Learn to Love You

Learn to Love You
Kejutan Didalam Kejutan


__ADS_3

Mommy Rosa melihat suaminya cuman berdiri menatap kepergian mereka tanpa berkutik, malah menaruh curiga kepadanya lantaran sebelumnya tidak terjadi apa-apa dengan sikap Appa Daniel.


Namun, setelah pergi bersama suaminya semua sikap Appa Daniel menjadi berubah lalu langsung mengajak istrinya pulang dengan cara yang sedikit pemaksaan.


...*...


...*...


...Ace dan Freya semakin hari semakin terlihat dekat, bahkan banyak mata yang menatap iri kearahnya ketika melihat kemesraan mereka bagaikan pasangan yang begitu manis....


Meski sifat Ace terkenal cuek dan dingin, tetapi hal-hal kecil yang diberikan untuk Freya berhasil membuat Freya menjadi semakin mencintai Ace.


Kini, kedekatan diantara mereka bukanlah kedekatan bagaikan sepasang kekasih yang memiliki hubungan spesial. Melainkan mereka seperti sedang menjalani sebuah hubungan yang mengalir begitu saja bagaikan air diperairan.


Ace tidak pernah meresmikan hubungannya bersama Freya, walau mereka selalu menyatakan perasaannya satu sama lain di setiap harinya.


Hingga pada akhirnya tepat dimalam hari pukul 7, Fayra sudah merias dirinya dengan menggunakan gaun putih yang sangat cantik. Beberapa polesan dia berikan diwajahnya guna untuk menambah kesan kecantikan dihari spesial kali ini.


Fayra memang tak pandai dalam merias wajahnya, tetapi kali ini dia hampir 3 jam belajar mempercantik dirinya, supaya membuat suaminya terpesona ketika melihat kecantikan istrinya.




Kue dengan rasa black forest, merupakan kesukaan suaminya. Kue berbentuk bulat dengan diameter lingkaran sedang itu, tampak cantik dan lezat karena di taburi dengan coklat serta buah cherry.


Tidak hanya taburan coklat saja, pinggiran kue itu di hias dengan lembaran-lembaran coklat tipis dengan bentuk tidak beraturan yang mengelilingi kue tersebut.


Sehingga kue yang terlihat simpel itu, berhasil menyita perhatian Fayra untuk memilihnya.



Sebuket bunga cantik yang berisi kombinasi dari beberapa warna mawar hingga tercium aroma harumnya, kini terlihat begitu indah. Dimana terdapat pucuk bunga yang baru saja tumbuh, hingga bunga yang telah mekar dengan sempurna.


Buket dengan pembungkus kertas berwarna pink transparan putih itu, bisa terlihat tambah cantik dengan sentuhan manis dari pita berwarna pink berkombinasi abu-abu. Berhasil menjadi pilihan Fayra untuk dia berikan kepada suami tercinta.


__ADS_1


Meskipun peper bag ini berwarna hitam gelap, yang menandakan tidak ada kehidupan.


Namun, isi di dalamnya begitu istimewa, lantaran Fayra sudah menyiapkan sebuah jas yang sudah dibungkus dengan sangat rapi.


Apa lagi ketika Ace menggunakan jas itu saat dia menggantikan jabatan Daddynya selaku CEO di Perusahaan, maka itu akan membuat Ace terlihat semakin tampan. Hingga bisa menjadi pusat perhatian para media yang nantinya akan meliput acara tersebut.


Fayra menghubungi seorang staf yang ada di Apartemen untuk membantunya meminjamkan sebuah trolly, supaya bisa memudahkan Fayra membawa semuanya dalam satu dorongan tangannya.



Trolly di bagian atas Fayra isi dengan kue yang sudah dia keluarkan dari boxnya, lalu disusun serapi mungkin. Ditambah tak lupa dia juga memasangkan lilin dengan bentuk angka 2, yang nanti akan dia nyalakan ketika sudah sampai di depan pintu Apartemen suaminya.


Trolly dibagian tengah Fayra isi dengan sebuket bunga cantik yang nantinya dia kasih pertama kasih kepada suaminya sebelum mereka meniup lilin bersama.


Dan di trolly bagian bawah, Fayra isi dengan paper bag yang akan dia berikan setelah mereka sudah meniup lilin, memotong kue dan saling menyuapi satu sama lain.


Perlahan Fayra mencoba untuk menetralkan degup jantungnya yang saat ini bekerja begitu cepat. Rasa nervous didalam dirinya kian mulai mempora-porandakan hatinya. Sehingga Fayra merasa tidak tenang untuk melangkahkan kedua kakinya.


"Huhh, kenapa perasaanku jadi tidak enak dan gelisah seperti ini? Apakah segugup ini ketika seseorang akan memberikan surprise kepada pasangannya?"


Fayra berjalan kesana-kemari dengan keadaan jari telunjuk yang berada di bibirnya dan tidak sengaja dia gigit kecil untuk menetralkan kepanikan didalam tubuhnya.


Wajahnya pun terlihat sangat gelisah, lantaran Fayra takut jika surprise yang dia berikan tidak akan mengejutkan Ace. Karena Fayra sangat tahu, jika Ace itu tipe pria yang tidak mudah diberikan suatu kejutan.


Sama halnya seperti saat dia berulang tahun, Fayra gagal memberikan surprise akibat Ace bisa membaca gerak-gerik Fayra.


"Come on, Fayra. Come on! Tarik napas yang panjang, lalu buang. Terus tarik lagi, buang lagi."


Fayra terdiam di satu tempat, kemudian kedua tangannya dia gerakan bersamaan dengan dadanya yang ikut narik turun. Beberapa kali Fayra melakukannya sampai degup jantungnya sedikit mereda.


"Huhhh, akhirnya perasaan gugup ini sedikit berkurang. Sekarang saatnya aku menemui Bunny, let's go!"


"Tunggu aku Bunny, akan datang dengan semua kejutan ini sampai kamu menyangkalnya, dan berpikir jika ini adalah sebuah mimpi hihi ...."


Fayra perlahan melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari kamar sambil mendorong trolly.


Sesampainya di depan lift, Fayra langsung memencet tombol dan menunggu pintu lift terbuka. Setelah terbuka Fayra segera masuk, dalam keadaan tersenyum saat banyak pasang mata memandangnya penuh senyuman.

__ADS_1


Beberapa kali mereka berbincang dengan Fayra menggunakan bahasa Ingris, dengan artian mereka seperti memberikan suport untuk Fayra supaya surprise yang dia berikan kepada suaminya bisa berjalan lancar.


Ting!


Pintu lift terbuka di lantai 30, dimana Fayra keluar sambil mendorong trollynya perlahan. Kini, detak jantung Fayra kembali berdetak sangat cepat. Bahkan saat Fayra mencari nomor Apartemen suaminya, perasaan itu terus menerjangnya hingga membuat Fayra gelisah tak menentu.


Fayra terus berusaha mencoba menarik napasnya seperti tadi yang dia lakukan saat berada dikamarnya. Setelah sedikit tenang, sesuatu kembali membuatnya panik. Saat Fayra mau mencoba menyalakan lilin, ternyata korek yang dia bawa ketinggalan didalam kamarnya.


"Astaga, kau bo*doh sekali Fayra. Kenapa malah meninggalkan korek itu di kamar sih, terus ini gimana caranya nyalahin lilinnya!"


Fayra menggerutuki kebo*dohannya didalam hati, saat dia melupakan hal yang sepenting itu.


"Huhh, tenang, tenang! Ayo mikir Fayra, mikir. Bagaimana caranya kamu bisa menyalakan lilinnya sebelum ketahuan oleh Ace."


Namun, ketika Fayra sedang kesal dengan dirinya, dia mulai teringat jika jam segini biasanya Ace masih berada dikamarnya untuk fokus mengerjakan tugasnya.


Jadi, Fayra ada kesempatan untuk menyelinap masuk kedalam Apartemen tanpa diketahui oleh suaminya. Semua kata sandi Apartemen Ace, Fayra sudah mengetahuinya.


Perlahan Fayra mulai menekan beberapa tombol angka, dimana angka itu adalah tanggal pernikahan mereka sendiri.


Ceklek!


Pintu terbuka perlahan tanpa menimbulkan suara yang sangat keras. Fayra masuk sambil mendorong trolly itu dalam keadaan wajah celingak-celinguk mencari keberadaan Ace, dan beruntungnya Ace tidak ada didekat ruang tamu.


Dengan cepat Fayra langsung pergi kearah dapur mengambil korek tersebut, kemudian dia menyalakan lilinnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


Setelah itu Fayra mendorong trolly itu dalam keadaan wajah yang tersenyum penuh kebagiaan. Fayra mulai menelusuri setiap ruangan, hingga tanpa disengaja dia mendengar suara yang sangat berisik dan juga tidak asing didalam telinganya.


Betapa terkejutnya Fayra ketika kedua matanya, melihat pemandangan yang sangat indah dihadapannya saat ini.


Senyuman terukir disudut bibir Farya, dengan kedua mata mulai berkaca-kaca. Kejadian dihadapannya kali ini berhasil membuat hati Fayra begitu hancur berkeping-keping hingga tidak ada lagi yang tersisa sedikit pun.


Kejutan yang Fayra ingin berikan kepada suaminya dengan maksud agar hubungan mereka semakin membaik, kini malah Fayralah yang mendapat kejutan berkali-kali lipat.


Sebuah kejutan dibalik kejutan berhasil membuat Fayra tidak menyangka, bahwa perasaan yang selama ini dia anggap hanya pikiran negatifnya saja, ternyata semua itu benar-benar terjadi didepan matanya sendiri.


Fayra tersenyum sambil bertepuk tangan begitu keras, hingga membuat suasana yang sangat indah itu kian berubah menjadi menegangkan.

__ADS_1


__ADS_2