Learn to Love You

Learn to Love You
Depresi Berat


__ADS_3

Ozzie yang sudang tidak tahu harus bagaimana lagi, dia mencoba untuk mendirikan Freya. Sampai membuat Freya tersenyum bahagia, dia seperti merasa bahwa Ozzie sudah mulai melemah dengannya.


"Fre, dengerin aku baik-baik ya. Aku tahu sebenarnya kamu itu orang baik, tapi cobalah sedikit saja kamu mengerti. Bahwa tidak semuanya bisa kamu miliki sesuai sama apa yang kamu inginkan!"


"Namun, seharusnya kamu sadar dari semua ujian yang kamu hadapi itu Tuhan ingun kamu kembali ke jalannya. Ke jalan dimana seharusnya kamu melangkah, bukan seperti ini!"


"Jika aku disuruh memilih antara kamu dengan Tita, maaf. Aku akan tetap memilih Tita, semua itu bukan karena Tita orang baik dan kamu tidak. Misalkan Tita pun ada di posisimu aku tetap akan memilih dia, mau bagaimana pun masa lalunya. Selagi dia baik untukku, baik untuk agamaku dan juga keluargaku maka aku akan memilihnya menjadi istriku tanpa adanya keraguan!"


"Disini membuktikan bahwa cantik fisik itu tidak menjamin seseorang akan mencintaimu dengan tulus, tetapi cantik hati akan membuatmu merasa lebih dicinta oleh 1 pria, layaknya kamu sedang di cintai oleh ribuan orang sekaligus!"


"Aku harap kamu paham sama apa yang aku sampaikan saat ini, aku tidak memiliki dendam padamu. Cuman aku hanya kecewa saja, apa yang sudah aku perjuangkan untukmu bisa melanjutkan hidup sampai di detik ini semua sia-sia. Seakan-akan aku menolong orang yang salah, untuk itu maaf!"


"Pilihanku tetap pada Tita, wanita yang terlihat biasa saja tetapi memiliki jiwa dan hati yang bersih!"


Ozzie langsung menggenggam tangan Tita yang saat ini sudah berdiri di samping saudaranya dengan keadaan tersenyum. Meski matanya berkunang-kunang menahan pusing, tetapi Tita bahagia.


Sekalinya dia mencintai, dia seperti menemukan sosok Pangeran yang dia dambakan selama ini. Kemudian ada seorang wanita yang mendekat, sambil memberikan cincin tersebut pada Ozzie.


Disitu Ozzie sangat berterima kasih, dan kembali memasangkan cincin itu pada jari manis Tita. Akan tetapi, lagi-lagi Freya selalu mengamuk untuk berusaha menggagalkannya.


Namun, sayangnya. Dia dihalangi oleh saudara Tita sampai akhirnya cincin itu telah terpasang di jari manis Tita dengan sangat pas dan juga cantik.


"Aarrghh, si*al! Kenapa sih, Ta. Kenapa lu selalu lebih beruntung dari gua, hahh! Kenapa gua tanya, kenapa!" pekik Freya, tak terima.


"Fre, sebenarnya gua sama lu itu lebih beruntungan lu. Lu itu di kelilingi oleh banyaknya pria yang ingin menjadi kekasih lu dengan semua ketulusannya. Lu punya paras yang cantik buat memikat hati setiap pria dan lu punya kedua orang tua yang selalu memanjakan lu dari kecil hingga tumbuh dewasa. Sedangkan gua?"

__ADS_1


"Gua cuman wanita tomboi yang berusaha untuk menjadi wanita feminim, bahkan orang tua gua tidak selalu memanjakan gua meskipun gua anak tunggal. Mereka tetap memperlakukan gua layaknya anak pada umumnya. Semua itu karena mereka takut gua menjadi anak yang manja, mau apa-apa hanya tinggal minta tanpa berusaha."


"Dan terakhir masalah pasangan, lu tahu 'kan. Tidak ada 1 pun pria yang mau dekat sama gua karena gua sangat cuek sama mereka, baru hanya ini gua merasakan ada pria yang mau dekat sama gua, memberikan cinta kasih yang besar dan langsung melamar gua di depan banyak orang."


"Hanya saja perbedaan diantara kita, gua masih bisa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan pada jalan kehidupan gua. Jika lu belajar buat bersyukur dan merelakan semua yang terjadi merupakan takdir, gua yakin lu bakalan menemukan pria yang baik buat lu. Gua percaya itu!"


Tita mencoba untuk menjelaskan pada Freya, dimana seharusnya dia itu sangat beruntung memiliki semua yang tidak pernah Tita miliki sebelumnya.


Namanya juga Freya, dia tidak akan terima dengan nasihat orang akibat kepalanya yang sudah membesar. Layaknya dia telah menganggap bahwa apa yang dia jalani adalah hal yang benar menurutnya.


Sampai akhirnya Ozzie membawa Tita pergi dari Restoran, diikuti oleh saudaranya karena keadaan Resto semakin tidak karuan.


Ozzie tidak mau wanitanya kembali berdebat, yang nantinya akan semakin di sakiti oleh wanita yang sakit jiwa seperti Freya.


Sementara Freya tertawa puas atas kehidupannya yang semakin hancur, hancur dan hancur. Dia terlihat seperti orang depresi berat, akibat semua yang dia ingin miliki sudah hilang tak tersisa.


"Ozzie tunggu aku, Sayang. Aku akan segera mengejarmu, lihat saja kau Tita! Aku tidak akan melepaskanmu, kau harus lenyap dari dunia ini agar aku bisa memiliki Ozzie selamanya haha ...."


"Heii, tunggu aku! Aku akan merebut Pangeranku dari Ratu penyihir itu, aku akan pastikan dia akan menyesal telah merebut milikku!"


"Kalian lihat bukan, Ratu penyihir itu telah merebut Pangeranku. Ayo cepat bantu aku merebutnya, haha ...."


Freya berteriak dan tertawa benar-benar layaknya orang yang sudah mulai kehilangan kewarasannya sampai dia mengejar mobil Ozzie yang sudah berjalan meninggalkan Resto beberapa meter.


Tita yang mengkhawatirkan keadaan Freya saat melihat ke arah belakang mobil, membuat dia beberapa kali menyuruh Ozzie untuk berhenti.

__ADS_1


Namun, Ozzie tidak mau. Dia harus segera membawa Tita ke rumah sakit akibat luka di tangan serta dahinya yang sangat mengkhawatirkan.


"Zie, stop aku bolang stop! Kasihan Freya, Zie. Lihat dia lihat! Dia masih mengejar kita. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu padanya, aku mohon berhenti!" pekik Tita menangis.


"Tidak, aku tidak peduli. Yang terpenting saat ini adalah dirimu, aku takut luka yang ada di tubuhmu itu sangat berbahaya. Kamu lihat 'kan, betapa jahatnya dia sama kamu. Dan kamu masih saja kasihan padanya?"


"Yaa, mau sejahat apapun dia. Freya adalah sahabatku, sahabat pertamaku yang selalu menolongku ketika aku susah ataupun dijauhi oleh teman-temanku ketika kecil!"


"Ingat, Freya yang dulu kau kenal bukanlah Freya yang sekarang. Dia sudah sangat berubah, Sayang. Freya yang sekarang udah lepas kontrol, bahkan dia rela menyakitimu dan aku tidak akan pernah membiarkan calon istriku kenap----"


"Freya!!"


Ciiittttt!


Teriakan Tita didalam mobil yang terdengar sangat nyaring membuat Ozzie langsung menghentikan mobilnya secara mendadak. Setelah itu Tita membuka sepatu heelsnya, dan berlari sambil mengangkat gaunnya.


Dimana kurang lebih 50 meter, Freya sudah tergeletak penuh cairan merah akibat tertabrak oleh sebuah mobil sedan dengan kecepatan tinggi.


Mobil itu lari karena merasa tak bersalah, semua itu akibat Freya yang mulai depresi berat sampai dia melupakan keselamatan dirinya sendiri.


Di situ Tita langsung mengangkat kepala Freya membawa ke atas pahanya, tanpa menghiraukan cairan merah yang sudah mengenai di tubuhnya.


"Fre, please bertahan. Gua mohon, lu kuat ya. Gua bakalan bawa lu ke rumah sakit, gua enggak mau lu kenapa-kenapa!"


"Ingat, sejahat apapun lu sama gua. Lu tetap jadi sahabat gua, gua enggak akan membiarkan hal buruk terjadi pada lu. Gua janji gua akan menyelamatkan lu. Meski gua harus bertukar nyawa gua siap, Fre. Asalkan lu bisa selalu bahagia. Gua mohon, Fre. Jangan tinggalin gua hiks ...."

__ADS_1


Tita manangis kejar sambil memeluk Freya, membuat Ozzie yang kebingungan langsung menelpon ambulan. Dia tidak tahu harus melakukan apa lagi, karena cairan merah yang mengalir deras membuat Ozzie tidak kuat untuk melihatnya.


Sementara saudara Tita sudah pergi entah kemana, kini hanya ada Tita dan Ozzie yang berada di dekat Freya. Belum lagi banyak orang yang mengerubungi mereka untuk melihat kejadian tabrak lari, dimana Freya menjadi korbannya dalam keadaan yang sangat menyedihkan.


__ADS_2