
Nata tersenyum saat melihat prilaku Louis yang begitu sopan memakaikan jaket ke tubuhnya, dan mengusap air matanya. Kemudian Louis menggandeng tangan Nata menuju motornya.
Cuman sebelum itu mereka kembali memunguti barang belanjaan milik Nata, lalu membawanya pulang.
...Flashback Off...
Semua sahabat mereka hanya bisa menganggukan kepalanya, satu sisi mereka tidak tega setelah mendengar kisah yang sedikit mengerikan tentang Nata.
Namun, di sisi lain mereka juga senang melihat betapa gentlenya seorang Louis. Pria yang terkenal dingin, kaku dan juga tidak pernah berdekatan oleh wanita itu mampu menaklukan sahabat Fayra.
Bahkan Fayra selaku sahabatnya pun merasa begitu kagum, mengetahui sifat Louis yang benar-benar bagaikan seorang pria sejati. Berbeda dengan suaminya dulu.
"Gua enggak kebayang sih, pada saat itu gimana ketakutannya jika ada posisi Nata. Tapi, gua juga seneng dengernya. Semoga aja cinta kalian tidak terlalu banyak diuji seperti kami ya, hehe ...." sahut Fayra, terkekeh kecil.
Di saat semuanya sedang asyik berbicara, tak lama bel selesai istirahat pun berbunyi. Mereka segera menyudahi obrolan serunya, dan kembali ke kelasnya masing-masing dengan wajah yang cukup ceria.
Hanya saja ada satu wajah yang murung dan berusaha terlihat biasa-biasa saja, cuman di dalam hatinya terasa sangat tersentil.
Siapa lagi jika bukan Nicho, dia masih sedikit kecewa
sama sikap Sheila yang cukup membuatnya sedikit sakit hati.
"Ternyata enggak mudah menjadi pria sejati seperti Louis, dan pria yang romantis seperti Ace. Mereka yang terlihat datar, bahkan juga cuek bisa semudah itu mendapatkan sosok wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta."
"Berbeda cerita sama gua, mantanseorang playboy cap badak yang sedang belajar mencari cinta sejati. Cuman, belum juga memulainya sudah dikasih portal duluan hihi, nasib!"
Nicho bergumam di dalam hatinya setelah melihat Sheila dan sahabatnya memasuki kelas, kemudian para pria langsung kembali ke kelasnya.
...*...
...*...
Malam hari setelah selesai makan . Fayra, Ace dan kedua orang tuanya sedang asyik duduk santai di ruang keluarga sambil menonton film yang cukup romantis.
__ADS_1
Dimana saat ini Ace dan Fayra sudah tidak malu lagi jika harus menunjukkan sisi keromantisan mereka di hadapan kedua orang tua.
Fayra duduk sambil menikmati camilan di mulutnya, sedangkan Ace dia tiduran di sofa beralasan paha istrinya untuk dijadikan bantal.
Rasa senang dan juga bahagia telah menyelimuti hati kedua orang tua Ace, akan tetapi ada satu hal membuat hati mereka merasa sedikit mengganjal.
Mommy Rosa berbisik kepada suaminya, sampai membuat Daddy Gerry mencoba untuk memulai membuka topik terlebih dulu. Hanya dengan satu deheman, berhasil mengalihkan fokus mereka.
"Ekhem ...."
Fayra dan Ace langsung menoleh menatap wajah Daddy Gerry dengan sedikit rasa bingung. Sedangkan Mommy Rosa, cuman bisa menunggu suaminya yang akan berbicara lebih dulu.
"Ada apa, Dad? Apa tenggorokan Daddy baik-baik aja?" tanya Fayra sambil mengunyah.
"A-ada yang ma-mau kami tanyakan, boleh?" jawab Daddy Gerry, sedikit gugup.
"Mau nanya apa, Dad? Kenapa wajah kalian terlihat sangat serius?" ucap Ace, yang langsung duduk menatap wajah kedua orang tuanya.
"Ka-kami ma-mau nanya, a-apakah kalian, semalam sudah membuka segel?" ucap Daddy Gerry, diangguki kecil oleh istrinya.
"Jika kalian sudah membuka segel, lalu bagaimana rasanya? Terutama kamu Fayra, apakah sakit?" sahut Mommy Rosa yang sudah penasaran.
Ace dan Fayra menatap satu sama lain, kemudian kembali menatap kedua orang tuanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Enggak kok, Mom. Ya awalnya sih sakit dikit, cuman lama-lama enak hehe ...." jawab Fayra cengengesan, lantaran dia masih ingat dengan rasanya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh menantunya memang benar, tidak ada yang salah. Hanya saja cara jalannya yang membuat mereka begitu penasaran.
Jika memang mereka sudah membuka segel untuk pertama kali, kemungkinan besar Fayra tidak akan bisa leluasa berjalan layaknya tidak terjadi sesuatu.
Seenak apa pun itu, kalau mereka baru pertama kali merasakannya akan membuat istrinya kesusahan bergerak apa lagi ketika berjalan.
"A-apa se-sebelumnya ka-kamu sudah pernah melakukannya dengan yang lain?"
__ADS_1
Satu pertanyaan Daddy Gerry berhasil membuat Fayra terdiam membeku, dimana camilan yang ada di genggamannya terjatuh beitu saja.
Ace, selaku suaminya pun refleks membolakan matanya dan sedikit tersinggung, atas ucapan Daddy Gerry yang seakan-akan merendahkan istrinya.
"Ger! Apa yang kamu katakan pada menantuku!" ucap Mommy Rosa, tidak terima sambil menatapnya dengan tajam.
"Daddy! Jaga bicaramu kepada istriku, dia tidak seperti apa yang kau ucapakan barusan. Dia wanita baik, dan tidak akan mungkin melakukan hal buruk!" tegas Ace, menunjukkan wajah datarnya.
"Ma-maafkan Daddy, bu-bukan maksud Daddy berbicara seperti itu. Daddy sama Mommy cuman bingung aja, dimana-mana seorang suami istri jika baru pertama kali membuka segel. Maka istrinya akan kesakitan dan susah berjalan,"
"Tidak seperti Fayra, yang berjalan bahkan berlombat kegirangan dipago hari tanpa merasakan rasa sakit, akibat robekan di selaput da*rahnya."
Daddy Gerry berusaha mungkin menjelaskan kepada mereka pasangan muda-mudi, yang belum sepenuhnya mengerti tentang hubungan badan.
Perlahan ucapan Daddy Gerry membuat mereka paham, bahwa ucapannya bukan berarti ingin menyindir menantunya.
Melainkan dia hanya curiga dengan cara kerja anaknya, yang terbilang gagah tetapi menurutnya masih sangat polos jika berkaitan dengan ranjang.
"Apa yang dikatakan Daddy memang benar, Bunny. Aku juga pernah kok denger itu, bahkan di sekolah juga pernah di bahas kan, tentang reproduksi begitu-begitu."
"Makannya pas aku merasakan kok cuman sakit sebentar doang, tidak sampai yang teriak-teriak, menangis dan segala macam."
"Bahkan aku pernah dengan jika kita pertama kali melakukannya, maka itu bisa berakibat kelumpuhan sementara bagi sang istri. Itu yang buat aku bingung, atau jangan-jangan apa yang kita lakukan salah?
"Jika benar itu salah, terus yang semalam kita lakuin itu apa? Kenapa rasanya geli dan juga enak?"
Perkataan Fayra membungkap Ace, lantaran dia juga sebenarnya tidak tahu apa yang di lakukan itu sudah benar atau tidak.
Sampai akhirnya satu kalimat yang diucapkan Daddy Gerry kembali mengingatkan Ace. Apa yang dia lakukan sampai membuat istrinya hanya bisa merasakan keenakan, tanpa sedikit pun mengeluarkan air mata.
"Sekarang coba kalian ceritakan, apa yang terjadi semalam. Kami akan mengoreksi, apakah ada kesalahan atau tidak." ucap Daddy Gerry.
Ace menatap istrinya sekilas, lalu dia kembali mengingat semuanya secara detail. Dimana Ace mulai menceritakan bagaimana proses membuka segel versi dirinya, sedangkan Fayra hanya bisa meneruskan apa yang diceritakan oleh suaminya.
__ADS_1
Kedua orang tua Ace yang benar-benar penasaran cukup terdiam, mereka hanya menyimak, mendengar serta mencermati setiap apa yang dilakukan oleh anak kesayangannya.