
Kharel tidak mau pernikahan yang tinggal selangkah lagi, bisa sampai kandas cuma karena kesalah paham yang Fayra lihat saat ini.
Sementara Fayra dia tersenyum penuh arti menatap Kharel dan juga Luna, kini semakin membuat Kharel tidak tenang. Bahkan ketika Kharel mau berbicara untuk menyangkal semuanya, Fayra mencoba melarangnya.
Luna kembali berdiri dengan sikap anggunnya seperti merasa tidak bersalah, padahal dia sudah menjadi duri di dalam hubungan Kharel dan juga Fayra.
"Fiuhh ... Untung aja, tanganku enggak gatal kena cium ulet bulu." sindir Fayra, sambil meniup tangannya.
"Ckk, si*al! Kenapa dia enggak marah sih? Harusnya 'kan, dia marah sama calon suaminya itu karena ketahuan bermesraan sama wanita lain. Tapi, kenapa dia malah terlihat biasa aja?"
"Aarrghh, si*alan! Kalau begini caranya gimana gua bisa dapat bayaran yang besar, bang*ke! Ini cewek hatinya terbuat dari apa sih, kalau gua jadi dia pasti gua udah marah liat cowok gua dekat sama wanita lain."
"Mana gua nyium tangan dia lagi. Ckk, na*jis banget sumpah! Harusnya gua bisa nyium pipi tuh cowo, ini malah di halangi tangannya. Sia-sia gua nyuri kesempatan!"
Luna bergumam di dalam hatinya, pandangan mata menatap sinis ke arah Fayra. Sementara Kharel dia terdiam menunduk, seakan-akan dia pasrah sama apa yang akan Fayra lakukan padanya.
Kejadian beberapa saat tadi, sebenarnya itu tidak terjadi, karena Fayra selalu memantau pergerakan Kharel dari jauh.
Ketika perbuatan Luna sudah mulai kelewat batas, secepat kilat Fayra mengambil obatnya lalu berjalan sambil sedikit berlari.
Sesampainya di sana, tangan Fayra pas banget menempel di pipi kanan Kharel. Jadi ketika Luna mencium pipi Kharel, ternyata terhalang oleh tangan Fayra. Sehingga tangannyalah yang terkena ciuman manis dari Luna.
"Dasar ulet! Rupanya dia mau bermain-main padaku. Hem ... Belum tahu dia, kalau aku ini tidak akan pernah membiarkan milikku kembali di rebut. Cukup yang kemarin, tetapi tidak untuk yang saat ini!" gumam batin Fayra tersenyum miring, menatap Luna.
Dari sini terdapat perang sengit antara Fayra dan Luna, tatapan mereka seakan seperti sedang berbicara satu sama lain.
__ADS_1
Kharel yang melihat mereka sedikit ketakutan, akan kemarahan Fayra yang terlihat begitu kesal terhadap Luna.
"Sa-sayang, ma-maafkan aku. Jujur aku tidak mengenal wanita ini. Aku berani bersumpah atas nama kedua orang tuaku, kalau aku tidak mengenalnya sama sekali!"
"Dia hanya berpura-pura mengaku sebagai mantanku, padahal semenjak aku kehilanganmu dulu aku tidak pernah sedikitpun mendekati seorang wanita. Jika kamu tidak percaya padaku, tanyakan semuanya sama Mamah dan Papah, mereka yang lebih tahu bagaimana kehidupanku."
"Please, aku mohon Sayang. Jangan marah, dan jangan batalkan pernik---"
Perkataan Kharel terhenti, dia terkejut dengan perlakuan Fayra saat ini yang langsung memeluknya dari belakang. Kemudian Fayra mengecup pipi kanan Kharel dengan sangat lembut.
Cup!
"Tenang aja, Sayang. Aku tidak akan membatalkan hari kebahagiaan kita, karena aku tahu dia hanyalah wanita penggoda. Sama seperti wanita yang pernah membuatku hancur, tapi kali ini tidak!"
Fayra tersenyum menatap Luna yang semakin meradang di ejek olehnya, sedangkan Kharel masih tidak menduga jika Fayra sama sekali tidak marah padanya ataupun cemburu.
"Ohh aku tahu, mungkin karena dia ingin membuatku cemburu? Terus marah? Lalu, membatalkan pernikahan? Bukan begitu, Mbak? Haha, basi!"
"Saya leringatkan ya, Mbak. Kekuatan cinta kami tidak ada yang bisa memisahkannya, kecuali maut. Walaupun Mbaknya di suruh ataupun tidak, saya tidak tahu!"
"Setidaknya jika Mbaknya di suruh, bilang saja sama yang nyuruh. Dapat salam dari kami, suruh dia datang ke pernikahan kami lusa. Dan satu lagi, kalau mau bermain cantik minimal ngotak dikit ya, Mbak. Jangan kesannya terlihat seperti wanita murahan, yang hidupnya selalu tergantung oleh bayaran dari seseorang!"
"Kami permisi, Mbak! Terima kasih loh, karena Mbak saya bisa tahu bahwa, ada seseorang yang menginginkan kebahagiaan kami hancur. Jangan lupa salamin pesan saya tadi ya, Mbak. Dadahh ...."
Fayra mendorong kursi roda Kharel dengan wajah penuh kemenangan. Lambaikan tangan Fayra seolah-olah sedang meledek Luna, karena rencananya telah gagal total.
__ADS_1
Fayra tidak menyangka kalau dia bisa melawan wanita seperti Luna, padahal hatinya sudah ketar-ketir melawan rasa takut kalau Luna akan semakin membuatnya merasa cemburu.
Ya, memang Fayra sebenarnya cemburu. Cuman, dia mengesampingkan semua perasaan itu demi keutuhan cinta mereka.
Pada akhirnya Fayra telah menjadi pemenang, dia berhasil membuat Luna bungkam seribu bahasa.
Luna sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa, ketika Fayra mencecarnya dengan semua kata-kata yang menusuk di dalam hatinya.
Seperginya Fayra dan Kharel, Luna langsung berteriak kesal membuat semua orang yang ada di sana segera menatap aneh ke arahnya.
"Apa, hahh! Kenapa lihat-lihat gua? Gua cantik, gitu? Wiss, jelaslah! Lu semua enggak ada apa-apanya dibanding gua, jadi jangan menatap gua seperti itu. Atau gua akan mencolok mata kalian satu persatu!" tegas Luna, penuh emosi menatap mereka.
"Idih, PD banget, Mbak. Jadi pelakor aja bangga, dasar ja*lang haha ...."
Semua tertawa ketika sebagian dari mereka ada yang mengetahui pertengakan Fayra dan juga Luna, jadi mereka bisa menyimak bahwa Luna ini memang merupakan wanita pelakor. Sama kaya wanita cantik di luaran sana, rela merebut yang bukan menjadi miliknya.
Luna bergegas pergi dengan wajah kesal bercampur emosi, sedikit lagi dia berhasil mendapatkan uang yang besar. Cuman, semua gagal akibat Fayra tidak kemakan oleh perlakuannya terhadap Kharel.
Setahu Luna, dari tadi Fayra selalu memperhatikannya dan melihat semua perlakuannya terhadap Kharel. Karena memang itu tujuan utama Luna, hanya saja yang membuatnya heran, kenapa malah dia sendiri yang terkena batunya. Misinya gagal, di tambah dia pun tidak akan mendapat bayaran besar, hingga apa yang sudah dia rencanakan menjadi gagal total.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Mampir yuk guys, author udh rilis novel baru loh. Jngan sungkan sering-sering stalking branda ya, buat cari tahu karya baru apa aja yang author buat setiap bulannya ❤️🙏🏻...
__ADS_1