Learn to Love You

Learn to Love You
Perpisahan


__ADS_3

Setelah selesai dan bisa memastikan bahwa Freya sudah aman, dia langsung memeluk Tita dalam keadaan senang. Sementara Tita hanya terdiam mematung dengan segala pemikirannya yang sangat bingung bercampur penasaran.


Sehabis itu enggak lama Freya pun berpamitan untuk pergi, dengan alasan bahwa Ace sudah mengirimkan sebuah pesan singkat untuk mengajaknya jalan. Disitulah Freya terlihat sangat bahagia, karena apa yang dia rencanakan sekarang sudah aman terkendali.


...*...


...*...


1 bulan berlalu, dimana proses perceraian Fayra dan Ace telah diproses dengan cepat sesuai permintaan Fayra kepada pengacaranya.


Ditambah lagi Ace pun semakin tidak memperdulikan tentang perceraiannya, hingga akhirnya dia melupakan bahwa apa yang dia alami saat ini hanyalah sebuah kebahagiaan yang kelak akan menjatuhkannya.


Kebahagiaan yang di hasilkan dengan cara tidak baik, lalu mendapatkannya diatas penderitaan seseorang itu tidak akan bertahan lama.


Percayalah, semua itu akan berakhir seiring berjalannya waktu. Tanpa disadari oleh Ace, karma yang setimpal sedang mempermainkan kehidupannya.


Sampai tak terasa hari ini merupakan hari dimana Fayra dan Ace harus menghadapi momen yang cukup berat didalam hidupnya.


Mereka harus duduk bersebelahan tepat dihadapan hakim jaksa dengan menggunakan pakaian hitam putih. Pertama kali mereka berpapasan dari sekian lamanya tak bertemu, hanya bisa saling menebar senyuman yang sangat tipis.


Entah kekuatan dari mana, Fayra bisa berdiri dengan tegak untuk menghadapi perpisahan yang cukup menguras waktu dan juga mentalnya.


Sampai akhirnya dia menghadapi semua proses tanpa air mata sedikitpun, kedua orang tua mereka yang awalnya terlihat sangat dekat kini terlihat sekali perbedaannya.


Kali ini orang tua Fayra lebih memilih bungkam dan hanya berbicara seperlunya saja, bahkan untuk pertama kalinya dia melihat wajah mantan menantunya kembali membuat hatinya tersayat begitu dalam.


Hampir kurang lebih 1 jam berjalan. Poses demi proses telah dilewati kedua pasangan yang sudah saling merelakan, bahwa mereka memang bukanlah jodoh yang sesunggunya.


Kini tibalah sang hakim mengatakan sesuatu yang berhasil membuat hati keduanya bergetar sangat hebat.


Fayra menarik napasnya secara perlahan sambil memejamkan kedua matanya. Dia berusaha untuk mengendalikan dirinya, agar bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Bahwa ini adalah akhir dari kisah cinta pertamanya.

__ADS_1


Sementara Ace, dia melirik ke arah Fayra dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Ingin sekali Ace meminta maaf atas perlakuannya yang selama ini berhasil menghancurkan kehidupan Fayra.


Namun, semua itu rasanya begitu berat lantaran Ace seperti dikendalikan oleh perasaan emosi didalam dirinya. Tanpa Ace sadari ucapan manis yang Freya katakan, seperti mencuci pikirannya untuk segera melepaskan hubungan yang tidak didasari dengan cinta.


Dan terbuktikan, proses yang seharusnya memakan waktu kurang lebih 1 atau 2 tahun. Saat ini hanya memerlukan beberapa bulan maka hakim sudah bisa memutuskan jikalau mereka saat ini telah resmi berpisah.


3 ketukan palu hakim berhasil dibunyikan dengan tegas dan juga lantang. Dimana mereka telah resmi berpisah untuk selamanya, tidak ada lagi kisah antara Fayra dan juga Ace. Tetapi akan ada kisah dibalik semua rasa sakit yang telah dilalui.


Fayra perlahan membuka kedua matanya, menatap kearah hakim, dan melirik kearah untuk beberapa menit setelah vonis berlaku. Ace pun juga menatap Fayra dengan tatapan yang sama, seakan-akan mereka seperti mengucapkan kata perpisahan didalam hatinya masing-masing.


"Terima kasih, Kak. Terima kasih banyak, karena Kakak telah membuatku sadar. Segala sesuatu yang didapatkan dengan cara ambisi dan juga terlalu percaya diri itu memang tidak akan menghasilkan buah yang manis."


"Aku sadar, Kak. Mungkin hanya aku yang memiliki sejuta impian untuk tetap bersama Kakak dan juga memiliki satu tujuan untuk bisa hidup bahagia bersama keluarga kecil kita."


"Selama beberapa bulan ini aku sudah menyiapkan diriku sendiri untuk bisa melepas Kakak dengan senyuman, dan sekarang terbukti. Aku bisa melakukan itu semua, yang artinya aku sudah merelakan Kakak bahagia dengan pilihan Kakak. Semoga kelak, Kakak tidak akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang."


"Terima kasih, Kak. Berkat Kakak yang seperti ini sudah membuktikan, ternyata aku bukanlah wanita lemah yang selama ini aku kira. Melainkan aku seperti cuaca, yang bisa menjadi gelap ketika badai menerpa dan akan bersinar ketika pelangi mendatang."


Fayra berbicara didalam hatinya dengan mata yang terus menatap kearah Ace, begitu juga dengan Ace. Dia tidak mengalihkan matanya dari mata Fayra, Ace bisa melihat jika dia seperti melihat sisi lain dari mantan istrinya. Seperti bukan Fayra yang dia kenal.


"Maafkan aku, Raa. Aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu, aku juga enggak paham dengan perasaanku sendiri. Kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa hatiku bisa mencintai 2 wanita sekaligus dan kenapa aku bisa sekejam ini sama kamu."


"Yang jelas, terima kasih selama beberapa tahun ini kamu sudah bertahan dengan semua sikapku yang selalu menyakitimu. Mungkin ini adalah jalan terbaik buat kita, dimana kamu bisa menjalani hidupmu yang bahagia dan aku bisa menemukan seseorang yang saat ini mampu membuatku nyaman."


"Untuk itu terima kasih atas semua cinta kasih yang kamu berikan padaku, dan terima kasih sudah bertahan untukku. Semoga kelak kamu bisa menemukan seseorang yang bisa membahagiakanmu lebih dariku, dan aku akan menjalani kehidupan yang baru bersama pilihanku."


Ace bergumam didalam hatinya, lalu dia mulai mengalihkan matanya saat Fayra menyudahi tatapannya dan kembali menatap hakim penuh senyuman.


Hanya hitungan detik, hakim pun bangkit dari kursinya untuk meninggalkan ruangan sidang bersama para jaksa lainnya. Disitulah semua orang yang


hadir disana langsung berdiri memberikan hormat.

__ADS_1


Kedua orang tua Fayra pun langsung melangkahkan kakinya mendekati anaknya, kemudian Amma Trysta pun memeluk anaknya sekilas sambil tersenyum.


Meskipun Fayra terlihat kuat, tetapi Amma Trysta bisa melihat jika itu hanyalah topeng yang Fayra unjukkan didepan masa lalunya agar tidak terlihat lemah.


"Ayo Sayang, kita pulang." ucap Amma Trysta menggendeng tangan anaknya.


Fayra pun mengangguk sambil tersenyum, disaat mereka mau meninggalkan ruangan sidang Ace pun menghentikannya membuat mereka kembali berbalik menoleh ke arahnya.


"Tunggu, aku mau berbicara sesuatu sama kalian!" ujar Ace, langsung mendekati mereka.


"Ada apa?" tanya Appa Daniel, wajahnya terlalu datar menatap mantan menantunya sendiri.


"Aku mau minta maaf sama kalian semua, karena kesalahanku ini telah menghancurkan kehidupan kalian. Cuman, aku enggak bisa melawan takdir jika hatiku telah mencintai 2 wanita sekaligus. Untuk itu aku---"


"Tidak perlu di teruskan, percuma! Ucapanmu itu bagaikan sampah yang seharusnya dibuang bersamaan dengan kenangannya. Jika berbicara masalah takdir kamu itu salah, usiamu masih sangat muda untuk membicarakan soal takdir!"


"Perselingkuhan, itu bukanlah


terjadi karena takdir. Melainkan terjadi karena set*an-se*tan yang ada didalam tubuhmu sudah memprovokatorkan dirimu sendiri. Bahkan kamu masih belum bisa membedakan mana yang mencintaimu dengan tulus dan mana yang hanya mencintaimu dengan ambisi!"


"Kelak kamu akan tahu, bahwa apa yang sudah kamu lepas saat ini adalah kebahagiaanmu yang sesungguhnya. Tetapi, ketika itu terjadi nanti maka hanya akan ada sebuah penyesalahan yang tidak bisa kamu kembalikan seperti semula!"


Appa Daniel berbicara dengan sangat lantang sambil merangkul Fayra yang hanya bisa menatap keluarga Ace dengan senyuman. Sementara Amma Trysta terus menggenggam tangan anaknya tanpa melepaskannya, karena tahu jika tangan Fayra sudah mulai dingin.


Berbeda dengan kedua orang tua Ace, mereka sudah sangat malu atas sikap anaknya. Jadi sudah tidak bisa berkata apa-apa selain, mereka merelakan semua yang sudah terjadi menjadi sebuah kenangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️


__ADS_1


__ADS_2