalau Daddy ngambek nanti bisa-bisa mogok makan setahun, Mommy jadi jendes dong hihi ...."
Candaan Mommy Rosa berhasil membuat Fayra tertawa, meskipun sangat kecil. Setidaknya Mommy Rosa sudah sedikit menghibur Fayra, yang awalnya Fayra mau menghibur Mommynya malah Mommynya yang menghibur dirinya.
Sampai akhirnya Mommy Rosa berhasil membuat Fayra mau memakan makanannya hingga habis tak tersisa. Kemudian meminum obatnya, lalu beristirahat agar keesokan harinya tubuh Fayra sudah membaik.
Fayra menutup matanya saat elusan tangan Mommy Rosa berada diatas kepalanya, disini Fayra bisa merasakan bagaimana kasih sayang mertuanya yang begitu tulus padanya. Fayra benar-benar sangat bahagia memiliki mertua seperti mereka.
Namun, satu hal yang membuat Fayra terasa begitu menyesakkan hatinya. Yaitu, bagaimana jika suatu saat nanti Fayra tidak bisa lagi mendapatkan kasih sayang kedua mertuanya seperti saat ini. Ketika hubungan Fayra dan Ace kandas ditengah jalan.
Fayra berpikir seperti itu bukan berarti Fayra sudah tidak mencintai Ace, tetapi Fayra merasa jika suaminya sudah mulai tidak beres.
Ya walaupun itu hanya firasat seorang istri, cuman Fayra tidak mau terus menerus berlarut didalam pikiran buruk mengenai suaminya sendiri.
Fayra hanya berharap apa yang dia pikirkan tidak pernah terjadi, seandainya jika benar Ace bermain gila dengan wanita di luar ngeri Fayra berharap jika wanita itu dapat mencintai Ace melebihi dirinya.
Mungkin saat ini perjuangan Fayra yang terakir, Fayra menyadari jika cinta semakin di genggam maka akan semakin menyakitkan. Jika cinta di biarkan dengan tangan terbuka hanya ada dua kemungkinan bertahan atau di ambil orang.
Sudah cukup selama ini perjuangan Fayra untuk Ace, bukankah sepasang suami istri harus saling mempertahankan dan mengasihi. Jika perjuangan Fayra memang tidak pernah di anggap oleh Ace tidak apa-apa setidaknya dia pernah berjuang.
Farya tidak menyesal selama menikah dengan Ace, dia bahagia bahkan sangat. Dapat menikah dengan pria yang sangat dia cintai salah satu tujuan hidupnya.
__ADS_1
Perlahan namun pasti, kedua mata Fayra tertutup rapat dan tenggelam di dalam mimpi. Mommy Rossa yang melihat wajah menantunya penuh dengan kegelisahan hanya mampu mendoakan yang terbaik untuk pernikahan putranya.
Mommy Rossa begitu menyayangi Fayra seperti anak perempuannya sendiri, "Semoga kamu selalu bahagia, Nak. Jika memang kebahagiaanmu bukan bersama Ace. Mommy hanya meminta kepada Tuhan agar kamu mendapatkan kebahagiaan yang melimpah di luar sana." gumam Mommy Rossa dengan menitikan air mata.